Setelah menyegel Bangsa Yao, bangsa pembawa kerusakan dan kehancuran. Dunia memulai lembaran dari nol kembali. Lambat laun kisah-kisah menjadi sejarah. Sejarah menjadi legenda. Hingga akhirnya dilupakan...
Tentang perjalanan seorang pemuda menuju tahta tertinggi.
***
Pak Tua Shi menangis. Ini adalah air suci. Air yang mampu membuat siapapun mengubah gubuk reyot menjadi halaman immortal.
Airnya mengalir dan meresap ke tanah, terbuang sia-sia.
Ini sangat langka dan ternilai harganya.
Ini tidak ada di dunia ini.
Ini akan menjadi rebutan para bigshot di seluruh dunia.
Ini akan membuat sekte ampas menjadi penguasa semesta.
Untuk mandi .... Hanya untuk mandi ...
Pak Tua Shi pingsan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pil Berkhasiat
Seminggu berlalu. Mao Yu menghabiskan siang hari berlatih tongkat jo dan belati, mendorong kekuatan fisiknya hingga batas. Malamnya, ia berkultivasi untuk menyempurnakan Karapas Jiwa.
Suatu pagi yang damai di Paviliun Shen, teriakan histeris kembali terdengar dari lobi. Semua pelayan berlarian menuju sumber suara.
"Ada apa?!" teriak salah satu pelayan.
"Lihat...!" Pelayan yang menjerit menunjuk sosok asing yang memikul buaya besar di punggungnya.
Mao Yu datang. Ia melihat sosok itu, kotor penuh lumpur dari atas sampai bawah, berdiri mematung di pintu masuk.
"Orang gila! Usir dia!" Mao Yu melambaikan tangannya.
Li Hua: "..."
"Tuan Muda, ini aku, Li Hua!" seru Li Hua, matanya melotot. Badannya remuk redam, berharap bisa segera istirahat, tapi malah diusir.
"Oh, itu kamu! Kalian semua, lakukan seperti kemarin. Urusi buaya ini, dan antar bagiannya ke kedai Hwa! Li Hua, setelah kamu wangi, datang ke ruanganku!" perintah Mao Yu.
Beberapa saat kemudian, Mao Yu dan Li Hua berhadapan, menikmati teh dalam cangkir antik.
Mao Yu menyerahkan inti Buaya Rahang Batu kepada Li Hua. Li Hua menerimanya dengan penuh terima kasih. Inti ini sangat penting baginya untuk menembus tahap 5 Kasaya Perak.
"Badanmu terluka, fisikmu capek, dan mentalmu lelah," kata Mao Yu. "Tuan Mudamu ini sangat perhatian. Ini Pil Pemulihan Dasar, akan membantumu pulih." Ia menyodorkan sebuah vas kecil berisi pil.
Li Hua mengambil pil itu.
"I-I-INI...!!!" Li Hua terbelalak, hampir pingsan.
Pil itu berwarna hitam legam, bentuknya tidak bulat sempurna, seperti dipelintir dengan tangan. Baunya seperti teri gosong, jauh berbeda dari pil pemulihan dasar yang pernah ia cicipi.
Mao Yu menatap Li Hua penuh harap. "Tunggu apa lagi? Cepat minum agar staminamu pulih. Pekerjaanmu masih banyak!"
Li Hua dengan berat hati memasukkan pil itu ke dalam mulutnya, lalu menelannya seperti menelan gunung berapi.
"AWCHHH...!"
Li Hua merasakan perutnya mulas luar biasa. Ia mengerahkan seluruh kekuatan Kasaya Perak tahap empatnya untuk menahan efek pil, tapi rasa mulas itu tak terbendung.
"Syukurlah, kulihat kamu semakin sehat dan bugar. Oke, kita lanjut ke bisnis selanjutnya," kata Mao Yu riang.
Li Hua: "..."
Ini bukan pil pemulihan, ini racun! batin Li Hua, menahan derita.
Mao Yu kemudian menyerahkan secarik kertas. "Li Hua, tolong berikan surat ini pada Mo Tian. Pastikan surat ini tersampaikan langsung padanya. Jangan sampai ada orang lain yang tahu."
"Baik, Tuan Muda." Li Hua menerima surat itu dan menyimpannya hati-hati.
Saat Li Hua hendak pergi, Mao Yu memanggilnya kembali. "Li Hua, masih ada tiga vas Pil Pemulihan Dasar lagi. Bawa saja, untuk memudahkanmu berburu!"
Alis Li Hua berkedut. Dengan gemetar, ia menerima pil-pil racun itu. Dalam hati ia berjanji, begitu keluar gerbang, ia akan membuang semuanya ke sungai.
Alkemis Resmi Paviliun Shen
Di workshop, Mao Yu mengamati Lin Fan yang sedang fokus meracik pil. Lin Fan sangat telaten. Ia menyusun herbal dengan rapi, membersihkan peralatan, dan menyalakan kompor obat. Ia mengambil lima herbal: Kecambah Biji Scarlet, Akar Bambu Dewa, Lingzhi Darah, Gingseng Mutiara, dan Buah Delima Hijau.
Semua bahan ditimbang, lalu dilempar ke dalam kuali dengan anggun. Lin Fan mengatur suhu api dengan sangat profesional, seperti yang diajarkan kakeknya.
Namun, saat tutup kuali dibuka, aroma terasi menyengat menyebar. Lin Fan dengan cekatan mengangkat kuali, menuang isinya yang berupa bubuk hitam ke nampan besi, lalu mengipasnya hingga dingin. Ia kemudian memilin bubuk itu menjadi bulatan-bulatan, dan mengemasnya dalam vas.
Inilah pil pemulihan dasar karya alkemis resmi Paviliun Shen.
"Ternyata pekerjaan alkemis tidak sesulit yang orang pikirkan," gumam Mao Yu. Mungkin aku juga bisa mencobanya.
"Fan-er, setelah ini, tolong buatkan Pil Pembersih Emas," kata Mao Yu. "Aku ingin membantu Paman Mubai cepat menerobos ke Ranah Kasaya Emas!"
"Siap, Tuan Muda!" Lin Fan, yang tampak lelah, tetap bersemangat. "Emm... bahannya?"
"Setelah Li Hua selesai bertugas, belanjalah bersamanya. Aku akan memberinya emas," jawab Mao Yu.
Li Hua mengangguk dengan wajah penuh percaya diri.
Firasat Shen Mubai
Di ruang kultivasi, Shen Mubai duduk, fokus mengedarkan energi. Tiba-tiba, seberkas cahaya gelap melintas di matanya. Ia tersentak, merasakan firasat buruk akan datang.
koneksi dr 1 plot ke yg lain sangat anu...
lanjouts.
pejalanan mencari kitab suci..?
lanjouts..