Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Wisuda
🌴🌴
Dan disinilah mereka, satu keluarga besar menghadiri acara formal yang dinanti-nantikan seluruh orang tua dalam kesuksesan anak-anak mereka. Dzaka dan Yun Hee bergegas mencari keberadaan sahabat mereka, CNBoys, yang ternyata berada di kursi terdepan.
Berjalan di tengah-tengah tamu hadirin yang mulai ramai, sosok keluarga besar itu menjadi bahan sorotan ratusan pasang mata. Ada yang tampak terkagum-kagum pada pria muda itu, dan ada pula yang kagum pada sosok Hot Daddy, Baba Ye-Jun. tak dipungkiri pria berusia 48 tahun itu menjadi bulan-bulanan wanita sebayanya, bahkan para anak gadis turut terpukau.
"Ayah Dzaka tampan banget ya" puji salah seorang wisudawati, menatap lekat wajah tampan itu
"Masih awet, pantasan aja anaknya tampan, istrinya juga cantik" sahut yang lainnya
Sedangkan di deretan kursi para tamu, para ibu-ibu pun tak kalah hebohnya, mulai mengghibahi pria parubaya kaya dan tampan tersebut dengan penuh terkesima.
Ada satu wanita yang menatap sinis ke arah Dzaka dan Yun Hee, tangannya mengepal kuat lalu mencengkeram baju toga yang ia kenakan.
Alice, wanita itulah yang sepertinya menyimpan dendam kepada Dzaka atas apa yang diperbuat laki-laki itu. Mempermalukannya!
Hingga acara yang ditunggu-tunggu pun dimulai dengan pembukaan yang dibawa oleh host, kata sambutan pula oleh Dekan, tamu spesial kita yaitu Ye-Jun, dan masih ada lagi orang-orang penting lainnya, yang turut memberi sedikit nasihat untuk para wisudawan dan wisudawati.
Nasihat yang bermakna tentunya, dibarengi bersama motivasi agar pejuang muda ini tetap terus bersemangat dalam mencapai kesuksesan.
Rangkaian acara pun telah selesai dilakukan, kini acara intinya yaitu memindahkan tali toga dan penyerahan map arsip nilai. Satu persatu anak didik mereka dipanggil untuk menaiki panggung, memindahkan tali toga yang biasa dilakukan saat berhadapan di depan Rektor, tak lupa menyaliminya hingga yang terakhir penyerahan transkip nilai dalam sebuah map dokumen. Hal itulah yang paling ditunggu-tunggu oleh pejuang strata.
Sudah cukup lama menanti nama dipanggil, kini giliran Dzaka yang harus berdiri dan berjalan gagah menuju panggung. senyum cerah nan manis tak kunjung luntur, tetap terukir di bibir manis pria tersebut.
Umma dan Baba merasa terharu menatap nilai transkrip dan IPK yang begitu memuaskan. sangat tinggi, dan Dzaka-lah pemecah rekor nilai tertinggi. Semua orang turut mengucapkan selamat pada Dzaka sekaligus mengajak pria itu untuk berfoto bersama dalam moment langka yang indah sekaligus terharu.
"Sekali lagi selamat ya, Dzak"
"Sama-sama. salam sukses!!" ujar Dzaka, mengacungkan tangannya ke udara seolah tengah memberi semangat untuk mereka semua.
"Oppa, selamat yaa .. gak sia-sia Kira kesini" seru sepupunya yang tiba-tiba datang menghampiri. Yasmin dan Ae-Ca, anak tante Aena turut menghampiri.
"Oppa, congrats yaa .. hari ini harus ajak sepupu-sepupumu jalan-jalan!" titah Ae-Ca, gadis berusia 14 tahun itu.
"Siap bos! Saya bersedia mengantarkan tuan putri kemana pun pergi"
"Asyikk!!!!!!"
Sungguh, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan. bisa berkumpul bersama saudara dari pihak keluarga Babanya di hari sakral ini. hanya saja keluarga dari Umma tidak bisa ikut hadir, tatkala hari ini juga adalah wisuda Auzar. Mereka hanya bisa melakukan video call, yang terhubung dari negara ke negara lainnya.
"Dzak, nenek nih" Umma memberikan ponselnya pada Dzaka. Dzaka meraihnya.
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