Ini cerita cinta gadis bisu, awalnya gadis ini bertemu dengan pria tampan dan kaya bernama Ali. Ali menemukan cinta sejatinya yang bernama Hawa. Hawa hanya gadis desa yang sederhana dan mempunyai kekurangan pendengaran dan suara, Hawa tinggal hanya dengan Ibunya. cinta mereka tidak di restui oleh keluarga Ali, dan ingin menjodohkan Ali dengan wanita lain..
Hai teman-teman penasaran kan dengan ceritanya ikutin terus yuk! semoga kalian suka yah 😃😃😃
happy reading!😃😃😃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
"Aku gak menyangka Mamahnya Ali sejahat itu, sebaiknya kita pulang yah!" Ajak Aji.
"Sekarang kamu pergi! tinggalin aku sendiri!" sahut Hawa dalam tulisannya.
"Tapi kamu mau kemana? atau pulang ke Bu Sari?" tanya Aji.
"Pergi aku bilang! pergi!" perintah Hawa dalam tulisannya.
Ali, aku mohon kamu sembuh! gimana nasib aku Ali?
Saat Hawa berjalan, Hawa pingsan. Hawa dibawa suster ke ruangan pasien, saat diperiksa ternyata Hawa Hamil. Hawa sangat bahagia kalau ia hamil, sisi lain ia bingung mengatakannya ke Ali, bertemu saja sulit.
Ali, aku hamil, gimana nasib aku dan anak ini? aku mohon sadarkan suamiku..
Hawa melihat-lihat dari kejauhan, ternyata tidak ada orang di ruangan Ali. Hawa masuk dan memeluk Ali, Hawa mencium tangan Ali.
Ali, bangun Ali! ini aku Hawa. Aku mau memberi kabar kalau aku hamil.
Gak lama Bu Hena datang, dan menarik Hawa keluar. Hawa berusaha menjelaskan, tapi Bu Hena tetap mendorong Hawa. Saat Bu Hena menarik Hawa, Ali sadar dari komanya, ia hilang ingatan, tidak mengenali Hawa sama sekali.
"Ali, kamu sudah sadar?" ini Mamah Nak, suster__ tolong anak saya sudah sadar." Perintah Bu Hena.
"Ibu bisa ke ruangan saya sebentar!" Ajak dokter yang menangani Ali.
"Heh, awas kamu macam-macam!" perintah Bu Hena mengancam Hawa.
"Haaa.. aaaa.. hmm.." tanya Hawa dengan suara yang membingungkan Ali.
"Kamu siapa? aku gak kenal kamu! terus kenapa dengan suaramu? kamu bisu?" tanya Ali.
"Aku Hawa istrimu!" Hawa menulis di kertas dan memberi tahu Ali.
"Istriku? kapan aku menikah? aww,, sakit." sahut Ali. Tiba-tiba Bu Hena masuk dan memeluk Ali.
"Kamu siapa?" tanya Ali.
"Ali sayang ini Mamahmu sayang, ya Allah kamu jadi hilang ingatan gini, ini semua gara-gara si bisu ini!" sahut Bu Hena.
"Kenapa salahkan ia? apa hubungannya ia sama aku?" tanya Ali.
Hawa keluar menangis tersesak-sesak. Ia sedih kenapa Ali tidak ingat padanya, ia sangat bingung apa yang harus ia lakukan.
"Mah, siapa ia? kenapa ia bisu?" tanya Ali.
"Nanti saja Mamah ceritakan yah! soalnya perempuan itu sudah mengkhianati kamu, sampai kamu kecelakaan kaya gini!" sahut Bu Hena menghasut Ali.
Aku harus pergi kemana membawa bayi ini? ya Allah, sadarkan ingatannya Ali.
Hujan turun membasahi tubuh Hawa, Hawa menangis sambil memegang perutnya. Hawa terus berjalan tertatih-tatih menahan lapar.
Ibu,, tolong Hawa! Hawa bingung apa yang harus Hawa lakukan Ibu.
"Hai Tante, gimana keadaan Ali?" tanya Verlina.
"Seperti yang kamu lihat!" sahut Bu Hena tersenyum.
"Siapa ia?" tanya Ali.
"Ali, ini tunangan kamu! hubungan kamu selama ini retak gara-gara gadis bisu itu." Jawab Bu Hena.
"Iya Ali, aku tunangan kamu! hubungan kita retak gara-gara gadis bisu itu!" sahut Verlina.
Ada apa ini? aku seperti tidak merasakan apa-apa dengan cewek ini, tapi aku malah luluh sama gadis bisu itu.
"Verlina, tolong kamu jaga Ali yah! jangan sampai cewek bisu itu datang." Perintah Bu Hena.
