"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.
Varisha Salsabilla Jannah.
Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.
Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21- Kamu brengsek!
Bab 21— Kamu brengsek!
•••
Varisha berjalan dengan perlahan sekali. Ia bahkan berjalan dengan sedikit mengangkang. Organ intimnya begitu sakit sekali akibat ulah dari Zayn tadi.
"Hiks... hiks... kenapa kau bodoh sekali Varisha. Kenapa tidak bisa kau lawan, hah?! Tubuhmu bukan pelampiasan saat dia marah." Varisha menangis segugukan sembari menatap pantulan dirinya di meja rias yang begitu menyedihkan.
Seluruh area tubuhnya penuh dengan bekas gigitan dari Zayn. Saat ia mengikat rambutnya, ia bisa melihat dengan jelas luka itu lagi di area leher.
“Apa yang dia bilang memang benar. Aku memang lemah dan bodoh!” hina Varisha pada dirinya lagi. Matanya masih mengeluarkan airmata tanpa isakan.
Di dalam kamar hotel itu, hanya ada ia seorang saja. Sedangkan, Zayn sudah kembali bertemu dengan Adinda lagi.
"Apa dia juga sering melakukan itu dengan Adinda? Atau hanya denganku saja? Saking cintanya kamu sama perempuan itu, mas Zayn bahkan gak berani menyentuhnya." lirih Varisha pelan dan sedih.
Ia masih teringat dengan Zayn tadi.
Zayn kembali mengenakan pakaiannya, sedangkan Varisha masih berada di atas ranjang tanpa sehelai benang pun. Namun, ia buru-buru menutupi tubuhnya dengan selimut. Bahkan, di atas itu juga ada sedikit bercak darah.
"Turuti keinginan gue atau loa bakal dapatin pelajaran yang lebih fatal daripada ini. Bisa saja kan gue menjajakan loe di pria hidung belang lainnya." ancam Zayn.
"Kamu brengsek mas!" teriak Varisha menggema di dalam kamar hotel tersebut.
"Ya Tuhan kenapa aku harus terjebak di pernikahan seperti ini?" Varisha kembali menangis setelah mengingat kejadian tadi.
"...ini cinta atau bodoh?" lirihnya lagi.
Tok-tok-tok!
"Varisha!" suara dari balik pintu kamar hotel.
Varisha dengan cepat langsung menyeka airmatanya.
"Itu suara ibu!" serunya.
Ia berusaha merapikan dirinya, dan berjalan dengan cepat ke depan pintu.
'Tersenyumlah, Varisha. Jangan sampai membuat ibu dan ayah jadi curiga.' ucapnya dalam hati.
Pintu terbuka lebar, menampilkan sosok nyonya Lestari yang sedang berdiri di ambang pintu.
"Apa kamu sudah siap-siap?" tanya nyonya Lestari.
"Sudah, ibu. Bagaimana penampilanku, ini pakaian baru yang dibelikan oleh Zayn." ujar Varisha sembari berputar pelan.
nyonya Lestari tersenyum tipis melihat Varisha yang sangat cantik sekali di matanya.
"Putriku ini memang cantik. Ayah jadi takut kamu dilirik pria lain.”potong tuan Faruq.
Varisha tersenyum.
Varisha memanglah wanita yang cantik. Matanya coklat terang, kulitnya putih bersih, bulu matanya lentik, hidung mancung. Siapapun yang melihat wajahnya akan merasa tenang dan damai.
Ditambah Varisha yang sering melakukan sholat Sunnah tahajjud disetiap malam.
“Kamu memang cantik, nak. Ibu jadi ngebayangin gimana wajah cucu ibu nantinya.”
Varisha tersenyum samar.
•••
Area sirkuit balapan pada sore ini sangat ramai sekali. Bangku penonton penuh semua. Orang-orang yang menonton disana datang dari berbagai negara lain.
Dengan jalan perlahan Varisha duduk di bangkunya bersama dengan nyonya Lestari dan juga tuan Faruq.
Varisha mengenakan topi miliknya.
Zayn memang melarang dirinya pergi. Namun, Varisha tak bisa menolak permintaan ibu dan ayah mertuanya.
"Semoga Zayn tidak mengenaliku." gumam Varisha sembari membetulkan kembali letak topi miliknya.
Di sisi lain, Zayn bersama dengan beberapa timnya sedang melakukan pengecekan pada mobil yang akan dikendarai oleh Zayn sebentar lagi.
Tampan, tinggi, berkharisma dan berasal dari keluarga kalangan atas. Tentu saja, Zayn langsung mencuri banyak perhatian.
"Zayn sayang~" sapa Adinda yang langsung memeluk tubuh Zayn dari belakang.
Zayn menoleh sembari tersenyum melihat Adinda ada di sana.
"Sudah lama?" tanya Zayn.
