NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:149.9k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.

Sepeninggal dua rekan sejawatnya, kini tinggallah Nindi dan Sandi di ruangan.

"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Aku harap kamu tidak menyudutkan, apalagi sampai menyalahkan Vania karena telah menyembunyikan kebenaran tentang putri kandung kalian darimu. Sebagai sesama perempuan, aku yakin Vania punya alasan sendiri sampai memutuskan menyembunyikan semuanya darimu."

Sandi terdiam, mencerna semua perkataan saudara sepupunya tersebut.

"Mengandung seorang anak di luar ikatan pernikahan bukanlah hal yang mudah bagi seorang wanita berusia dua puluh tahun, terlebih jika keluarga turut menyudutkan. Vania masih sanggup menjaga kewarasannya hingga detik ini saja, sudah suatu kesyukuran karena belum tentu semua wanita sanggup melakukannya." Bukannya ingin menggurui saudara sepupunya itu, Nindi hanya ingin menyampaikan beberapa hal yang mungkin tidak disadari oleh Sandi.

Sandi menyandarkan tubuhnya dengan lemas pada sandaran sofa di ruangan tersebut.

"Menurutku, sebaiknya cari waktu yang tepat untuk membahas tentang semua ini dengan istrimu." Saran Nindi.

Sandi masih diam saja, entah saran Nindi masuk ke dalam pikirannya atau tidak, hanya pria itu yang tahu.

"Terima kasih banyak atas bantuan dan saranmu. Jika kau butuh sesuatu jangan sungkan untuk menghubungiku!." Tutur Sandi sebelum hendak berpamitan pada Nindi.

"Tidak perlu berterima kasih, kita ini saudara sepupu, sudah sepantasnya saling membantu." Nindi nampak tulus dan juga serius, tidak seperti biasa ketika mereka sedang bercanda gurau.

"Kalau begitu aku pergi dulu." Sandi berpamitan dan Nindi mengangguk.

"Hati-hati, jangan ngebut nyetirnya!." Sandi hanya merespon pesan Nindi dengan anggukan kepala. Kini pria itu telah memutar handle pintu ruang praktik Nindi kemudian berlalu pergi.

Sandi melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah. Ya, jam segini Sesil pasti sudah pulang sekolah dengan dijemput oleh Omanya.

"Papah..." Sesil langsung berlari keluar saat mendengar suara mobil Sandi.

Sandi berjongkok seraya merentangkan kedua tangannya, menyambut putrinya yang berlari ke arahnya.

Sandi menghujani pipi menggemaskan putrinya itu dengan kecupan sayang. Sebelumnya Sandi memang sudah sering memberi kecupan sayang pada bocah itu, tapi kali ini terlihat berbeda dan ibu menyadari itu.

"Tumben hari ini papah cepat pulang." Kata Sesil setelah berada di gendongan ayahnya.

"Papah kangen banget sama anak cantiknya papah, makanya pulang lebih awal." Balas Sandi di sela langkahnya memasuki pintu utama.

"Ada apa dengan anak ini?." Batin ibu ketika melihat keanehan pada sikap putranya. Selama ini Sandi memang menyayangi Sesil layaknya anak kandung sendiri, tapi menurut penilaian ibu hari ini sedikit berbeda.

Setelah menidurkan Sesil, Sandi di minta oleh ibu untuk menemuinya di gazebo yang berada di taman belakang.

"Ada apa denganmu? Mamah perhatikan hari ini sikapmu pada Sesil sedikit berbeda."

Deg.

Sandi tak menyangka jika ibu memperhatikan sikapnya.

Selama ini Sandi tidak pernah merahasiakan tentang apapun dari ibunya, kecuali kejadian di hotel lima tahun lalu.

