Takdir itu tidak dapat di tebak, kadang apa yang di inginkan tak sejalan dengan keadaan. Fitri, harus merelakan dirinya berpisah dengan suaminya karena suatu keadaan.
Akankah dia bisa menjalani kehidupannya seorang diri, ataukah dia bisa menemukan cinta yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 : Taman bermain
Weekend ini Fajar dan Fitri pergi ke taman bermain, memang sih mereka sudah bukan remaja lagi. Tapi untuk menghilangkan penat setelah bekerja, mereka butuh hiburan seolah merasakan hidup kembali muda.
Setiap permainan ekstrim mereka naiki, setiap tawa, setiap teriakan yang mereka keluarkan seakan melepaskan beban yang selama ini terasa berat. Kesenangan yang sudah lama tak mereka rasakan seakan membuat mereka menjadi pasangan muda yang bebas tanpa beban.
Hampir semua wahana sudah merka naiki, mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan. Dengan wajah penuh kebahagian mereka terus melangkah tanpa arah sambil menikmati ice cream di genggaman masing-masing.
Sungguh khas kencan anak muda jaman sekarang. Terlihat kerumunan orang yang menyaksikan sebuah grup musik yang sedang memainkan lagu Ballad. Mereka berhenti sejenak menikmati alunan musik yang mereka lihat di depannya. Dengan kepala mereka yang bergerak mengikuti alunan musik yang di dengar, terasa begitu syahdu di telinga mereka. Tak berapa lama musik pun selesai di mainkan, semua orang yang menyaksikan langsung bertepuk tangan bersorak ramai.
Merekapun beranjak dari tempat itu, mencari tempat makan yang nyaman karena perut mereka sudah berontak ingin segera di isi. Tak seberapa jauh berjalan, mereka pun menemukan tempat makanan yang di inginkan, 2 mangkuk bakso dan 2 botol air mineral di hadapan mereka siap untuk di santap. Mereka melahap makanan tersebut sambil mengobrol dan bercanda tawa.
Setelah selesai makan, merekapun pergi untuk menaiki wahana-wahana lain yang lebih santai. Seperti rumah miring, rumah kaca bahkan rumah boneka, terakhir mereka mencoba wahana Arung jeram. Mereka sangat senang bahkan saat air menyembur ke tubuh mereka hanya tertawa karena mereka basah kuyup.
Turun dari wahana, mereka mencari toko baju untuk membeli baju baru karena pakaian mereka basah dan langsung berganti pakaian di toilet.
Hari sudah menjelang sore, merekapun sudah merasa lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang, mereka berjalan bergandengan tangan menuju pintu keluar taman bermain tersebut.
Mereka pun sampai di parkiran tempat mobil Fajar terparkir. Dari jauh terdengar suara teriakan seorang wanita memanggil nama Fajar beberapa kali. Fajar dan Fitri pun mencari sumber suara tersebut. Ketika disana ternyata seorang wanita yang memakai kaos putih ketat dan celana super mini di bawah pinggul serta sepatu kets berwarna putih. Dengan tinggi badan dan bentuk tubuh yang indah di tunjang dengan wajah yang cantik dan kulit yang putih bersih membuatnya sangat sempurna. Perempuan itu melambaikan tangannya sambil mendekat pada mereka.
"Hai Fajar, sudah lama tidak ketemu!" ucap Wanita itu sambil cipika cipiki pada Fajar.
"Lucy" ucap Fajar sambil menjauhkan diri darinya.
"Siapa mas?" tanya Fitri dengan wajah tak suka.
"Ini..." ucap Fajar terpotong oleh Lucy.
"Perkenalkan saya Lucy, mantan pacarnya Fajar, kamu??" ucap Lucy sambil mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.
" Oh, saya Fitri pacarnya mas Fakar" ucap Fitri menerima uluran tangan Lucy dan menjabatnya sekilas.
"Oohhh" ucap Lucy sambil melihat Fitri dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan yang meremehkan.
"Udah berapa lama yah kita tidak bertemu, dua atau tiga tahun" ucap Lucy berbalik menatap Fajar dengan nada bicara centilnya.
"Gak penting juga" ketus Fajar.
"Hayo Fit, masuk mobil" suruh Fajar pada Fitri.
Fitri pun segera masuk mobil yang sebelumnya pintunya sudah di buka Fajar. Kemudian Fajar ke pintu satunya dan masuk lalu segera melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Lucy.
"Dasar, Br*ngs*k. awas aja, kamu akan bertekuk lutut lagi padaku, Fajar. Lihat saja nanti" Gerutu Lucy dengan wajah penuh amarah....