Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 22
...----------------...
Pangeran sudah berada di ruangan rawat VIP.
Tari selalu menemani Pangeran di rumah sakit, ia selalu mendoakan dan mengajak bicara Pangeran dan ia juga kangen banget sama kelakuan, perhatian nya Pangeran.
"Tak terasa ya mas, sudah seminggu kamu terbaring seperti ini, aku kangen, calon bayi juga kangen sama ayahnya" Ucap Tari sambil memegang tangan Pangeran.
Dokter datang untuk memeriksa keadaan Pangeran..
"Ibu silahkan tunggu di luar biar kamu cek kondisi beliau dulu ya" Perintah Dokter
Tari mengikuti perintah dokter dan ia menunggu di ruangan tunggu sambil duduk bermain ponsel.
"Aduh pengen pipis lagi, aku ke toilet bentar ah" Ucap Tari. "Akhirnya lega juga, berasa kemplong" Tari yang selesai dari toilet.
Bruk "Maaf²" Tari tidak sengaja menbrak orang yang ada di depannya.
"Ya tidak apa²" kata orang tersebut.
"sebentar, ko kya kenal suaranya? " guam Tari dalam hatinya.
Orang itu langsung menengok ke arah Tari dan ternyata ia adalah orang dari masa lalunya Tari.
"Tari? " Ahtar kaget dan sangat senang akhirnya ia bisa kembali bertemu dengan Tari.
"Kamu? ko bisa disini? " Tanya Tari.
"Aku menjadi dokter magang disini, aku ngambil jurusan kedokteran dan aku di suruh belajar magang di rumah sakit ini"
"Alhamdulillah ya, bagus kalau gitu"
"Lalu, kamu disini?"
"Ya, aku sedang menunggu... "
Sebelum Tari selesai bicara, suster khusus yang merawat Pangeran memanggil Tari.
"Mba, beliau sudah sadar dan mencari mba"
"Ok Sus, bentar lagi saya kesana" ucap Tari, Tari berminat kepada Ahtar "Ya sudah aku harus pergi, semoga kamu sukses" Tari berjalan dan semakin jauh dari Ahtar .
Ahtar hanya terdiam dan memperhatikan langkah Tari
"Ia semakin cantik, tapi ko perutnya agak keras gitu ya saat tadi tabrakan" Ahtar merasakan ada hal aneh di prut Tari.
Sesampainya Tari di kamar Pangeran, dia sangat seneng melihat Pangeran sudah sadar dari masa kritisnya.
"Mas" Panggil Tari sambil mengeluarkan air matanya karena dia sangat bahagia.
"Sayang" panggil Pangeran.
"Sudah kamu tiduran saja, kamu masih lemas"
Pangeran tidak mendengarkan Tari melainkan ia langsung menarik tangan Tari dan memeluknya, ia juga berbisik kepada Tari "Aku sangat merindukan mu di atas ranjang" .
Tari sangat malu dengan ini karena masih ada dokter dan suster di ruangan ini.
"Mas, udah, malu tau" Tari yang berusaha melepas pelukan Pangeran tapi Pangeran semakin erat memeluk Tari.
"Khem" Dokter berdekhem
Pangeran langsung melepas pelukannya.
"Tuhkan mas" muka Tari yang memerah karena malu.
"Maaf dok, aku sangat merindukan istri mungilku" Ucap Pangeran sambil nyengir 😁.
"Tapi inget ya jangan terlalu banyak gerak, luka di punggung mu masih basah " Perintah Dokter.
"Siap dok" jawab Pangeran
"Ya sudah lanjutkan rasa merindu rindu kalian" ucap dokter sambil tertawa kecil "Saya permisi dulu" Lanjut dokter.
Dokter dan suster meninggalkan Pangeran dan Tari berduaan.
"Mas, aku kangen banget sama kamu" Ucap Tari sambil tersenyum bahagia.
"Emang dirimu saja? aku juga begitu, apalagi saat melihat mu di atas ranjang" Pangeran yang mulai usil.
"ish apaan si mas? " Tari malu kalau mendengar kata ranjang 🤭"Tuh kan aku lupa, aku mau ngabarin orang tua kita dulu, kalau kamu sudah sadar"
"Jangan sayang, nanti saja kalau kita mau pulang, aku hanya ingin berduaan dulu sama kamu" Ucap Pangeran dan menarik tangan Tari dan akhirnya Tari berbaring di samping Pangeran.
"Mas inget kata dokter gak boleh banyak gerak dulu"
"Tapi aku pengen sayang"
Pangeran langsung memulai aksinya .. Ciuman Pangeran mendarat langsung ke bibirnya Tari.
Tari menikmati ciuman itu karena ia sangat merindukan nya dan Pangeran melakukan nya dengan secara perlahan jadi sangat nikmat..
Tangan Pangeran mulai nakal, meraba² ke dua buah gunung yang ada di sampingnya. Tari pasrah dengan kenalanan suaminya. Saat Tangan Pangeran mulai kebawah..
"Arhh" Pangeran merasa kesakitan karena tanganya di impus.
"Tuh kan mas" Tari langsung panik dan khawatir. "Kalau begitu aku panggilkan dokter ya, selang infusan mu banyak darahnya mas"
Tari memanggil suster saja karena dokter lagi ada pasien lain.
"Bapak sebaiknya jangan banyak bergerak ya, nanti kalau seperti ini terus tangan bapak akan membengkak" Ucap Suster sambil memperbaiki infusan Pangeran. "Sudah selesai, bapak istirahat yang cukup ya, biar cepat sembuh, saya tinggal dulu, kalau ada apa² panggil saja saya" lanjut suster.
"Iya Sus, makasih ya" Ucap Tari.
