NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 - Keterkejutan

Chu Kai berdiri di tengah-tengah formasi enam orang kultivator yang berusaha menangkapnya. Aura gelap di tubuhnya menyeruak—berdenyut di antara kekuatan yang familiar dengan sesuatu yang asing, liar, dan kejam.

Pedang di tangan Chu Kai bergetar pelan, seakan bernapas. Tatapan matanya dingin di sela-sela sikap angkuhnya yang seolah tidak merasa terganggu dengan formasi yang dilakukan oleh musuh-musuh itu.

Seorang kultivator tua melangkah maju. Suaranya menggema, "Kau sudah tidak memiliki jalan keluar! Ini akan menjadi akhir bagimu jika kau tidak menyerah!"

"Entahlah..." suara Chu Kai berat. Senyum tipis terukir di wajahnya, "Aku tidak yakin formasi kalian bisa menahanku."

Aura pekat di tubuh Chu Kai memadat dan semakin menyeruak. Dia hanya berdiri tanpa melakukan gerakan apa pun, namun udara di sekitarnya seakan ditekan kuat.

!!

Para kultivator itu terkejut dengan segel formasi mereka yang mulai bergetar. Salah seorang di antara mereka berseru, meminta rekannya untuk memperkuat formasi yang ada ketika Chu Kai menggeser kakinya dan hanya dalam satu langkah—dia tiba-tiba saja menghilang.

BAAAAM...!

Ledakan terjadi di sisi lain formasi. Seorang kultivator terpental keras dengan tubuh yang menghantam tanah sebelum sempat bereaksi.

Gerakan Chu Kai terlalu cepat dan kasar, tidak seperti teknik kultivator biasa.

"Jangan biarkan dia keluar!" teriak seorang kultivator.

Formasi segel itu menyala lebih terang. Energi spiritual mengalir dan mencoba menutup celah, namun Chu Kai sudah bergerak kembali.

Kali ini setiap ayunan pedangnya tidak teratur, tetapi sangat mematikan. Chu Kai seperti binatang buas—tapi bukan yang kehilangan akal. Dia seperti sosok yang menikmati setiap kekacauan yang ia ciptakan.

Wei Zhang Zihan mengepalkan tangannya. Tatapannya terpaku pada sosok di bawah sana.

Itu jelas adalah Chu Kai, namun setiap gerakan yang ia lihat dari pemuda itu terasa asing—liar, dan tidak terkendali. Kakinya pun tanpa sadar bergerak maju di atas punggung rubah perak.

Tangan Wei Zhang mencengkeram gagang pedang dan aura di sekitarnya mulai naik.

"Berhenti."

Suara Long Yang Wang rendah, tapi tegas. Dia menahan Wei Zhang Zihan karena merasakan niat pemuda ini yang hendak melesat turun.

"Jika kau masuk dalam pertarungan itu, kau hanya akan memperkeruh situasi yang ada."

"Tapi saat ini Kai—"

"Bukan hanya dia yang harus kau hadapi." nada suara Long Yang Wang menajam. "Kau bahkan tidak tahu... apa yang sedang mengendalikan tubuh itu."

"Sebaiknya kita perhatikan situasinya lebih dulu." Wei Shezi buka suara. Tatapannya mengarah ke bawah, "Kultivator yang bertarung dengan Chu Kai... mereka berasal dari Sekte Bulan Mati. Ini jelas akan menjadi pertarungan yang rumit."

Wei Zhang Zihan melirik Wei Shezi sejenak sebelum pandangannya kembali mengarah ke bawah. Long Yang Wang membawanya terbang dengan tetap menjaga jarak dari pertarungan yang mulai brutal di bawah sana.

Formasi yang memerangkap Chu Kai sudah runtuh, bahkan beberapa kultivator terluka parah. Salah satu di antara mereka kehilangan lengannya—darah menyembur sebelum ia sempat berteriak. Detik berikutnya, bahkan sebuah tebasan melintas dan kepala kultivator itu terlepas, berputar di udara sebelum menghantam tanah dengan suara tumpul.

Serangan Chu Kai yang frontal, kasar, dan kejam itu menyulut emosi lima kultivator yang tersisa. Mereka kembali menyerang dengan mengerahkan segala teknik serangan yang mematikan, bahkan sampai memakai senjata beracun.

