NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Jarak

"Zain, Ada apa?" tanyaku lembut melihatnya termenung.

"Gak ada apa-apa kok," balas Zain berpaling arah.

"Kamu jatuh cinta denganku ya? Aku mau banget bilang seperti itu, Tapi," batinku melamun.

"Zain, Aku mau memperjelas sesuatu. Aku juga gak tau hal ini harus dibilang atau gak. Tapi sekarang aku sama sekali gak punya perasaan apa-apa denganmu."

"Eh? Kamu seri......"

"Aku sadar kalau aku gak bisa kendalikan perasaanku sendiri, aku juga gak mau kalau nilai sekolahku sampai menurun lagi. Aku berbeda denganmu, aku harus kerjakan soal berulang kali sebelum bisa menyelesaikannya."

"Waktu itu kamu juga pernah mengucapkannya. Boleh aku tanya sesuatu?"

"Apa?"

"Apa aku mengganggumu?"

"Gak Zain, bukan berarti seperti itu. Lagian itu masalahku sendiri kok, bukan karena kamu."

"Begitu ya?" singkat Zain menidurkan kepala di meja.

Suasana kencan yang seharusnya sangat indah yang Zain bayangkan, justru berbeda jauh dengan kondisi yang terjadi.

Aku sadar akan perasaanku, namun aku ragu untuk memilih satu di antaranya, pelajaran atau Zain, walau pada akhirnya aku memantapkan diri untuk lebih fokus dalam pelajaran dan mencoba mengabaikan perasaan ku sendiri pada Zain.

Sedikit banyaknya, aku akan terima apapun itu yang terjadi di kemudian hari tentang sikap Zain yang akan berubah atau menetap.

20 Menit sebelum menjelang magrib, kami berpisah kembali kerumah masing-masing. Setelah Zain mengantarkanku, ia kembali ke toko game Rio.

Di toko Game

"Op, anak mudanya sudah kembali, bagaimana kencanya hari ini? Lancar kah?" sambut Rio.

Zain berjalan sembari menunduk lemah, melewati Rio yang berdiri di kasir, "Kukira bakalan senang-senang, tapi akhirnya putus selesai begitu saja."

"Lah? Kok?"

Zain menuju kursi langsung membaringkan badan sembari tangan menutup kedua mata. Ekspresi kecewa akan sakit yang Zain alami bukan tanpa sebab, mungkin dirinya juga menyukaiku namun ia kurang begitu tau apa yang harus ia lakukan.

"Aku menemukan ini di ruang belakang saat beres-beres tadi," ujar Rio memberikan Zain sebuah foto.

Setelah melihat foto wanita tersebut, Zain kembali teringat masa lalunya semasa kecil.

****

"Namaku Zain."

"Oh, Zain ya? Senang bertemu denganmu, mulai saat ini aku yang akan merawatmu. Aku bibimu, Dila. Jadi sekarang, apa faktor yang membuat kita menjadi manusia?"

"Apa?"

"Pendidikan, bahasa, mampu menggunakan peralatan dan cinta. Oh iya Zain, aku akan memberikannmu mantra."

****

Keesokan paginya di sekolah.

"Zain.." sapa Chaca melihat Zain berbaring di bangku taman di temani Rahul yang sedang makan beras di sampingnya.

"Oh, ketua kelas ya. Ketua kelas mau kemana?"

"Aku mau ada rapat festival budaya. Kamu sendiri sedang apa Zain?"

"Gak ada, aku cuma lagi jemur Rahul. Oh iya, kita baru ketemu lagi sejak insiden kejantanan ya?"

"Ja-jangan di bahas lagi!"

"Oke, terus bagaimana yang soal kemarin?"

"Aku terus bekerja keras Zain, sesuai nasihatmu aku harus menekuninya sebaik mungkin. Tapi sekarang tugasku malah makin menumpuk. Kenapa aku mau aja di calonin jadi panitia festival budaya."

"Ah aku pernah belajar soal itu dari orang lain, kemarilah," jelas Zain mempersilahkan Chaca duduk.

"Tapi dengan begitu justru aku merasa lebih baik sekarang."

"Benarkah? Baguslah."

Zain dan Chaca tak menyadari jika Alea menguntit dari semak taman sekolah, "Dasar kadal satu ini, kenapa di saat-saat begini malah mesra-mesraan sama cewek lain!"

"Oh iya, aku udah di tolak Anita," ujar Zain.

"Kamu menembaknya?"

"Enggak kok. Waktu pertama kamu tanya perasaanku ke Anita itu seperti apa, mataku jadi terbuka lebar, tapi kayaknya sudah terlambat."

"Begitu ya?"