"Sama2" Suster itu kembali keluar.
"Tuh kan mas, kamu jangan bergerak dulu" Tari yang kesal juga sama suaminya itu .
"Habis kamu bikin piton ku tergila²"
"Tuh kan nakal lagi, sabar dulu ngapa"
"iya iya"
"Ya sudah aku mau beli makan dulu ya mas, aku laper kesian anak kita belum di kasih makan "
"Sini dulu, aku mau mengelus perut mu"
Tari langsung mendekati Pangeran dan Pangeran mengelus2 perut Tari sambil mengajak bicara calon bayinya " Sayang, junior ku, kamu baik² ya, sehat² jagain bundamu , muachhh"
"Mas, harusnya aku yang jagain dia bukan dia yang jagain aku" Tari yang merasa lucu dengan perkataan Pangeran.
"Ya sudah terserah mu saja, sana beli makan nanti suapin aku juga ya"
Tari Langsung melangkah keluar tapi ia juga takut kalau bertemu lagi dengan Ahtar. Dan benar saja sekarang jam istrahat dan di kantin sangat ramai, Ahtar juga ada di sana, Tari melihat nya tapi ia gak mau saling sapa dengan Ahtar.
"Semoga dia tidak melihat ku" Dalam Hati Tari.
"Bu beli nasi sama soto ayamnya dua bungkus ya bu" Ucap Tari..
"Sudah neng, ini saja? " Tanya Bu kantin
"Sama air teh angetnya dua ya bu" jawab Tari
"Baik tunggu sebentar ya, neng duduk dulu nanti saya antar"
Tari duduk menunggu makan saingannya, saat Tari menunggu Ahtar melihat keberadaan Tari, ia langsung inisiatif mendekati Tari, tapi sayangnya pesanan Tari sudah selesai.
"Neng, ini" Ibu Kantin
"Jadi berapa bu? " Tanya Tari
"30 ribu neng"
"Ini bu, kembalian nya ambil saja ya bu"
"Makasih neng"
"Iya bu sama²"
Tari langsung buru² dari kantin karena ia takut suaminya menunggu lama dan ia juga takut kalau ia bertemu dengan Ahtar kembali.
"Lah ko dia gak ada? dia kemana? " Ucap Ahtar."Bu bentar cwe yang tadi disini, kemana bu? " Ahtar bertanya ke ibu kantin yang tadi Tari membeli soto ayam.
"sudah pergi mas" jawab bu kantin.
"Ke arah mana bu? "
"Saya kurang tau mas, ya sudah mas saya mau ngelayanin pembeli lagi"
"Ah soal, kehilangan jejak lagi" Ahtar sedikit kesal karena ia kehilangan jejak Tari.
"Assalamu'alaikum sayang" Tari memberi salam saat masuk keruangan Pangeran "Untung saja tadi gak ketemu Ahtar" Dalam hati Tari.
"Waalaikumsalam, kamu kenapa? "
"Ah? kenapa ya kenapa mas? "
"Kamu kaya ketakutan gitu? "
"ih ko dia bisa tau si " Dalam hati Tari.
"Hey"
"Iya mas? "
"Kenapa?"
"Gk ko gak kenapa², lebih baik kita makan ya" Tari langsung mengalihkan pembicaraan karena ia takut kalau Pangeran tau disini ada Ahtar.
Merek berdua makan bersama, dan saling suap²an..
...****************...
Markas besar Ran
Di hari berikutnya..
"Bagus semuanya kumpul di markas berkas" Ucap Bonar.
"Kami akan selalu ada dan siap kumpul untuk balas dendam selanjutnya bos" Ucap salah satu anak buahnya.
"Kemarin kita sudah selesai kan cungunguk² kurang ngajar itu, tapi kita harus melacak keberadaan bos besar mereka" Perintah Bonar.
"Siap bos" Semua anak buahnya.
"BERPENCAR! " Tegas Bonar.
Semua anak buah yang tergabung dengan Mafia Ran langsung melaksanakan tugas dari Bonar.
...****************...
Rumah Sakit
drettt Ponsel Pangeran berbunyi.
"Mas ada pesan masuk nih" Tari memberitahu Pangeran bahwa ponsel nya bunyi karena Pangeran sedang di kamar mandi.
Saat Tari hendak membaca pesan itu, Pangeran langsung mengambil ponselnya.
"ih pesan dari siapa si?" Dalam hati Tari dengan raut wajah kesal dan penasaran.
"untung saja" Dalam hati Pangeran sambil mebgelus dadanya.
Pangeran langsung membuka ponselnya dan benar saja itu pesan dari Bonar.
📩 Bos, cungunguk² itu sudah beres,sekarang kita sedang mencari bos atau dalang dari semua ini.
Pangeran langsung tersenyum mendengar kabar ini.
Toktok
"Pak Pangeran saya periksa dulu ya, jika semakin baik makan bapak boleh pulang hari ini juga" ucap Dokter
"Baik dok" Pangeran langsung berbaring di kasurnya
"Untuk ibu, tolong keluar dulu ya, biar saya periksa suami ibu terlebih dahulu" Perintah Dokter terhadap Tari.
Tari menunggu di luar dan di luar sudah ada dua orang yang memakai pakaian hitam, berkacama hitam dan topi hitam.
Tari sangat takut walaupun disana banyak orang tapi dua orang ini sangat mencurigakan dan mengerikan karena mereka memantau atau melihat Tari semenjak Tari keluar dari ruangan Pangeran.
...----------------...
Hayo hayoo siapa dua orang itu?
Pengen tau?
pantau terus ya novel "Istri mungil"
Jangn lupa like, share, komen and vote nya ya 🙏🥰
Biar Author nambah semangat wkwk
Makasih🥰
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"