NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:991
Nilai: 5
Nama Author: Yantiri

Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 jatuh dari tangga

Hari ini kandungan Tia sudah memasuki bulan ke 8.Jason sudah melimpahkan sebagian pekerjaannya kepada asisten.Dia ingin menjadi suami siaga.Setiap pagi Jason selalu mengajak Tia jalan-jalan di sekitar komplek.Konon ibu hamil yang sudah mendekati HPL(Hari perkiraan Lahir) harus sering berjalan kaki supaya memudahkan persalinan.

Sebelum berangkat ke kantor Jason memastikan istrinya sudah minum susu dan vitamin.Dia selalu menitipkan istrinya pada ibu.Jason sudah seperti suami idaman.Kondisi ibu pun sudah sangat sehat.Setiap pagi sudah menjadi rutinitas ibu menyiram tanaman, merawat bunga dan membersihkan gulma.

Tia duduk di halaman rumah memperhatikan ibunya.

Ibu:"Kamu sudah minum vitamin hari ini Nak?"

Tia:"Sudah,Jason selalu mengingatkan."

Tiba-tiba hening

suasana mendadak tegang

Tia:"Bu, nanti jaga anak-anakku."

Ibu:"Maksudmu apa ngomong begitu,pamali tau."

Tia tertawa namun raut wajahnya kosong menatap kedepan.Dia merasa akan ada sesuatu yang menimpanya,tapi entah itu apa.

Ibu membersihkan tangannya dari kotoran tanah lalu menyuruh Tia masuk karena hari mulai panas.

Sudah sebulan Alexander tinggal bersama mereka,atas permintaan Tia . Sedangkan Ayahnya Jason sedang berobat ke Singapura bersama asisten ayahnya.

Tia melihat sekeliling rumahnya, rapi dan bersih.Bi Minah memang sangat kompeten soal kebersihan rumah.Dia selalu membuat penghuni rumah nyaman dan betah.

Di dapur bi Minah sedang sibuk membantu ibu memasak untuk makan siang.Sekarang ibu sudah betah tinggal bersama Tia, ditemani bi Minah yang selalu jadi teman ngobrolnya setiap hari .Mereka juga sama-sama janda.

Semenjak kandungan sudah besar,kamar Tia dipindah kan ke lantai 1 karena khawatir naik turun tangga.Sedangkan Alexander tidur di lantai 2.Tia masuk ke ruang baca di lantai 1.Tia melihat beberapa buku berantakan.Tia berinisiatif untuk merapikan buku kembali lalu pelan-pelan dia kelantai 2 ingin melihat kamar Alexander.

Pelan-pelan Tia naik tangga menuju lantai 2.Tak ada seorang pun yang tahu, karena mereka sibuk di dapur.Ketika sudah menaiki tangga yang paling atas, tiba-tiba Tia pusing dan kepalanya sakit.Tia jatuh terguling dari tangga ke bawah.Darah keluar dari pangkal pahanya.Kepala Tia berdarah terbentur ke lantai.Tia tak sadarkan diri.

Bunyi keras terdengar dari arah tangga ....

Ibu dan bi Minah keluar dari dapur berlari dan berteriak histeris melihat darah yang keluar dari pangkal paha Tia.

Dikantor tiba-tiba pigura foto pernikahan Jason dan Tia jatuh dan retak.Jason kaget dan mengambilnya.Lalu dia menelepon orang rumah. Beberapa kali di hubungi tapi tak ada siapapun yang menjawab panggilan teleponnya.

Sementara ibu dan bi Minah panik.Mereka memanggil supir pribadinya untuk mengantar Tia ke rumah sakit.Mereka sangat panik dan ketakutan.Ibu memerintahkan supir untuk lewat jalan pintas,supaya anak dan calon cucunya cepat di tangani dokter.Tapi semua jalan macet total,tak ada jalan pintas.Ibu berdo'a semoga ada keajaiban agar anak dan calon cucunya terselamatkan.Darah sudah mulai mengering,wajah Tia sangat pucat sekali.

Jarak dari kemacetan jalan menuju rumah sakit tinggal 100 m lagi.Tiba - tiba ibu menggendong Tia dan memindahkannya ke kursi rodanya ia dulu.Dia berlari mendorong kursi roda menuju rumah sakit.Semua pengendara tertuju padanya.Ibu hebat yang rela berlari demi menyelamatkan anak dan cucunya.

