NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Anak Genius
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: DafToon

Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎

Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.

Dulu dipuji, kini dihina.

Dulu didekati, kini dijauhi.

Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Bagi para serigala yang biasa hidup di perbatasan, seorang pemuda yang bepergian sendirian di malam hari adalah sinonim dari dua hal: mangsa empuk atau masalah besar. Dan melihat perawakan Xiao Ba yang tenang tanpa pelindung dada yang mewah, mayoritas dari mereka langsung mengategorikannya sebagai yang pertama.

"Pelayan! Berikan anak ini segelas air hangat sebelum dia pingsan karena angin malam!" seru seorang pria bertubuh kekar dengan kapak besar bersandar di mejanya. Gelak tawa kasar kembali pecah di penjuru ruangan.

Xiao Ba tidak membalas, bahkan tidak melirik pria itu. Ia berjalan lurus menuju meja kosong di sudut terjauh dekat tangga, membelakangi dinding—posisi terbaik untuk mengawasi seluruh ruangan.

Seorang pelayan tua bertubuh bungkuk datang menghampirinya dengan langkah gemetar, meletakkan teko teh dan semangkuk mi kuah yang mengepul.

"Dua keping perak, Tuan Muda," bisik pelayan itu, matanya melirik cemas ke arah sekelompok pria di tengah ruangan. "Dan... jika saya boleh menyarankan, minumlah dengan cepat, lalu istirahatlah di kamar atas. Malam di perbatasan Wuhe sering kali tidak ramah bagi wajah baru."

Xiao Ba meletakkan dua keping perak di meja. "Terima kasih atas sarannya, Paman." Suaranya datar, tanpa nada ketakutan, membuat si pelayan tua sedikit tertegun sebelum akhirnya mengangguk dan mundur perlahan.

Saat Xiao Ba menuangkan teh ke cawannya, ia merasakan pandangan dari lantai dua bergeser ke arahnya. Salah satu dari tiga aura kuat yang ia deteksi tadi kini bergerak. Dari balik bayang-bayang tangga kayu, seorang pria paruh baya dengan jubah abu-abu panjang dan sepasang mata sipit yang tajam melangkah turun. Di pinggangnya tergantung sebuah belati beracun yang memancarkan kilatan hijau samar di bawah cahaya obor.

Pria itu adalah Lin Mo, seorang kultivator buronan yang dikenal sebagai Si Ular Abu-abu.

Lin Mo berjalan perlahan, langkah kakinya tidak mengeluarkan suara sama sekali—sebuah teknik meringankan tubuh yang cukup terlatih. Ia berhenti tepat di depan meja Xiao Ba, mengetukkan jarinya yang kurus ke permukaan kayu.

"Anak muda," ucap Lin Mo, suaranya mendesis rendah seperti namanya. "Jalur utara menuju Wuhe saat ini sedang ditutup oleh faksi lokal untuk urusan 'pembersihan'. Siapa pun yang lewat harus membayar pajak keamanan sebesar lima puluh keping emas spiritual. Atau... sesuatu yang setara harganya."

Mata sipit Lin Mo turun, tertuju langsung pada tas penyimpanan kuno yang terikat di pinggang Xiao Ba. Sebagai seorang kultivator, ia tahu bahwa tas seperti itu bukan barang murah, dan isinya pasti jauh lebih berharga.

Suasana di aula kembali menegang. Para bandit dan petualang lainnya menghentikan obrolan mereka, bersiap menonton 'pertunjukan' gratis yang biasa terjadi di tempat terkutuk ini.

Xiao Ba masih memegang cawan tehnya. Ia tidak mendongak untuk menatap Lin Mo. Namun, di dalam lautan kesadarannya, ribuan bintang mulai berputar lebih cepat, memancarkan kehangatan yang siap dialirkan ke seluruh jalur meridian tubuhnya dalam sekejap mata.

Inti Roh Samudra di dalam tasnya seolah merespons, mengirimkan riak energi murni yang membuat ujung-ujung jarinya sedikit bergetar—bukan karena takut, melainkan karena antisipasi. Ini adalah pertama kalinya ia akan menguji kekuatannya yang telah terbangun di dunia luar, tanpa nama besar Keluarga Xiao yang melindunginya.

"Aku hanya seorang pelancong yang menumpang lewat," ucap Xiao Ba pelan, suaranya terdengar sangat jernih di tengah keheningan aula. "Dan aku tidak punya emas spiritual."

