NovelToon NovelToon
CINTA SI TUAN BUCIN

CINTA SI TUAN BUCIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:165.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: V Lestari

Camelia dan Sbastian dipertemukan dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan. Berawal dari niat baik Camelia yang ingin mengembalikan ponsel yang ia temukan di tepi jalan, tapi niat tersebut malah membuatnya harus menanggung banyak kesulitan.

Hingga akhirnya ia membuat sang pemilik ponsel, Sbastian putus dengan tunangannya dan dirinya harus menjadi tunangan sementara.

Siapa sangka benih-benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka. Perjalanan cinta mereka tidak mudah. Semua karena Isabel, mantan tunangan Sbastian. Ia melakukan segala cara untuk memisahkan Camelia dan Sbastian.

Apakah Isabel berhasil?

Apakah Sbastian akan berhenti memperjuangkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGUNTIT LAGI

"Ya halo Papi ada apa? Dubai, yang benar saja. Tapi, Pi, yang di sini saja urusan Tian belum selesai. Kenapa harus Tian lagi yang ke Dubai? Kenapa bukan Papi aja. Hah, Mami sakit, paling Mami masuk angin. Mami pasti mulai menangkap ikan lagi di danau. Iya, iya, oke, Tian berangkat lusa." Sbastian menutup telepon dari ayahnya.

"Arman, siapkan segala keperluan saya, lusa saya berangkat ke Dubai," ujarnya pada asistennya.

"Baik, Pak."

Sbastian menghela napas dengan kasar. "Ini susahnya jadi anak tunggal, apa-apa harus aku yang turun tangan. Kalau aku berangkat ke Dubai, berarti mulai lusa aku gak akan bisa ngikutin Camelia lagi. Ah ada saja yang merusak suasana hatiku."

Sebenarnya selama seminggu terakhir ini Sbastian selalu mengikuti Camelia kemanapun gadis itu pergi. Ia bahkan rela setiap hari bergonta-ganti mobil agar Camelia tidak curiga.

Selain karena dirinya rindu kepada Camelia, ia juga ingin memastikan bahwa Isabel tidak menjalankan ancaman yang pernah di ucapkannya dan memang selama satu minggu belakangan ini tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Camelianya menjalankan hari-hari dengan normal, bahkan gadis itu terlihat terlalu bahagia, membuat Sbastian makin merasa cintanya bertepuk sebelah tangan.

***

Camelia memasang earphone di telinganya, lalu mulai memutar musik instrumental yang beberapa hari ini tiba-tiba saja menjadi musik kesukaannya. Love Story oleh Richard clayderman. Ia memejamkan mata sambil menikmati embusan angin. Dalam genggamannya terdapat foto dirinya dan Sbastian saat mereka berada di butik untuk mencoba gaun pernikahan. Sesekali Ia menepiskan rambutnya yang menutupi wajah karena tertiup angin.

Camelia tersenyum saat dirinya teringat salah satu momen manis yang pernah ia lewatkan bersama Sbastian, saat itu Sbastian menggulung rambutnya yang tertiup angin.

Kalau dipikir-pikir lagi, dari mana Sbastian bisa mendapat kemampuan menggulung rambut wanita. "Dia pasti seorang playboy yang handal," ucapnya pelan.

"Siapa yang seorang playboy handal?" Terdengar suara yang tidak asing berbisik di telinganya, segera ia membuka mata.

"Tian!"

"Hai!" Sapa Sbastian lalu menyentuh rambut Camelia dan menggulungnya menjadi sanggul yang indah.

Camelia diam saja, ia menikmati setiap sentuhan yang di berikan Sbastian padanya. Perlahan tangan Sbastian menyentuh wajahnya, mendekatkan wajahnya pada wajah Camelia. Semakin dekat, Camelia sekarang dapat merasakan napas Sbastian pada wajahnya, lalu ....

"Mel!"