Melihat Zain melamun murung untuk beberapa saat, Chaca bingung harus berbuat apa, hingga akhirnya, "Se-semangat."

"Eh?"

"Kalau dia terlihat ragu-ragu ketika menolak atau menyatakan perasaanya padamu Zain, mungkin kamu masih punya kesempatan."

"Betulkah? Tapi kayaknya Anita sudah malas mikirin hal yang begituan. Tapi yasudalah, aku sudah memetik pelajarannya. Kita gak bisa mengambil air yang telah tumpah, jadi bawalah dengan hati-hati. Makanya aku gak mau buat kesalahan," jelas Zain kembali tersenyum sumringah.

"Bego banget!!!!!" pekik Alea bangkit dari persembunyiannya yang tak begitu jauh.

"Alea?" kejut Zain.

"Daripada terus dipikirkan, mending langsung ungkapin tentang perasaanmu! Setrikalah bajunya selagi setrika itu masih panas!" pekik Alea.

"Kau mabuk ya? Lagian pribahasamu terdengar aneh," ketus Zain pada Alea melihat Alea meminum jus.

"Buset! Ini jus pisang Zain, mana mungkin bisa bikin mabuk!"

"Lah iyanya? Aku kira sejenis minumal alkohol."

"Terus bagaimana nantinya kalau Anita gak menanggapi? Soalnya sifat cueknya itu yang membuat dia menarik, makanya aku merasa jika berada di dekatnya. Karena gak tertarik denganku, dia juga gak menyinggung soal kepayahan dan kebodohanku," lanjut Alea.

Alea berjalan semakin mendekat, berhenti tepat di hadapan Zain, "Zain, kamu itu manja banget. Kalau dia menolakmu, jangan menyerah!" Teriak Alea menekuk wajah mengacungkan jempol terbalik ke bawah di hadapan Zain.

"Dasar bodoh, pecundang!" gumam Alea pergi meninggalkan Zain dan Chaca.

"Dia kenapa sih? Lagian belakangan ini kenapa aku sering banget kena marah sama cewek sih? Apa yang salah denganku? Ah, tapi udah biasa sih," ujar Zain bingung melihat Alea pergi menjauh.

"Hem?" sahut Chaca.

"Bahkan dulu, Aldi dan bibi juga sering memarahiku karena aku selalu memecahkan pas bunga Ibu, mereka bilang itu hal yang mubazir. Tapi dari semua itu, ada satu ungkapan bibi yang saat ini masih merasuk pikiranku."

"Apa itu?"

"Bibi bilang begini, manusia akan semakin lemah seiring kesendiriannya, obat satu-satunya hanyalah kehangatan hati orang lain. Semoga kau bisa temukan orang seperti itu. Begitu pesan bibi."

"Bagus sekali ungkapan nasihat bibimu, Zain."

"Kalau gitu aku pergi duluan ya." Zain bangkit berdiri berjalan menuju ruang kelasnya.

Ketika Zain melewati sisi jendela ruangan, dia berhenti menatapku yang sedang tertidur mencari udara segar di bantalan jendela.

"Semoga kau menemukan seseorang, yang kehadirannya, dapat mengobati rasa sakitmu," batin Zain menatapku yang tak menyadari kehadirannya.

"Zain, singkirkan ayam itu," pekikku terbangun ketika merasakan ujung kepala di patok-patok ayam.

Mengusap lembut kedua mataku, melihat Zain tersenyum ceria, "Sepertinya kamu sudah mulai kembali senang ya?"

"Ya, tadi aku lagi memikirkan seseorang yang telah meninggal. Di bilang, bereskan sendiri apa yang telah kita mulai, agar di terima masyarakat, kita harus bereskan diri dahulu, begitu bunyinya. Gak tau juga sih kenapa aku masih bisa ingat kata-kata itu."

"Mungkin karena ingatan kamu cukup tajam," singkatku.

Zain mendekatkan wajahnya, "Aku menyukaimu."

"Huu..." (Hela nafasku).

"Tapi sudah kubilang sebelumnya kan kalau..."

"Kalau kau sudah gak menyukaiku lagi kan? Aku tau itu kok, aku cuma ingin selalu bersamamu."

"Zain....." lirihku ketika Zain semakin mendekatkan wajahnya seperti ingin membunuhku dengan ciumannya.

"Ah maaf, deket banget." Zain menutup wajahnya.

"lah?"

"Pas aku sadar kalau aku menyukaimu, tiba-tiba perasaanku menggebu-gebu, maaf," lanjut Zain.

****

Sampai disini dulu ya kak akak, nanti sambung lagi, maaf telat upnya, tapi bukan telat 3 bulan kok ahehehe, lanjut...

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!