Lin Mo tersenyum sinis, memperlihatkan deretan giginya yang kekuningan. Tangan kanannya perlahan turun menuju hulu belati di pinggangnya.

"Kalau begitu," desis Lin Mo, "kamu harus membayar dengan sesuatu yang lain. Misalnya... tangan kananmu yang memegang cawan itu."

Sret!

Sebelum kata terakhir selesai diucapkan, Lin Mo menarik belatinya dengan kecepatan yang mengejutkan, menebaskan garis hijau beracun lurus ke arah pergelangan tangan Xiao Ba. Kecepatannya begitu tinggi hingga menciptakan siulan angin yang tajam di dalam ruangan.

Namun, apa yang terjadi berikutnya membuat senyum di wajah Lin Mo membeku.

Xiao Ba tidak bergerak dari tempat duduknya. Ia hanya menggeser cawan tehnya beberapa milimeter ke samping. Gerakan yang tampak begitu lambat dan kasual, namun entah bagaimana, belati Lin Mo meleset sepenuhnya dan menancap dalam di meja kayu kosong, menimbulkan suara tancapan yang berat.

"Hah?!" Lin Mo terkejut. Ia mencoba menarik kembali belatinya, namun ia menyadari bahwa sepasang jari tangan kiri Xiao Ba telah menjepit bilah belati beracun itu dengan sangat erat, seperti ragum besi yang tak tergoyahkan.

"Kecepatanmu terlalu lambat untuk seseorang yang disebut ular," ucap Xiao Ba datar.

Untuk pertama kalinya malam itu, Xiao Ba mendongak. Ketika matanya yang hitam pekat bertemu dengan mata Lin Mo, pria paruh baya itu merasakan sensasi dingin yang luar biasa menusuk langsung ke jiwanya. Itu bukan mata seorang remaja biasa; itu adalah mata seolah-olah didukung oleh hamparan langit berbintang yang tak terbatas dan kuno.

BUM!

Sebuah tekanan Qi yang murni dan luar biasa padat meledak dari tubuh Xiao Ba dalam radius satu meter. Gelombang energi itu begitu terkontrol sehingga tidak menghancurkan meja, namun langsung menghantam dada Lin Mo seperti hantaman gada tak terlihat.

Lin Mo terlempar ke belakang, menabrak dua meja di belakangnya hingga hancur berkeping-keping sebelum akhirnya jatuh telentang di lantai, memuntahkan seteguk darah segar. Belati kesayangannya kini patah menjadi dua bagian di tangan Xiao Ba.

Seluruh aula penginapan seketika senyap, seolah-olah waktu telah berhenti berputar. Para bandit yang tadi tertawa kini menelan ludah dengan susah payah, wajah mereka memucat saat menyadari bahwa pemuda di depan mereka adalah seekor harimau yang menyamar sebagai domba.

Xiao Ba menjatuhkan patahan besi beracun itu ke lantai dengan denting yang sunyi. Ia berdiri, merapikan jubah hitamnya yang berdebu, dan menatap ke arah lantai dua—ke arah dua kultivator lain yang kini berdiri di dekat pagar pembatas dengan wajah tegang dan senjata yang sudah setengah terhunus.

"Aku datang ke sini hanya untuk beristirahat," kata Xiao Ba, suaranya bergema pelan namun penuh otoritas yang tak terbantahkan. "Jika ada di antara kalian yang ingin melanjutkan 'pajak keamanan' ini... silakan maju bersama."

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
😍
Jojo Shua
☕️
Dafa Faiha Roshiq: kasih tip dikit dikit dong
total 1 replies
Jojo Shua
😍
syarif ibrahim
akankah waktu berpihak kepada xiao Ba..... 🤔🤔🤔💪
Dafa Faiha Roshiq: pasti berpihak kan gw authornya
total 1 replies
Jojo Shua
😄😄✅️
Jojo Shua
😍
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
😍
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
😍
Dafa Faiha Roshiq: kasih penilaian nya dong
total 1 replies
sibaweh abduh
nice thor
Dafa Faiha Roshiq: Terima kasih bossku
total 1 replies
Jerry K-el
bagus ceritanya mengalir,tdk bertele-tele.
pertahankan👌
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Dafa Faiha Roshiq: done yahhh
total 1 replies
Dafa Faiha Roshiq
teman aku butuh penilaian mu
Dafa Faiha Roshiq
Gimana masih ada yang kurang tidak bro
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!