Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuda Agresif
Kerajaan Shāng
Keempat pangeran bersama selir agung sedang menikmati pesta untuk merayakan pengangkatan pangeran pertama sebagai pangeran mahkota, mereka asik berpesta dengan ditemani musik dan juga tarian beberapa penari kerajaan.
"Selamat putraku sayang, kau sungguh hebat akhirnya kau bisa satu langkah lebih depan dari pangeran Zian, akan ibu pastikan raja selanjutnya adalah salah satu dari putra ibu" ucapnya dengan tersenyum jahat
"Tentu saja ibu" ucap pangeran pertama
"Mari bersulang" merekapun akhirnya bersulang meminum arak mereka, sementara pangeran Zhu Qui nampak tak menikmati pestanya, ia begitu tidak berselera dengan pesta perayaan kakaknya itu.
"Zhu'er Kau tampak tidak terlihat baik, apa yang membuatmu terlihat seperti ini?" tanya selir agung padanya, selir agung memberinya secangkir minuman namun ia menepisnya, membuat semua orang terkejut
"Aku sedang tidak berselera" jawab pangeran Zhu Qui
"Ku peringatkan padamu Zhu'er untuk melupakan wanita itu! dia sungguh tidak baik untukmu, bahkan dia tidaklah sebanding dengan pangeran sepertimu" ucap selir agung dengan geram melihat putranya
"Lebih baik ibu tidak mencampuri hidupku lagi, aku lelah menjadi bonekamu!" ucap pangeran Zhu Qui dengan berani, tanpa mendengar jawaban ibunya ia memilih untuk pergi.
"Berani sekali dia!" ucap pangeran Mahkota dengan kesal.
"Biarkan saja dia Ibu, otaknya itu sudah dipenuhi oleh wanita, tidak bisa diandalkan!" sambung pangeran ke-3
Selir agung terlihat kesal melihat kepergian putranya itu, namun beberapa putranya kembali menenangkannya dan akhirnya mereka melanjutkan pesta mereka.
****
"Bersiaplah kita akan kembali ke Istana hari ini" ucap pangeran Zian yang sudah duduk di sudut lain tempat tidur sementara Xiao Tan baru mengerjapkan kedua matanya.
"Hmm? kau mau membawaku kemana?" tanya nya dengan beranjak bangun, ia belum begitu mendengar apa yang diucapkan suaminya itu.
"Kita akan kembali ke istana" jawab pangeran Zian masih dengan membaca buku, Xiao Tan berjalan ke arahnya dengan melipat tangannya.
"Aku bilang aku tidak mau kembali kesana!!" tolak Xiao Tan tegas, sesaat pangeran Zian melirik tajam ke arahnya
"Terserah saja, jika kaisar tau kau melarikan diri dari istana, aku tidak bisa menolongmu dari hukuman mati" ucapnya dengan menarik salah satu sudut bibirnya, matanya masih terfokus pada buku bacaannya, sementara Xiao Tan melebarkan matanya terkejut.
"Dasar!! bisanya hanya mengancam saja!" gerutu Xiao Tan kemudian ia memilih pergi untuk membersihkan dirinya.
setelah dirasa cukup, Xiao Tan dan pangeran Zian pun akhirnya berpamitan pada gubernur Xiu.
"Jaga dirimu Tan'er" ucap gubernur Xiu kemudian ia mendekatkan wajahnya ke telinga Xiao Tan
"Ayah tidak mau kau melarikan diri lagi!" ancamnya, Xiao Tan hanya mendengus kesal mendengarnya.
"Kami pamit undur diri gubernur" pamit pangeran Zian memberi salam, begitupun dengan gubernur luxei memberi hormat
"Hati-hati yang mulia"
Xiao Tan dan pangeran Zian berjalan ke arah kuda pangeran Zian, Xiao Tan menoleh ke kanan dan kirinya mencari kereta kuda yang biasa dibawa kerajaan namun ia tak menemukannya.
"Hei kenapa hanya satu kuda?" tanya Xiao Tan bingung, pangeran Zian tetap berjalan mendahuluinya
"yang mulia!" ucapnya kembali.
"Aku hanya membawa satu kuda, tidak mungkin aku menunggangi dua kuda sekaligus" jawab pangeran Zian datar.
"Ya aku tau kau tidak mungkin menunggangi dua kuda sekaligus, tapi maksudku dimana kereta kuda yang biasa membawa orang kerajaan?"
"Tidak ada" jawab pangeran Zian
"Tidak ada bagaimana lalu aku bagaimana?" tanya Xiao Tan dengan tidak sabar, mereka pun sampai di kuda milik pangeran Zian, pangeran Zian langsung menaiki kudanya, sementara Xiao Tan hanya melihatnya dengan tak percaya.
"Yang benar saja, aku harus berjalan sementara kau naik begitu?" komplen Xiao Tan dengan berkacak pinggang menatap kesal pangeran Zian.
"Aku tidak bilang kau akan berjalan, naiklah" ucapnya kembali, Xiao Tan kembali mengernyit tidak percaya
"Aishh kau benar-benar yang mulia! bagaimana aku bisa menaiki kuda setinggi ini!!" ucapnya dengan kesal, pangeran Zian berdecak kesal, ia pun mengalah dan turun membantu Xiao Tan untuk menaiki kudanya.
"Ayo cepat naik!" perintahnya dengan mengulurkan tangan, Xiao Tan pun menurutinya dan berusaha menaiki kudanya namun tiba-tiba kudanya malah mengangkat kedua kaki depannya seakan terkejut.
Hikhikhikhi.....
"Aaaahhkk.... "
Bruk!
Xiao Tan terjatuh tepat menindih pangeran Zian "Auuhhh" Xiao Tan mengaduh sakit ketika keningnya terbentur kening pangeran Zian,
"Kepalaku sakit" ucapnya mengelus keningnya.
"Seharusnya aku yang mengeluh, sudah terbentur keningmu dan sekarang tertindih badanmu!" ucap pangeran Zian terlihat sedikit menahan sakit, dengan cepat Xiao Tan pun bangun
"Ma-maaf"
"Salahkan kudamu yang agresif ini!!" ucap Xiao Tan kesal, sementara pangeran Zian membersihkan bajunya yang kotor, tanpa banyak bicara ia mengangkat tubuh Xiao Tan untuk menaiki kudanya
"Hei!!!" teriak Xiao Tan
Grebb
namun akhirnya mereka bisa menaiki kudanya dan pangeran Zian menungganginya dengan kecepatan sedang, sesekali Xiao Tan memegang dadanya yang berdegub.
Ya Tuhan kenapa aku merasa gugup begini menunggangi kuda berdua dengannya, seperti adegan film saja haha, tidak tidak!!! berfikir apa aku ini!! batin Xiao Tan, ia berusaha mengusir semua pikiran-pikiran anehnya.
.
.
.
.