"Mamah sudah mengenalmu sejak dari dalam kandungan. Sebagai seorang ibu, mamah bisa merasakan jika saat ini kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari mamah, Sandi." Tebak ibu. "Cerita sama mamah, mau itu hal baik ataupun buruk, mamah akan tetap setia mendengar ceritamu, anakku." Ucap ibu dengan penuh kelembutan. Sejatinya seorang ibu, mau mendengarkan keluh kesah buah hatinya. Hal itulah yang kini dilakukan oleh ibunya Sandi.

"Mah...." Sandi membawa diri ke dalam pelukan ibunya. Untuk pertama kalinya ibu melihat putranya itu menangis hingga terisak setelah tumbuh menjadi pria dewasa.

"Apa yang terjadi, nak?." Tanya ibu sambil mengusap lembut punggung putranya.

"Maafkan Sandi, mah....Sandi telah membuat kesalahan besar di masa lalu. Sandi pernah merusak anak gadis orang, hingga membuatnya mengandung dan melahirkan anaknya Sandi." Jantung ibu seperti dihantam batu besar setelah mendengar pengakuan mengejutkan dari mulut putranya. Namun begitu, ibu tetap berusaha menjadi ibu yang bijak dengan tidak langsung menyalahkan putranya. Membiarkan Sandi kembali melanjutkan ceritanya.

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?." Tanya ibu setelah Sandi mengaku telah menemukan wanita itu serta anaknya. "Apa kamu akan menceraikan istrimu dan menikahi wanita itu?." Tak nada marah dari pertanyaan ibu, wanita itu murni ingin tahu keputusan putranya.

"Sandi akan bertanggung jawab, dan Sandi tidak akan pernah menceraikan Vania, mah." Ibu tersenyum kecut mendengar jawaban putranya itu.

"Kamu tidak boleh egois, jika memang kamu ingin bertanggung jawab pada wanita itu maka kamu harus melepaskan Vania. Jangan karena statusnya yang merupakan single mom sebelum menikah dengan kamu, lalu kamu bisa mengabaikan perasaannya begitu saja. Ingat nak, Vania juga punya hati dan perasaan. Jika kamu ingin bertanggung jawab atas kesalahanmu di masa lalu, maka lepaskan Vania, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri." Ibu mengatakan semua itu dengan berlinang air mata. Rasanya tak rela jika harus kehilangan Vania sebagai menantunya.

Sandi menyodorkan amplop besar berwarna putih lengkap dengan logo rumah sakit tempat ia melakukan tes DNA yang tertera di bagian depan amplop tersebut.

"Apa ini, Sandi?." Ibu nampak bingung.

"Mamah buka saja dulu, nanti juga mamah bakal tahu!."

Ibu lantas mengeluarkan kertas dari dalam amplop tersebut kemudian mulai membacanya.

"Apa maksud dari semua ini, Sandi?." Bukannya tak dapat memahami tulisan yang tercantum di kertas tersebut, tapi rasanya ibu seperti sedang bermimpi saja.

"Seperti yang tercantum di kertas itu, mah. Sesil adalah putri kandung Sandi. Cucu kandung mamah dan papah."

"Hiks....hiks....hiks ..." Hasil pemeriksaan DNA yang barusan dibacanya serta pengakuan langsung dari putranya, membuat tangis ibu pecah tak tertahankan. "Rupanya Sesil cucu kandung mamah, pantas saja sejak pertama kali bertemu dengannya mamah langsung jatuh hati padanya. Semua yang ada dalam diri Sesil mampu menenangkan hati mamah." Ucap ibu di sela Isak tangisnya

Setelah melihat ibu sedikit tenang, tangisnya mulai reda, Sandi pun berpesan pada ibunya.

"Untuk sementara waktu Sandi ingin mamah merahasiakan tentang hal ini dari Vania. Bersikaplah seperti biasa, jangan sampai Vania tahu jika Sandi telah mengetahui kebenaran tentang Sesil. Bukan apa-apa, mah, Sandi hanya ingin mencari waktu yang pas untuk membicarakan hal ini dengan Vania. Benar kata Nindi, selama ini Vania sudah banyak melewati kesulitan dalam hidupnya. Sandi khawatir jika membicarakan hal ini diwaktu yang kurang tepat justru membuat Vania merasa disudutkan." Sandi mencoba memberikan pengertian pada ibunya.

