sebuah kisah perjalanan seorang bocah menuju puncak kultivasi, demi membalaskan dendam kedua orang tuanya,
namun berakhir dengan penyesalan dihatinya,
dia pun mulai menjelajahi dunia dan membantu semua orang yang tertindas, dan demi menjalankan amanat terakhir ayah dan ibunya
#karya novel pertama ku, jadi mohon maaf kalau banyak typo, alur nya acak2 an, dan lain sebagainya,🙏🙏
sebisa mungkin aku akan berusaha memperbaikinya, maka dari itu komen kalian semua dibutuhkan untuk menjadikan novel ku lebih berkualitas,
tapi mohon komennya yang bagus², jangan asal²an, karena thor orangnya baperan🤭😵😅🥺🥺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F⁴&d¹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.EVOLUSI
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kelinci yang dia bakar kini telah matang, Yang Kai pun tidak menunggu lama dan langsung menyantap kelinci bakar itu, karena seharian dia hanya makan pada pagi hari sebelum dia berangkat, hal itu membuat dia sangatlah lapar,
Yang Kai menyantap kelinci bakar itu dengan sangat lahap, padahal kelinci bakar itu masih panas, namun dia seperti tidak merasakan apa pun, hanya dengan beberapa detik saja kelinci bakar itu sudah habis dimakan Yang Kai dan kini hanya tinggal tulangnya saja,
"hehe.. akhirnya cacing diperutku tidak berisik lagi..! aku tidak menyangka bahkan cacing diperutku bisa sangat kuat, seharian ini mereka terus demo minta diturunkan makanan, huft.. apa mereka tidak capek ya..?" gumam Yang Kai memuji cacing diperutnya sambil cengengesan,
karena Yang Kai masih ditingkat pembentukan, membuat dia masih membutuhkan asupan makanan untuk mengisi tenaganya, lain cerita bagi pendekar tingkat tinggi, mereka mampu menahan lapar hingga berbulan-bulan tanpa makan sekalipun, karena mereka menggunakan tenaga dalamnya sebagai sumber nutrisi bagi tubuh mereka, semakin banyak lingkaran tenaga dalam yang mereka miliki, maka semakin lama mereka bisa menahan lapar,
"uaahhh.. aku ngantuk sekali..! sebaiknya aku tidur saja, akan kupasang jebakan disekitar sebelum tidur, agar tidak ada hewan buas yang menganggu,.!" gumam Yang Kai merasa lelah dan mengantuk, dia berencana mengistirahatkan tubuhnya sampai Yang An selesai bermeditasi,
dia pun berencana memasang jebakan disekitar dirinya dan Yang An agar tidak menganggu tidurnya dan menganggu konsentrasi Yang An yang masih menyerap khasiat daging siluman, dia pun mulai membuat jebakan sederhana dan sedikit menambahkan penanda pada jebakannya untuk mengetahui jika ada musuh yang mendekat, sehingga dia bisa tahu jika ada musuh yang ingin menyerang,
meskipun dia yakin tidak akan ada bahaya ditempatnya itu, karena selama dia berburu kelinci tadi, dia tidak menjumpai hewan buas satupun, Yang Kai berfikir mungkin karena tempat itu merupakan daerah kekuasaan siluman lipan, jadi hewan-hewan lain akan takut untuk memasuki daerah sekitarnya, sehingga dia sangat yakin tidak akan ada yang membahayakan dirinya dan Yang An, karena satu-satunya yang membahayakan sudah dia bunuh, namun Yang Kai tidak mau mengambil resiko, dia tetap memasang jebakan demi keselamatan dirinya dan Yang An, dia lebih memilih mencegah daripada mengobati.
satu jam berlalu..
"ahh.. akhirnya selesai, selamat tidur..!" ucap Yang Kai setelah selesai memasang jebakan, dia pun langsung mencari tempat yang sesuai untuk dia tidur mapan,
Yang Kai juga sudah memastikan Yang An masih baik-baik saja sebelum dia akhirnya tidur pulas, dia pun langsung tertidur setelah beberapa menit dan sudah berada jauh dialam mimpi,
saat Yang Kai terbuai dalam mimpi indahnya, tepatnya setelah tengah malam, tiba-tiba energi besar nampak berputar-putar diarea tempat mereka, energi itu nampak berputar mengelilingi makhluk putih bersih yang sedang duduk bermeditasi didekat tempat Yang Kai tidur, makhluk putih itu tidak lain adalah Yang An yang mulai menunjukkan kemajuannya dalam menyerap khasiat daging siluman,
BUMMM..
energi besar kembali meledak dari tubuh Yang An dan kembali berputar-putar disekitarnya sebelum akhirnya berkumpul dan masuk kembali ketubuh Yang An, setelah energi itu masuk kedalam tubuh Yang An seketika dia pun membuka mata, namun saat membuka mata dia mendapati Yang Kai masih tertidur tanpa terganggu dengan situasi sekitarnya, dia pun sedikit menggelengkan kepalanya melihat Yang Kai,
Yang An lalu melanjutkan kembali memakan daging siluman lipan yang tersisa setengah, dia berencana bermeditasi karena malam masih sangatlah panjang, entah bagaimana cara Yang An menghabiskan daging siluman lipan yang begitu besar itu dengan tubuh kecilnya, jika difikir logika sangatlah tidak masuk akal, namun kenyataannya Yang An mampu memakan siluman yang besar tersebut.
malam terus berjalan dan ledakan energi yang keluar masuk dari tubuh Yang An pun semakin sering terjadi, bahkan hampir mencapai 10 kali ledakan energi, namun bagi Yang Kai semua itu dia anggap sebagai angin lalu, dia masih terbuai dalam mimpinya tanpa peduli dengan ledakan itu, dia memang merasakannya namun dia sadar energi itu keluar dari tubuh Yang An, jadi dia pun hanya melanjutkan tidurnya, selama penanda pada jebakannya tidak bereaksi maka dia pun tidak akan bertindak.
***
keesokan harinya....
uaaahhhh... Yang Kai terbangun sambil menguap lalu duduk dan...
"aaaaaaakkh.. siluman" teriak Yang Kai terkejut dan langsung melompat dari tempat dia duduk,
dia terkejut karena melihat sosok putih sebesar harimau dewasa yang tidur disampingnya, dia reflex melompat menjauh dan mengeluarkan pedangnya dengan posisi siaga,
Yang Kai tidak langsung menyerang karena merasa akrab dengan sosok itu, saat melihat bulu putihnya dia seperti melihat Yang An, namun yang membuat dia bimbang yaitu ukuran sosok itu lebih besar dari Yang An yang dia kenal,
Khuuukk..
(kenapa kakak berisik sekali..? apa tidak lihat aku sedang tidur..?") sosok itu pun terbangun dan merutuki Yang Kai yang sangat berisik, sosok itu tidak lain adalah Yang An yang telah berevolusi,
Yang An yang malam itu telah selesai menyerap khasiat daging siluman itu, langsung melihat kearah Yang Kai dan mendapati Yang Kai masih tertidur pulas, dia pun berniat ikut tidur sejenak disamping Yang Kai karena memang pagi masih beberapa jam lagi akan muncul,
"ehh... apa kau benar-benar si rubah idiot..?" tanya Yang Kai masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat itu,
"tidak mungkin..! kau pasti hewan yang baru menjadi siluman..?, dan kau pasti sudah memakan An'er kan..?" tambah Yang Kai tidak percaya
karena setahu dia, Yang An yang dia kenal tidak lebih besar dari seekor anjing dewasa, namun sosok didepannya sangat jauh berbeda, apa lagi seingat dia Yang An sedang terluka pada kakinya, jadi dia pun masih ragu-ragu untuk mempercayainya, Yang Kai berfikir bisa saja dia musuh yang sudah memakan Yang An dan mungkin akan segera memakan dia juga, saat ini mungkin sosok didepannya masih kekenyangan, dan setelah sosok itu kembali lapar maka Yang Kai sudah pasti dia makan,
Yang An sendiri telah pulih total karena menyerap daging siluman, dia pun telah berevolusi hampir menjelma menjadi siluman sesungguhnya, meskipun perubahannya tidak terlalu mencolok dan hanya pada tubuhnya yang lebih besar, namun kekuatannya sudah meningkat drastis,
Khuuukk..
("apa kebodohan kakak kambuh lagi..? sudah jelas aku ini Yang An, kalau bukan pasti dari tadi aku membunuhmu selagi kau tertidur kan...?") jawab Yang An sambil menggelengkan kepala,
"kau benar juga...!," sahut Yang Kai mengangguk-angguk,
"ehh.. apa maksudmu kebodohanku kambuh...? aku ini jenius..! aku tidak bodoh cuma sedikit kurang pintar saja tahu...!" teriak Yang Kai yang baru tersadar dengan perkataan Yang An yang menyebut dia bodoh,
"selama ini aku hanya makan ikan dan daging kelinci, jadi otak ku sedikit tumpul, tunggu saja sampai dikota nanti saat itu aku akan mulai makan kacang dan kepintaranku akan kembali lagi,..!" tambahnya menggerutu,
Khuuukk...
