DALAM TAHAP REVISI.
ALURNYA DAN ISI CERITA MASIH BERANTAKAN.
UNTUK SEMENTARA WAKTU AUTHOR AKAN MENGUBAH CERITANYA DENGAN VERSI TERBARU DAN AKAN SEGERA DISELESAIKAN.
TERIMAKASIH.
Nadin Alia Syahir
Wanita cantik bak seorang model yang menjadi idola para lelaki. Sayang dia hanya seorang Dosen disalah satu universitas favorit dijakarta. Walaupun dia memiliki banyak penggemar, tetapi hingga saat ini belum pernah ada seorang pria yang membuatnya tertarik.
Zaynard Orlando Mark
Seorang pria yang ramah dan juga baik hati. Tapi setelah kejadian dimana dia menyaksikan sendiri jika sang kekasih hati berkhianat, dia berubah menjadi Dingin dan tak tersentuh.
Bagaimana pertemuan mereka??
yuk buruan baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Siang ini terlihat semua orang sedang sibuk menyiapkan barang-barang yang mereka bawa dari panti. Sebuah truk ada didepan gereja, para orang dewasa dengan segera menaikkan barangnya keatas truk. Pagi tadi bi marin mendapatkan informasi dari rekannya jika ada tempat yang disewakan, bangunan yang tidak terlalu besar tapi masih muat jika untuk menampung penghuni panti.
Tempatnya lumayan jauh dari bangunan panti yang dulu. Mereka harus menempuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai ke tempatnya. Walaupun bangunannya tidak sebagus bangunan panti sebelumnya, tetapi mereka masih bisa bersyukur karena mendapatkan tempat untuk tinggal saat ini.....
" Nadin, terimakasih atas bantuannya.. aku tidak tau harus bagaimana, itu adalah harta terbesar bagimu. maafkan aku.. " ucap bi marin yang merasa menyesal. Baru saja mereka sampai di tempat yang mereka sewa dan mulai menurunkan barang - barang yang mereka bawa.
" Bibi.... tidak apa, jangan seperti ini. Yang terpenting kita sekarang sudah mendapatkan tempat untuk tinggal. " jelas Nadin. BI marin dengan segera memeluk nadin.
" Terimakasih nadin " ucap bi marin dalam pelukannya.
" Sudah bibi.. Nadin senang bisa membantu, karena bibi juga sudah membantu Nadin waktu itu.. lebih baik sekarang kita bantu yang lain dulu. " ucap Nadin sambil melepaskan pelukannya dari BI marin dan mengajaknya untuk ikut membantu yang lain menata barang - barang yang sebagian mereka bawa dari tempat panti yang lama.
Mereka saling bahu membahu, membersihkan dan merapikan tempat itu. Tidak terasa hari sudah menjelang petang ketika kegiatan mereka sudah selesai.. Beberapa pengasuh lainnya sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam.
" Nadin, katakan padaku, siapa dirimu yang sebenarnya ?? " tanya bi marin. Saat ini mereka sedang berada di tempat makan. Terlihat hanya ada beberapa pengasuh yang duduk di sana karena sebagian yang lain sudah makan terlebih dulu.
" Aku.. aku ..... aku sudah pernah bercerita. Aku bukan siapa-siapa. '' jawabnya dengan terbata
" Kau terlihat seperti bukan orang sembarangan, itu terbukti dari penjualan cincinmu. " tanya bi marin dengan menatap Nadin.
" Maaf bibi.. Nadin berkata sejujurnya, sekarang Nadin juga sama seperti kalian. Nadin juga sudah berusaha untuk menemui suami Nadin, tetapi sampai sekarang Nadin masih berada disini bersama kalian. Itu berarti Nadin tidak ada bedanya dengan para pengasuh disini. " jawab Nadin sambil tersenyum.
" Sudahlah.. bibi jangan berfikir yang tidak-tidak. Nadin hanya kebetulan diberikan cincin pernikahan yang mahal itu. Tetapi Nadin bersyukur karena cincin itu Nadin bisa membantu kalian bibi. " lanjutnya
" Iyah. mungkin aku saja yang terlalu berlebihan. " sahut bI marin
Para pengasuh yang ada bersama mereka saat ini hanya diam saja sambil tersenyum mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Walaupun sebenarnya mereka juga merasa penasaran dengan status Nadin yang sebenarnya.