"Baiklah, untuk sementara waktu mamah akan merahasiakannya. Tapi mamah minta jangan terlalu lama menyembunyikan dari Vania jika kenyataannya kamu telah mengetahui tentang kebenaran Sesil!." Pinta ibu.

"Baik, mah. Sandi juga tidak ingin berlama-lama.

Di satu sisi ibu merasa kecewa karena putranya telah merusak masa depan anak gadis orang, tapi di sisi lain ibu bersyukur karena gadis itu ternyata adalah Vania, menantu pilihannya. Jalan takdir memang tak pernah bisa ditebak, namun siapapun yang ditakdirkan bersama pasti akan bersatu dengan cara yang sulit ditebak sekalipun.

1
phi_dvas🌼
👍💪💪
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats buat sandi dan Vania, dan happy end juga 😄
Azda Syafril
wah..wah... dh ending za Ng crt'x...
ditunggu bonchap ny KK...
semangatt KK.. ditunggu novel terbarunya moga LBH menarik ge yg da drama komedinya... biar ga gaLau bcanya🤭🤣🙏
Felycia Fernandez
Selamat kk Silvi buat novelnya..💗
secret
duuhh ga kerasaa dah end aja kisah vania n sandi, lengkap sdh kebahagiaan dgn anak2 laki n perempuan..
terimakasiii bnyk thor untuk ceritanya, semangat dan sukses selaluuuu berkaryaa
Yallend Mungil
Thanks thor, sehat sllu dan di nanti karyanya🙏
Ayila
terimà kasih ka sudah membuat cerita ssbagus ini ,,,semangat selalu
Lia siti marlia
yah udah tamat aja 🥰🥰🥰di tunggu judul dan bab berikutnya thorr🤗🤗🤗
secret
akhirnyaa tino jjur jg, untung alma jg dewasa walau msi muda jd ga ngambek🤭 vaniaa smg lancar lahirannyaa
Lia siti marlia
akhirnya pak tino jujur juga ke alma🥰🥰🥰
asik sesil bertar lagi jadi kakak 🤗🤗lancar lahiranya vania🤗🤗🤗
Uba Maoludin
bagus 👍👍👍
Karmina Karmina
oo Tino ketahuan bohongin istrinya
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus bingung Alma? kan sudah sah ini, ga masalah kok hamil sambil kuliah
Lia siti marlia
pasti pak tino bohongin alma bukanya ngasih pil penunda kehamilan tapi malah ngasih pil untuk kesuburan 🤭🤭🤭
secret
wah tino kmu ngubulin istrimu ya, pasti yg dksih bkn obat penunda kehamilan.. moga ga merajuk nii neng alma, mana bru bgt mulai kuliah😁
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ: wkwkwk gpp hamil kuliahnya bisa lewat online cuti sampai ngelahirin habis itu lanjut lagi lagian ada mama mertua bantu jagain cucunya nntinya tanpa menggambat cita-cita Alma jadi dokter dan yang paling penting Tino harus jujur tentang perasannya sama Alma klo pernikahan akan dijalankan selamanya gak ada pernikahan kontrak biar gak jadi beban pikiran bumil apalagi Alma masih labil gitu🤭🤣
total 1 replies
secret
duuhh almaa kmu gatau aja tino udh cintaa sm kmu hd gkbl dicerein🤭 wahh ternyata sweet bgt kisah dibalik pertemuan sandi dan tino smpe jd sahabat skligus atasan yaa😁
Lia siti marlia
apa mungkit pak tino cinta pada pandangan pertama sama alma 🤭🤭🤭
Felycia Fernandez
bener banget 👍👍👍👍
Balqistri
semoga langgeng buat asisten tino& alma
Uba Muhammad Al-varo
sebenarnya Tino tulus kan mencintai Alma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!