Demi perdamaian Crymane, terbentuklah sebuah tradisi mencari Tujuh Kristal Kehidupan beserta pengendalinya, dan yang mengadakannya ialah adidaya Crymane, Kerajaan Woerlt.
Yula Athhra, putri bungsu Kerajaan Hearthose yang berusia 12 tahun, terpilih menjadi rekan pertama Putri Kerajaan Woert, Lacus Wallt, untuk menemukan ketujuh kristal kehidupan tersebut.
Bagaimana perjalanan Yula dalam mengumpulkan ketujuh kristal kehidupan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koibumi Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 : Sejarah Klan Naga
Esha tiba di depan ruang pribadi Raja. Ia mengetuk pintu dua kali dengan hati-hati. Raja telah menebak akan kedatangannya, karena hanya ruangan inilah mereka dapat berbincang berdua secara pribadi dan akrab. Esha membuka pintu itu, ia melihat Raja telah menunggu kehadirannya. Tanpa ragu ia masuk, lalu memberi hormat pada Raja.
“Saat kau ikut duel, barulah aku sadar keinginanmu pergi dari Durasec. Jika itu keinginanmu, aku tak akan menghalanginya,” ujar Raja Durasec.
Esha terdiam sebentar. “Aku hanya ingin melihat desa Klan Naga yang asli, hanya itu.”
“Setelah kau menemukannya, apa yang akan kau lakukan?”
“Mencari suatu hal.”
“Apa?”
Esha terdiam sesaat. “Entahlah. Mungkin aku akan menemukan sesuatu di sana.”
Esha menyadari bahwa apa yang ia katakan seakan omong kosong belaka. Tapi, firasatnya berkata jika ia pergi berpetualang setidaknya ia akan menemukan kepingan-kepingan sejarah klan bahkan keluarganya yang lain. Ia ingin tahu semua hal.
Raja menggeleng. “Aku mengerti perasaanmu.” Raja lebih mendekat pada Esha, menepuk pundaknya dua kali, tersenyum kaku pada anak angkatnya.
“Aku belum menceritakan semuanya padamu. Bagaimana kamu bisa sampai ke sini, dan kenapa harus di sini, keturunan yang dibenci oleh Klan Naga.”
Esha terlihat agak terkejut mendengar ucapan Raja.
“Yang aku ceritakan padamu ialah, orangtuamu menitipkan padaku saat kau masih bayi dan mereka adalah kenalan baikku. Karena itu kau kuangkat menjadi anak. Hanya setengahnya benar, setengahnya kukarang demi keselamatanmu saat kau kecil.”
“Baiklah, akan kuceritakan. Semua yang kutahu. Semuanya....
.
.
.
Zaman dahulu sebelum Crymane mencapai kedamaian, ada sekelompok manusia yang dapat mengendalikan naga dan menjadikan mereka senjata untuk menakhlukan berbagai daerah, demi memperluas kekuasaan, membuat dunia mengakui mereka. Mereka ialah nenek moyang Durasec, tapi saat itu mereka disebut Duragon Reiners.
Mereka lebih ganas dari duragon, dianggap monster yang dapat membunuh duragon hingga membuat hewan besar itu takut. Duragon Reiners menakhlukan hewan besar-buas itu, memeliharanya dan mengendalikannya untuk kepentingan pribadi mereka. Saat dunia peperangan, merekalah yang paling unggul dan tak dapat dikalahkan. Mereka musuh seluruh wilayah, musuh dari musuh, tak berpihak pada siapa pun, hingga mereka menjadi sombong.
Saat Crymane hampir mendekati ajalnya, ketujuh kesatria dari berbagai daerah bersatu dan menciptakan perdamaian dengan berbagai aturan hukum yang mereka buat, memimpin daerah mereka masing-masing agar mencapai perdamaian, menghilangkan dendam dan kebencian, dan perang pun hari demi hari telah tiada. Lalu terciptalah hubungan antar kerajaan yang dipimpin oleh Kerajaan Woelrt. Namun masalahnya, Duragon Reiners tak menginginkan hal itu.