BAAAAM...!

Ledakan dahsyat terjadi dan Chu Kai berhasil menghindarinya dengan melompat ke belakang. Tiga orang kultivator datang dengan pedang yang terhunus, lalu pertukaran serangan pun kembali terjadi.

Gerakan Chu Kai tidak melambat meskipun melawan banyak orang sekaligus. Justru yang terlihat adalah fakta bahwa semakin banyak yang menyerangnya—pergerakan Chu Kai malah semakin kuat.

"Sialan!" seorang kultivator mengumpat. Dia frustrasi. "Sebenarnya pendekar seperti apa yang kita lawan ini? Kenapa sulit sekali melukainya!"

"Dia seperti mempermainkan kita. Ku-kurang ajar!"

"Akan kubunuh. Meskipun harus mati... Aku pasti akan menghabisimu!"

Para kultivator itu kembali menyerang. Dua di antara mereka melempar kertas jimat yang mampu menciptakan segel yang dapat menahan pergerakan lawan meski hanya sesaat.

Chu Kai terjebak dan kakinya mendadak kaku. Sebuah serangan lantas mengarah padanya—mengenai tubuhnya dengan telak hingga ia terpental jauh sebelum menabrak pepohonan dengan keras.

BAAAAM...!

"Bagus! Sekarang saatnya!" seru salah seorang kultivator.

"Atur formasi..!"

Para kultivator itu bergerak. Mereka menyebar di beberapa titik dan mulai membentuk segel tangan. Lingkaran dengan ukiran kuno pun muncul di udara, tepat di atas mereka sebelum akhirnya satu demi satu lingkaran tersebut melesatkan rantai spiritual yang merupakan serangan mematikan.

"Rantai ini akan menembus tulangnya! Dia tidak akan bisa melarikan diri..!"

"Tamat riwayatmu sekarang, Pendekar Naga!"

"Kau sekarang... Mati..!"

!!

Rantai-rantai spiritual itu melesat dengan kecepatan yang tinggi ke tempat Chu Kai berada. Wei Zhang Zihan yang menyaksikan itu semua baru saja akan melesat ketika sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Chu Kai saat itu terbatuk darah, tubuhnya sedikit membungkuk. Namun di belakangnya, udara mulai bergetar aneh—Titik-titik air tiba-tiba muncul di belakangnya, melayang di udara sebelum memadat dengan cepat.

Dalam sekejap, titik-titik itu menyatu—membentuk lingkaran kuno dengan permukaan seperti cermin yang beriak pelan.

Wei Shezi yang saat itu berdiri di samping Wei Zhang Zihan nampak melebarkan mata, apalagi saat menyaksikan semua serangan dari para kultivator itu terhisap masuk ke dalam cermin tersebut.

Sesuatu yang lebih mengejutkan adalah bahwa di detik yang sama—justru cermin kuno itu masing-masing muncul tepat di depan para kultivator dan rantai yang seharusnya menjadi serangan mematikan mereka—malah keluar dari cermin tersebut, menembus tubuh setiap kultivator tanpa ada yang bisa menahannya.

AAAAKH...!

!!!

Kejadian mengerikan itu berlangsung sangat cepat. Dan bersamaan saat Chu Kai mulai berdiri—tubuh para kultivator di belakangnya pun satu demi satu terbebas oleh rantai spiritual yang bergerak liar.

Wei Zhang Zihan, Wei Shezi, termasuk Long Yang Wang menyaksikan bagaimana daging dan tulang para kultivator itu menyebar hingga jatuh berserakan. Rasanya seolah-olah serangan mereka sebelumnya benar-benar tidak berarti di hadapan Chu Kai.

Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi tanpa sadar menahan napas. Ekspresi keduanya jelas begitu buruk dan sejujurnya mereka luar biasa terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

"Sebenarnya dari mana... Chu Kai bisa mempelajari teknik itu—!" Wei Zhang Zihan baru saja membuka mulut saat kata-katanya terhenti.

Sebuah cermin besar muncul tepat di hadapan mereka. Permukaannya beriak dan dari dalam benda itu—serangan yang sama melesat keluar.

Mata Wei Zhang Zihan membesar. Kali ini... arah serangan itu langsung menuju dirinya.

!!!

******

1
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
Nanik S
Ling Yang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!