"Siap Tante, aku selalu setia jaga Ali." Sahut Verlina tersenyum licik.
ha-ha-ha, keberuntungan memihak padaku, akhirnya cowok bodoh ini jatuh kepelukanku..
Hawa akhirnya sampai rumah Bu Sari. Hawa pingsan dan terjatuh, badannya dingin, wajahnya pucat. Ibunya kaget melihat Hawa tergeletak di depan rumah. Hawa menangis dan menjelaskan ke Ibunya, Ibunya menangis dan berkata sungguh malang nasib anakku.
Ali sudah diperbolehkan pulang. saat Ali sampai rumah, Bu Sari datang sambil menangis. Ali melihatnya sangat tidak tega, Bu Hena terus menghalangi Bu Sari untuk berbicara ke Ali.
"Verlina bawa Ali ke dalam!" perintah Bu Hena.
"Nak Ali, dengarin Ibu Nak! kamu harus sadar, Hawa hamil Nak." Jawab Bu Sari.
"Berapa biaya yang harus saya bayar?" sahut Bu Hena mengeluarkan uang lima puluh juta.
"Saya tidak butuh uang, yang saya inginkan, Ali bertanggung jawab pada istrinya!" sahut Bu Sari.
"Sombong sekali kamu! dengar! saya gak rela anak saya kawin dengan anak kamu! secepatnya Ali akan memceraikan anakmu!" sahut Bu Hena.
"Saya tidak butuh ini! saya tidak akan rela Hawa bercerai dengan keadaan Ali seperti itu! permisi!" jawab Bu Sari.
"Dasar orang kampung, belagu!" sahut Bu Hena.
"Kemana Ali?" tanya Bu Hena ke Verlina.
"Di kamar Tan, gimana Tan perempuan tua itu?" tanya Verlina.
"Belagu banget ia, dikasih uang gak mau, dasar kalau orang kampung susah!" sahut Bu Hena.
"Tante, kalau gitu cepatan bikin surat cerai Ali sama cewek gagu itu!" perintah Verlina.
"Kamu sabar dong! tunggu waktu yang tepat." Jawab Bu Hena.
"Gimana kalau Om Hendarto tahu Tan?" tanya Verlina.
"Sudah, gak usah dipikirin! gampang kalau soal itu!" sahut Bu Hena.
"Oke, oke!" jawab Verlina.
Jadi gak sabar pengen nguasain semua harta si Hendarto, ha-ha-ha.
"Nak makan dulu! kasihan bayimu nanti sakit." perintah Bu Sari. Hawa hanya melamun dan menangis tidak mau makan sama sekali.
"Sudah dong Nak, jangan nangis terus! kamu sayangkan sama bayi kamu? kalau sayang, ayo makan, Ibu mohon Nak!" perintah Bu Sari.
Gak lama Mia dan Aji datang menjenguk Hawa. Mereka sangat prihatin dengan keadaan Hawa. Aji pun tak kuasa melihatnya, ia berusaha terus agar Hawa mau makan.
"Kamu makan yah! kasihan bayi kamu, kalau kamu seperti ini gimana nyelesain masalah?" sahut Aji.
"Iya Hawa makan yah! biar aku suapin yah!" Mia mencoba membujuk Hawa.
Gak ada satu orang pun yang bisa membujuk Hawa, termasuk Ibunya. Aji langsung bergegas ke rumah Ali untuk menjelaskan ke Ali.
"Lo mau kemana?" tanya Mia.
"Gue harus ke rumah Ali, cuma Ali yang bisa menolong Hawa." Jawab Aji.
"Gimana caranya Ji? ia aja gak ingat apa-apa sekarang." Jawab Mia.
"Gue bakal coba." Jawab Aji.
Aji langsung mendatangi rumah Ali sambil berteriak. Bu Hena langsung marah-marah dan memaki Aji.
"Heh, dasar gak ada sopan-santunya yah, masuk ke rumah orang teriak-teriak." Sahut Bu Hena.
"Maaf, kalau saya lancang! saya ingin bertemu Ali, Ali harus bertanggung jawab atas Hawa!" sahut Aji.
"Alah gak usah basa-basi kamu! mau berapa kamu?" tanya Bu Hena.
"Astaghfirlullah al adzim, dasar orang kaya melihatnya hanya dari materi, tidak punya hati sedikit saja!" sahut Aji.
"Gak usah ceramah di sini! kalau mau ceramah sana di masjid!" sahut Bu Hena.
Aji memaksa masuk ke dalam rumah, dan berteriak-teriak memanggil Ali. Ali sedang tidak ada di rumah, Ali di bawa jalan oleh Verlina.
Bersambung...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Ayra kan blm nikah sama Dewa...
bunda tunggu season2'y...
semangat trus💪💪
next up Thor💪💪
semoga ayra jg lekas sadar
next up Thor💪💪