Pindah YouTube aja ya.. hihihi...
https://youtu.be/8rop2hbSCWA
ustadz sholehku SEASON 2.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah rahma18w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
وأحد و عشرون
Malam pun tiba, saat makan malam bersama keluarga. Perdebatan dimulai lagi, kali ini persoalan makanan yang tidak disukai. " Wah masak apa Ambu.. " Tanya Ghita.
" Masak.. " Aisyah bingung mau menjawab apa.. Soalnya, yang satu suka dengan sayur ini, dan yang satunya tidak suka sama sekali.
" Masak sayur asam kesukaan aku dong... Iya, kan Ambu? "
" Benar Ambu? Terus, Ghita makan apa? Ghita nggak mau ya... Kalau harus makan sayur asam.. Bisa-bisa mood Ghita jadi rusak malam ini. "
" Lha.. Kak Ghita, emangnya nggak suka sayur asam Ambu? " Tanya Adelia.
" Sebenarnya sih dulu sempat suka. Cuma ada hal yang dulu sempat ia makan yaitu Ambu yang tak sengaja memasak sayur asam dan biji nya ter-ikut masuk kedalam panci. Dan pada saat itu, Ghita tak sengaja memakannya hingga dia muntah muntah karena merasakan hal yang belum pernah ia makan kedalam mulutnya. Tapi, tenang aja.. Ini tadi sayur asamnya pakai tomat aja kok.. "
" Nggak mau Bu.. Aish.. Selera makan Ghita jadi hilang. "
" Ghita! Abah bilang duduk. Setidaknya di coba dulu. Jangan langsung menolak, ingat nak.. Rezeki yang ada diatas meja ini dengan susah payah Abah cari, setidaknya kalau kamu nggak mau memakannya. Nggak apa! Tapi, apa kamu tidak ada rasa menghargai hasil kerja nya Abah? "
" Baiklah. Ini karena Abah yang meminta. Ambu, berikan sedikit saja. Sama ikan gorengnya dan sambal. "
Aisyah pun tersenyum. Setidaknya Ghita mau melawan rasa takut nya dan ingin memakan masakannya. " Dicoba pelan-pelan. Oke.. Gilang mau pakai ayam atau ikan lauknya... " Ujar Aisyah.
" Gilang mau pakai ayam Bu. 2 paha sama satu sayap. "
" Setdah.. Kamu makan segitu lauk nya segunung.. " Protes Faishal.
" Sudahlah mas. Biarin aja, toh anak kita Gilang pasti akan menghabiskannya. Sekarang, masnya mau di ambilkan apa? Ayam atau ikan? " Ujar Khumaira.
" Dua duanya bunda. Seperti adek Adel. "
" Mana ada! Adelia makan pakai daging ayah.. Daging ayam bagian dada sangat sedap. Banyak dagingnya dan juga kulitnya.. Kriuk kriuk.. "
" Eh eh... Iya.. Putri ayah yang satu ini kan.. Love love banget sama ayam. "
" Btw, dek.. Kemarin ada lho, bapak-bapak yang jual ayam seperti pelangi didepan sekolah kakak. Kamu mau nggak? " Goda Rossi.
" Apa ayamnya sudah matang? "
" Jangan kak.. Ayam yang disekolah nya kak Rossi itu adalah ayam yang belum dimasak. Udah jangan diladeni kakak kamu itu. " Menghentikan supaya Adel tidak banyak berharap.
" Benar kak? Tapi, ayamnya bagus banget kan? "
" Ayamnya itu sama saja kaya ayam yang di kandangnya pak Karjo. Kamu dulu pernah kesana kan? " Tanya Gilang.
" Oalah.. Ayam yang kecil-kecil yang dikasih cat sama penjualnya itu ya.. Huh! Kasian ya,, yang jadi ayam mah hanya bisa pasrah. Kalau dia bisa ngomong pasti akan marah dan memukul yang mengecat. "
" Sudah sudah.. Kok malah bahas ayam sih.. Gilang, cepat pimpin do'a nya.. " Ujar Faishal.
" Ba-ik, pak de. "
' Dasar si kakak.. Memang, kalau soal makan mah nggak bisa di tahan dulu hihihi.. ' Batin Aisyah.
***
Pembahasan orang tua dan anaknya.