"Hem." Camelia membuka matanya, bukan Sbastian yang ada di hadapannya, melainkan Alvian. Ternyata dirinya hanya membayangkan sosok Sbastian hadir. Padahal pria itu tidak ada.

"Al?"

"Iya aku. Apa sedang menunggu orang lain?

"Ah ... enggak. Cuma bingung aja kok kamu tahu aku di sini."

"Kita besar bersama Mel, aku paling tahu ke mana kamu pergi kalau kamu ada masalah. Sekarang katakan apa masalahmu?" desak Alvian.

"Aku baik-baik aja, gak ada masalah apapun." Kemudian Camelia bangkit dan berjalan menuju bibir pantai. Berusaha meninggalkan jejak di sana, tapi gelombang yang datang kemudian menghapus jejaknya. Ia tersenyum masam, seandainya saja kenangan akan Sbastian dapat dihapusnya semudah gelombang menghapus jejak kakinya pasti ia tidak akan merasa seburuk ini, lagi pula kenapa kenangan yang hanya beberapa hari itu sulit sekali dihilangkan dari ingatannya.

Camelia menangis. Alvian menghampiri dan menyentuh rambut Camelia yang berhamburan tertiup angin. Pria itu bermaksud untuk menggulung rambut panjang Camelia, tapi kemudian Camelia melangkah mundur menjauhi Alvian. Ia tidak akan membiarkan siapapun melakukannya, bahkan Al sekalipun. Ada jejak tangan Sbastian di sana.

Alvian menatap Camelia dengan bingung, tetapi kemudian ia menarik Camelia kedalam pelukannya. Ia tahu bahwa Camelia sedang menyembunyikan sesuatu yang begitu berat untuk ditanggungnya sendiri. "Menangislah, jangan katakan apa masalahmu kalau kamu memang tidak mau, tapi jangan tahan tangisanmu." Alvian berkata dengan lembut. Mendengar perkataan Alvian membuat Camelia semakin menangis.

***

Sbastian membanting pintu di belakangnya, ia segera kembali ke hotel begitu melihat gadis yang sangat ia cintai berpelukan mesra dengan seorang lelaki.

Sebenarnya ia secara tidak sengaja melihat semua adegan itu, dirinya sedang di halaman kampus Camelia, memutuskan untuk menemui Camelia sebelum ia berangkat ke Dubai. Dirinya hanya ingin melepas rindu dengan Camelia. Akan tetapi saat di kampus, Camelia selalu di kelilingi oleh teman temannya, maka ia memutuskan akan mengikuti gadis pulang kembali ke panti.

Ia mengikuti angkot yang ditumpangi Camelia, angkot itu tidak menuju ke panti melainkan ke arah lain. Saat kemudian angkot berhenti, Sbastian memperhatikan daerah sekitarnya, ternyata Camelia menuju sebuah pantai.

Sbastian berniat untuk langsung mengikuti Camelia, tapi kemudian ponselnya berdering, ia mendapat telepon penting dari asistennya. Sbastian berbicara cukup lama di dalam mobil, saat kemudian panggilan itu telah berakhir ia segera turun dan mencari di mana Camelia.

Hatinya terasa sangat panas dan sakit saat ia melihat Camelia sedang berpelukan dengan seorang lelaki di pinggir pantai

Seketika itu ia merasa menjadi orang bodoh, sepertinya hanya dia yang mencintai dan merindukan Camelia. Ia bahkan rela menjadi seorang penguntit hanya agar dapat melihat gadis itu. Sbastian tersenyum masam lalu meninggalkan tempat itu dengan hati yang terbakar cemburu.