Salah satu kesatria dari Kerajaan Woerlt memimpin perlawanan dengan Duragon Reiners. Ia disebut The Bravely, Blazyier. Singkat cerita, ia menang dengan mengalahkan pemimpin Duragon Reiners. Mereka telah bertaruh, jika ia menang maka Duragon Reiners dan seluruh duragon miliknya akan berada di bawah kekuasaannya. Mereka ditempatkan di daerah terujung bagian barat Crymane beserta naga yang mereka miliki. Blazyier berpikir, jika mereka masih memiliki duragon mungkin suatu hari nanti mereka akan kembali melakukan penyerangan.
Dengan kekuatan magica ketujuh kesatria, mereka merubah seluruh duragon yang ada di seluruh dunia terutama duragon-duragon milik Duragon Reiners dirbah menjadi bentuk manusia. Para duragon itu dikenal dengan Klan Naga.
Klan Naga hidup layaknya manusia setelah kejadian itu. Namun mereka terlihat sangat berbeda, dari mata keemasan yang bersinar, terutama saat malam. Tapi insting hewan mereka masih ada, ketakutan pada majikan masih membelenggu leher mereka. Blazyier menempatkan Klan Naga di daerah yang berbeda dengan Duragon Reiners. Blazyier dengan suka rela mengajarkan Klan Naga cara hidup sebagai manusia, mulai dari bicara, menulis, bersosialisasi dan ilmu pengetahuan lainnya.
Setelah berpuluh tahun lamanya, setelah Blazyier meninggal, Duragon Reiners meminta untuk bergabung dengan Klan Naga karena populasi mereka semakin sedikit. Tapi Klan Naga tak mempercayai mereka dan menolak permohonan mereka. Pemimpin Duragon Reiners sangat marah besar dan memulai peperangan dengan Klan Naga.
Duragon Reiners tetaplah Duragon Reiners, mereka kejam dan tak berhati. Mereka kuat karena nafsu berperang mereka kuat. Klan Naga tak dapat mempertahankan daerah mereka. Hanya sedikit dari mereka yang berhasil melarikan diri dari peperangan itu, terutama wanita dan anak-anak. Mereka yang berhasil kabur berpencar dan bergabung dengan orang-orang daerah lain. Dari sana mereka melakukan keturunan campuran, darah manusia-duragon. Dengan begitu mereka dapat melangsungkan keturunan mereka.
Namun tak hanya itu, karena ciri-ciri mereka yang menonjol dari mata, Duragon Reiners masih mengincar mereka, mencari keturunan-keturunan mereka, tujuan mereka hanya satu yaitu menghancurkan peliharaan yang tidak setia dengan majikan.
Apa kau pernah dengar rumor dari mitos yang beredar tentang kehidupan abadi dan kekuatan tiada tara jika kau memakan tulang duragon? Itu benar adanya. Setelah membunuh mereka dalam peperangan, mereka menguliti yang mati dan merebus tulang-tulang itu, memasaknya dengan berbagai macam bentuk dan memakannya bersama.
.
.
.
Saat itu, Esha yang mendengarnya sangat terkejut dan perutnya mual, ia ingin muntah mendengarnya. Kengerian tersendiri membuat punggungnya terasa dingin. Ia membayangkan akan tulang-tulangnya yang direbus menjadi santapan makan malam. Sesaat ia berpikir jauh, tentang orang tuanya, bagaimana dengan orang tuanya? Tapi Raja tetap bercerita.
.
.
.
Mereka mulai memburu keturunan Klan Naga ke berbagai daerah. Namun tak ada yang menyangkal takdir Tuhan, pemimpin Duragon Reiners muda saat itu malah jatuh cinta dengan gadis manusia-duragon. Mereka saling mencintai dan ingin hidup damai.
