Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman
Sepanjang acara, Diara terus berada dalam rangkulan suaminya. Tidak sekalipun mereka berjarak. Karena laki-laki itu tidak membiarkan dirinya kemanapun tanpanya.
Seperti kali ini, Diara mulai lelah. Sejak tadi dia sudah berdiri mendampingi suaminya yang terus membicarakan soal bisnis disini.
“Apa aku harus menahan haus dan lapar hanya untuk menemani anda bicara disini, suamiku?” Bisik Diara di telinga suaminya.
Apa yang dia lakukan saat ini menjadi perhatian rekan bisnis Jevandra. Orang-orang itu pikir mereka adalah pasangan yang romantis. Namun ternyata tidak sama sekali.
“Bawa nyonya makan, Remi.” Tidak Jevandra pada anak buahnya untuk membawa Diara makan, karena dirinya masih harus membicarakan soal kerja sama mereka lagi.
“Baik, tuan.” Jawab Remi membawa Diara pergi mengambil makanan.
Hanya berjarak beberapa meter dari mereka, ponsel Remi bergetar di sakunya. Masuk sebuah pesan dari Jevandra.
“Jika sampai aku tau kau menatap nyonya mu lebih dari dua detik, maka aku tidak akan segan-segan menyuruh Richard mencongkel matamu!” Isi pesan tersebut membuat Remi hanya bisa menghela nafasnya untuk itu.
Bekerja dengan Jevandra ini sangat luar biasa. Gaji yang mereka terima setiap bulannya tidak tanggung-tanggung.
Tapi mereka harus menghadapi mood bos mereka yang naik turun melebihi wanita yang sedang datang bulan pikirnya.
Belum jadi ketika mendapatkan tatapan tajam dari Roy, tangan kanan Jevandra. Di tambah lagi ada Richard yang wajahnya sangat menyeramkan.
Andai saja dia masih bisa bersama dengan Romi, mungkin hidupnya tidak akan seperti ini.
Lebih baik dia kembali ke Singapura mengurus pekerjaan yang ada disana, dari pada harus menjadi pengawal pribadi nyonya muda yang sangat berbahaya bagi kesehatan mentalnya.
“Saya mengerti, tuan.” Balas Remi pada pesan yang telah Jevandra kirimkan padanya.
“Remi…” panggil Diara padanya.
“Ya, nyonya?” Jawab Remi ketika Diara memanggilnya.
“Apa tuan muda selalu seperti ini?” Tanya Diara lagi.
“Maksudnya bagaimana, nyonya?” Jawab Remi yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan nyonya mudanya.
“Apa suamiku selalu datang menghadiri acara-acara seperti ini dan apakah aku juga harus selalu ikut?” Remi berpikir sejenak disana.
Dia memang mengetahui jika pekerjaan tuannya selalu seperti ini. Banyak menghadiri acara bisnis setelah mereka kembali tinggal di ibu kota. Karena sebelumnya mereka tinggal di Singapura.
“Saya rasa mungkin seterusnya akan seperti ini nyonya. Karena saya lihat, tuan muda begitu sangat menyayangi nyonya muda.” Jawab Remi membuat Diara tersedak disana.
Uhuk!
Betapa terkejutnya dia saat mendengar apa yang Remi katakan. Apa katanya tadi?
Tuan muda begitu sangat menyayanginya? Apa mereka semua tidak tau, jika Jevandra itu orang jahat yang sering berkata kasar.
Hanya wajah tampan dan tinggi badannya saja yang menopang semua itu. Jika tidak, dia benar-benar tidak akan pantas di sebut sebagai manusia pada umumnya.
"Ck, benar-benar menyebalkan!" umpat Diara mengingat bagaimana sombongnya laki-laki itu.
Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang menghampiri mereka.
"Maaf, apa aku menganggu?" tanya wanita yang mungkin seumuran Diara.
"Maaf, anda siapa?" tanya Diara yang mengambil makanan.
Wanita itu mengulurkan tangannya, membuat Diara tersenyum. Dia merasa beruntung ada yang mau berteman dengannya di saat-saat menyebalkan seperti ini.
"Kinan..." ucapnya dengan senyuman membuat Diara langsung bersemangat.
"Ah, saya Diara." mereka langsung terlihat akrab hingga saat Remi datang suasana menjadi canggung.
"Apa ini suami kamu?"
"Hah?" Diara terkejut mendengarnya.
Apalagi Remi, yang melihat sosok yang memiliki tinggi badan 192 cm itu berada di belakang wanita yang bersama nyonya mudanya.
"Maaf, saya pengawal pribadi nyonya muda." ucap Remi berusaha menjelaskan dengan jantung yang sudah berdebar kencang.
Tamatlah riwayatnya kali ini. "Oh, kirain pacar atau suaminya. Soalnya aku liat kalian cocok."
Glug!
Remi menelan ludahnya kasar. Dia benar-benar sulit bernafas saat ini. Cobaan apalagi ini tuhan? Apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Bukan, dia bukan suamiku. Kamu salah. Suamiku itu-"
"Kita pulang!" ajak Jevandra menarik tangan Diara begitu saja merasa kesal karena hal yang dia dengar tadi.
Tapi, sebelum pergi, dia sempat berbalik arah untuk melihat ke belakang.
"Katakan pada calon istrimu itu Baskara, bahwa aku adalah suaminya!" ucap Jevandra sebelum pergi meninggalkan mereka disana.
Sedangkan laki-laki yang di sebut namanya itu hanya bisa menghela nafasnya saja. Dia tau seperti apa Jevandra. Karena sikap mereka 11 12.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