"Barusan aja—"
"Hei Zayn mana istri loe, kenapa loe malah bawa selingkuhan loe kesini?" ejek seorang pria yang berasal dari tim lawan.
Adinda menatap Antony dengan tajam.
Zayn langsung murka dan ingin menghampiri pria yang bernama Antony tersebut.
Adinda langsung menahan dada Zayn.
"Tenang, Zayn." gumam Adinda menatap Antony.
Antony tersenyum sinis.
Beberapa teman Antony di satu timnya juga mulai memancing Zayn lagi.
"Padahal dia punya istri yang cantik. Tapi malah mau sama model rendahan kayak ini. Iya sih istrinya itu pincang, tapi cantik kan dia kali. Gue juga gak akan nolak kalau istrinya itu mau tidur sama gue."
Zayn semakin naik pitam saat Varisha mulai dibawa-bawa ke pembicaraan ini.
"Jaga nada bicara loe brengsek!" Zayn langsung menarik kerah Antony dengan mata memerah.
"Tenanglah, bung. Gue cuma bercanda kok~" ejek Antony.
"Tenanglah, Zayn. Kenapa kamu jadi mengkhawatirkan perempuan itu?" Adinda bertanya dengan nada cemberut.
Zayn langsung tersadar.
Kenapa responnya jadi begini?
Peduli apa ia dengan omongan orang mengenai Varisha.
Zayn langsung pergi sembari menarik tangan Adinda menjauh dari sana.
Seseorang datang menepuk pelan pundak Antony. Ia menunjuk sesuatu di layar tablet miliknya.
Sebuah senyuman misterius langsung muncul di sudut bibirnya.
"Ayo kita permalukan dia!" senyum licik Antony.
•••
Area penonton begitu ramai sekali sorak-sorai para penonton.
Termasuk nyonya Lestari dan tuan Faruq yang begitu antusias sekali melihat pertandingan sang putra.
Varisha hanya duduk diam di bangku saja sembari menatap terus ke area balapan.
'Ya Tuhan, jagalah dia. Semoga balapan ini berhasil.' doa Varisha dalam hati.
Pertandingan berlangsung dengan cepat sekali.
Dengan Zayn yang kembali memimpin balapan dan menang sebagai juara pertama.
"ZAYN KAMU HEBAT!!" teriak beberapa penonton.
nyonya Lestari dan tuan Faruq langsung menarik tangan Varisha.
"Kemana?"
"Ayo bertemu Zayn dan merayakannya bersama!" ajak nyonya Lestari.
Varisha nampak bimbang.
Bagaimana ia bertemu dengan Zayn.
Padahal pria itu sendiri menyuruh dirinya untuk tidak hadir sama sekali.
'Cari ide Varisha!' batinnya.
"Aduh!" adu Varisha sambil memegang perut.
"Kamu kenapa?" tanya nyonya Lestari dan tuan Faruq bersamaan.
Maafkan aku yang berbohong.
"Perutku mendadak sakit, ibu."
Wajah pasangan paruh baya tersebut nampak khawatir.
"Ayo kita ke rumah sakit!" ajak tuan Faruq.
"Tidak perlu, ayah. Aku akan kembali saja ke hotel. Aku sepertinya harus istirahat."
"Kami antar."
"Tidak perlu, ayah. Aku bisa sendiri."
Akhirnya dengan paksaan akhirnya Varisha bisa pulang meninggalkan area balapan tersebut.
Ia menarik napas lega.
Setidaknya ia tidak akan membuat Zayn malu akan kehadirannya disini.
Varisha melewati kerumunan orang-orang yang begitu padat sekali.
"Ayo saya bantu nona." ujar seorang pria yang berdiri tepat di samping Varisha.
"Terimakasih sudah menolongku." ujar Varisha.
"Bukannya kamu istri Zayn, ya?" tanya pria asing tersebut.
Varisha mendongak kaget.
Itu Antony.
Salah satu tim lawan Zayn.
"Astaga bagaimana ini? Dia mengenaliku?" batin Varisha.
"Kau pasti sedang tersesat. Ayo aku bantu bertemu dengan Zayn." ajak Antony.
"Ti—ti—dak perlu. Aku bisa sendiri~"
Namun, Antony langsung menarik tangan Varisha.
Zayn yang sedang berada di atas podium, begitu bahagia sekali dengan kemenangan.
Hingga matanya tertuju pada seseorang yang ia kenal.
Antony yang sedang tersenyum sinis sembari menggandeng tangan Varisha. Lebih tepatnya lengan bajunya.
Hal itu membuat rahangnya mengeras menahan amarah.
Varisha yang menyadari itu langsung takut.
'Astaga, dia tau aku disini. Matilah aku~' batin Varisha.
"Perkenalkan ini istri Zayn!" teriak Antony.
'Zayn pasti akan malu.'
To be continue…
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya