Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang Bersama
Tiara yang saat itu sedang bekerja membuat beberapa desain baju yang akan dijahit oleh pegawainya dan dipajang disalah satu butiknya. Hari itu rasanya sangat melelahkan karena hatinya yang sedang memikirkan cara untuk mencari pasangan hidup sendiri tanpa campur tangan dari ibunya.
Tiara sudah berjanji pada ibunya bahwa dia akan mencari pasangannya sendiri dengan batas waktu yang diberikan oleh ibunya adalah selama 6 bulan. Dan jika selama itu Tiara belum juga mendapatkan pasangan hidup. Maka dia sudah berjanji pada ibunya mau tidak mau dia akan menerima laki laki yang akan dijodohkan dengannya.
" Sepertinya mulai sekarang aku harus fokus untuk mencari pendamping hidup" katanya sambil mengetukkan pensil di atas meja sehingga menimbulkan suara. Dengan punggungnya yang bersandar di kursi melamun dengan mata yang menerawang melihat ke atas.
Tok...tok...tok....
Saat itu pintu ruangannya diketuk dari luar sehingga membuyarkan lamunannya seketika. "Masuk!" sahut Tiara setelah sadar dari lamunannya dan menyuruh seseorang yang mengetuk pintunya untuk masuk kedalam.
Sedangkan orang yang tadi mengetuk pintu ruangan bos nya langsung membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan Tiara. Terlihat Nita yang berdiri di depan pintu ruangannya sambil membawa beberapa berkas yang ada ditangannya.
" Ada apa?" tanya Tiara yang kini sudah menegakkan badannya melihat ke arah Nita.
" Ini ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani" jawab Nita lalu meletakkan beberapa tumpuk kertas yang harus ditanda tangani oleh Tiara.
" Apa harus sebanyak ini?" tanya Tiara yang merasa heran karena banyaknya berkas yang harus ditanda tangani oleh Tiara.
" Iya... selain menanda tangani berkas ini kamu juga harus memeriksanya terlebih dahulu" sahut Nita memberikan penjelasan.
" Baiklah aku keluar dulu ya.." pamit Nita yang ingin keluar dari dari ruangan Tiara.
" Nit.." panggil Tiara membuat langkah Nita yang sudah di di ambang pintu terhenti dan memutar badannya kembali menatap Tiara.
" Tolong pesankan makanan buat makan siang kita berdua lalu bawa kesini ya" perintah Tiara .
" Baiklah... kamu mau makan apa? tanya balik Nita yang ingin tau bosnya itu mau makan apa untuk makan siangnya.
" Terserah kamu, dan jangan lupa belikan juga buat yang lainnya sekalian" Tiara ingin membelikan juga semua karyawannya.
Tanpa berkata lagi Nita keluar dari ruangan Tiara, dia sudah tau apa yang harus dilakukan jika Tiara sudah menyuruh dirinya membelikan makanan untuk semuanya yang bekerja di butik tersebut.
Setelah kepergian Nita, Tiara langsung menghembuskan nafasnya dengan berat. Karena dia harus memeriksa beberapa berkas yang diberikan oleh Nita sekaligus menanda tanganinya.
Tanpa menunda lagi Tiara membereskan beberapa kertas dan pensil yang tadi dia pakai untuk membuat rancangan baju. Lalu dia mengambil berkas bekas yang ada dihadapannya dan memeriksanya satu persatu lalu menandatangi berkas tersebut jika sudah benar. Sebaliknya jika berkas yang diperiksanya masih ada kejanggalan maka Tiara akan melingkarinya atau menandainya untuk dikerjakan lagi oleh Nita sebelum dia menandatanganinya lagi.
Satu setengah jam kemudian Nita datang lagi ke ruangan Tiara dengan membawa 2 makanan untuk mereka makan siang bersama. Lalu meletakkannya di atas meja tamu yang berada disebelah pintu. Karena dimeja kerja Alya terdapat beberapa tumpukan berkas dan tidak ingin membuatnya berantakan. Sebelumnya dia sudah membagikan makanan kepada seluruh karyawan di sana untuk makan siang mereka.
" Gimana? apa sudah selesai kamu periksa semuanya?" tanya Nita yang sudah duduk di kursi depan Tiara.
" Belum... tinggal sedikit lagi" jawab Tiara. " Ini yang sudah aku koreksi dan sudah aku tanda tangani dan yang itu ada sedikit kesalahan nanti kamu lihat dan kamu kerjakan ulang" lanjutnya sambil menunjuk beberapa tumpukan berkas di mejanya sambil memberitahukan pada Nita.
" Ya sudah sekarang kita makan siang dulu, nanti dilanjut lagi" ajak Nita dan diiyakan oleh Tiara.
Mereka berjalan menuju sofa yang biasanya dia pakai untuk meeting bersama kliennya yang ingin mengetahui beberapa rancangan bajunya. Nita dan Tiara langsung membuka tempat makanan untuk makan siang mereka.
" Aku sudah belikan makan siang untuk yang lainnya dan sudah aku berikan semuanya" memberikan laporan layaknya bawahan pada atasannya. " Oh ya gimana tadi, apa orang tua kamu melihat lebam di wajahmu?" tanya Nita yang menanyakan tentang bekas lebam Tiara disela sela makan siang mereka
" Sepertinya ibu tidak tau karena dia sedang sibuk dengan tanamannya" lalu memasukkan kembali makanan kedalam mulutnya. " Dan ayah tadi sudah berangkat ke sekolah untuk mengajar" lanjutnya setelah menelan makanannya.
Tiara berulang kali curhat sama Nita bahwa dia harus segera mencari pria yang sesuai dengan kriterianya. Karena menurutnya waktu 6 bulan adalah waktu yang cepat baginya untuk segera mencari pasangan. Dan jika dalam 6 bulan dia belum memiliki pasangan maka, mau tidak mau dia harus menerima pasangan yang dipilihkan oleh ibunya.
" Gimana kalau kamu berkenalan dulu dengan temannya mas Doni?" tanya Nita yang merasa kasihan melihat wajah sedih temannya yang sedang bingung mencari pendamping hidupnya. Nita juga merasa iba melihat Alya belum memiliki pasangan hidup diusianya yang akan menginjak kepala 3. Nita juga menyarankan pada Alya untuk berkenalan dulu dengan teman Doni dan pikirnya siapa tau dia berjodoh dengan pria tersebut.
" Terserah kamu aja Nit, asalkan Doni tidak merasa keberatan" sahut Tiara merasa sungkan jika dia sampai harus meminta bantuan suami sahabatnya meskipun dia juga teman Doni.
" Kamu tenang aja, mas Doni pasti tidak keberatan" mencoba menghibur sahabatnya tersebut untuk tidak merasa sungkan pada suaminya.
Mereka melanjutkan makan siang mereka hingga makanan yang tadinya penuh didalam piringnya, kini kosong berpindah tempat di perut mereka masing masing. Mereka benar benar merasa kenyang setelah memakan makanan kesukaan mereka yang pastinya ada kesamaan juga pada favorit makanan mereka.
Begitu mereka selesai makan, Nita langsung membereskan bekas makan siang mereka dan membawanya keruang dapur yang terletak di lantai bawah. Setelah itu Nita masuk kembali ke ruangan Tiara untuk mengambil berkas berkas yang tadi susah dikoreksi Tiara yang masih ada beberapa kesalahan. Lalu dia membawanya ke ruangannya untuk dia buat lagi sebelum dia menyerahkan kembali pada Tiara untuk dikoreksi dan ditanda tangani lagi.
Begitu juga dengan Tiara dia juga melanjutkan pekerjaannya membuat beberapa desain baju lagi di kertas kertas gambarnya. Sambil menunggu beberapa berkas yang diperbarui oleh Nita dan mengoreksinya sekali sebelum menandatanganinya.
Setelah Nita memberikan berkas berkas yang telah dia perbarui, Tiara langsung mengeceknya kemudian menandatanganinya langsung. Dan untungnya berkas berkas tersebut sudah benar semua sehingga Nita atau Tiara tidak perlu pulang malam karena harus lembur kerja menyelesaikan tugas tugas mereka yang belum selesai.
## Untuk para pembaca setia jangan lupa untuk selalu mendukung semua novel aku. Klik favorit agar mendapatkan notifikasi update terbaru. Lalu baca dan berikan komentarnya, kasih juga likenya dan berikan hadiah dari poin kalian. Tidak lupa juga berikan vote yang kalian dapatkan setiap hati senin.