Novel ini aku tulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang, tapi disini aku menambahkan sedikit ceritanya..
Namaku Melati, aku memiliki seorang sahabat , Lani namanya, yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
Tapi Lani dengan teganya mengkhianati aku. Ia menikah dengan suamiku secara diam diam.
Marah... benci dan kecewa... itu yang aku rasakan ketika aku mengetahui pengkhianatan suami dan sahabatku.
Aku mencoba bertahan dengan menerima Lani sebagai maduku karena ia lagi mengandung anak dari suamiku.
Akankah aku sanggup bertahan selamanya atau aku pergi meninggalkan suami dan sahabatku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Satu
Shinta kembali ke rumah setelah mengantar mamanya. Ia mondar mandir di dalam kamar.
"Apa aku beri tahu Willy saja jika mama sudah mengatakan pada Melati tentang pernikahannya. Mungkin Willy bisa mengatasi semua secepatnya... "
Shinta lalu menghubungi Willy dan mengatakan jika mama nya sudah mengatakan pada Melati tentang pernikahannya.
"Aku harus pulang.. aku tak mau sesuatu terjadi dengan Melati dan Nabila.. aku menyayangi mereka. "
Willy menemui Lani yang sedang memasak bersama mamanya. Lani memang masih serumah dengan mamanya menjelang melahirkan nanti.
"Lani ...maaf aku harus pergi. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Ma.. aku mau berangkat "
"Mengapa secepat ini.. biasanya kamu menginap sampai tiga hari.. "bisik Lani
"Ada masalah apa... kamu baru saja pulang, sudah mau pergi lagi. Atau bagaimana jika Lani mengikuti kamu saja.. kasihan kamu harus sendiri.. "
"Tapi Lani harus kuliah kan ma.. "
"Sebaiknya Lani ambil cuti saja.. tak baik jika sudah berumah tangga selalu tinggal terpisah.. mama takut nanti ada orang ketiga jika kalian jarang bertemu"
"Ma.. aku takut nanti Lani bosan sendiri di rumah, mama kan tahu aku bolak balik ke luar kota. Aku tak menetap di satu kota saja. Jika tinggal di sini mama bisa menemani Lani,apa lagi Lani sedang hamil. Seperti saat ini aku mendadak harus kembali.. "
"Kamu benar juga Wil.. kalau begitu hati hati jaga dirimu, ingat kamu sudah memiliki istri jangan membuka hati buat orang ke tiga"
"Baik ma.. Lan aku berangkat ya.. taksi yang aku pesan sudah datang"
Lani mengantar Willy sampai ke halaman rumahnya.
"Aku tahu masalah kamu pastilah Melati.. kamu ditelepon Melati kan.. ia meminta kamu kembali. Jika kamu terus seperti ini.. aku pastikan Melati tahu hubungan kita secepatnya"
"Melati sudah tahu.. makanya aku harus kembali. Aku tak mau hal buruk terjadi dengan Melati.. kamu tahukan aku sangat mencintai Melati.. aku bisa saja melepaskan semuanya demi Melati tetap berada disampingku"
"Jadi kamu ingin mengatakan.. jika Melati meminta kamu pisah denganku kamu akan lakukan itu.. begitu"
"Jika memang itu yang Melati inginkan... "
"Jika kamu pisah denganku.. aku pastikan Melati tak akan pernah hidup aman dan bahagia.. aku akan katakan pada mama kamu"
"Sudahlah Lan... hubungan kita diawali dengan kesalahan .... dan akan banyak lagi kesalahan kesalahan lainnya akan terjadi.. Aku pamit"ucap willy dan masuk kedalam taksi.
Melati menyusun pakaiannya dan Nabila. Ia pergi ke rumah orang tuanya. Ia ingin menyendiri.
"Bunda... apa salah Melati.. mengapa mas Willy dan Lani tega mengkhianati aku. Apa aku telah melakukan kesalahan dan dosa yang sangat besar.. . mengapa aku harus mengalami semua ini. Walau aku sudah curiga hubungan mereka, tapi mendengar kenyataan yang terjadi hatiku tetap hancur dan belum siap menerimanya.. . aku sudah percaya sepenuhnya pada mas Willy.. tapi ia melanggar kepercayaan aku. Lani.. mengapa kamu tega melakukan ini padaku.. apa salah aku padamu.... "
Melati menangis sepanjang perjalanan menuju rumahnya.
Lani yang takut Melati meminta Willy menceraikannya langsung mencoba menghubungi Melati.
Melati melihat nama Lani tak mau mengangkatnya.. Lani lalu mengirim pesan buat Melati
"Melati aku tahu saat ini kamu pasti lagi marah dan mencaci maki aku.. tapi aku tak bisa berbuat apa apa. Aku akui aku salah karena tergoda dengan suamimu. Aku khilaf ketika Willy merayuku dengan mengatakan jika kamu tak bisa memuaskannya...aku khilaf karena terus terusan Willy membujukku.. aku tak tahu mengapa aku langsung percaya dengan Willy dan memberikan tubuh dan diriku sentuhnya. Aku tahu aku salah.. tapi mungkin semua sudah takdir aku menjadi istri kedua Willy... bukan kah jodoh rahasia Tuhan.. aku hanya menjalaninya. Aku harap kamu bisa menerima takdirku dan takdirmu yang mencintai lelaki yang sama. Aku sedang hamil tiga bulan.. kamu sendiri tahukan ini saat saat aku ngidam...aku ingin selalu dalam dekapan suamiku.. tapi aku tahu itu tak mungkin.. jadi aku merelakan Willy lebih lama bersamamu.. tapi aku minta juga pengertian darimu... biarkan Willy tenang jika bersamaku. Jangan pernah meminta Willy pisah dariku.. jika itu kamu lakukan... aku pastikan aku akan pergi selamanya... "
Melati membaca pesan dari Lani dan membalasnya.
