Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.
Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab . 22
Berbeda dengan kisah Alex , dipagi hari yang cerah dengan suara kicauan burung yang saling bersahutan menambah semangatnya untuk menjalani aktivitasnya , sama halnya dengan ibu hamil satu ini walau perutnya sudah sedikit buncit ia tetap semangat untuk membuat adonan berbagai cake apalagi hari ini ia mendapat pesanan 200 pcs cake brownis lumayan bukan ? . iya hamil itu adalah Shalwa , sekarang ia sudah mendapatkan banyak pelanggang bahkan cakenya sudah terkenal diseluruh kampung .
" Teh , Dara bantu ya ? " izin Dara seraya bersiap membantu mengemas cakenya dan dimasukan kedalam wadah untuk diantar .
Shalwa hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban .
Disini Shalwa merasa benar-benar seperti mempunyai keluarga , bi Tuti dan anak-anaknya begitu baik , mereka selalu siap membantu dan selalu ada buat Shalwa . Yang tanya suami bi Tuti ia sudah meninggal karna kecelakaan sebelum bi Tuti bekerja dirumah keluarga WIGUNA .
Empat bulan sudah Shalwa hidup bersama keluarga bi Tuti , Shalwa disini merasa sangat senang dan nyaman dan untuk usahanya Alhamdulillah perlahan berkembang menuju kemajuan bahkan sekarang ia sudah mempunyai toko sendiri dipinggir rumah bi Tuti , tidak terlalu besar dan juga luas namun cukup bagi Shalwa .
" Teh ieu atos 200 pcs nya kantun dianteurkeun [ kak ini sudah 200 pcs ya tinggal diantarkan ] " , ujar Dara sambil menunjukan cake yang sudah selesai ia kemas dengan rapi .
" Muhun Dara , haturnuhun nya [ iya Dara terimakasih ya] " Jawa Shalwa yang masih sibuk membuat cake buat disimpan dietalase tokonya .
" Ejh Dara naha henteu sakola [ eh Dara kenapa engga sekolah ] ?" tanya Shalwa yang baru ingat kalau biasanya jam segini Dara sudah berangkat sekolah .
" Hente teh libur guruna rapat [ ngga teh libur gurunya pada rapat ]" jawab Dara cengengesan m
Iya Dara selalu membantu Shalwa di toko setelah ia pulang sekolah , begitupun dengan Dimas walau masih kecil dimas selalu nemenin Shalwa ditoko dan membantunya sedikit demi sedikit . Sebenarnya Shalwa sudah mempunyai seorang karyawan tapi hanya untuk membeli bahan dan mengantar pesanan saja .
" Assalamu'alaikum teh Shalwa , neng Dara" ucap Salam Farhan , iya Farhan adalah karyawan Shalwa satu-satunya yang bertugas membeli semua bahan-bahan untuk membuat cake dan juga mengantar pesanan .
" Walaikum salam han " jawab Shalwa .
" Walaikum salam kang Farhan " jawab Dara , umur Farhan memang jauh lebih tua dari Dara , Dan kebetulan Farhan seumuran dengan Shalwa , Farhan baru saja lulus sekolah dan ia melamar kerja ditoko Shalwa karna untuk bekerja dikota ia tak cukup percaya diri dengan ijazah SMAnya .
" Pesenan cake anu kedah anterkeun atos siap teu acan teh [ pesanan cake yang harus diantar sudah siap belum kak ] ?" tanya Farhan ramah .
"Atos han kantun dicandak dilebet ayoo [ udah han tinggal diambil didalam ayoo ] " jawab Shalwa sekaligus menajak Farhan untuk menunjukan cake yang sudah dikemas oleh Dara .
" Ku Dara bantosan nya kang [ sama Dara bantuin ya kang ] " ujar Dara menawarkan diri dan langsung dijawab anggukan dan senyuman oleh Farhan .
" Eh teh Shalwa bade naon ? , atos we teteh mah calik dipayun bilih aya nu meser [ Eh kak Shalwa mau apa ? , udah kakak duduk saja didepan takut ada yang beli ] " tanya Farhan yang melihat Shalwa ingin membatu membawa pesanan kedepan .
Dara tersenyum melihat Farhan yang begitu perhatian dengan Shalwa .
" Atos mah kasep prehatian deui [ udah ganteng perhatian lagi ]" batin Dara penuh kagum .
" Ayo ra bade mantosan moal ? , naha malah cengar-cengir [ ayo ra mau bantuin ga ? kenapa malah senyum-senyum sendiri ]" Goda Farhan yang melihat Dara senyum-senyum sendiri .
" Iii akang saha oge anu cengar-cengir [ ii akang siapa juga yang senyum-senyum sendiri] ? " , Protes Dara lalu membantu membawa pesanan cake kedepan dengan wajah cemberutnya , dan Farhan tertawa geli karna berhasil menggoda Dara .
