Mayra, seorang gadis muslimah yang masih belia, kini dijadikan tumbal oleh Kakak Iparnya demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah! Tidak bisa menolak karena keluarganya memiliki hutang budi kepada keluarga kakak iparnya.
Akankah Mayra dapat lolos atau malah terjerumus kedalamnya?
Jawaban hanya ada didalam cerita ini selengkapnya
Ikuti terus yahhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Gibran
Malam menjelang,,,,
Setelah ibadah Isya' Mayra keluar dari kamarnya setelah berjam jam dirinya berada dikamarnya untuk menyendiri. Mayra sangat syok bahkan trauma jika harus dihadapkan dengan laut seperti siang tadi. Saat Mayra membuka pintu, Gibran pun juga membuka pintu kamarnya dan mereka pun keluar dari pintu kamar bersama. Ketika pandangan mereka bertemu, kembali terjadi kecanggungan saat itu.
"Selamat malam tuan" ucap Mayra menyapa Gibran
"Malam, ayo kita makan malam" ucap Gibran
Mayra mengangguk lalu ia berjalan di belakang Gibran dengan menunduk. Ntah kenapa Mayra merasa ada yang aneh dari sikap Gibran kepadanya. Keduanya pun duduk dan memulai makan malam bersama, Mayra mengambilkan makanan untuk Gibran seperti biasa.
"Makasih Ra" ucap Gibran
"Sama-sama tuan" jawab Mayra dengan senyum tipisnya. Saat makan tidak ada yang berbicara diantara mereka, keduanya memilih fokus untuk menikmati makanan mereka masing-masing.
Setelah selesai makan malam, Mayra pun membereskan piring kotor dan mencucinya. Kemudian Mayra berjalan menuju keatas, namun langkahnya terhenti saat Gibran memanggilnya
"Ra, aku ingin bicara" ucap Gibran
"Baik tuan" jawab Mayra
Mayra mengikuti langkah Gibran menuju keruang kerjanya, lalu mereka duduk di sofa dan Gibran akan mengatakan semuanya.
"Mayra,,, aku ingin memberitahumu suatu hal" ucap Gibran saat menatap Mayra yang hanya tertunduk
"Iya tuan, apa itu??" tanya Mayra
"Tadi siang.....saat aku membawamu kekapal dari bawah laut, aku...." ucap Gibran terputus
"Tidak masalh tuan, harusnya saya yang berterima kasih kepada tuan, karena tuan sudah menyelamatkan nyawa saya" ucap Mayra
"Jadi kamu tau, kalau aku sudah....." ucap Gibran
Mayra menganguk pelan, Mayra sama sekali tidak berani menatap Gibran.
"Saya bisa merasakannya tuan, anggap saja tidak pernah terjadi apapun tadi siang. Karena saya tidak ingin mengingatnya kembali" ucap Mayra dengan merasa sakit ketika mengucapkan itu. Padahal dia tau, Gibran adalah pria yang berani menyentuhnya sejauh itu. Tapi Mayra sadar jika yang dilakukan Gibran hanya untuk menyelamatkannya. Mayra tidak ingin membawanya sampai kehatinya, karena dia takut jika suatu hari nanti dia akan kecewa jika terlalu berharap. Mayra pun menatap Gibran sejenak dengan senyum tipis, seolah mengatakan 'Aku gak papa'
Sementara Yang dirasakan Gibran saat ini sedikit rasa kecewa dengan jawaban Mayra. Karena dia hanya menganggapnya hal biasa, sedangkan bagi Gibran itu hal yang baru pertama kali dia lakukan terhadap wanita. Gibran pun tersenyum kecut membalas senyuman Mayra
"Saya tidak akan bisa membalas semua kebaikan tuan kepada saya seumur hidup. Bahkan sampai saya sudah tidak ada tuan. Anda terlalu baik kepada saya, sampai saya berfikir kenapa anda mau melakukan itu semua" ucap Mayra saat menyeka air matanya
"Aku gak tau jawabannya Ra, yang aku tau jiwaku mengatakan bahwa aku harus menyelamatkanmu" jawab Gibran
Wajah Mayra langsung merona saat mendengan ucapan Gibran sampai dirinya tidak bisa menyembunyikan semburat merah dipipinya.
"Jangan berkata seperti itu tuan, karena itu bisa membuat saya terbang keawan heheheeh" ucap Mayra saat berusaha menutupi rona wajahnya
"Serius, apa jangan-jangan aku itu superhero kamu ya Ra?" ucap Gibran dengan jenaka
"Bisa jadi begitu tuan. Rasanya saya sangat beruntung memiliki pelindung seperti tuan hehe.... tapi itu hanya di halusinasi saya saja tuan. Karena sampai kapanpun saya hanya pelayan tuan" ucap Mayra
"Hahaha tapi Ra, awalnya aku mikir kamu bakal marah dan benci sama aku karena tadi siang" ucap Gibran
"Kalau tuan sembarangan ya pasti saya marah, tapi karena tuan melakukan itu karena ingin menyelamatkan hidup saya, saya tidak jadi marah tuan. Meski tuan adalah orang pertam..." ucap Mayra yang langsung menutup mulutnya sendiri
Gibran terkekeh geli melihat Mayra yang langsung menutup mulutnya. Mayra pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat
"Haha kenapa gak di lanjutin?! kamu mau bilang aku orang pertama yang mengambilnya bukan??" ucap Gibran setengah menggoda Mayra.