Supir menelpon Tuannya memberitahukan bahwa istrinya di bawa ke rumah sakit.Supir memarkirkan mobil di pinggir jalan lalu dia pun berlari bersama bi Minah menyusul majikannya.

Tiba di rumah sakit,segera Tia dan bayinya masuk kedalam ruang operasi.Jason tergopoh-gopoh datang dengan keadaan yang sangat kacau.

Jason:"Dimana istriku,Bu?"

Ibu:"Istrimu ada di dalam bersama para dokter.ayo kita berdo'a semoga mereka terselamatkan."

Jason:"apa yang terjadi Bu? kenapa bisa seperti itu?."

Ibu pelan-pelan menyuruh Jason duduk dan menceritakan kronologisnya.

Wajahnya memerah menahan amarah.Dia menonjokkan tangannya ke dinding.Dia merasa bersalah,tak bisa menjaga istrinya.Dia menyesal tadi pagi berangkat ke kantor.

Jason:"Tia akan baik-baik saja kan Bu."

Ibu:"Berdo'a lah semoga akan baik-baik saja.Ma'afkan ibu dan bi Minah tak bisa menjaga istrimu."

Oek...oek..

terdengar suara tangis bayi

Jason berdiri dari duduknya dan mendekati pintu ruang operasi.

Klik...

Pintu terbuka

Dokter membuka maskernya dan menundukkan kepalanya sejenak

seperti ada sesuatu yang sulit di ungkapkan.

Jason:"Bagaimana kondisi istri dan anak-anak saya dokter."

Dokter:"Ada 2 kabar yang harus saya sampaikan.kabar baiknya alhamdulilah bayi-bayi anda selamat.Namun mohon ma'af karena istri anda kehilangan banyak darah.Istri anda koma."

Jedeeer....

bagaikan tersambar petir

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba mendapat kabar istrinya koma.

Jason:"Tidak mungkin dok,anda pasti salah...."berteriak histeris

Dokter:"Anda harap tenang, Istri mu akan kembali sadar.Tapi saya juga tidak tahu itu kapan.kepala istri anda terkena benturan yang sangat keras serta terjadi pendaharan."

Jason:"Boleh saya menjenguk istri dan anak-anak saya."

Dokter:" Boleh,tapi nanti setelah dipindahkan ke ruang perawatan."

Jason menggendong kedua bayi mungilnya.Mereka sangat tampan dan cantik.Jason menangis melihat kedua bayinya.Disaat kondisi seperti ini dia tak merasakan kebahagiaan tetapi kesedihan yang mendalam.

Bersama kedua bayinya dia menghampiri ranjang istrinya.

Istrinya Tertidur pulas.seakan merasakan kelelahan yang tiada tara.Wajahnya sangat pucat.Jason meletakkan kedua bayinya disamping kanan dan kiri istrinya.Lalu memegang tangan istrinya.

Jason:"Bangunlah sayang,lihat anak-anak kita.Dia sangat cantik dan tampan.Jangan tinggalkan kami..."

Tes...tes...

Tak kuasa air mata Jason deras tumpah ke tangan istrinya

Selama ini ia tak pernah menangis. Baru ini ia menumpahkan air matanya.

Hatinya sangat rapuh

jiwanya sangat hancur

Ia tak akan tau kehidupan selanjutnya akan seperti apa.Membesarkan anak -anaknya tanpa istri disampingnya

ibu:"Bangun nak, istrimu bukan meninggal tapi koma.Istrimu bisa kembali, bersabar dan berdo'alah..."

Jason:"Ibu tak mengerti perasaanku...!"

Ibu:"Cukup Jason aku ibunya.Tia akan kembali,ia sangat menyayangimu.Ia akan merawat anak-anaknya bersamamu.Ajak dia bicara setiap waktu."

Hari demi hari terlewati

Bayi -bayi mereka sudah diizinkan pulang ke rumah.Jason menyewa dua baby sitter untuk merawat bayi-bayinya.Sedangkan Tia masih koma di rumah sakit.

Setiap pagi dan sore,Jason selalu mendatangi istrinya.Jason selalu mengajaknya ngobrol,tak ada satu cerita yang terlewatkan.Semua ia ceritakan kepada istrinya.

Sementara ibunya memantau para baby sitter untuk mengurus cucu-cucunya supaya dirawat dengan baik .

1
yantiri
semangat juga
💪 terimakasih
yantiri
alur cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!