setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Helmi Siregar
Masih di waktu yang sama, Ifan dan Helmi bertanya dengan serentak, saling menatap tajam satu sama lain. Tasya kebingungan melihat Helmi dan Ifan, kilat kilat petir seperti menyambar dari kedua mata mereka
"Kemari!" Ifan menarik tangan kanan Tasya, namun tangan kiri Tasya juga di tarik oleh Helmi. Mereka berdua saling menarik satu sama lain, dan meminta untuk melepas kan tangan Tasya
"Lepaskan" ujar Ifan
"Kau yang lepaskan"timpal Helmi
Mereka berdua masih saling beradu tatap, kilat kilat tersebut semakin pekat di rasakan oleh Tasya, suasana di sekeliling tiba tiba menjadi aneh
"Kau siapa, aku bilang lepas" ucap Ifan geram
"Kau yang lepas, memangnya kau siapa" balas helmi.
Melihat mereka berdua yang terus menarik satu sama lain membuat tangan Tasya sakit, dia merasa kesal lalu menepis dan menarik kedua tangan nya
"Kalian berdua yang lepaskan!" Ucap kesal Tasya sambil menarik kedua tangan nya dengan keras
"Kalian bukan anak anak lagi kan, lalu kenapa kalian meributkan masalah ini. Ahh tangan ku sakit gara gara kalian" ujar Tasya. Sambil menatap Helmi dengan tatapan tajam dan menusuk, Ifan meminta Tasya untuk ikut pulang dengan nya
Tak henti di situ, Helmi melarang Tasya untuk ikut pulang dengan Ifan, karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tak di inginkan, Tasya pun memberitahu mereka berdua dan membawa mereka masuk ke dalam rumah agar dia bisa menjelaskan nya di dalam
"Ayo masuk, aku akan jelaskan di dalam" ucap Tasya sambil menarik tangan Helmi dan Ifan
"Aw aw pelan pelan bodoh, kakiku sakit. Papah aku" ucap Helmi. Ifan semakin geram dengan tingkah Helmi, dia tak suka saat Helmi meminta Tasya untuk memapahnya berjalan
"Aww, ayo cepat papah aku dan kita duduk di sofa" rintih Helmi. Ahirnya Tasya memapah Helmi dan berjalan mendekati sofa. Sambil berjalan Helmi melihat ke belang dan tersenyum tipis pada Ifan
"Beraninya dia" gumam Ifan lalu berjalan mengikuti Tasya. Setelah mereka berdua duduk Tasya pun mulai memperkenalkan mereka satu sama lain
"Oke duduk diam, aku akan menjelaskannya. Mas ini Helmi, Helmi ini mas Ifan" belum selesai Tasya berbicara Helmi sudah memotong perkataan nya ketika dia mendengar kata "mas" yang di ucapkan oleh Tasya
"Tunggu tungguu... Mas? Mas siapa? Dia? Sejak kapan kau memanggil nya dengan sebutan mas, dan apa maksudnya coba jelaskan" karena kelas Ifan ahirnya memarahi Helmi dan memintanya untuk diam, dan ahirnya mereka berdua lagi lagi beradu argumen
"Hentikan. Bukankah aku sudah meminta kalian untuk diam, aku akan menjelaskannya" ujar Tasya kesal sambil menekan keningnya. Setelah itu dia pun kembali menjelaskan kepada Ifan dan juga Helmi
"Kenapa aku memanggil dia dengan sebutan mas, ya karena dia lebih tua dariku" ucap Tasya. Lagi lagi helmi memotong perkataan Tasya
"Tunggu sebentar, hanya karena dia lebih tua darimu? Begitu?" Tasya mengangguk kan kepalanya dan mengatakan jika memang Ifan lebih tua dari nya
"Aku juga lebih tua darimu, tapi kau tidak memanggil ku dengan sebutan seperti itu" timpal Helmi kesal. Ahirnya Tasya menjelaskan semuanya pada mereka
Helmi adalah Kaka kelas Tasya saat SMA dan dia sudah seperti kakak baginya, dan untuk Ifan. Dia adalah pria yang selalu ada di sisinya saat dia sedang membutuhkan seseorang, Tasya juga mengatakan jika Ifan adalah pria yang dia sukai. Mendengar jika Tasya menyukai Ifan, Helmi langsung terkejut dan melihat ke arah Ifan. Dia melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala menelaah setiap inci dari ifan
"Ini, seperti ini? Kau menyukai lelaki ini. Wahh selera mu sangat rendah" ucap Helmi memutarkan bola matanya. Karena kesal dengan ucapaan Helmi, Ifan hampir saja memukul nya jika tidak di hentikan oleh Tasya
"Mas, mas tenang mas, tenang. Dia memang seperti itu" ucap Tasya lalu meminta Ifan untuk duduk di sofa yang lain dan tak berdekatan dengan Helmi
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau menyebalkan sekali" timpal Tasya kepada Helmi
"Aku tidak perduli_- oh iya apa kau benar benar sudah mengenalnya. Kau kenal jelas dengan pria yang kau sukai ini. Jangan sampai kau menyesal karena sudah menyukai nya" ujar Helmi. Perkataan dan tatapan Helmi kini berubah, bukan hanya itu aura yang di keluarkan nya pun ikut berubah dengan drastis, yang tadinya asal bicara dan terlihat santai kini menjadi mencekam dan seakan akan sedang berbicara dengan mangsa nya