Satu persatu pergi dari meja makan karena mereka sudah menyelesaikan makan malam mereka. Baru saja bi marin ikut meninggalkan Nadin dan saat ini hanya dirinya yang tersisa . Nadin terlihat melamun di tempat duduknya.
' Entahlah.. aku harus bercerita yang sebenarnya atau tidak. Untuk saat ini biarkan aku menjadi Nadin yang sederhana. '
gumam Nadin sambil beranjak pergi dari sana.
*******
Zayn berjalan keluar dari kantornya dan diikuti oleh Leon dibelakangnya. Baru saja dia menyelesaikan pekerjaannya yang sedang deadline. Resort yang akan dibangun di wilayah Wales harus segera dilakukan. Saat ini gedung itu dalam proses untuk dirobohkan.
Zayn bahkan tidak memberikan waktu luang bagi mereka para pekerja, yang Zayn inginkan hanya dalam waktu beberapa bulan saja resortnya sudah harus berdiri. Para pekerjanya dibuat tertegun akan kebijakan Zayn itu yang dirasa terlalu memaksakan. tetapi mereka menurutinya saja.
" Tuan.. kita akan kemana ?? " tanya Leon. Saat ini mereka ada di dalam mobil yang baru saja keluar dari area perusahaan.
" Bawa aku ke Mension saja. semenjak laurin pulang dari rumah sakit, dia begitu cerewet. " Jawan zayn
" Baiklah tuan. " ucap Leon.
hening
" Leon.. Setelah gedung yang ada di Wales sudah dirobohkan. Aku ingin melihatnya langsung seperti apa tempatnya. Aku juga sekaligus ingin mencari Laura ketika disana. "
ucap Zayn seketika membuat Leon sedikit terkejut.
" Baik tuan.. Apa anda akan mengajak nona laurin. ?? " tanya Leon
" Tidak.. aku takut jika dia akan sangat mengharapkan untuk bertemu dengan Laura."
jawab Zayn santai
" Tuan.. besok anda ada jadwal pertemuan dengan putri tuan Diego, apa anda akan menemuinya atau tidak. ?? "
" Batalkan saja. Tidak ada yang penting bukan. Jika tidak menyangkut urusan pekerjaan jangan masukkan kedalam jadwalku, itu sama saja membuang waktuku " jawab Zayn malas
" Baik tuan " jawab Leon cepat
Tidak terasa dalam waktu 30 menit mereka sudah tiba di depan mension keluarga Orlando. Zayn segera turun dari mobil kemudian Leon segera pergi dari sana menuju Apartemen miliknya sendiri.
***
Hari - hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah seminggu lamanya Zayn menunggu datangnya hari ini. Kemarin Leon sudah memberitahu jika gedung yang ada di Wales sudah dirobohkan. Dan hari mereka akan berangkat menuju kota terpencil itu.
" Tuan kita sudah sampai. " ucap Leon sambil mencoba untuk membangunkan Zayn yang tertidur.
Setelah tadi sekitaran 4 jam lebih lamanya di dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai didepan hotel yang sudah mereka pesan Sebelumnya. Terlihat langit sudah mulai gelap. Zayn masuk bersama Leon sambil menyeret koper miliknya menuju kamar hotel.
Zayn berjalan pelan.. Saat ini dirinya sedang merasakan semilir angin yang menyejukkan. Sehingga kesadaran dirinya ikut terhanyut.
' aku seperti merasakan kehadiran mu Nadin '
gumam Zayn dalam hati. Sejenak dia berhenti dari langkahnya sambil memejamkan kedua matanya.
Leon ikut berhenti dan mengernyitkan dahi.
' ada apa dengan tuan Zayn.. ' gumamnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Hening
Akhirnya mereka melanjutkan langkah kaki mereka menuju kamar hotel masing - masing sesuai dengan kamar yang sudah dipesan.
Tbc
Mohon dukungan untuk author, masih pemula jadi mohon jangan dibully...
sdh tahu kelakuan pengasuh mu begitu tp kamu tidak tegas saat itu juga.
,🤣🤣🤣
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