Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22 - Murid Sialan
Bagian 22 - Jiang Yan
Setelah membersihkan diri, belajar lagi di taman saja agar cepat memahami bahan masakan.
Are yang tengah membuat makanan melihat Yan membawa buku untuk belajar lagi.
"Murid Ku kemarilah" Ucap Are.
Ah Guru sedang memasak lagi hehe
"Selamat Pagi Guru!!" Ucap Jiang Yan. Mengepalkan tangan dan membungkukkan badan ( Hormat )
"Pagi.. Jiang Yan ini bawa cemilan serta minum susu hangat ini" Ucap Are
huhu terharu sekali… baru kali ini aku sangat diperhatikan oleh orang.
"Terima kasih Guru!!" Ucap Jiang Yan.
cemilan + minuman buatan Guru pasti sangatlah enak, berjalan ke taman.
Jiang Yan Jiang Yan, pasti kamu membayangkan masakan enak lain gurumu. sekarang untuk mengisi pagi harinya bubur mungkin pilihan yang tepat. okey masak bubur saja
-- disisi lain --
Ah akhirnya buku ini sudah ku hafalkan semua, makan cemilan ah. "wuuueeennak!!, apapun buatan guru adalah yang paling enak". Coba minum tehnya "ah segarnya, nyaman"
Are berjalan menuju taman melihat Jiang Yan sedang sangat menikmati makanan. Melihatnya menikmati makanan seperti ini sungguh membuatku senang. //Tersenyum
"Jiang Yan, mari makan. Setelah makan lanjut lagi" Ucap Are
hehe, akan aku kaget kan Guru nanti. bahwa aku sudah hafal semua xixi
"Baik Guru!!. Guru Guru hari ini masak apa?" Ucap Jiang Yan
"Ah hari ini, Bubur kuah abon. ini ayo dimakan selagi masih hangat" Ucap Are
"Baik Guru" Ucap Jiang Yan
-- Di tengah menikmati Makan --
"Guru aku ada sesuatu yang mau disampaikan, tetapi guru harus janji jangan terkejut" Ucap Jiang Yan
Eh, apa yang Jiang Yan lakukan?, apakah tengah malam dia menyelinap keluar mencari perempuan?, tidak tidak dia bukan seperti itu. atau mungkin dia mendapatkan senjata B5?, tidak tidak mana mungkin. lebih baik tanyakan saja
"Apa itu Yan?" Ucap Are
Jiang Yan tiba tiba berlutut dan mengembalikan buku bahan memasak itu "Guru, murid telah berhasil menghafalkan semua yang ada di dalam buku"
huftt~ kukira akan melakukan tindakan konyol, kalau begini mah tidak perlu terkejut kan?. Hanya menyelesaikan menghafal bahan memasak hanya dalam 1 hari, mana mungkin ya kan wkwkwk hanya bualan saja, eh tunggu!!
"Jiang Yan, apakah kamu benar benar telah menghafalkan semua barang dan kegunaannya?" Ucap Are
Jiang Yan Menggerakkan kepala ( Iya ), "benar murid telah menghafalkan semua, jika tidak percaya Guru dapat membawaku ke dapur untuk membuktikannya" Ucap Jiang Yan
"Baiklah, segera habiskan makananmu dan mari membuktikan ucapan mu itu" Ucap Are
-- Sesampainya Di Dapur --
"sekarang coba tunjukan hasil latihan mu" Ucap Are
Membungkukkan Badan "Baik, Murid tidak akan mengecewakan Guru" Ucap Jiang Yan
-- setelah menjelaskan semua --
berbakat sekali murid ku ini, sungguh orang yang buta, yang berani membuang mu.. Ini membuatku terkejut, Aku sendiri setidaknya 4-7 Hari untuk menghafal semua.
"Heem ku kira hal yang luar biasa, ternyata hanya memperlihatkan hasil hafalan mu" -Are
Guru tidak terkejut yah, atau akankah jangan jangan guru hanya perlu beberapa menit saja untuk memahaminya?
