SYNOPSIS:
HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.
Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.
Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANNA-21
...🍁🍁🍁...
"Tolong sampaikan kepada wakil presdir untuk datang keruangan ku." perintah Fred melalui telpon pada sekertaris nya.
"Baik tuan." sahut Diana, lalu mengerjakan apa yang di perintahkan pada nya. Ia pun menyambungkan panggilan nya langsung kepada sekertaris pribadi Sam dan menyampaikan pesan dari atasan nya.
Selaku presdir utama di OCDC, sejak awal Samuel masuk ke dalam perusahaannya, Fred sudah memperhatikan Sam dengan seksama.
Fred juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana hasil dari kinerja yang di pimpin langsung oleh Sam saat menyelesaikan projects yang baru luncurkan OCDC berdasarkan ide kreatifnya, dan hasil yang di dapat sungguhlah di luar perkiraan.
Selama Fred memimpin OCDC, ini adalah kali kedua bagi perusahaan nya menaikan harga saham hanya dalam waktu yang singkat.
Namun seorang Sam benar-benar melebihi perkiraan Fred, karena mampu meningkatkan harga saham hanya dengan meluncurkan satu project saja.
Kemampuan yang di miliki Samuel dalam memimpin serta membaca situasi pasar saham sangatlah luar biasa, keberhasilan project kali ini benar-benar membuat Fred kagum.
Di usianya yang masih terbilang muda, Samuel sudah mampu membangkitkan OCDC dari keterpurukan, dan datangnya Sam sebagai wakil presdir dari Sky Land memanglah suatu keberuntungan bagi OCDC.
...🍁🍁🍁...
Fred yang masih memantau pergerakan harga saham melalui komputernya, kini beralih mengambil ponsel dari saku jas dan menekan layar untuk mencari nama putrinya.
Selagi menunggu, Fred menggunakan waktu luangnya untuk bicara dengan Anna.
Tak membutuhkan waktu lama, panggilan lnya pun langsung tersambung, "Halo sayang," ujar Fred saat Anna langsung menjawab ponselnya, "Hai Dad, ada apa? tumben sekali Dad menghubungi ku di jam seperti ini." balas Anna.
Saat ini, Anna sedang berada di cafe bersama dengan Antonio dan juga Lisa untuk makan siang.
"Hanya sedang merindukan putri Daddy. Bagaimana dengan ujian mu hari ini, apa semuanya berjalan dengan baik?" Tanya Fred, menunggu; "Bagaimana Dad tau, apa mom yang mengatakan nya?"
Fred tersenyum seraya mengubah posisi nya, "Menurut mu siapa lagi. Maafkan Dad yang jarang bertemu dengan mu, kau tau bukan karena Dad,- belum lagi Fred menyelesaikan ucapan nya, Anna sudah lebih dulu menyela,
"Aku tau Dad, mom sudah mengatakan nya pada ku. Seandainya aku bisa, dan juga sudah menyelesaikan studi ku, aku pasti akan membantu Dad secepat nya, setidaknya aku bisa memastikan Dad makan dengan baik."
"Aku harap Dad tidak terlalu lelah. Dan pastikan Dad menjaga kesehatan. Apa Dad sudah makan siang? atau mungkin aku bisa mampir untuk membawakan sesuatu untuk Dad?" ujar Anna penuh perhatian.
"Tidak usah sayang," sahut Fred sambil tersenyum, "Dad akan meminta seseorang untuk menemani Dad makan siang. Sebaiknya kau juga menjaga kesehatan mu dengan baik,-
Disela-sela perbincangannya, terdengar suara ketukan di pintunya, "Masuklah." Seru Fred, "Dad ada tamu?" dan Sam pun muncul di balik pintu. Fred memberi isyarat agar Sam mendekat selagi ia masih bicara dengan putrinya,
"Aku tau Dad, aku akan menjaga kesehatan ku." sahut Anna, "Bagus kalau begitu. Nah sayang, kita akan bicara lagi nanti. Sampai bertemu dirumah, Dad mencintai mu." ujar Fred mengakhiri panggilannya, sementara Sam hanya diam seraya memperhatikan bagaimana Fred Stompson berbincang dengan putrinya.
"Baiklah Dad, sampai bertemu dirumah, aku juga mencintai mu."
Setelah mengakhiri panggilan nya, Fred tersenyum lembut kepada Sam. "Duduklah Nak," ujar nya mempersilahkan.
"Terima kasih tuan,- balas Sam bersikap formal, namun Fred tidak mempermasalahkan bagaimana cara Sam merespon dirinya.
Tanpa berbasa-basi, Fred langsung mengatakan alasan mengapa ia memanggil Sam,
"Aku sudah melihat hasil dari project yang kau luncurkan," katanya, memulai; "Ku ucapkan selamat untuk kesuksesan project mu nak, kinerja yang kau tunjukan sungguh luar biasa. Sebagai seorang pebisnis, ku akui kemampuan yang kau miliki sangat membantu OCDC.-
"Dan karena itu jugalah OCDC masih mampu bertahan." puji Fred sebagai ungkapan terima kasihnya, sementara bagi Sam, ini bukanlah hal besar jika di bandingkan dengan apa yang di lakukannya bagi Sky Land.
