NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.Memberi Penjelasan

Langit di atas Kota Kuoh mulai berganti jubah, dari biru cerah menjadi kanvas lembayung yang menyala. Angin sore berembus pelan, membawa aroma tanah kering dan harum bunga sakura yang mulai rontok, menyelinap masuk melalui jendela kelas 2-B yang masih terbuka sedikit. Bel pulang sekolah telah lama berlalu, meninggalkan koridor yang kini hanya diisi oleh suara langkah kaki petugas kebersihan di kejauhan.

Ren masih duduk di kursinya, jemarinya perlahan menutup buku sastra klasik yang sejak tadi ia baca. Di sampingnya, Bibi Dong sedang merapikan beberapa helai rambut hitamnya yang tertiup angin. Ia tidak tampak lelah sedikit pun setelah seharian mengikuti rutinitas manusia yang membosankan; sebaliknya, matanya justru terlihat lebih tajam, seolah-olah sedang membedah lapisan realitas yang ada di sekitarnya.

"Dunia ini mulai menunjukkan wajah aslinya, Ren," ucap Bibi Dong dengan suara rendah yang mengalun seperti melodi petikan kecapi. Ia berdiri, berjalan menuju jendela, dan menatap ke arah taman kota yang terlihat lamat-lamat dari lantai dua. "Ada bau busuk yang sangat tajam. Seperti bangkai yang dipaksakan untuk terbang."

Ren bangkit dari kursinya, melangkah mendekat dan berdiri tepat di belakang Bibi Dong. Ia meletakkan tangannya di kusen jendela, mengurung sosok istrinya dalam perlindungan yang tenang. Tanpa kacamata hitam, Six Eyes miliknya menangkap fluktuasi energi yang sangat tidak stabil di luar sana—sebuah tanda keberadaan Malaikat Jatuh yang sedang mengunci targetnya.

"Itu adalah bau bulu yang hangus, Dong'er," jawab Ren sambil menatap titik kecil di taman kota—sosok Issei Hyodo yang sedang berjalan dengan wajah bersemu merah di samping seorang gadis berambut hitam panjang. "Malaikat Jatuh. Makhluk yang kehilangan rumahnya dan sekarang mencoba mencuri sedikit cahaya dari manusia yang malang."

[SISTEM: Deteksi target utama—Raynare (Amano Yuuma). Status: Sedang melakukan eksekusi tahap akhir pada Issei Hyodo.]

[SISTEM: Lokasi—Air mancur taman kota. Waktu estimasi kematian target: 15 menit.]

[REN: Biarkan naga kecil itu merasakan sedikit rasa sakit. Itu adalah harga yang harus ia bayar untuk sebuah 'kebangkitan'.]

Bibi Dong memutar tubuhnya dalam pelukan Ren, menatap suaminya dengan tatapan yang penuh selidik. "Kau tidak akan membantunya? Pria berambut cokelat itu... kau bilang dia memiliki potensi yang berguna untuk masa depan kita."

Ren mengusap pipi Bibi Dong dengan ibu jarinya, sebuah sentuhan yang sangat lembut namun penuh kepemilikan. "Membantu bukan berarti mencegah setiap luka, Sayang. Terkadang, kita harus membiarkan seseorang hancur terlebih dahulu agar ia menyadari bahwa ia butuh perlindungan. Lagipula, aku lebih tertarik melihat bagaimana kau menangani 'sampah' yang mengintai di balik awan itu."

Bibi Dong tersenyum, sebuah senyuman yang sangat cantik namun mematikan. Ia bisa merasakan keinginan Ren untuk mengujinya dalam dunia baru ini. "Jadi, kau memberiku izin untuk membersihkan sedikit kotoran sore ini?"

"Hanya jika kau mau, Permaisuriku. Aku tidak ingin gaun barumu terkena noda darah yang murahan," ucap Ren dengan nada bercanda yang dewasa.

Bibi Dong mengecup singkat rahang Ren, sebuah gestur kemesraan yang singkat namun penuh kemistri. Ia kemudian melangkah menjauh, membiarkan auranya merembes keluar sedikit demi sedikit. Udara di dalam kelas mendadak menjadi sangat dingin, dan bayangan di sudut ruangan seolah-olah memanjang, tunduk pada kehadiran sang penguasa roh.

"Darah mereka bahkan tidak layak untuk membasahi sepatuku, Ren," bisik Bibi Dong.

Ia berjalan menuju pintu kelas dengan langkah yang sangat anggun. Setiap ketukan sepatunya di lantai koridor yang sunyi menciptakan gema yang seolah-olah memberitahukan seluruh makhluk supranatural di sekolah itu bahwa badai yang sebenarnya telah bergerak.

Ren kembali mengenakan kacamata hitamnya, menyembunyikan pendaran kristal biru di matanya. Ia mengikuti Bibi Dong dari belakang dengan tangan dimasukkan ke saku celana. Ia tidak akan ikut campur, setidaknya tidak secara langsung. Ia ingin melihat bagaimana logika kekuatan dunia DxD bereaksi saat berbenturan dengan otoritas mutlak dari seorang kaisar yang telah melalui ribuan pertempuran di dunia asalnya.

Di luar gedung sekolah, matahari kini hampir sepenuhnya tenggelam. Cahaya oranye yang tersisa memberikan kesan dramatis pada punggung Bibi Dong yang tegak dan penuh wibawa. Di kejauhan, di taman kota yang mulai gelap, sebuah jeritan tertahan terdengar—jeritan Issei Hyodo yang baru saja menyadari bahwa "kencan indahnya" hanyalah sebuah jebakan maut.

"Mari kita lihat," gumam Ren sambil menatap awan yang mulai menghitam. "Seberapa kuat sayap gagak itu bertahan saat berhadapan dengan laba-laba yang bisa menjerat takdir."

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!