" Abah,.. "
" Sebentar lagi kan.. Ghita dan kak Gilang.. Mau naik kelulusan.. Ghita sih, pengennya belajar sendiri. Tapi, ntah kak Gilang.. Kenapa tiba-tiba pengen les privat kaya orang-orang lainnya itu.. "
" Boleh kan Abah.. Soalnya.. Gilang nggak mau kalau dicap sebagai ketua OSIS pensiunan yang tidak pandai. "
" Anak-anak Abah itu sangat pandai. Kalau kalian nggak pandai, sia-sia dong.. Pelajaran yang Ambu ajarkan selama ini. " Ujar Aisyah datang dengan membawa secangkir kopi.
" Abah, ini kopinya. "
" Terima kasih sayang.. "
" Sama-sama. "
" Bagaimana Abah.. Apakah.. "
" Ambu kalian kan ada. Lagian, Ambu tidak sedang menjadi guru siapapun. Malah. belajar dengan orang tua, terkadang cepat masuknya ketimbang les les nggak jelas. Mana kalau gurunya nggak boleh satu. "
" Baik Abah. "
Dengan lesu, keluar dari kamar.
" Kak, kakak kenapa tiba-tiba ingin punya guru les privat? Nggak biasanya kakak seperti ini. "
" Kakak kan juga pengen kaya orang lain dek. "
" Eh eh eh.. Atau.. Jangan-jangan, kakak pengen ketemu dengan salah satu guru di sekolah kita ya.. Mangkanya kakak kepengen nyoba privat les sama dia. "
Pletak! " Pikiran kamu itu.. Sepertinya minta di cas dulu.. " Berjalan mendahului Ghita.
" Tapi, kak.. Itu benar kan.. " Mengejar sang kakak.
" Iya.. Memang benar.. "
" Apa kak! Jadi, benar.. " Dengan suara cemprengnya.
" Sstttsss! Jangan keras-keras. Nanti Abah dan yang lainnya tahu. "
" Jujur sana Ghita deh kak? Kakak ada jalin pacaran dengan siapa? "
" Kakak nggak pacaran. Cuma kakak ada niatan buat nikahin dia. "
" Wah adek kalah saing dong ya.. "
" Kan kakak yang keluar duluan. Jadi, nggak ada yang namanya ngedahulu.in gitu. "
" Hehehe.. Semoga sukses. Oh iya... Inisialnya apa? Dari A ke Z. "
" Huruf ke tiga dari A. "
" Wah C.. "
***
" Kalian lagi ngerumpi apa? " Ujar Rossi.
" Nggak lagi ngerumpi apa-apa kok. "
" Yang benar? Tapi, aku tadi ada dengar.. Inisal C dan apa lagi ya tadi.. Oh iya, seorang guru.. Eh wah wah tipe Muhammad Gilang Wiratama sangatlah tinggi ya.. Apa dia seorang ibu-ibu beranak satu.. " Godaan yang diberikan Rossi ternyata kali ini sangat berlebih. Sehingga membuat kesabaran Gilang sirna.
" Kamu bilang apa tadi.. " Dengan menunjuk kearah Rossi.
" Ada apa ini! " Ujar Faishal.
" Ini yah.. Kak Gilang, ada main hati dengan seorang wanita. Mana umurnya lebih tua dari usianya. Dan jangan-jangan sudah memiliki anak lagi.. "
" Benar yang dikatakan Rossi? " Tanya Faishal saat ini mampu membuat Gilang tertunduk karena takut
" I-iya. Benar, pakde. "
" Kamu ini, jangan takut gitu. Kalau suka yang lebih tua sih.. Pakde mu ini tidak akan melarang. Karena, setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing. Mau kamu ingin menikah dengan seorang wanita yang seumuran atau bahkan jauh dari umur kamu tidak masalah. Asal! "
" Asal apa pakde? " Tanya Ghita.
" Asal, dia single dan sama sekali belum menikah. Kalau dia seorang janda, bahkan gadis tidak perawan, atau bahkan ngaku single tapi ujung-ujungnya suami. Itu yang patut kamu jauhi. "
" Dia masih single kok, pakde. Orangnya baik, cantik. Insyaallah sholah-ah. Dia hidup bersama neneknya, Gilang tak kuat menahan rasa ini pakde. Seandainya Gilang bisa menikahinya saat ini juga. "
Ceklek
" Apa! Siapa yang mau nikah?? " Ujar Aisyah.
" A-ambu.. " Semua anak-anak yang ada disitu di kaget kan suara Aisyah.
" Ais-aisyah.. " Tak luput Faishal pun juga ikut tercengang.
" Hey! Kenapa kalian pada bingung begitu? Kalian ribut-ribut di depan kamar Ambu, giliran Ambu keluar.. Kalian malah diam aja.. "
sangat ditunggu kelanjutannya 👍