"Selamat untuk mu Yan, sekarang guru berikan buku resep masakan ini" Ucap Are
"Baik Guru, Murid akan segera mempelajari semuanya!!" Ucap Jiang Yan
Jiang Yan segera berjalan menuju ke taman kembali
Bagian 22.1 - Tempat berlatih
karena Jiang Yan telah memahami cara memasak. setelah mempelajari buku masak akan ku mulai tahap latihan, sekarang lebih baik mencari tempat air terjun untuk membentuk tubuhnya mungkin berlaku juga untuk ku, lebih baik segera pergi sekarang
"Jiang Yan. Aku mau pergi ke suatu tempat dahulu kamu, disaat kamu belajar tolong urus rumah ini sebentar apakah bisa?" Ucap Are
"Baik Guru, perintah mu akan aku laksanakan sebaik mungkin!!" Ucap Jiang Yan
"Bagus, pesan terakhir dari Guru. Jangan pernah 1 langkah keluar dari Rumah ini selama guru pergi!!. Tolong dipahami" Ucap Are
Ada apa dengan tatapan Guru, tatapan ini seperti akan takut kehilangan orang terpenting lagi, atau jangan jangan Guru pernah kehilangan seorang dan takut diriku akan bernasib sama?. Jika begini
"Baik Guru!!!, Murid akan mematuhi apa yang guru mau!!" Ucap Jiang Yan
Are tersenyum, dan segera pergi. Namun sebelum pergi sempat berpikir "lebih baik sekarang tanamkan Rune perlindungan saja, Aku takut bila kejadian yang dialami Huan terulang lagi"
System belikan aku Rune perlindungan Yin Yang
-- Mohon Tunggu --
"harga 1 gulungan Rune perlindungan Yin Yang 4000 Point Tukar" - System
Setelah membeli Are, bergegas mempelajari… memerlukan 8 kertas kuning. Lukis tulisan Runenya!!. nah Selesai!!. bayangkan letak titik tepat pemasangan Rune, lalu terbangkan dan Arahkan dengan Angin!!
Nah Siap!!, Rune perlindungan sudah terpasang. Hal yang harus dilakukan selanjutnya yaitu pergi ke hutan mencari tempat untuk berlatih pembentukan fisik, lebih baik pergi sekarang!!
Are segera meninggalkan kota, melaju ke hutan untuk mencari lokasi latihan. setelah memakan banyak waktu akhirnya dapat juga lokasi yang cocok
Are melepas pakaiannya, sebelum memulai latihan ada baiknya pemanasan tubuh. ~Wush, udara sejuk
Ah air terjun ini sangat sejuk, dan sangat deras. eh apakah aku bisa? menahan derasnya air ini…
"tidak perlu khawatir, Tuan hanya perlu melapisi tubuh dengan energi Qi. dan memakan 1 buah pil penguatan tubuh" - System
Seingat ku efek dari latihan ini, tujuan utamanya membentuk tubuh fisik supaya terlihat kuat dan L A K I K!! wkkwkw. System belikan aku 3 buah pil penguat tubuh
"-30 Point tukar, membeli 3 buah pil penguat tubuh tingkat 3" - System
Are melapisi dirinya dengan Energi Qi lalu memakan 1 buah pil. Are berjalan menuju air terjun yang sangat deras untuk duduk dan berkultivasi di sana. Ah begini rasanya sangat nikmat sekali, aih fokus ke latihan. Serap semua energi yang ada dan kembangkan tubuh supaya disaat memukul atau mengangkat benda akan terasa lebih mudah lagi
Bagian 22.3 - Perjalanan Pulang
Ah akhirnya, cukup untuk hari ini. Badanku sudah mulai membentuk, perutku sudah mulai ada garis kotak. Lebih baik pulang saja dahulu karena hari sudah mulai gelap, aku khawatir Jiang Yan kenapa kenapa.
"Selamat tuan mendapatkan 2000 Point tukar, dari penyelesaian Misi" - System
Eh!! sudah didapat yah?. ada apa denganmu system. Apakah kamu sedang mengalami Trouble/Lag?
"System dalam keadaan normal, Reward diberikan karena Jiang Yan. Sangat mengakui Gurunya, dan Dia siap mati demi menolong Gurunya" - System
dasar murid itu sering membuatku terkejut, pasti saat ini murid ku itu pasti sedang menungguku pulang dengan ekspresi laparnya itu wkwkwk tunggulah Jiang Yan Yahahaha… sudahlah pulang.
-- Sesampainya di rumah --
Halooo!! Murid ku Eh mengapa Jiang Yan tidak ada di taman?, tiba tiba Are mendengar suara masakan dari dapur. jangan jangan!! Jiang Yan!!... Are berlari menuju Dapur
"Jiang Yan!! Apakah kamu baik baik saja!!" Ucap Are dengan mas terjadi hal buruk
"Ah guru mengapa wajahmu pucat dan cemas begitu?" Ucap Jiang Yan
Are mematikan api dan berjalan menuju Jiang Yan lalu memukul kepalanya "Kau membuatku cemas dasar murid Bodoh!!"