Sbastian menghempaskan tubuhnya dengan kesal ke atas tempat tidur berukuran king size di kamarnya, lalu mulai meraba saku kemejanya untuk mencari ponselnya. Kemudian ia teringat sudah membuang ponsel itu di jalan tadi

"Aaah sial, seharusnya aku keluarkan dulu kartu sim-nya! Semua ini karena Camelia, dia benar-benar membuatku kehilangan akal sehat!" keluhnya, ia membuang ponselnya hanya karena menurutnya ponsel itu terlalu banyak membawa kenangan tentang Camelia. Camelia lah yang menemukan ponsel itu saat ponsel itu hilang sebelumnya dan baru beberapa hari yang lalu ia mengganti wallpaper di layar ponsel itu dengan fotonya dan foto Camelia saat sedang mencoba gaun pengantin di butik. Benar kata Camelia, ia memang Bucin.

***

"Wuih, rapi bener dah karyawan yang bertugas menjaga keselamatan para atasan." Camelia mengejek Alvian yang bersiap-siap akan berangkat ke tempat kerja.

"Eits! Dilarang mengejek, oke," ujar Al sambil sesekali merapikan dasinya.

"Sini to, Le, ibu benerin. Kamu itu sudah tua pakai dasi aja gak bisa." Bu Lastri kemudian membantu Alvian yang sedaritadi berusaha memperbaiki dasinya.

"Kak Al, kalau sudah gajian belikan kami mainan, ya," ujar salah satu anak yang berkumpul di sekitar Alvian, mungkin mereka merasa takjub melihat Alvian tampil rapi. Selama ini Al selalu tampil sederhana, kaos polos dan celana jeans selama ini menjadi ciri khas Alvian. Begitu Ia menggunakan kemeja lengkap dengan dasinya, anak-anak menjadi takjub. Mungkin mereka berpikir akhirnya mereka memiliki kakak yang bekerja di tempat yang bagus, bajunya saja bagus, uangnya juga pasti bagus. Maka tidak heran satu per satu dari mereka sibuk mengajukan permintaan, yang semuanya di 'Iya' kan oleh Alvian.

"Al, jangan janji sembarangan," ujar Camelia.

"Iya, Al, jangan sembarangan mengumbar janji. Nanti adik-adik kamu nungguin beneran loh," ujar Bu Lastri. "Nah, sudah selesai, Mel siapkan sarapan untuk Al," ucap Bu Lastri lalu berbalik pergi.

Camelia menuju ruang makan diikuti oleh Alvian di belakangnya. Camelia sibuk menyiapkan sarapan untuk Atl, sementara Alvian duduk memperhatikan dari balik meja makan.

"Apa lihat-lihat!" desis Camelia saat menyadari dirinya edang diperhatikan.

"Gak apa-apa. Oh ya, Mel, kamu sendiri pengen dibeliin apa kalau aku sudah gajian nanti?" tanyanya.

"Cincin berlian," jawab Camelia asal.

"Beneran? Gak mau yang lain?"

"Kenapa? Berharap aku ganti sama barang lain yang lebih murah?" tanya Camelia sambil duduk di hadapan Alvian.

"Bukan, tapi mau nambahin biar nominalnya makin banyak, cincin berlian mah kecil, Mel. Gak ada yang lebih mahal yang kamu mau?" tanya Alvian sambil menyuapkan roti panggang ke dalam mulutnya.

Camelia tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu, ia kemudian bangkit untuk membuatkan Alvian teh hangat.

Tiba-tiba saja Alvian melingkarkan tangannya di pinggang Camelia. Camelia tentu saja bingung karena Al memeluknya dari belakang.

"Aku serius Mel, apa yang kamu mau pasti akan aku usahakan," katanya, berbisik di telinga Camelia. Kemudian Alvian memutar tubuh Camelia agar menghadapnya.

Alvian menatap lekat-lekat wajah gadis cantik di depannya,

"Al apa yang--"

"Shut, diamlah sebentar, ada yang mau aku katakan." Alvian berkata pelan, lalu berbisik. "I love you, Mel."

Camelia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Alvian, belum sempat ia mengatasi keterkejutannya tiba-tiba Alvian menyentuh kedua pipinya dengan kedua telapak tangan lalu memiringkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Camelia, saat jarak mereka sudah semakin dekat ....

"Tapi bohongl!" Alvian tertawa terbahak-bahak kemudian berlari ke luar ruangan.

