Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 21
" CK ck ck... Sudahlah Rianna aku sudah kenal kamu dah lama, aku tau kamu suka sama Mori kan. " Ucap Dina sambil meledek.
Aku gak bisa menyembunyikan nya kalau aku khawatir dan ingin bertemu, tapi hari ini mori tidak bisa d hubungi.
" Kenapa bengong cepat jawab Ann?. "
" Aku mungkin mulai menyukai nya Din. Tapi aku takut saat aku memulai nanti akan ada perpisahan. "
" Ehh Ann.. maksudnya kamu suka pada Mori?. "
Ucap Dina.
" Iya.. aku takut saat aku memulai nanti aku gak sanggup bila harus ada perpisahan. Aku ini memang bodoh ya. Jelas-jelas aku menyukai nya tapi aku tidak berani mengatakan nya. "
Rianna yang menangis sambil mencurahkan semuanya kepada Dina, dia yang takut untuk memulai, dan tidak jujur dengan perasaan nya.
3 hari pun berlalu Mori yang masih tidak bisa di hubungi.
Lebih baik aku hubungi kak Rudi mungkin dia tau sesuatu soal mori. ( Gumam Rianna )
Rianna yang kalang kabut, di mana dia tidak tahu soal keluarga Mori rumahnya, bahkan sempat pergi bareng Rudi pun dia tidak punya nomernya. Dia terus mencari di mana dia mulai putus asa, tiba-tiba saja hp nya ber' dering memecahkan keheningan.
Rianna bergegas mengambil hpnya dan ternyata tlp itu dari Mori, air matanya seolah tidak terbendung lagi dia langsung menangis sambil mengangkat nya.
" Hallo " ucap Rianna yang berusaha untuk tenang.
" Tengoklah kebawah aku di sini. " Ucap mori dengan suara lembut.
Rianna yang langsung bergegas melihat ke jendela, dia melihat sosok laki-laki yang sangat ia rindukan, Rianna yang langsung berlari menghampiri, jantung nya berdebar air matanya mengalir tidak dapat di bendung lagi.
Rianna langsung memeluk erat, Mori tampak heran, tapi dia berusaha untuk menenangkan Rianna yang terus menangis sambil memeluk nya.
" Hey kenapa? " Ucap mori
" Kemana saja kamu tidak bisa di hubungi, aku khawatir kepadamu, kau bodoh ya menghilang selama 3 hari. " Ucap Rianna sambil mengusap air matanya.
" Kelinci bodoh kenapa kamu menangis, aku memang bodoh karna buat kamu khawatir. " Ucap Mori sambil menenangkan Rianna.
Rianna yang terus menangis.
Tiba-tiba saja bibir Mori terangkat dan tertawa, sambil Melihat Rianna yang mengusap air matanya, Rianna tampak kebingungan alisnya mengkerut. Ada apa dengan Mori bukannya jelasin malah ketawa.
" Rianna coba kamu liat wajah kamu.? " Ucap mori. Wajah Rianna tampak bingung alisnya mengkerut.
" Ada apa dengan wajahku. " Tanya Rianna kebingungan.
" Gemesessin. Hahaha.. " ucap mori tertawa.
Sedangkan Rianna yang tertipu oleh Mori alisnya mengkerut bibirnya mengerucut. Ekspresi Rianna jelas sekali dia sedang marah, tapi Mori terus saja tertawa.
" Padahal aku sudah khawatir padamu, tapi kamu malah mengejek ku, perasaan dari mana aku bisa menyukai mu. " Ucap Rianna dengan ekspresi marah yang tanpa sadar mengatakan bahwa dia menyukai Mori.
Di sisi lain mendengar perkataan Rianna, Mori tampak kaget, wajahnya langsung pucat. Pikir Mori apakah hari ini mimpi atau bukan jawaban yang ia tunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari mulut Rianna.
" Kamu sungguh menyukai ku.? " Tanya Mori balik, tangan Mori memegang tangan Rianna, keringat mulai bercucuran di seketujur tubuh Mori, apakah Rianna akan menyangkalnya. Atau mengatakan yang sejujurnya.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat