NovelToon NovelToon
My Fake Husband

My Fake Husband

Status: tamat
Genre:Action / Duniahiburan / Trauma masa lalu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni Juli

Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.

Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.

Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.

Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.

Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21. MFH: Hubungan yang dipaksakan

Disebuah apartemen, tampak seorang pria sedang bertelanjang dada sambil menghisap rokoknya.

Pria itu membiarkan angin malam yang dingin menusuk kulitnya dan matanya yang tajam memandang pemandangan dibawah sana.

Pria itu adalah George dan dia diam saja disana menikmati rokok dan pemandangan kota. Satu tahun lebih telah berlalu semenjak kematian Ivy tersebar, George begitu terpukul tapi dia tidak percaya sama sekali karena berita kematian Ivy begitu mendadak.

Tidak ada yang melihat jenazah Ivy dibawa dari rumah sakit dan tidak ada yang melihat jenazah Ivy dimakamkan, yang lebih membuat berita kematian Ivy lebih menjanggal, Agensi tidak tahu sama sekali bahkan Chloe sebagai manager Ivy juga tidak tahu apa-apa akan hal ini.

Berita kematian Ivy seperti sengaja dibuat untuk menghindari sesuatu dan sepertinya Ivy sedang disembunyikan oleh seseorang.

George tidak percaya begitu saja dan pergi kerumah sakit untuk menanyakan keberadaan Ivy tapi pihak rumah sakit tidak mau bicara sama sekali.

Mereka seperti menyembunyikan sesuatu dan hal itu benar-benar membuat George tidak percaya jika Ivy sudah meninggal.

Tapi jika memang Ivy belum meninggal, dimana dia saat ini? Sudah satu tahun lebih Ivy hilang begitu saja bagai ditelan bumi, dia sungguh ingin tahu keberadaan Ivy dan jika memang Ivy telah meninggal, dia ingin melihat makamnya agar dia percaya.

Saat itu, seorang wanita tanpa busana bangun dari atas ranjang, wanita itu merapikan rambut panjangnya dan mencari George.

Wanita itu mengambil pakaian George dan memakainya dan setelah itu, dia turun dari atas ranjang dan berjalan keluar balkon.

Dia tahu George ada disana dan pada saat melihatnya, wanita itu memeluk George dari belakang.

"Apa yang kau lakukan disini, George?"

George diam sana saja dan menghisap rokoknya sedangkan matanya menatap langit yang tampak gelap.

"George kenapa kau tidak menjawabku?" wanita itu semakin mengencangkan pelukannya dan tangannya mulai meraba otot dada George yang terbuka.

"Jangan terlalu dekat denganku, pergi kau!" usir George dengan dingin.

"George ada apa denganmu? Apa aku telah berbuat salah?!" wanita itu tampak tidak terima.

"Apa kau tidak tahu kesalahan apa yang kau perbuat?!" George memutar tubuhnya dan memegangi bahu wanita itu dengan erat.

"George, sakit!" keluh wanita itu sambil meringis.

"Kau tanya kesalahan apa yang kau perbuat?" George menatap wanita itu dengan tajam sedangkan Wanita itu menelan salivanya dengan kasar.

"Jika saja kau tidak mengancamku dengan berniat bunuh diri aku juga tidak mau berhubungan denganmu!" bisik George ditelinga wanita itu.

"George, mengertilah! Aku melakukan hal itu karena aku mencintaimu!" ucap Wanita itu.

"Cinta?" George menyunggingkan bibirnya.

Sejak berita kematian Ivy tersebar, dia sangat terpukul dan putus asa. Hal itu membuatnya tidak bersemangat bahkan dia tidak mau pergi syuting lagi.

Wanita itu mengambil kesempatan dan mendekati George, disaat George sedang mabuk, wanita itu naik keatas ranjangnya dan kerena George mengira Wanita itu adalah Ivy, mereka melakukan hubungan itu.

Saat terbangun, George sangat kaget mendapati dirinya tidur dengan wanita itu dan yang lebih membuatnya kaget lagi mereka berdua tanpa busana.

Wanita itu pura-pura menangis dan berkata jika George memperkosanya, tentu dia melakukan hal itu agar George mau bertanggung jawab dan menjadi pacarnya.

Semula George menolak tapi wanita itu tidak terima, dia berpura-pura putus asa dan hancur bahkan dia berpura-pura hendak bunuh diri dengan cara melompat dari atas balkon yang ada dikamar George, tidak hanya itu saja, wanita itu juga mengancam akan menyebarkan video vulgar mereka jika George tidak mau menjadi pacarnya.

Karena tidak mau ada yang mati dan tidak mau ada masalah, dengan terpaksa George menyeyujui permintaan wanita itu untuk menjadi pacarnya. Walaupun dia melakukan hal itu tapi hatinya hanya untuk Ivy sampai sekarang akan tetap sama.

George mengusap wajahnya dengan kasar dan mendorong tubuh wanita itu dengan kasar pula, baginya wanita itu hanya sebagai penghangat ranjangnya saja.

"Jangan mengucapkan lelucon yang menjijikkan seperti itu!" George berjalan melewati Wanita itu tapi wanita itu kembali memeluknya dari belakang.

