NovelToon NovelToon
AKU INI ANAK KAMU "AYAH"

AKU INI ANAK KAMU "AYAH"

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Cintamanis / Balas Dendam / Berubah manjadi cantik / Tamat
Popularitas:132.8k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

(Warning 19 )

Bijak-bijaklah membaca, ada adegan naik turun, dan mungkin sedikit panas.


Lola Elakshi gadis cantik bermata coklat, berambut ikal bawah. Ibunya meninggal saat melahirkannya.

Ayahnya selalu menyalahkan dirinya atas kepergian Ibunya dan selalu berkata dia anak pembawa sial.

Ayahnya menikah lagi. Setelah umurnya 19 tahun, bisnis Ayahnya bangkrut hingga terlilit hutang yang tidak bisa di bayar.

Suatu hari ada pelelangan di kota mereka, Ibu tirinya berinisiatif membujuk dirinya untuk....

Untuk lebih jelasnya mampir ke Bab ya.. 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai detik ini....

Part 22

_______

Ararya mengepal kedua tangannya menatap kepergian Elakshi dan Aswin. Seluruh tubuh terasa gemetar melihat sikap tak biasa yang dibuat oleh Elakshi. “Tunggu.” Panggil Ararya, ia melangkah mendekati Elakshi dan Aswin.

Aswin dan Elakshi menghentikan langkah kakinya. Aswin dan Elakshi berbalik badan menatap kedatangan Ararya yang penuh amarah. “Maaf. Ada apa ya? Apa uang yang aku berikan kurang.” Tandas Aswin menatap datar wajah Ararya yang sedang berdiri di hadapannya.

“Aku ingin bicara dengan putriku.” Ararya menarik lengan Elakshi.

Elakshi membulatkan kedua bola matanya, rasa tidak percaya jika Ayahnya mengucapkan putriku. Selama 19 tahun ia hidup baru kali ini Ayahnya berkata seperti itu. Antara senang dan sedih menjadi satu, Elakshi menatap wajah Ararya yang saat itu sedang menggenggam erat lengan kirinya, sedangkan Aswin menggenggam erat lengan kanan Elakshi. Kedua mata Aswin dan Ararya saling menatap tajam.

“Mulai kapan wanitaku menjadi putri Anda?”

“Sejak aku tahu istriku mengandung, jadi aku harap kamu lepaskan tangan putriku. Aku ingin berbicara berdua dengannya.” Tandas Ararya.

Elakshi menatap wajah Aswin, ia mengangguk pelan. “Aku mohon.” Pinta Elakshi kepada Aswin. Elakshi seperti tidak ingin kehilangan kesempatan berbicara dengan Ayahnya yang selama 19 tahun tidak pernah berbicara lembut. Elakshi juga ingin mengetahui apa yang akan di sampaikan Ayahnya itu kepadanya.

Aswin menatap penuh cemas. “Aku tidak yakin jika pria ini akan berbicara baik-baik kepada kamu, aku mau kita pulang saja.” Ajak Aswin menarik tangan kanan Elakshi.

“Percayalah.” Elakshi menahan tangan Aswin.

“Elakshi.”

Elakshi mengangguk, senyum manis terpancar dari bibirnya menatap wajah Aswin yang terlihat cemas.

Aswin melepaskan genggaman tangannya. “Baiklah. Aku akan menunggu kamu di sini.” Ucap Aswin seperti tidak semangat.

Ararya menarik sedikit Elakshi menjauhi Aswin lima langkah dari tempatnya. Ararya menatap tajam wajah Elakshi yang tersenyum manis menatap Ararya. Ararya menaikkan tangan kanannya setinggi kepalanya, wajah gemetar, mata merah seperti menahan amarah menatap wajah Elakshi.

Melihat tatapan penuh kebencian yang di tunjukkan Ararya. Aswin segera melangkah cepat mendekati Elakshi. Menahan tangan Ararya yang hendak melayang ke pipi mulus Elakshi. Wajah Aswin gemetar, tangan yang menahan tangan Ararya semakin di erat sangat kuat. Perlahan Aswin menurunkan tangan Ararya.

Elakshi yang berada di tengah mereka hanya diam, wajah yang tadinya terlihat senang saat menatap wajah Ayahnya kini harus padam. Kedua mata menatap genggaman Aswin yang gemetar memegang erat pergelangan Ararya. Elakshi tidak menyangka jika Ayahnya sengaja berkata manis agar bisa menyakiti dirinya.

Elakshi menatap tajam wajah Ararya yang menatap tajam wajah Aswin. Kedua mata coklat kini berubah menjadi merah dan sedikit berair. “Ayah.” Ucapnya pelan.

Aswin segera merangkul tubuh mungil yang terlihat lemah. Jari telunjuk mengarah ke wajah Ararya. Wajah gemetar menahan amarah, kedua mata memerah menatap tajam wajah Aswin. “Aku sudah duga Anda akan berbuah seperti ini. Aku tegaskan kepada Anda.” Aswin beralih menunjuk tante Anna dan Qaila yang sedang berpelukan di teras rumah. “Dan kalian berdua.” Aswin beralih menunjuk wajah Ararya. “Tidak ada yang bisa menyentuh kulit wanitaku selain aku. Aku sudah membayar mahal atas dirinya…”

“Cih. Sangat sombong kamu, uang yang tidak seberapa itu yang terus kamu ungkit-ungkit. Dia itu putriku dan aku masih berhak atas dirinya, sedangan kamu hanya pria yang mau menikmati tub…..” teriak Ararya terputus.

