Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca
NOVEL PERTAMA MantanTerindahSeries BY VIIYOVII
Mata mereka kembali bertemu dalam sebuah kerja sama bisnis. Setelah empat tahun mereka berpisah. Semua hanyalah takdir. Ketika Viena Gloria Jovanca, seorang CEO Perusahaan Advertising menerima kontrak kerja sama pembuatan iklan Hotel Prime. Viena sudah yakin kalau pemiliknya adalah mantannya, Dionisius Eltima Prime.
Viena hendak menolak namun sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Bagaimana perasaan mereka ketika bertemu? Mengapa Dion sampai hati meninggalkan Viena sedangkan Viena sudah memberikan semua yang diinginkan Dion? apakah Viena masih memiliki rasa? Atau Dion yang kembali menyukainya setelah sudah ada pengganti Viena di hatinya?
Hati hati, kisah cinta ini akan menguras hati dan perasaan anda.
Segala jalan cerita dan plot sampai tempat yang digunakan pure murni imajinasi penulis. Jika ada kesamaan, itu adalah kebetulan semata. Selamat Membaca :)
MantanTerindahSeries by viiyovii present :
1. Mantan Terindah
Dion Prime ❤ Viena Jovanca
Dior Prime ❤ Gracia Andez
Ezekhiel Dimitri ❤ Zefanya Prime
Patrick Kwan ❤ Zhavia Prime
2. Assistant Love Assistant
Leon Janson ❤ Lexa Luxurio
After Marriage
Xelino Janson ❤ Carolyn Delinsky
3. Satu Satunya yang Kuinginkan
Egnor Jovanca ❤ Claudia Gie
Wilson Jovanca ❤ soon
Willy Jovanca ❤ soon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 22
Percakapan telepon Samuel - Revo
Samuel : Kau harus ke Honolulu sekarang, Revo, selesaikan saham perusahaan minuman disana. Ini adalah kesempatan besar, nak,
Revo : baik paman, subuh nanti aku sudah memesan tiket kesana
Samuel : beri kabar padaku secepatnya dan aku harap kamu tidak bermain main bersama Marcel
Revo : aku hanya membantu Marcel, aku tidak akan macam macam
Samuel : aku percaya padamu, nak, ayah mu sudah mempercayakan aku mengurusmu dengan benar
Revo : aku tidak akan lupa paman
Samuel : baiklah sampai jumpa, hati hati dijalan
Panggilan terhenti. Revo masih dalam kekalutan antara perasaannya pada Viena atau bertahan pada Isa. Seandainya Revo tidak melihat kejadian sore ini, Revo masih akan mengulur perbuatan Marcel. Namun, Revo merasa dipermainkan. Selama ini Revo sudah selalu ada bagi Viena, tapi Viena seperti tidak menghargainya. Sepertinya, Revo harus menyampingkan masalah Viena dulu. Dia harus fokus pada rapat saham besok di Honolulu.
Waktu menunjukan pukul 04.35 dini hari. Jam terbang pesawat Viena pukul lima lebih lima menit. Viena tampak memandangi kaca ruang tunggu penerbangan. Tak berapa lama, muncul Revo yang berjalan tergesa gesa karna takut terlambat. Ternyata pesawat yang ditumpangi Revo sama dengan Viena. Revo terhenti hendak mencari tempat duduk yang kian memenuh. Dia menemukan sosok yang sempat dia sukai. Sosok itu tampak menyedihkan. Wajah cantiknya memucat terlihat dari samping.
Hati Revo sesaat melemah. Viena yang dia kenal dingin sekarang berdiri mematung. Pandangan wanita anggun itu kosong entah hilang kemana. Revo menghampirinya perlahan.
"Viena? Sepertinya kita jodoh," sapa Revo membuat Viena terperanjat. Dan terlihatlah wajah Viena yang putih dan pucat. Riasan matanya menghitam dan memerah pada bagian bawah. Viena sungguh menyedihkan.
