NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:566.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Flashback Chapt 19

Arnold POV.

Kini aku baru saja tiba di Jakarta setelah hampir lima hari berada di singapura.

Disana aku mengurus beberapa bisnis dan juga sekalian menemani Angel yang sedang bekerja.

Awalnya aku tidak berencana untuk ke singapura, hanya saja Angel terus merajuk memintaku ikut.

Katanya Ia hawatir aku akan menemui Devi dan memilih meninggalkannya jika aku kembali ke Jakarta sendiri.

Thomas menjemput kami dibandara.

Thomas dan ketiga sahabatku sudah mengetahui apa yang terjadi padaku dan Devi.

Seperti yang sudah ku duga, hanya Thomas yang bisa langsung mengerti posisiku

Max sendiri tidak menyalahkanku, Ia lebih seperti tidak peduli. Namun Ia tetap mengatakan bahwa kesalahanku karena saat itu aku tidak mengejar Devi untuk hanya sekedar minta maaf atas kesalahan yang telah ku perbuat.

Sedangkan Willi, tak perlu di ragukan lagi. Ia marah padaku. Ia menyalahkanku. Karena saat aku memberitahu mereka perihal kejadian itu, Devi sudah tidak bisa lagi dihubungi.

Bahkan rekan-rekan dokter yang bersamanya di hotel itu juga mengatakan bahwa Devi tidak menyusul mereka ke restaurant untuk makan malam.

Sebelum pulang ke rumah mommy dan daddy,

Aku dan Thomas terlebih dahulu mengantar Angel ke apartementnya.

Kemudian kini Thomas melajukan mobil menuju rumahku.

Tiga hari yang lalu Daddy memintaku untuk menemuinya segera, namun masih ada yang harus kukerjakan di Singapura.

Saat berbicara denganku , nada suara Daddy terdengar dingin dan tegas.

Sepertinya Daddy sedang kesal atau mungkin marah padaku .

Pikirku mungkin saja Daddy marah karena Aku sudah beberapa hari ini absen dari kantor.

Aku tidak berpikir kalau mungkin saja Devi telah memberitahukan semua yang terjadi. Aku kenal Devi, dia tipe wanita yang tidak suka mengadu .

Sesampaiku di rumah segera ku sapa Daddy, Mommy, dan Nanny yang saat ini tengah menikmati sarapan mereka di meja makan.

Baru saja aku menduduki salah satu kursi, mommy berkata padaku ,

" Lupakan Devi. Ia membatalkan rencana pertunangan kalian ", ucapnya .

" Mommy pikir Devi berbeda, Ternyata dia sama saja seperti wanita dari masa lalumu ", lanjut Mommy.

Aku bingung dengan yang diucapkan mommy.

" Apa mungkin Devi sudah memberitahu semuanya yah.

Tapi kenapa Mommy sepertinya marah pada Devi bukan padaku ", batinku .

" Maksud Mommy ? " tanyaku akhirnya .

Sebelum Mommy menjawab, dengan kasar Daddy meletakkan sendok dan garpu yang sedang digunakannya.

" Sebenarnya hal seperti ini tidak layak untuk dibahas di saat sarapan. Tapi karena Mommy sudah mulai membahasnya, Daddy yang akan bicara dengan Arnold ", Kata Daddy menatap Mommy lalu beralih menatap padaku .

" Ayo ikut ke ruang kerja Daddy. Ada yang harus kita bicarakan ", kata Daddy datar .

Akupun mengikuti Daddy menuju ruang kerjanya.

Kulihat dua tatapan berbeda dari Mommy dan Nanny.

Tatapan Mommy sendu seperti sedang mengasihaniku . Tersirat kekecewaan mendalam di raut wajahnya .

Sedangkan tatapan Nanny lebih seperti sedang menahan amarah padaku.

Brukk....

Daddy melempar kasar sebuah map padaku saat kami baru saja tiba di ruang kerjanya .

