Haiiii....author kembali lagi dengan cerita yang baru
Perkenalkan karya ketigaku "Back To The Mantan "
Namaku Anstasya Thalita, umur 24 tahun, kini aku kembali masuk kampus untuk melanjutkan S2ku guna menunjang karierku.Kebetulan aku dipindahkan ke kantor pusat, jadi aku tak mungkin dong melewatkan kesempatan yang ada.
Semua urusan administrasi dikampus telah rampung, jadilah besok statusku sebagai mahasiswa dimulai,,,,
Oh ya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, tapi tidak kaya. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang baik yang tinggal dikota lain. Mamaku bernama Dina,.papaku bernama Bimantara.
Sekedar info ya, aku ditarik ke kantor pusat karena kinerjaku yang cukup diperhitungkan
Agar tidak penasaran,,,mampir yuk.
jangan lupa mampir juga diceritaku yang lain
* Dia yang Tak Dapat Kuhindari
* Wanita Pilihan untuk Ayah
* Back To The Mantan
Karya ini diterbitkan atas ijin dari mangatoon dan hanya merupakan pandangan pribadi dari penulis tanpa mewakili mangatoon itu sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21.Keraguan
selamat menikmati 💕💕💕
Setelah 4 hari rawat inap di rumah sakit, hari ini Lala sudah diperbolehkan pulang. Syaza bahkan belum pernah masuk kantor sejak pulang dari Yogya karena menemani Lala di rumah sakit, sehingga karyawan dikantor masing-masing berspekulasi tentang nasib Syaza.
Adalah 2 sahabat sejati pembuat onar dan pembuat berita dalam kantor tak melewatkan kesempatan berharga, sebab mereka tak pernah menyukai Syaza sejak menginjakkan kaki di kantor Mandiri coorporate
"Bu Syaza apa kabar ya,,,kok gak pernah masuk kantor lagi??" tanya Stella memulai beritanya
"Dipecat kali,,,," jawab Stevi tersenyum sinis
"Ah masa iya, sih???" tanya Stella tak percaya
"Siapa tau aja, kan???secara kan bu Syaza orangnya keganjengan sama si bos ". jawab Stevi ketus.
Karyawan yang kebetulan lewat mendengar pembicaraan mereka hanya geleng-geleng kepala. Sementara Raka yang sedan berjalan menuju lift menghentikan langkahnya mendengar nama Syaza disebut.
"Kalian berdua, saya gaji untuk bekerja, bukan membuat cerita yang tidak benar ". kata Raka dengan sorot mata tajam
"Maafkan kami, pak,,," cicit Stella dan Stevi ketakutan
"Kalian dengar ya,,,apapun yang bu Syaza lakukan, dia tidak akan pernah dipecat dari kantor ini, karena sebentar lagi bu Syaza akan menjadi istri saya ". kata Raka dengan suara datar namun membuat orang yang mendengarnya merinding.
Kemudian Raka berjalan dengan langkah lebar menuju lift yang akan membawanya ke ruangannya.
Tiba diruangannya, Raka lalu menyuruh Jery untuk menangani masalah berita yang beredar dikantor.
"Jery, tolong kamu tangani cerita yang beredar dikantor ini, aku tidak ingin Syaza merasa tidak enak jika kembali bekerja". kata Raka
"Beres bos,,,jangan khawatirkan hal itu ". balas Jery
Sementara itu diwaktu yang sama namun berbeda tempat tepatnya di rumah mewah Prasetyo.
"Tante, om,,,,sebentar sore sepertinya Syaza harus pulang, sudah beberapa hari nginap terus di rumah sakit, besok sudah harus masuk kerja lagi ". kata Syaza
"Iya sayang,,,gak apa-apa kok, Tante dan om ngerti, kok,,," balas Tante Lina sambil tersenyum
"Oh ya Sya,,,kapan om dan Tante datang untuk melamarmu, nak???jangan terlalu lama berpikir kalian pantas untuk bahagia ". kata Prasetyo
"Maaf om, Syaza ingin memantapkan hati dan perasaan dulu ". balas Syaza tersenyum
'maaf om, untuk saat ini hati dan perasaanku masih ragu,,,,' batin Syaza
"Kalian tunangan aja dulu, soal menikah bisa ditentukan kemudian, sayang." kata Tante Lina mendukung perkataan suaminya
Syaza tak menanggapi perkataan mama Raka, hanya bisa tersenyum paksa.
Dikantor Raka setelah selesai memeriksa dan menandatangani berkas yang menumpuk di mejanya, kemudian kembali tenggelam dalam lamunannya.
'kok aku merasa Syaza masih ragu untuk hidup bersamaku, ya,,,meskipun perlakuannya sepertinya sudah menerimaku tapi tatapan matanya menyiratkan keraguan yang sangat dalam. Begitu terluka kah dia??? oh Tuhan,,,, aku jadi takut memikirkannya. ' batin Raka
Raka kemudian mengusap kasar wajahnya dan menyugar rambutnya yang hitam lebat secara kasar, Raka sangat frustasi jika mengingat Syaza yang sangat ditebak.
Raka sangat menyesal jika mengingat pernikahannya dengan Siera yang terjadi karena tidak mampu menolak keinginan mamanya. Raka terlalu menurut dengan semua keinginan mama yang sangat dihormatinya bahkan tanpa memperdulikan perasaannya sendiri.
Akan tetapi kini, kebahagiaan bersama Syaza yang Raka dambakan sangat susah untuk diraihnya, meskipun kedua orang tua sudah melibatkan dirinya.
'mungkin ini adalah hukuman buatku, tapi salahkah jika aku berbakti pada orang tuaku???' batin Raka seakan tak terima semua kesalahannya
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
semoga suka dengan up_nya kali ini
terima kasih masih setia membaca novel ini
jangan lupa tinggalkan jejaknya
salam hangat dari author