"Kau kenapa Viena?" Tanpa sadar Revo langsung memeluk Viena karna keterpurukan wajah Viena. Hati Revo melembut. Dia merasa seperti memeluk ibunya dulu yang sering menangis karna sering berkelahi dengan ayahnya.
Viena tetap bertahan dan menggelengkan kepala. Tak berapa lama merasakan kehangatan Revo, dia menarik tubuhnya menjauh. Sesaat dia menatap Revo. Wajah Revo tidak kalah menawan dari Dion. Dia sempat berpikir untuk lebih serius dengan Revo. Mungkin dengan begini dia bisa melupakan Dion.
~tapi, apakah Revo akan menerimaku yang sudah tidak perawan?~ pikir Viena sendu.
...
Waktu sudah menunjukan pukul 05.05. Pesawat yang Viena dan Revo tumpangi sudah landing dan siap terbang. Revo mencari cara untuk duduk bersama Viena. Akhirnya, Revo bisa merayu seorang ibu tua yang sebenaranya duduk di samping Viena.
"Nyonya cantik yang terhormat, apakah kau mempunyai anak laki laki?" Tanya Revo tersenyum manis sekali. Sangat kebetulan kalau wanita paruh baya itu mempunyainnya.
"Aku sedang mendekati wanita cantik disampingmu, bayangkan saja kalau aku ini anak laki laki mu, jadi maukah kau membantuku untuk bertukar tempat duduk?" Revo tersenyum lagi. Senyum Revo seperti sihir yang membuat wanita tua itu menyetujuinya tapi dengan syarat ibu tua itu harus mengelus wajah mulus Revo. Revo menyetujuinya.
"Aku akan bertukar tempat duduk nak, kalau anak ku masih hidup, aku juga akan melakukan hal yang sama," sambung wanita tua itu. Seketika Revo dan Viena terperenjat. Secara tidak langsung, Revo telah mengingat luka ibu tua itu. Revo menepuk dahinya. Viena langsung teringat ibunya. Dia semakin takut.
Ketika Viena hendak mematikan signal ponselnya, ponselnya berbunyi. Ada panggilan dari kakaknya. Viena mengangkatnya dengan lantang.
"Viena, maafkan kakakmu, kakak tidak bisa mengusahakan lamanya kehidupan mom, Tuhan sudah membuatnya sembuh," kata kakaknya. Mata Viena terbelalak. Jantungnya hendak hilang. Tangannya melemah dan ponselnya terjatuh.
Revo merasa ada yang tidak beres dan mengambil ponsel Viena untuk menjelaskan kepada orang disebrang sana.
"Maaf ini temannya Viena, Viena agak shock, ini siapa?" Tanya Revo sopan.
"Aku kakaknya Viena, tolong jaga dia untukku, karna mom kami telah meninggal, tolong antarkan dia sampai ke rumah sakit ya, terimakasih," panggilan diputuskan oleh Egnor. Hati Revo ikut terkejut seperti tersambar petir. Dia mengingat kejadian dimana dirinya dihubungi oleh paman Samuel kalau ibunya sudah tiada. Revo mematikan signal ponsel Viena dan ponsel miliknya. Revo duduk di samping Viena yang masih tertegun kosong. Revo memegang pundak Viena dan ikut merasakan kesedihan Viena. Ternyata inilah kesedihan yang dipendam oleh Viena. Masalah sebesar ini tidak dia ceritakan oleh siapa siapa sampai Revo mengetahuinya sendiri. Revo merasa sangat bersalah telah berencana jahat bersama Marcel. Revo merasa, Viena memang wanita yang sedang berusaha kuat dan menyimpan semua permasalahannya sendiri. Revo berpikir bertanggung jawab untuk menjaganya mulai sekarang.
.......
Mangatooners : thor, buatlah secepatnya Viena bahagia
Author : sedang ke arah sana, tapi jangan berharap yang belum pasti ya hehe..
....
Up up up
Next part 23
Revo-Marcel VS Egnor-Dion
Egnor Dion akrab lagi kah?
Ada apa ya 😁 like komen i need 😍🤗
plis jangan donk