“Diam…diam..” teriak Elakshi sangat kuat, kedua tangan di letakkan di daun telinganya. Air mata mengalir membasahi pipi indahnya. Elakshi yang masih berada dalam pelukan Aswin menatap wajah Ararya.

“Saat Anda memanggil Putriku, hati ini merasa sangat senang seperti hendak menghapus semua ucapan yang menyakitkan yang pernah Anda tanam di dalam pikiran dan hati ini. Tapi aku salah. Aku cuman mau bilang, mulai detik ini aku bukan putri Anda lagi. Urusan kita sudah selesai, kita akan menjalani kehidupan kita masing-masing tanpa mengganggu satu sama lain.

Sekali pun aku di campakkan oleh Presdir dan teluntang lantang di jalanan, aku tidak lagi putri Anda dan aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku di rumah ini. Urusan kita sudah selesai.” Elakshi mendongakkan wajahnya menatap Aswin yang memeluk dirinya. “Mari kita pulang.”

Aswin tidak melepaskan pelukannya, ia tetap memeluk erat tubuh Elakshi dan membawanya perlahan berjalan meninggalkan halaman rumah Ararya.

“Pergi. Pergilah. Anak pembawa sial…buruk rupa. Kamu pikir ada orang yang akan bertahan bersama kamu dengan takdir buruk yang kamu bawa. Tidak ada. Sampai nafas terakhir kamu hidup di dunia ini, kamu akan tetap sendiri dan kamu akan terkubur bersama dengan takdir buruk itu.” teriak Ararya penuh amarah menatap kepergian Aswin dan Elakshi.

Elakshi menghentikan langkah kakinya, ia menoleh sedikit. “Tuhan mungkin memberi takdir buruk kepada umatnya, tapi Tuhan juga memberikan umatnya kesempatan merubah takdir buruk yang ia bawa dari lahir. Aku akan sabar dan terus berusaha untuk hidupku dan takdir yang akan ubah. “Tuhan menolong mereka yang menolong diri sendiri.” Aku percaya pepatah itu dan menyimpannya di dalam hati.

Dan buat Anda, terimakasih sudah membuat aku hadir dan tumbuh di dalam rahim wanita yang membiarkan aku terlahir di dunia ini.

Darah memang lebih kental dari apa pun, tapi aku akan memutus istilah itu. Jangan ganggu aku lagi, aku permisi pergi.”

Aswin tersenyum manis menatap wajah Elakshi yang terlihat datar. Aswin juga merasa sedikit lega karena melihat perkataan tegar dari Elakshi. Aswin merangkul tubuh Elakshi dan membawanya pergi dari kediaman rumah Ararya.

Melihat kepergian Aswin dan Elakshi yang kini sudah masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menyala. Tante Anna berlari mendekati Ararya. Tante Anna berdiri menatap wajah Ararya yang menatap kepergian Aswin dan Elakshi yang berada di dalam mobil mewah. Tante Anna menggoyangkan tubuh Ararya.

“Apa yang kamu katakan. Walau pun dia pembawa sial, dia tetap putri kamu. Jika kamu memutus ikatan darah siapa lagi yang akan memberi kita uang yang cukup banyak. Usaha kamu baru saja naik, jika kamu bangkrut dari mana kita bisa mendapatkan uang.”

Ararya melepaskan tangan tante Anna. “Jika Elakshi bisa berkorban seperti itu. Qaila juga pasti bisa berkorban untuk kita.” Ararya berbalik badan, kaki kanan hendak melangkah pergi namun di tahan tante Anna.

“Apa kamu sudah tidak waras. Dia itu putriku, bagaimana mungkin aku melakukan hal seperti itu kepada putriku sendiri.” keluh tante Anna terlihat cemas. Ia merasa cemas jika Ararya berbuat nekad seperti apa yang ia buat ke Elakshi waktu itu.

“Lantas. Apa bedanya Elakshi dengan Qaila.” Tandas Ararya.

“Sangat beda. Dia anak pembawa sial dan Qaila tidak.”

“Sudahlah. Aku lelah dan mau bersiap pergi.” Ararya melangkah pergi meninggalkan tante Anna yang masih berdiri di belakang menatap kepergiannya.

...Bersambung........

...Terimakasih atas dukungannya...☺️☺️☺️...

Dan jangan pernah bosan membaca cerita yang aku buat.🤭🤭

1
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Ya Allah adakah seorang Ayah yg model begin I Kau ciptakan Sedih Rasanya aku aku sebagai Anak sesak dadaku aku beruntung punya Ayah yg baik penyanyang . suatu hari nanti jadikan aku seorang anak yg berbakti terhadap org tua Ku aku tidak may jadi Anak Durhaka aku tskut
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Rasanya aku ingin menangis mendengarnya hati ku sesak sekali 😥
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
Begitu kejam nya ayah nya tidal punya Hati Nurani😔😭
Inru
Serba tampan ya...
Inru
Siapa hayo?
MommyAtha
makanya pak... jgn jahat2
MommyAtha
stress sendiri kan lu
MommyAtha
presdir bodoh
MommyAtha
bagus ceritanya thor...
MommyAtha
rasain lu
MommyAtha
dan saya meleleh thor
MommyAtha
yah.. kenapa blg jelek sih presdir
MommyAtha
thor... kalau butuh bantuan buat ngitung duit, saya siap
MommyAtha
emot meresahkan ini
MommyAtha
bukannya emg namanya tante anna ya thor??
MommyAtha
kayaknya yg jahat si tante2 ini
MommyAtha
jangan gitu lah pak
MommyAtha
aq panggil Ela aja, susahhh namanya
Inru
Visualnya... hmm, serem... eh cakep...
Inru
Mama, kok kamu seperti itu sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!