"Anda terlalu berlebihan tuan," balas Sam merendah, "Sebagai seorang wakil presdir dan juga pemegang saham terbesar di perusahaan ini, aku rasa anda sangat tau bahwa orang-orang seperti kita tidak akan membiarkan investasi yang sudah pertaruhkan hilang atau tenggelam begitu saja." tambahnya,
"Kita selalu menginginkan keuntungan. Dan sebagai seorang pemilik, aku akan melindungi apa yang sudah seharusnya aku lindungi, bukankah begitu?"
Meskipun perkataan Sam terdengar sangat arogan, sebagai seorang pemimpin, Fred dapat mengerti maksud dari perkataan Sam yang sebenarnya, dan ia juga sangat menghormati sikap professional yang di tunjukan oleh pemuda itu.
Saat ia masih seusia Sam, Fred juga menunjukan sikap ambisius yang sama besarnya, dan semua itu tidak lain untuk membuktikan kemampuan diri di mata orang lain.
Mengingat hal itu, Fred menyunggingkan senyum puas, "Kau benar nak, karena itulah aku sangat bangga pada mu. Dan Ayah mu pastilah juga sangat bangga memiliki putra sehebat ini." balas Fred, tanpa ia sadari hal itu justru membuat Sam merasa tidak senang.
"Aku harap begitu." katanya dengan kedua rahang yang mengeras.
"Kau sudah makan siang? jika belum, apa kau tidak keberatan memberikan waktu luang mu untuk menemani orang tua ini?" ajak Fred, mengubah topik, karena memang inilah tujuan utama memanggil Sam.
Dan Sam merasa lega karena tak harus melanjutkan pembicaraan yang enggan untuk dibicarakannya.
"Baik tuan, mari." katanya, mempersilahkan Fred Simpson untuk berjalan lebih dulu.
"Seharusnya aku mengajak putri ku tadi," katanya sambil tertawa, "Ku harap putri kecil ku dapat belajar banyak dari mu saat ia bergabung dengan perusahaan nanti." tambah Fred, merasa senang.
Namun Sam tak bergeming. Menurutnya, sangatlah wajar jika tuan Stompson nantinya akan mewariskan posisi serta semua yang di milikinya kepada putrinya. Lagi pula sudah seharusnyalah hak itu diberikan kepada orang yang tepat.
Bagi Sam, keberadaannya di OCDC hanya Demi menepati janji nya kepada Mella. Bukan untuk ikut campur tentang keputusan pribadi seorang Fred Simpson. Sam hanya akan memastikan jika Sky Land tidak akan bisa mengambil alih OCDC seperti yang di rencanakan oleh ayahnya.
...🍁🍁🍁...
...Sementara itu.......
Karena tak memiliki kelas lanjutan, setelah selesai makan siang Anna memilih untuk langsung kembali kerumah. Sementara Lisa dan Antonio masing-masing kembali ketempat mereka bekerja.
Saat Anna tiba dirumahnya, bertepatan juga dengan datang nya Maria bersama dengan seorang wanita paruh baya yang memiliki kemiripan dengan sang ibu.
Ini adalah kali pertama ada tamu yang berkunjung ke kediaman itu semenjak Fred dan Maria merawat Anna.
"Hai mom," sapa Anna, bersikap sopan. "Hai sayang, kau baru kembali?" balas Maria, ldan Anna pun mengangguk seraya tersenyum, "Kenalkan, ini Aunty Mera. Aunty Mera adalah saudari mom." ujar Maria memperkenalkan keduanya.
Mera tersenyum hangat seraya menjabat kedua tangan Anna dengan begitu lembut, "Maria sudah banyak menceritakan tentang dirimu. Aku sangat senang melihat mu sudah pulih." katanya, dengan wajah berbinar.
"Terima kasih Aunty, senang bertemu dengan mu juga." balas Anna, dan mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Mom, Aunty, aku akan masuk ke kamar ku, aku permisi." pamit Anna pada keduanya, "Baiklah sayang, istirahatlah, kau pasti lelah." ujar Maria dengan sayang.
"Anak itu terlihat sangat manis. Sama manisnya dengan Mella." gumam Maria yang memperhatikan kepergian Anna.
"Hanna anak yang sangat baik. Aku merasa lega karena akhirnya ia bisa membuka diri dan menerima kami sebagai orang tuanya." timpal Maria.
Di dalam kamarnya, ia meletakkan barang-barang nya dan langsung mengambil ponsel dari saku nya. Anna ingin menghubungi Sam namun ia ragu.
Jika kali ini Sam masih juga menolak untuk bicara dengan nya, maka itu akan benar-benar membuat Anna merasa malu dan juga kecewa. Alhasil ia mengurungkan niat tersebut dan hanya menatap layar ponselnya, -Sam-
"Apa kita benar-benar harus seperti ini? Apa aku juga benar-benar harus melupakan mu?." gumam Anna, lalu meletakan ponselnya.
"Kau benar-benar jahat!" gumam Anna, sekali lagi mengambil ponsel yang tadi di letakannya, dengan berat hati ia pun menghapus nomor ponsel serta semua pesan yang Sam kirimkan sebelumnya.
"Aku harap, kita benar-benar tidak perlu bertemu lagi. Dengan begitu, aku tidak akan memukul mu!"
.......
.......
.......
Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.
Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.
Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.
Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.
Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.
Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.
Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
sehat selalu baby twins .