Saat orang-orangnya tahu pemimpinnya telah berkhianat, mereka menyerang pemuda itu dan gadis setengah naga yang tengah mengandung anak mereka. Namun mereka dibantu oleh orang-orang Klan Naga lainnya. Hingga mereka berhasil menjatuhkan Duragon Reiners, seluruhnya.
Pemimpin muda itu membuat daerah kekuasaan baru untuknya dan istrinya beserta anak mereka. Lalu diikuti oleh orang-orang Klan Naga lain yang telah berjuang bersama mereka. Tahun-tahun kedamaian mereka terjadi dan berlalu dengan indah. Kerajaan kecil yang damai itu disebut Durasec.
Namun sayang yang telah tiba di sini hanya beberapa orang. Tak ada di antara mereka keturunan asli Klan Naga, manusia dari keturunan manusia-duragon, hanya sedikit kekuatan duragon yang kami miliki. Tapi kami bukanlah Duragon Reiners ataupun Klan Naga. Dengan daerah baru, kehidupan baru, kami menganggap diri kami sebagai Durasec yang baru.
.
.
.
“Aku terkejut saat menerimamu dari sahabatku yang pulang dari perjalanannya. Ia mengendongmu dengan penuh luka di tubuhnya. Hanya satu pesannya, “lindungilah anak ini. Ia satu-satunya keturunan asli Klan Naga”. Setelah beberapa hari dirawat, nyawanya tak dapat diselamatkan. Aku tak sempat menanyakan apa yang terjadi padanya.”
“Dan tentang orangtuaku?” heran Esha.
Raja menggeleng. Ia membasahi mulutnya dengan air liurnya sendiri. Ia melihat Esha tidak puas dengan ceritanya. Yang ingin ia tahu hanya tentang orangtuanya, bukan cerita masa lalu yang mengerikan. Ia bahkan terlihat tidak peduli dengan sejarah mereka.
“Apa kau masih yakin ingin keluar, Esha? Kau bahkan tak tahu siapa yang mengincarmu di luar sana. Bisa jadi mereka Duragon Reiners yang tersisa.” Raja terlihat sangat cemas. Ia masih ragu untuk mengizinkan Esha keluar dari Durasec.
“Aku tak peduli dengan mereka. Jika bertemu akan kulawan, aku tak akan kalah oleh siapa pun.” Esha bahkan tak gentar mengucapkan kalimatnya.
“Andai kau mengerti, Esha, aku melindungimu karena aku ingin membalas kebaikan dan membayar kesedihan Klan Naga karena nenek moyangku. Dengan membuatmu hidup dan hingga kau memiliki keturunan. Aku dari awal tak berencana mengizinkanmu keluar dari kerajaan sejengkal pun!”
“Kau tak punya hak! Kau bukan orangtuaku!”
“Tapi aku yang membesarkanmu,” jawab Raja sabar.
Esha kesal bukan main. Ia menggigit bibir, menahan emosi karena apa yang dikatakan raja benar adanya, matanya menatap raja tajam. Mata kelabunya berubah menjadi keemasan.
“Kalau kau ingin keluar, berjanjilah padaku untuk tidak memperlihatkan warna mata itu pada orang lain. Berjanjilah! Dengan begitu aku tenang melepaskanmu pergi dengan Putri Woerlt.”
Esha mulai tenang. Warna matanya berubah kembali menjadi kelabu. “Itu berarti aku....”
“Ya. Hati-hatilah di jalan, anakku. Aku selalu berdoa untukmu. Semoga kau bertemu dengan apa yang kau cari.” Raja tersenyum dari hati tulusnya. Matanya berkaca-kaca menatap Esha.
Esha terdiam, menundukkan kepalanya. Ada rasa sedih pula dalam hatinya, inikah yang disebut kesedihan akan perpisahan.
“Terima kasih... Ayah.”