("apa hubungannya kacang dengan kepintaran...?") jawab Yang An
"kau ini begitu bodoh, makanya sering-sering baca buku agar kau lebih pintar..!, asal kau tahu kacang berguna untuk mengencerkan otak karena kacang mengandung banyak vitamin..!" jawab Yang Kai sombong merasa tahu segalanya,
Khuukk...
("buku mana yang mengajarkan itu..?akhh..terserah kakak saja..!") sahut Yang An pusing menghadai kakaknya,
"haha.. makanya kau harus banyak belajar dariku..!" Yang Kai tertawa bangga,
Yang An sudah sangat pusing berdebat dengan kakaknya, dia pun lebih memilih mengalah, Yang An memang kadang bertingkah usil dan konyol, namun itu hanya berbentuk tindakan, tidak dalam hal berdebat dengan Yang Kai, dia tidak pernah menang jika harus berdebat,
"eh.. kemana siluman besar itu...?" tanya Yang Kai yang melihat kearah bangkai siluman, dan hanya melihat sisa-sisa kulit dan tulang belulangnya saja,
Khuuukk..
("hehe.. sudah habis aku makan..!") jawab Yang An canggung
"apa....? kau benar-benar memakannya..?" tanya Yang Kai heran sambil memeriksa perut Yang An yang terlihat masih normal,
Yang Kai sangat heran dan bahkan tidak percaya apa yang dikatakan Yang An.? karena tidak melihatnya sendiri, namun tidak ada orang lain disekitar mereka, jadi Yang Kai hanya bisa percaya, karena tidak mungkin Yang An berbohong kepadanya, selama Yang Kai memakan daging kelinci dan memasang jebakan tadi malam, dia tidak terlalu memperhatikan Yang An dan langsung tertidur, jadi dia tidak melihat Yang An memakan habis siluman lipan,
apa lagi Yang An mulai bisa memakan habis siluman lipan saat setelah ledakan energi mulai keluar dari dalam tubuhnya, dan pada saat itu Yang Kai sudah tertidur pulas, saat itulah Yang An mulai bisa mengkonsumsi daging siluman dengan porsi yang tidak sedikit, setiap kali tubuhnya sudah tidak mampu makan lagi, maka saat itulah ledakan energi kembali terjadi, dan terus berlanjut hingga siluman lipan yang begitu besar itu habis, dan anehnya daging yang begitu banyak itu tidak membuat perut Yang An membuncit, karena langsung menjadi energi bagi Yang An,
mungkin jika masih ada banyak daging siluman maka semua akan dimakan habis oleh Yang An, oleh sebab itu Yang An hanya mampu membuat kurang dari 10 ledakan energi dengan memakan semua daging siluman lipan, dan hanya setara dengan pendekar tingkat pembentukan akhir, dan hampir mencapai siluman tingkat 1 tanpa harus menunggu seratus tahun, hal itu tidaklah mustahil bagi para siluman, karena meski mereka tidak hidup ratusan tahun, namun memiliki sumber daya yang cukup maka tidaklah mustahil mencapai tingkat 1 selama memiliki darah dan garis keturunan dari bangsa siluman,
bagi Yang An merupakan suatu keberuntungan besar karena bisa memakan daging siluman untuk memperkuat dirinya, tanpa menunggu seratus tahun, sebab bagi para hewan termasuk Yang An, sangat tidak mungkin membunuh siluman untuk sumber daya mereka, karena itu mereka lebih memilih bertahan sampai seratus tahun.
"aku ingin lihat sampai dimana kekuatan mu sekarang..?" ucap Yang Kai ingin menguji kekuatan baru Yang An
"apa kau mau berlatih tanding sebentar, sebelum kita melanjutkan perjalanan...?" tambahnya,
Yang Kai sangat ingin tahu sampai dimana batas kekuatan Yang An setelah memakan habis siluman lipan yang begitu besar, dia pun berencana berlatih tanding sebelum kembali melanjutkan perjalanannya,
Khuuuk..
("baik kak.. aku juga ingin tahu batas kekuatanku..!") jawab Yang An setuju dengan ide Yang Kai
mereka pun mulai bersiap untuk berlatih tanding dipagi itu, untuk melemaskan otot-otot mereka.
...#########...
...| |...
...| |...
...####¥####...
untuk Yin Mei...