"Lani... kamu meminta pengertianku.. apakah kamu tidak tahu bagaimana perasaan aku saat ini. Hatiku hancur berkeping keping mendengar pengkhianatan suami ku dan yang lebih membuat hatiku hancur, suamiku berselingkuh dengan sahabat yang selama ini telah aku anggap saudara. Apakah persahabatan kita selama ini tak ada artinya bagimu.. jika memang mas Willy yang menggodamu, seharusnya kamu bisa bertahan jangan sampai tergoda jika kamu memang menganggap aku juga sahabatmu. Aku saja tak mau menerima cinta Bagas padahal ia bukan siapa siapa kamu karena aku tahu kamu sangat mencintainya.. aku menghargai persahabatan kita. Tapi kamu... sudah tahu Willy suamiku.. masih saja tergoda. Apakah kamu tidak bisa mencari lelaki lain.. tamu tak akan masuk jika tuan rumah tidak membuka pintu. Lelaki tidak akan tergoda jika wanita bisa menjaga harga dirinya. Kamu dan mas Willy memang sama... sama sama pengkhianat"
Setelah membalas pesan dari Lani ia segera memblokir nomor Lani. Lani membaca balasan dari Melati.. ia menjadi marah dan emosi.
"Memang aku tak bisa mencari lelaki lain.. aku memang menggoda suamimu.. karena aku ingin tahu apa kelebihan kamu dariku sehingga kamu selalu dicintai lelaki..aku ingin menguji sebesar apa cinta suami kamu.. ternyata tidak sebesar yang aku bayangakan, ia juga tergoda untuk selingkuh.. aku iri denganmu.. mengapa kamu bisa mendapatkan cinta yang besar dari lelaki sedangkan aku tidak.. "
Lani membanting ponselnya setelah tahu ia diblokir Melati. Ia tak bisa mengirim pesan balasan lagi. Ia mencoba menghubungi Willy tapi tak diangkat, Lani lalu menghubungi mama mertuanya.
"Halo ma apakabar.. "
"Baik sayang.. kamu apakabar.. bagaimana calon cucu mama sehatkan...Willy mana"
"Ma... Willy kembali setelah mendengar Melati telah mengetahui hubungan aku dan Willy.. Ma.. aku takut Willy akan menceraikan aku.. mama tahukan aku lagi hamil tapi Willy tak ada perhatiannya.. ia malah memikirkan Melati. Willy bilang ia akan menceraikan aku jika Melati memintanya... "
"Apa apa an Willy... jadi ia pergi setelah mendengar Melati tahu semuanya.. kamu jangan takut.. Willy tak akan pernah menceraikan kamu.. mama pastikan itu. Jika memang ia harus cerai itu dengan Melati bukan kamu*"
"*Ma... tolong bilang sama mas Willy.. jangan pernah tinggalkan aku.. aku tak mau anakku lahir tanpa seorang ayah... "
"Baiklah.. mama akan segera menunggu Willy dirumahnya.. mama akan mengancam Melati.. jika Willy sampai menceraikan kamu.. mama tak akan pernah memaafkan ia dan Willy.. mama tak akan mengganggap mereka lagi sebagai anak dan menantu"
"Baiklah ma.. janji ya mama akan meminta Willy tetap bersamaku.. terima kasih ma. Aku sayang mama"
"Ya... Lan. Bagi mama kamulah menantu mama bukan Melati. Kamu jangan banyak pikiran... nanti kamu sakit. Mama tak mau sesuatu terjadi dengan calon cucu mama.. "
"Baiklah ma... Lani akan menjaga cucu mama, Lani pastikan ia sehat sampai lahir.... "
Lani memutuskan sambungan ponselnya. Ia baru bisa tersenyum setelah mama mertuanya berjanji tak akan membiarkan Willy menceraikannya.
******************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
ternyata ada ya, kisah nyata yg mirip kisah halu di dunia pernovelan..
ternyata main ku kurang jauh, hehehe..
semua memang telah ditakdirkan dan kita hanya tinggal menjalankan..
tetapi dalam menjalani kehidupan, kita jg diberi kesempatan untuk memilih mana jalan yg akan kita tempuh..
jadi walau semua telah ditakdirkan, tetapi kita jg tetap punya andil dalam memilih jalan yg akan dilalui..
rasanya bener2 gak habis pikir, sekeluarga dipenuhi dg laki2 yg suka mendua bahkan lebih..
semua perbuatan pasti ada balasannya..
dan semua tokoh telah mendapatkan balasannya sesuai dg perbuatan masing2..
semoga kita bisa menjadi pribadi yg selalu bersyukur dg apa yg kita punya dan terhindar dari penyakit hati, salah satunya iri dengki..
manusia memang tempatnya salah dan lupa..
tapi dengan belajar ilmu agama, kita bisa memilih jalan benar untuk ditempuh..
keren banget ceritanya mam..
kadang ikut kesel jg sama mama Elly terutama..
kok ada orang sesombong dan se-egois itu..
maunya menang sendiri dan gak mau disalahkan..
selalu berprasangka buruk dan keinginannya harus selalu dituruti..
oke deh mama, semoga sehat terus yaa..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
cuss lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️