Tasya sangat mengenal Helmi dengan sangat baik, ucapaan dan tatapan Helmi akan berubah drastis saat dia berbicara dengan serius
"Aku sudah mengenalnya dengan baik, jadi kau tidak perlu khawatir" jawab Tasya tersenyum sambil menggenggam tangan Ifan
Walaupun seperti itu, Ifan tau jika Helmi tak percaya dengan apa yang Tasya ucapkan
"Baiklah jika kau berkata seperti itu, aku akan mencoba mempercayai nya. Tapi jika nanti dia membuatmu sengsara, aku tidak akan menjamin keadaannya nanti" setelah itu, Tasya pun berpamitan pada Helmi dan pulang dengan Ifan
"Hati hati di jalan, jika terjadi sesuatu langsung kabari aku. Dan kalau dia menyakitimu kau harus segera mengatakan nya padaku, aku akan menghajar nya saat itu juga" Tasya mengangguk kan kepalanya dan pergi meninggalkan rumah Helmi
Sambil melihat mereka pergi menjauh Helmi mengambil ponselnya dan meminta seseorang untuk mencari informasi tentang Ifan
"Cari tau informasi tentang pria yang bersama dengan Tasya. Aku ingin informasi nya malam ini juga" ucap Helmi lalu memutuskan panggilan nya
Sementara itu di perjalanan Ifan bertanya siapa Helmi sebenarnya, kenapa dia bertingkah seolah-olah dia adalah Kaka nya Tasya
"Bukankah aku sudah bilang tadi, dia adalah Kaka tingkat ku. Dia juga lah yang menjaga ku, aku sudah menganggap nya seperti kakak ku sendiri. Begitu juga sebaliknya. Mungkin dia terlihat seperti pria yang tak baik tapi sebenarnya dia itu sangat baik hati dan lembut, kedua orang tua ku juga menyukai dia karena dia sudah di anggap seperti anak nya sendiri" ucap Tasya. Ifan bukan bertanya akan itu, dia malah ingin tau Helmi dari keluarga mana. Karena sepanjang dia di rumah nya tadi, Ifan merasa Helmi bukan pria lah sembarangan
"Dia adalah putra tunggal dari keluarga Siregar" Ifan langsung tersadar saat mendengar jika Helmi adalah putra tunggal di keluarga Siregar
"Pantas saja aku tidak asing dengan nya. Ternyata dia adalah pewaris dari humas grup" timpal Ifan
Humas grup adalah sebuah perusahaan yang berdiri sejak tahun 1985, pendiri perusahaan tersebut adalah Ishak Siregar, yang merupakan ayah dari Helmi. Humas grup merupakan perusahaan pengembang minyak bumi. Pusat humas grup berada di Inggris, bukan hanya itu mereka juga merambah ke perhotelan, seni, perdagangan, pembangunan, konstruksi, furnitur dan juga ekspor impor. Tak bisa di elak kan, humas grup adalah saingan terberat dari Tosung grup dari segala aspek
"Aku tidak menyangka, kau berteman baik dengan ahli waris sebuah perusahaan terbesar di Asia. Lalu siapa lagi yang kau kenal" tanya Ifan mengintimidasi. Tasya langsung mengatakan jika hanya Helmi saja teman yang lantar belakang nya sangat berbeda dengan teman Tasya yang lain nya
"Kenapa? Mas cemburu ya" celetuk Tasya
"Cih! Tidak sama sekali" jawab Ifan ketus
"Bohong, mas sedang cemburu, iya kan" goda Tasya. Tiba tiba Ifan menghentikan laju mobil nya dan minggir ke tepian jalan
"Loh mas, kenapa kita berhenti?" Tanya Tasya. Ifan menatap Tasya dengan tajam dan mengatakan jika dia memang cemburu dan tak suka melihat nya dekat dengan Helmi
Karena kesal, Ifan menarik tangan Tasya dan membuatnya mendekat pada Ifan. Mereka berdua saling menatap satu sama lain
"Jangan terlalu dekat dengan pria lain, aku tidak suka" ucap Ifan lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir kecil Tasya dengan lembut
**************************
Malam pun tiba, Helmi duduk di sofa menunggu orangnya datang membawakan informasi tentang Ifan. Setelah datang, Helmi langsung membaca informasi tersebut lalu tersenyum menyeringai saat tau jika Ifan adalah seorang Ceo dari Tosung grup
"Menarik, tidak di sangka rival ku adalah pria yang di cintai oleh Tasya. Tadinya aku ingin langsung menghancurkan grup Tosung, tapi setelah mengetahui ini, seperti nya aku harus menunda dan menunggu sebentar. Aku akan bermain main dengan nya dulu, tapi jika dia menyakiti Tasya, aku akan langsung meremukkan dan menghancurkan nya" ucap Helmi lalu memberitahu kan kepada orang nya untuk menunda rencana nya menjatuhkan Tosung grup
BERSAMBUNG....
Jan lupa like komen and vote nya 😊