Isi map itu kini berhamburan di lantai.

Ku ambil salah satunya , ternyata adalah fotoku bersama Angel.

Dan masih banyak lagi foto-fotoku bersama Angel saat di Singapura.

" Lima hari lalu Devi datang kemari untuk membatalkan rencana pertunangan kalian " ucap Daddy.

Hal itu tidak membuatku terkejut lagi . Jika memang Devi datang kerumah, pastinya untuk membatalkan pertunangan kami. Sehingga aku tidak merespon ucapan Daddy.

Aku lebih memilih untuk mengamati satu persatu foto itu, pikirku jangan sampai ada adegan tak pantas yang harus dilihat oleh Daddy .

" Kamu tahu apa alasan yang Devi berikan ? " tanya Daddy yang kini menaikkan nada suaranya .

Akhirnya Aku beralih menatap Daddy, kemudian menggelengkan kepalaku tanda aku tak mengerti maksud Daddy.

" Devi bilang kalau itu adalah keinginannya, bukan salahmu ", Lanjut Daddy .

" Dia bilang ingin melanjutkan studinya keluar negeri. Ia ingin mengejar karirnya ",

" Devi tidak beri tahu pada kami alasan sebenarnya bahwa yang salah disini adalah Dirimu yang telah berselingkuh. Dia sama sekali tidak menyalahkanmu ", Daddy makin mempertegas ucapannya.

" Dia lebih memilih mommy menyalahkannya, bahkan kini mommy membencinya dari pada mommy harus marah padamu ".

Mendengar penjelasn dari Daddy, sungguh aku tak habis pikir, bagaimana bisa Devi bersikap seperti itu.

Aku terus saja menyakitinya, saat Ia mendapatiku bersama wanita lain di kamar hotel dia juga tidak marah-marah padaku

Bahkan kini dia masih membelaku di hadapan keluargaku.

" Daddy mengenal Devi, itulah kenapa Daddy langsung mengirim orang untuk melacakmu dan ini hasil yang daddy dapatkan ", Daddy menunjuk lagi foto-fotoku dan Angel yang telah Ku kumpulkan di atas meja.

" Kamu membuang berlian demi sebuah biji jagung " , lanjut Daddy memberikan sindirannya .

" Tapi aku mencintai Angel, maafkan aku. Aku memang menyayangi Devi, tapi rasa cintaku pada Angel jauh lebih besar " , aku meyakinkan Daddy bahwa keputusanku ini sudah benar.

" Semoga saja apa yang kamu ucapkan memang benar, sehingga kamu tidak akan menyesal nantinya ",

" Harusnya kamu mencari tahu lebih banyak dulu sebelum mengambil keputusan. Sekarang Daddy tanya padamu , kenapa baru sekarang Angel kembali ? dan apa alasan dulu Angel meninggalkanmu ? ", tanya Daddy padaku

" Yang bisa Daddy beritahu padamu kalau ternyata Devi serius dengan ucapannya. Devi kemarin telah pergi meninggalkan negara ini "

Sontak aku mengangkat wajahku menatap Daddy. Tidak ada tanda-tanda kebohongan di wajahnya. Mendengar ucapan daddy barusan seperti memberi lubang di hatiku.

Seperti aku telah menghilangkan sesuatu yang berharga bagi diriku.

Kini aku melangkah keluar dari ruangan Daddy menuju kamarku.

Rasanya aku sudah kehilangan nafsu makanku, jadi aku tidak kembali lagi ke meja makan .

Aku duduk ditepi ranjang.

Ku pandangi kembali fotoku dan devi yang selama ini kuletakkan di atas nakas samping tempat tidur.

" Maafkan aku Devi.... maafkan aku .... " ,

" Entah mengapa kini aku merasa sangat kehilanganmu. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu ditempat lain Dev ", aku bicara pada diriku sendiri.

Kemudian ku simpan foto itu di dalam laci nakas.