Kepala Jiang Yan mengeluarkan balon lantai 3 memerah ( benjol ) akibat dipukul Gurunya
"huhuhu Sakit Guru" Ucap Jiang Yan (T-T)
Gawat, ekspresi guru terlihat menakutkan sepertinya akan ada badai yang menerpa padaku huhu...
Sialan murid bodoh ini, jika Rumah ini terbakar bagaimana hah!!,
"Tahukan pukulan Guru sakit!!, lantas mengapa kamu di dapur sendirian tanpa pengawasanku. Jika terjadi sesuatu padamu bagaimana hah!!, Jika rumah ini terbakar kita mau tinggal di mana!!" Ucap Are yang Marah
Are melihat masakan nasi Goreng yang ada di dalam wajan itu.
Jiang Yan membayangkan hal yang diucapkan Gurunya. Ah benar apa kata Guru huhu
"Eeee… Maaf Guru, Murid telah sadar tindakan yang dilakukan terlalu berbahaya. Maafkan Murid Guru, Murid siap menerima hukuman" Ucap Jiang Yan
Bagian 22.4 - Hukuman + Memasak
Nasi Goreng ini sayang bila dibuang, lebih baik biarkan Murid bodohku ini mencoba membuatnya
"bagus jika kamu sudah sadar!!, Guru mau tanya kepadamu. kamu sudah berani membuat masakan ini?" Ucap Are
"Karena Murid telah mempelajari buku resep ini semua Guru, oleh karena itu Murid ingin mencoba memasak dan memberikan kepada Guru untuk mencobanya" Ucap Jiang Yan
"Baiklah Guru akan melihatmu melanjutkan memasak" Ucap Are
-- Memasak Nasi Goreng Selesai --
"bagus, caramu memasak sudah benar. Kini tinggal mencoba rasanya saja. Jiang Yan bawa makanan itu ke taman Guru akan kesana dahulu" Ucap Are
"Baik Guru". Ucap Jiang Yan
slang beberapa menit Jiang Yan berjalan dengan membawa makanan Nasi Goreng buatannya
"Guru ini Nasi Goreng buatan ku, tolong segera dinikmati selagi panas!!" Ucap Jiang Yan
"tunggu jika meminta Guru untuk menilai masakan mu, lebih baik yang membuat jangan makan dahulu itu tidak sopan" Ucap Are
"Ah, Baik Guru!!. Maafkan murid ini" Ucap Jiang Yan
Are memakan makanan yang dibuat Jiang Yan dan menikmatinya.
"Em Jiang Yan… ku akui pertama kali mencoba tanpa kesalahan atau tidak ada rasa asin ini sungguh luar biasa. Namun rasanya belum sesempurna milikku. Teruslah berlatih" Ucap Are
Jiang Yan hanya menggerakkan kepala ( Iya )
"Mulai besok memasak makanan itu tanggung jawabmu. Guru akan memakan makananmu dan akan memberikan kritikan jadi bersiaplah!!" Ucap Are
"Baik Guru!!" Ucap Jiang Yan
"dan Mulai besok juga sehabis makan ikut guru pergi ke suatu tempat untuk memulai latihan beladiri mu, serta guru akan menjelaskan kegunaan dari tungku yang kamu miliki itu" Ucap Are
Apa Guru ternyata tahu tentang tungku ku. Kalau begitu matipun untuk Guru aku tidak menyesal!!
"Baik Guru, Tolong Ajari Murid ini"
"Baiklah baiklah, Sekarang kamu makanlah juga oh iya sebagai hukuman mu untuk malam ini kamu tidur di taman ini oke" Ucap Are
"Ah Guru kenapa begitu kejam….." Ucap Jiang Yan
"Apakah kamu mengatakan sesuatu?" Ucap Are //Tatapan Membunuh
Gawat Guru marah nyawaku seperti terancam bahaya huhu harus mengalihkan topik pembicaraan
"Tidak tidak Guru maksud murid cuaca hari ini sangatlah dingin, karena perbuatan murid yang sangat berbahaya murid siap menerima hukuman Guru!!" Ucap Jiang Yan
"Huhz, baguslah jika telah sadar. Makanan telah habis, Aku ingin tidur dahulu dikamar. Jiang Yan jangan lupa membereskan semua" Ucap Are
"Baik Guru" Ucap Jiang Yan.. Guru menakutkan sekali tadi jangan buat marah Guru lagi huhu
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.