Wajah Mayra memerah karena ucapan Gibran yang benar adanya. Mayra pun menjadi sangat malu karena mulutnya yang keceplosan. Mayra pun jadi salah tingkah di hadapan Gibran saat itu
"Tuan, em saya mau ke kamar dulu. Ada yang harus saya selesaikan. Assalamualaikum" ucap Mayra yang langsung berdiri dan pamit meninggalkan Gibran.
"Dia lucu sekali" ucap Gibran dengan kekehannya sendiri.
Gibran pun beranjak dan berjalan menyusul Mayra menuju kamarnya. Dalam hati Gibran begitu bahagia karena dirinya adalah orang pertama bagi Mayra, Rasanya seperti orang lagi jatuh cinta....
****
Hari berikutnya....
Hari ini Weekend, Gibran ingin beristirahat dirumah saja tanpa ingin beraktivitas diluar setelah ketegangan kemarin. Ia pun hanya bermalas-malasan merebahkan dirinya di tempat tidur setelah subuh. Sementara Mayra sudah terlihat rapi dan siap untuk melayani tuannya. Meski semalam rasanya dirinya sangat sulit untuk tidur karena terngiang-ngiang obrolannya bersama Gibran.
Mayra keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Tuannya
Tok
Tok
"Masuk"
Mayra membuka pintu kamar itu dan melihat Gibran yang tengah rebahan dengan memainkan ponsel pintarnya.
"Selamat pagi tuan" ucap Mayra
"Pagi Ra, gimana tidurmu nyenyak??" ucap Gibran saat menatap Mayra
"N..nyenyak tuan" jawab Mayra gugup
"Hemm begitu kah, ahh sayang sekali ternyata kita gak sama. Aku semalaman gak bisa tidur karena teringat....." ucap Gibran sengaja
"Tuan, ini kan hari libur, lebih baik kita jogging bagaimana??" ucap Mayra mengalihkan pembicaraan
"Oke setuju! aku siap-siap dulu ya" ucap Gibran langsung bangkit daei tempat tidurnya. Sementara Mayra masih berdiri tegak ditempatnya
"Kamu mau jogging pake baju kayak gitu??" tanya Gibran
"Hehe saya gak punya training tuan hehe" ucap Mayra kaku
"Haha,,, gak punya pakaian olahraga ngajakin olahraga" Ucap Gibran yang kemudian beranjak ke walk in closetnya dan mengambil pakaian olahraganya
"Ini pake aja, mungkin agak kepanjangan dikit. itu baru kok, jadi aman kalau mau kamu pake" ucap Gibran
"Terima kasih tuan" jawab Mayra yang langsung ngacir keluar dari kamar Gibran.
Mayra pun segera mengganti pakaiannya dan bersiap untuk jogging bersama tuannya. Bisa-bisanya Mayra memiliki ide gila seperti itu. Saat Mayra selesai mengganti pakaian, ia pun tertawa sendiri melihat dirinya didepan cermin. Baju itu sangat kebesaran bahkan kaki dan tangan Mayra hilang ditelan pakaian itu sendiri.
"Hahaha aku kok kayak orang-orangan sawah sih?" ucap Mayra tertawa sendiri
Lalu di gulungnya bagian lengan dan bagian bawah celananya. Meski kedodoran Mayra tidak masalah yang penting gak kepanjangan. Setelah selesai, Mayra keluar dari kamarnya dan ternyata Gibran sudah menunggunya didepan kamar.
"Udah siap??" tanya Gibran saat melihat penampilan Mayra
"Sudah tuan hehe" jawab Mayra
"Ayo kita berangkat!" ajak Gibran
Mayra dan Gibran pun keluar dari rumah dan jogging di sekitar taman komplek yang cukup luas. Terlihat Mayra sangat senang ketika dirinya dibebaskan dari rumah besar itu, Yahh seperti burung merpati....
Tidak hanya berdua, di taman itu cukup banyak orang-orang yang juga melakukan jogging saat itu...
.
.
NAMUN MIRA SBAGAI WANITA YG SDH TDK SEMPURNA, JANDA DN MASA LALU YG KOTOR, DILACURKN OLEH SUAMI LAKNATNYA,, DISETUBUHI ENTAH BBRP BNYK LAKI2, TNTU MRASA TDK LAYAK UNTUK DICINTAI HASAN YG.. TTP RASA TAKUT & TRAUMA ITU MSH MMBEKAS DI HATI & JIWA MIRA, TUGAS HASAN UNTUK MMBRIKAN RASA KPERCAYAAN DIRI, JIKA HASAN BNAR2 TULUS MNCINTAI MIRA.