NovelToon NovelToon
Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Puskesmas Di Tengah Hutan [ END ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:159.3k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

Novel keempat berjudul TELUH SAMBER NYOWO.

Sejak awal, Fani sudah menduga bahwa ia akan ditugaskan di desa setelah lulus dari pendidikan kebidanan.
Namun, ia tak pernah menyangka bahwa desa tempat ia ditugaskan sangat terpencil dan berada di tengah hutan.
Pergolakan batin, kerap ia rasakan.
Terlebih, gangguan ghaib tak henti-hentinya meneror setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAGEBLUK

Hari itu, pasien di puskesmas lebih banyak dari biasanya dengan keluhan sakit yang sama yakni demam, diare serta muntah. Bahkan, ada beberapa pasien yang muntah hingga lemas saat berada di puskesmas. Alhasil, harus diberikan cairan infus saat itu juga. Beruntung di puskesmas memiliki beberapa ranjang untuk rawat inap sehingga dapat segera memberikan pertolongan yang diperlukan.

Hanya dalam kurun waktu tiga hari, penyakit menyebar dengan cepat. Pasien yang datang kian banyak. Semua usia mengalaminya, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Membuat para petugas medis kewalahan. Jika tidak parah sekali maka, pasien diminta untuk melakukan rawat jalan sebab, kapasitas ruang pasien di puskesmas tidak memadai.

Keesokan harinya, pasien dengan keadaan yang parah semakin banyak. Terpaksa merawat mereka di luar ruang inap pasien. Belum lagi, pasien rawat jalan yang terus datang. Seolah tak pernah ada habisnya. Fani menatap heran seraya berkata bahwa ini sudah menjadi wabah kepada dokter Agung.

"Iya Fan, kamu benar. Hanya kita berlima petugas medis di sini. Kita harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Kalau kita juga sakit, siapa yang nantinya akan merawat mereka?"

"Iya dok."

"Jika ini berlanjut, saya khawatir kita pun akan kewalahan."

"Apa tidak bisa meminta bantuan tenaga medis dari pusat?"

"Siapa? tidak akan ada yang datang ke sini."

"Kenapa begitu?"

"Mungkin kamu belum tahu tapi wabah ini telah meluas hingga ke seluruh penjuru kota. Semua petugas medis, dipusingkan dengan hal yang sama."

"Begitu rupanya."

"Saya juga dengar dari pak Eko kalau pak Lurah akan melakukan ruwat desa sebagai bentuk tolak bala atas musibah penyakit yang sedang melanda."

"Apa cara itu akan berhasil?"

"Siapa yang tahu? hal itu merupakan tradisi di sini, kepercayaan yang diyakini secara turun temurun dan menurutku, itu cara yang bisa mereka pikirkan selain berusaha secara medis. Negara kita ini memiliki banyak sekali suku dengan kepercayaan kleniknya masing-masing. Biasanya, mereka akan melakukan sedekah bumi sebagai simbol rasa syukur dan kemudian, melakukan ritual tolak bala untuk menyingkirkan hal buruk atau mencegah agar hal buruk tidak sampai terjadi.

"Usaha manusia."

"Benar."

Fani menghela napas lalu berjalan ke ruang pasien guna membantu yang lain dalam merawat pasien.

...🌸🌸🌸...

Keadaan kian memburuk hingga jatuhnya korban meninggal yang pertama. Seorang balita yang telah dirawat selama dua hari, meninggal di puskesmas. Fani merasa heran, bagaimana hal ini bisa terjadi. Semua perawatan dan obat telah diberikan. Harusnya, si balita segera membaik namun yang terjadi, malah sebaliknya.

"Semua juga bingung Fan, kita lakukan semampu kita saja!"

"Iya dok."

Tak lama, korban kedua dan ketiga menyusul meninggal. Fani semakin dibuat keheranan. Sementara itu, pak Lurah beserta seluruh warga mulai mengadakan acara tolak bala di desa. Acara begitu meriah, seluruh warga saling bahu membahu dalam mempersiapkan semuanya. Para laki-laki memotong sapi dan para perempuan memasaknya. Banyak makanan yang dihidangkan, lengkap dengan nasi tumpeng serta sayur-mayurnya. Acara berisikan agenda penampilan tarian-tarian tradisional, Kirim doa lalu ditutup dengan makan bersama. Semua orang mendapatkan bagian termasuk para tenaga medis serta para pasien di puskesmas. Tujuan diadakannya ritual tolak balak ini adalah untuk menangkal atau membersihkan wabah penyakit yang tengah menyebar saat ini. Tradisi yang telah dilestarikan secara turun menurun dari waktu ke waktu.

...🌸🌸🌸...

Desas desus menyebar luas di kalangan para warga. Korban meninggal semakin banyak berjatuhan. Ketakutan menyebar dengan cepat. Di sela-sela kesibukannya, Fani masih saja bingung dengan keadaan yang ia hadapi. Betapa pun ia mencoba tapi tak ada satu pasien pun yang berhasil disembuhkan.

"Sebenarnya, apa yang salah?"

"Fani tolong bantu!"

"Iya mas Adi."

Tiada hari untuk bersantai, kesibukan di puskesmas sudah sama dengan di rumah sakit. Pasien datang dari segala arah. Bukan hanya dari desa Waringin saja melainkan dari desa-desa yang lain juga. Bahkan, warga desa Beriun juga datang berobat ke sana. Maklum saja, fasilitas kesehatan memanglah sangat minim, lokasinya pun juga jauh, apalagi rumah sakit maka, puskesmas inilah yang banyak menjadi pilihan.