Ku rebahkan badanku namun rasanya aku tetap saja merasa tidak nyaman. Mungkin karena aku lelah. Seminggu terakhir ini terlalu banyak hal yang terjadi, bukan hanya ragaku yang lelah, tapi juga hati dan pikiranku.

Kini aku akan memulai kembali dengan Angel, ku harap akan berakhir indah seperti yang dulu pernah kami impikan .

Perlahan ku buka mataku, kulihat jam di nakas sudah pukul 3 sore. Itu berarti aku telah melawatkan jam makan siang.

Kusempatkan mandi terlebih dahulu sebelum aku turun untuk mengisi perutku. Sungguh aku merasa sangat lapar.

Saat turun ke bawah, ku lihat Nanny sedang meminum tehnya di meja makan .

" Hai ....Nanny ", sapaku sambil berjalan melewati Nanny untuk menuju ke dapur mencari salah satu pelayan agar dapat menyiapkan makanan untukku .

Aku memilih untuk duduk bersama Nanny sembari menunggu makananku ,

" Nanny rasa Daddy sudah memberitahu semuanya padamu mengenai Devi ", Nanny memulai pembicaraan kami.

" Nanny merasa ikut bersalah atas kejadian ini. Dulu Nanny yang membuat Angel meninggalkanmu tanpa kamu tahu alasan yang sebenarnya . Harusnya Nanny membiarka saja kamu berhubungan dengannya sehingga hanya kamu sendiri yang akan kecewa karena pilihanmu itu. Dan kamu tidak perlu bertemu Devi dan menyakiti hati wanita baik itu ", ucapnya.

" Nanny sungguh menyesal karena telah mengenalkanmu pada Devi ", Nanny melanjutkan ucapannya.

Nanny sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk bicara. Terlihat Nanny sangat kecewa.

Kini Ia memberiku selembar kertas yang dilipat,

" Ini yang dititipkan Devi untukmu. Nanny mohon, jika suatu saat kamu menyesal akan keputusanmu saat ini, jangan pernah mencari atau menemui Devi lagi. Biarkan Ia bahagia. Kamu bisa berjanji ? "

Aku menyadari ada sesuatu yang masih disembunyikan oleh Nanny .

" Baiklah jika itu memang bisa membuat Devi bahagia . Aku berjanji ", walaupun ragu aku tetap berjanji pada Nanny.

Nanny beranjak meninggalkanku sendiri di meja makan.

Sepertinya rasa laparku seketika menghilang.

Aku memutuskan untuk kembali ke kamarku tanpa menunggu lagi pelayan yang sedang menyiapkan makanan yang kuminta tadi .

Kini aku duduk di balkon kamarku, aku mulai baca surat yang ditinggalkan Devi.

Sepertinya Ia sangat terburu-butu saat membuat surat ini. Sehingga Ia menggunakan kertas yang biasanya dia pakai saat memberikan pasiennya resep obat.

z

Dear Arnold,

Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri sandiwara kita.

Aku sadar , aku terlalu egois karena menginginkan hatimu yang sudah menjadi milik orang lain sejak dulu .

Aku berterimakasih karena kejadian ini, kini aku bisa memilih hal lain yang lebih baik untuk hidupku.

Berbahagialah dengannya.

Jangan sampai kehilangan dirinya lagi, sehingga apa yang ku lakukan ini tidak sia-sia dan bisa memberimu sedikit kebahagiaan yang tidak pernah bisa ku beri padamu selama ini.

Bye Arnold.

\- Devi -

Ku lipat kembali kertas itu.

Entah mengapa dadaku terasa sesak membacanya.

Sepertinya aku sangat jahat karena telah menyakiti hati wanita sebaik Devi.

Bahkan kini Ia telah pergi sebelum aku sempat memohon maaf padanya.

Maafkan aku Devi. Semoga kita bisa menemukan kebahagiaan kita masing-masing .

FLASHBACK OFF

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!