mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui
20.
Azam memberi izin cuti atas dirinya selama 2 hari, dia sedang pergi melakukan sesuatu untuk kakek nya. Di depan sebuah toko, lelaki itu berdiri menatap bunga bunga yang akan di jual.
Lelaki itu sedikit dag dig dug, karena kali ini adalah sebuah proses untuk akhir yang tidak tahu akhirnya bagaimana…
“assalamualaikum” azam mengucap salam di sana, berdiri di ambang pintu, menunggu seseorang untuk mendekat
“walaikumsalam, ada apa mas?” Tanya penjual, yang juga membawa bunga untuk di letakkan di depan. Harun
“ehmmm, saya ingin berbicara dengan ayah anda, apakah bisa?” Tanya azam segan
“dengan senang hati, namun anda siapa?” Tanya harun balik
“ah, maaf. Saya M.Faris Azam,,, azam” jelas azam memberi salam yang di tanggapi salam juga oleh harun
“harun… ayah saya sedang menyiram tanaman dan bunga disana, sebentar saya panggil kesini. Duduk lah disebelah sana mas” ujar harun,
“ehmmm,,, tidak usah mas. Biar saya saja yang menemui ayah nya mas” tolak azam membuat harun sedikit aneh, kemudian mendahului azam untuk berjalan dan menunjukkan letak ayah nya saat ini
“terima kasih” ucap azam sambil tersenyum, kemudian berjalan mendekati ayah harun yang saat ini memang sedang menyiram bunga
“assalamualaikum pak” ucap azam tiba tiba, ayah harun yang sedikit terkejut menatap langsung kearah azam
“walaikumsalam mas, ada yang bisa di bantu?” ramah ayah harun, juga ayah ami
“perkenalkan, saya M.Faris Azam pak. Saya ingin menyampaikan sebuah niat pada bapak” ujar azam membuat ayah nya ami meletakkan penyiram tanaman itu
“oh, boleh tentu saja. Mas ini dari mana yah?” Tanya ayah ami
“saya dari kota pak. Semoga niat dan permintaan saya di terima” lanjut azam membuat ayah ami sedikit bingung
“kalau bisa, saya terima. Kalau tidak, itu urusan belakang. Nah, sekarang apa keinginan mas faris?” Tanya ayah ami
“azam saja pak. Niat saya datang menemui anda adalah ingin meminta putri bapak menjadi calon pendamping hidup saya pak.” Jelas azam membuat kerutan di kening ayah ami,
Tidak mau lama, kini lelaki yang sudah cukup tua itu berjalan mendahului azam, pergi kesebuah gazebo kecil tempat meminum teh
“duduk lah disini, sekalian kita nge teh” jawab ayah ami, kemudian memanggil harun
Kini ke 3 orang itu duduk berhadapan, rasa campur aduk kini menyerang azam
“sekarang, sampaikan niat mu sekali lagi” ucap ayah amira
“sebelum nya, mungkin niat saya ini terkesan buru buru, saya ingin mempersunting amira jilan fakhira sebagai istri saya. Saya harus meminta izin terlebih dahulu pada orangtua amira sebelum menyatakan niat ini… semoga dengan besar hati ayah dan kakak nya amira menerima permintaan saya” ucap azam sedikit bergetar,,,
Dia juga terkejut, ternyata begini meminta izin pada orang tua seorang wanita…
“kau kenal amira dengan benar?” Tanya harun tiba tiba
“kami pernah terikat sebagai klien kerja mas” jawab azam dengan jujur
“alasan kamu menikah dengan amira, apa?” Tanya harun lagi, kini harun lebih mendominasi dari pada ayah nya
“saya jatuh hati pada pandangan pertama atas nya mas,” ini memang sebuah kejujuran azam.
“saya tidak akan percaya pada omongan sembrono seperti itu” pungkas harun membuat azam harus lebih jujur menyatakan nya
“sebenarnya… hal ini adalah permintaan terakhir kakek saya.” Ucap azam
“kakek saya dan amira sudah bisa dibilang dekat, permintaan kakek saya yang terakhir adalah dengan menjadikan amira sebagai cucu menantunya. Sedang saya adalah satu satunya cucu kakek saya.
Kakek saya hanya mempunyai tinggal sedikit waktu lagi, karena itu saya benar benar tidak ingin kakek saya sedih karena permintaan itu” tambah azam membuat ayah dan kakak nya ami terkejut
“apakah kakek anda sering bermian dengan amira?” Tanya ayah nya
“nona amira sendiri lah yang menyelamatkan nyawa kakek saya, sehingga kakek ingin menikah kan amira dengan saya… permintaan ini sudah berpuluh kali di minta kakek langsung pada amira. Bahkan di depan kami berdua,” jawab azam
“sekarang begini,apakah anda benar benar ingin menikahi putri saya?” Tanya ayah nya benar benar
“saya pada dasar nya belum ingin menikah. Juga tidak memiliki perasaan khusus pada amira, hanya perasaan kagum saja. Namun, permintaan kakek ingin saya kabulkan, namun saya harus meminta izin pada ayah dan kakak nya terlebih dahulu” jelas azam
“tahu tidak? Seolah olah kamu menganggap pernikahan ini pernikahan main main. Hanya demi keuntungan kakek anda seorang,,, saya pada dasar nya akan menerima sesiapa pun yang ingin melamar putri saya. Kalau dia setuju, itu juga jawaban saya, namun kalau jawaban anak saya tidak, maka jawaban saya juga sama…tidak” tutur ayah ami membuat azam sedikit cemas,
“saya hanya ingin, anda merestui izin saya pak. Saya akan bertanya pada amira mengenai pernikahan yang kakek saya minta ini. Saya ingin, pernikahan ini bukan sekedar menikah begitu saja. Meski saya belum memiliki perasaan pada anak bapak, sya akan berusaha yang terbaik untuk menjadikan dia sebaik baik makmum, juga saya seorang yang pantas sebagai imam dan pemimpin” jawab azam tidak ragu, dia benar ingin mengikat amira sebagai istrinya, karena permintaan kakek nya….
Harun menyentuh teh nya,
“saya akan setuju, kalau anda bersedia tinggal selama 1 minggu penuh disini. Membantu saya mengurus toko, menyiram atau menanam tanaman dan sejenisnya… kalau anda bisa, mungkin saya juga akan menyetujui nya” ucap harun tiba tiba,
Azam tampak berpikir, ia memikirkan perusahaan yang sedang menjalin beberapa kerja sama dengan perusahaan asing yang akhir akhir ini baru terikat
Ia tampak bingung, namun akhirnya memutuskan
“saya akan menetap Selama 1 minggu disini.” Pasti azam, demi kakek nya
** **
“mar, back up semua masalah yang ada di perusahaan, saya akan kembali setelah 1 minggu berlalu. Jaga kakek, jaga perusahaan dan juga jaga amira” ucap azam terakhir sebelum akhirnya ia akan mendekam selama 1 minggu disana, demi permintaan kakek nya
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