Seperti hari-hari sebelumnya pembeli hari ini cukup ramai dan sebelum adzan asar cake dalam etalase Shalwa sudah habis terjual .
" Alhamdulillah " Ujar syukur Shalwa dan Dara berbarengan .
" Teteh hebat ii unggal dinten cake bikinan teteh seep wae kaical ,[ kakak hebat tiap hari cake buatan kakak selalu habis terjual ] " Puji Dara seraya memeluk Shalwa .
" Alhamdulillah raa teteh oge teu nyangki didie seeur nu minat kanu cake teteh [ Alhamdulillah Ra kakak juga ga nyangka kalau disini banyak yang minat sama cake kakak ]" jawab Shalwa sambil mengelus bahu Dara lembut .
" Rizqi dede utun ini namanya teh '' balas Dara terkekeh sambil mengelus perut Shalwa yang sudah sedikit membuncit .
" Alhamdulillah ra " timpal Shalwa sambil ikut mengelus perutnya .
Shalwa mengajak Dara untuk menutup tokonya karna sudah tak ada lagi cake untuk dijual , dan Farhan biasanya setelah ia mengantarkan pesanan ia akan membeli bahan-bahan buat adonan untuk besok Shalwa membuat cake .
Setelah dirasa toko sudah ditutup dengan baik dan dikunci mereka langsung masuk ke rumah bi Tuti untuk membersihkan diri .
" Assalamu'alaikum '' Salam Shalwa dan Dara berbarengan .
" Walaikum salam " jawab Bi Tuti dari arah belakang mereka , Shalwa dan Dara pun langsung membalikan badan menengok ke asal suara .
" Ma nembe mulih [ ma baru pulang ]? tanya Dara sambil mencium punggung tangan bi Tuti begitupun Shalwa yang mengikuti Dara mencium punggung tangan bi Tuti , ia Shalwa sudah menganggap bi Tuti sebagai ibunya sendiri bahkan ia mengikuti Dara dan Dimas memanggil bi Tuti dengan sebutan mama , begitupun sebaliknya bi Tuti juga yang sudah menganggap Shalwa seperti anaknya sendiri .
" Muhun ra mama nembe mulih tisawah [ iya ra mama baru pulang dari sawah ]" jawab bi Tuti tersenyum .
Setelah memutuskan tidak bekerja lagi dirumah keluarga WIGUNA , bi Tuti sekarang memutuskan untuk menjadi seorang petani walau gajinya tak seberapa tapi cukup untuk biaya makan sehari-hari untuk keluarga nya , dan untuk masalah biaya sekolah Dara dan Dimas itu semua sudah ditanggung oleh Shalwa .
" Tos seep neng cakena [ udah habis neng cake nya ] ?" tanya bi Tuti pada Shalwa .
" Alhamdulillah atos ma [ alhamdulillah sudah ma ] " jawab Shalwa tersenyum .
Mereka langsung masuk ke rumah dan Shalwa lebih memilih duduk dulu sebentar diruang tv yang hanya beralasan tikar , lalu ia menyandarkan badannya ke dinding . Mereka harus bergantian untuk membersihkan diri karna kamar mandinya hanya satu yang berada didekat dapur , seperti sekarang Shalwa dan Dara mempersilahkan mama nya membersihkan diri terlebih dahulu , karna bi Tuti habis pulang dari sawah dan pastinya sudah bercucuran keringat ditambah kakinya berlumuran tanah , dan Dara ia memilih masuk ke kamarnya l untuk mengambil ponselnya yang ia charger .
"Makasih sudah menjadi anak yang kuat ya nak , kamu adalah semangat bunda , kekuatan bunda '' gumam Shalwa sambil mengelus perutnya perlahan seraya memejamkan kedua matanya .
Sangay berat bagi Shalwa menjalini hari-harinya , apalagi ia sedang hamil dan harus berjauh dengan suaminya , mungkin jika tidak ada keluarga bi Tuti entah Shalwa akan seperti apa .
" Sehat-sehat ya nak sampai nanti berjumpa bunda " gumam nya pelan dengan masih memejamkan kedua matanya seraya terus mengelus lembut perutnya .
Untuk kehamilannya sesekali Shalwa memeriksakan diri ke bidan dan ia harus menempuh satu jam perjalanan untuk sampai ke klinik yang berada di perbatasan kota .
-
-
-
jadi penasaran bayi Shalwa nanti perempuan atau laki² ya jadi ga sabarr 😁😁🤗
😘
😘
😘
Makasih buat semua yang sudah dukung , Maaf masih banyak yang harus diperbaiki🙏🙏 jangan bosan kasih saran dan dukungannya 🤗🤗
ditunggu Like komen dan Votenya yang banyak agar Autor semangat , jang lupa tambahkan ke Favorite 💙
Sehat² kalian semua🤗🤗🙏