"George, kenapa kau masih belum bisa menerima cintaku? Satu tahun telah berlalu kenapa kau masih belum juga melupakan Ivy? Kau tahu bukan dia sudah mati dan percuma kau memendam cintamu untuknya!"

George Kembali menyunggingkan bibirnya, sampai kapanpun dia tidak percaya jika Ivy sudah mati.

"Seharusnya kau tahu kenapa aku seperti ini dan seharusnya kau tahu, kenapa aku tidak pernah menerima cintamu karena?"

George memutar tubuhnya dan memegangi dagu wanita itu sedangkan matanya yang tajam memandangi wanita itu.

"Karena aku benci denganmu dan bagiku kau hanya penghangat ranjangku saja! Aku hanya bermain denganmu untuk memuaskan nafsuku dan sebaiknya mainkan peranmu dengan baik jika kau masih ingin selalu berada didekatku! Kau juga harus ingat, hatiku hanya untuk Ivy dan aku percaya jika Ivy masih hidup!" ucapnya dan dia mendorong tubuh Wanita itu kembali.

Wanita itu terbelalak kaget, jadi George hanya menganggap dirinya pemuas nafsunya saja? Jadi selama ini George benar-benar tidak punya perasaan padanya?

"George kau keterlaluan! Ivy sudah mati dan semua orang tahu itu!" teriak wanita itu tidak terima.

"Biarpun semua orang menganggap dia sudah mati tapi bagiku tidak! Sebelum aku melihat makam Ivy maka aku tidak akan percaya! Aku yakin Ivy sedang disembunyikan oleh seseorang dan aku akan berusaha mencarinya jadi jangan pernah berharap aku akan menyukaimu!"

"George, aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa kau begitu tega padaku?!" wanita itu mulai menangis.

"Berkorban!" George mendekati wanita itu dan menjambak rambutnya.

"Apa yang kau korbankan?! Kau yang menginginkan hubungan seperti ini bukan?! Kau tahu aku tidak pernah menyukaimu tapi kau berani mengancamku jadi aku hanya mengabulkan keinginanmu dan menjadikanmu pemuas nafsuku!"

"Kau...kau benar-benar keterlaluan!" wanita itu sungguh tidak terima.

"Terserah, pergi dari sini karena aku sudah tidak membutuhkanmu! Saat Ivy kembali sebaiknya jangan muncul didepan kami dan jika kau ingin bunuh diri sebaiknya kau jangan merepotkan aku dan berdiri ditengah jalan saja!" ucap George dengan sinis.

"George, kau benar-benar jahat!" teriak wanita itu lagi sambil berderai air mata.

George tidak perduli dan segera masuk kedalam kamarnya sedangkan wanita itu menghapus air matanya dengan kasar.

Bahkan setelah Ivy matipun, George masih tidak mau berpaling padanya. Dia tahu George tidak menyukainya dan berhubungan dengannya karena terpaksa tapi ucapan George benar-benar melukai perasaanya.

Apa jangan-jangan yang di ucapkan oleh George adalah benar? Apa jangan-jangan Ivy benar-benar belum mati?!

Tapi jika memang Ivy belum mati, dimana dia sekarang? Sepertinya dia tidak boleh tinggal diam dan harus mulai mencari Ivy. Jika memang Ivy masih hidup ini sangat mengancam dirinya dan sebaiknya dia meminta seseorang untuk mencari keberadaan Ivy.

Jika dia sudah tahu dimana Ivy berada maka kali ini dia akan membunuh Ivy menggunakan tangannya sendiri.

1
Rita Wati
Nah.... kl Ivy dikenakan dgn semua keluarga.
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄
Sylvia Violetta
jadi ikan asiinn dong 🤣🤣
Sylvia Violetta
hahahaa .. jadi ikan deh 😄😄😄
Sylvia Violetta
bebaaalll si bela 👊👊👊
Naraa 🌻
lelet bgt njiir ivy sama Hendri. bapaknya ivy kaya tapi kemana2 ga ada bodyguard 👻🤬
Bungkusdong Dotcom
gimana itu duo M mimpin doa
Bungkusdong Dotcom
gpp lah... franks kan pasti belum sunat 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
kembar duo M memang paling top. dari kecil jiwa mafianya sdh membara....
Bungkusdong Dotcom
kan udah tradiai thor.... nanti lanjut sampe asisten si kembar
Bungkusdong Dotcom
michael sama xiaoyu udah gak ada ya?
Bungkusdong Dotcom
bisa2nya lupa
Bungkusdong Dotcom
untung masih ada buat para buaya
Bungkusdong Dotcom
eh ternyata clarina emang udh deket sama matt dr kecil
Bungkusdong Dotcom
kuncimya adalah KALAU.BISA BEBAS 🤣🤣🤣
Bungkusdong Dotcom
bukannya udh jadi istrinya. cuma blm ada surat aja
Bungkusdong Dotcom
dgn semua peliharaan keluarga 🤣
Bungkusdong Dotcom
forgive but not forget
Bungkusdong Dotcom
apakah nanti ada percakapan.para buaya tua /Grin/
Bungkusdong Dotcom
padahal si george sempat kerjasama mau jahatin ivy
Bungkusdong Dotcom
hayooo clara atau megan yg jahat?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!