Selain para pasien yang di rawat di rumah sakit, banyak juga pasien yang memilih untuk tetap berada di rumah hingga akhirnya, nyawa melayang. Kini, entah apa bedanya. Baik di rumah atau pun di puskesmas sama-sama tidak bisa diselamatkan.

"Air, pasti karena penggunaan air yang kurang bersih," gumam Fani.

"Aduh, kenapa sih ini? obat sudah benar tapi kenapa masih tidak bisa disembuhkan?"

"Penyakit muntah dan diare sudah sangat umum terjadi tapi baru kali ini sulit sekali dibasmi bahkan, menjadi wabah yang merenggut banyak sekali nyawa. Sungguh tidak masuk akal."

Semenjak penyakit ini mewabah, area pemakaman tidak lagi sepi. Setiap hari, ada saja yang dimakamkan. Mulai dari satu orang, tiga orang hingga puluhan orang dalam sehari. Penggali kubur pun merekrut beberapa pekerja tambahan sebab tak kuasa untuk mengerjakannya seorang diri. Beberapa hari yang lalu, salah seorang penggali kubur tak luput dari penyakit ini dan tak lama setelahnya, dia menyusul meninggal.

Fani termangu menatap begitu banyaknya pasien yang tergeletak di lorong-lorong puskesmas. Dia menghela napas panjang beberapa kali. Saat itulah otaknya kembali mengingat sebuah mimpi yang pernah ia alami. Dimana ibunya Dinda masuk dan memberinya peringatan.

"Jadi benar, mimpiku memang memiliki arti dan inilah maksud dari mimpi tersebut. Kejadian menghebohkan adalah perihal penyakit yang menjadi wabah dan menelan banyak korban tapi, bagaimana bisa arwah ibunya Dinda tahu dan untuk apa memperingatiku?"

"Peringatannya pun tak begitu jelas. Tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan."

Fani kembali ke ruangannya seraya duduk lalu meminum air putih dari botol minumnya. Saat itulah pandangannya teralih ke sebuah kalender yang tergantung di dinding sebelah pintu ruangan. Kalender yang selama ini luput dari perhatiannya. Fani meletakkan botol minumnya lalu berjalan mendekat. Menatap lekat-lekat kalender di sana. Keningnya berkerut, tangannya membolak-balik kalender bulan demi bulan lalu bergumam:

"Untuk apa kalender tua masih diletakkan di sini?"

Tahun 1820, begitulah yang tertulis dalam kalender tersebut. Fani melihat kalender tahun 1820 di situs pencarian internet ponselnya dan semuanya cocok. Dengan kata lain, tidak ada kesalahan cetak di sana.

"Lantas, untuk apakah kalender tua masih digantung? bukankah sekarang sudah tahun 2022? lebih aneh lagi, kalender ini masih terlihat sangat bagus dan mulus."

...🍂 BERSAMBUNG... 🍂...

1
Mega Arum
mampir.. suka baca crta horor, sengaja cari yg sdh tamat...semoga ceritanya bagus
Diankeren
mksd'y ibu Dinda : tu tuh kjdian udh lma. pas lu dtg desa tu udh jdi desa hntu. 👻👻👻👻
skrg yg dksih liat tu reka ulang'y Fan.....
Diankeren
wabah si Kona tu psti 🤣
Diankeren
lah kan bner kan... desa hntu 🤦🏻‍♀️ ksian Fani mnsia sndri² dsitu 🤦🏻‍♀️🥴
serem'y
hii
Diankeren
hayo loh Fani..... tau kan bjimane emak² klo udh purik? 🤦🏻‍♀️ purik'y aja serrem aplgi marah'y 🤣 aplgi ni emak² gaib loh...!
hhaahhaayy de
Diankeren
naszib mu fan.... d dmen in Wowo 🤣
Diankeren
emang wowo mah gnjen bin gatel
Diankeren
🤦🏻‍♀️
Diankeren
mauuuuu 😋
ngiler nih....
suruh dtg ksono mah ogah.... hii
Diankeren
s'tau w y tor, Bidan jmn dlu g pke msin USG juga tau dia tu byi lempeng apa sungsang 😁yg klilit tali puser aja tau 🤦🏻‍♀️🤣 pdhal cuma dpncet² , teken² , usap²
Diankeren: 😁 samma... eike juga. dlu.... skrg mah pengacara 🤣
total 4 replies
Diankeren
desa hantu y tor?
g ada asal muasal'y y knpe trjdi pnmpkan trus
cus ahh... lnjoot
Diankeren
🤣🤣🤦🏻‍♀️ msih bgus g joprak
kebuut fan.... ayo w bntu doa
Diankeren
iya tu si qorin 🤭
Diankeren
lah tu si Lilis bjimane tu wooii... !!! 🤣
Diankeren
iye bner fan. w si ngalamin bru ngliat 1 org yg mirip w 😁
Diankeren
et Bu be ah bisa aja klo ngliat yg licin, bwaan'y mo kpleset trus y Bu 🙊
Diankeren
kolok... anak bntot psti 🤦🏻‍♀️ sama kyk anak w 🤭 lki ge kolok bner 🥴
Diankeren
sayur kunci 🤔 sayur apa tu tooor? 🙈
Diankeren: masa...... 🙈
nmbah Lgi pngthuan 👍🏻
total 4 replies
Diankeren
dsr setan.... untung w tdr'y lesehan 👅 g bisa lu nakutin w mah 🤣
Diankeren
tuh, kmaren bda 1 hruf doank
skrg antiq
suka² otor bae ah 👻👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!