"Alvian! Awas kamu ya. Dasar teman gak punya akhlak!" teriak Camelia sambil mengejar Alvian ke luar ruangan, tapi terlambat, temannya itu sudah memasuki mobil yang terparkir di halaman panti mulai semalam.

"Semoga pekerjaanmu lancar, Al," ucapnya sambil menatap kepergian Alvian.

***

Alvian tiba di kantor tempat ia bekerja, kantor itu sangat besar dan mewah, ia bersyukur sekali dapat bekerja di tempat sebagus itu walaupun hanya menjadi seorang sopir.

Apalagi ia tidak perlu repot-repot melamar. Orang itu sendiri yang katanya dari bagian HRD yang merekrutnya untuk menjadi salah satu karyawan di perusahaan besar itu.

Awalnya Alvian menolak, tapi mendengar gajih yang ditawarkan, belum lagi berbagai macam bonus ini dan itu membuatnya tergiur.

Saat itu ia berpikir, dengan gajih sebesar itu ia bisa memberi hadiah untuk adik-adik di panti, memberikan sebagian gajihnya untuk Bu Lastri yang sudah merawatnya sejak kecil, dan untuk memberikan kejutan-kejutan kecil untuk Camelia, sahabat kecilnya yang beberapa waktu ini sepertinya statusnya sebagai sahabat telah berubah di hatinya. Ia harus memastikan perasaannya terlebih dahulu sebelum mengungkapkannya kepada Camelia.

"Dengan Saudara Alvian?" Seorang pria bertubuh besar datang menghampirinya.

"Ya, benar."

"Mari ikuti saya, bos ingin bertemu."

"Baiklah."

Bersambung ....

1
Lee Je hoon
sukaaaaa.
Lee Je hoon
langsung putus 😅😂
Lee Je hoon
cuma seles doag yg bisa pakai jas sama dasi 😂
Lee Je hoon
au bayangin si sbasti ini kok kayaknya cool banget ya 😍
Lee Je hoon
ya ampun ngakak di akhir😂
™febri@n.*
ini beneran tian g ad ...sia" thor baca dri awal klo ending nya begini 😭😭😭haddeehhh ...
™febri@n.*
Kecewa
™febri@n.*
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
™febri@n.*
baru baca sdh kepicut thor😘
Novia Lestari: hehe he, maka sih, Kak 😊
total 1 replies
Jamilah MiuShop Samarinda
baru mulai baca yang ini 😁
Nelly Katanya
kalo udah ke Samarinda knpa GK sklian ke Tenggarong aj pak..
Nelly Katanya
jujur aja dgn keadaan Camelia. biar enak urusan nya. jgn bohong, nanti akan ada kebohongan lagi demi menutupi kebohongan yg lain👌
Nelly Katanya
sweet banget dua ank manusia itu.
Nelly Katanya
saran yg bijak Amel. dan Sebastian keputusan nya tepat👍
Nelly Katanya
apa kah yg terjadi. akan kah lonceng memaaf kan Amel. atau malah sebalik nya memanfaat kan
Nelly Katanya
seegitu nya GK mau kah Bastian SMA Amel. kusumoahin Lo kena penyakit bucin
Nelly Katanya
yeye enak donk Camelia otw ke Jakarta, sekalian aj jalan² ke Monas🤣🤣
Nelly Katanya
si Amel ada² saja rencana nya🤣🤣 iya kali kmu tga ngdorong Rian sebastian. klo GK baper nanti🤣🤣
Nelly Katanya
salah sendiri si penlefon nya nyerocos trus kyk mercon ukuran jumbo
EN_aqkeru
ini mah plaza Balikpapan 😁
Novia Lestari: hehehe bener banget, Mba. 🤭🤭
makasih sudah membaca CINTA SI TUAN BUCIN. 🙏
karena ini tulisan pertama saya, jadinya agak berantakan. Mau revisi belum sempat pun 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!