Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjanda
<<<
Satu Tahun Yang Lalu
Terjadi Perdebatan Besar Antara Erlan Dan Elisa Karena Chester
"Apa Maksud Ayah? Ku Mohon Ayah, Jangan Cemburu Untuk Masalah Seperti Ini, Bagaimana Pun Chester Suamiku" Jawab Elisa Pada Perintah Erlan Menyuruh Elisa Untuk Menceraikan Chester
"Siapa Yang Tau Dia Suami Mu? Bangsawan Mana Yang Tau?" Jawab Erlan Dingin
Elisa Tersentak
"Pernikahan Mu Dengan Pria Itu Tidak Tercatat Sebagai Suami Atau Pendamping Tapi Sebagai Selir, Lebih Tepatnya Pria Panggilan Putri Mahkota" Lanjut Erlan
Elisa Terdiam
"Yah, Ya Sudah, Kita Tinggal Menikah Saja" Jawab Elisa Yang Tidak Mau Lagi Memulai Hubungan Yang Baru Dengan Orang Yang Baru
Brak...
Elisa Terkejut, Ia Mundur Beberapa Langkah Ke Belakang Karena Takut Dengan Aura Erlan Yang Begitu Merah Kegelapan
"Sampai Kapan Kau Akan Berpura-pura Bodoh Elisa?" Bentak Erlan
"Dan Apa Kau Pikir Selama Ini Aku Diam Karena Aku Tidak Tau Apa Yang Terjadi? Aku Tau Semua Yang Terjadi Di Kerajaan Ku Elisa Terlebih Lagi Pada Mu, Aku Tau Semuanya" Jelas Erlan Marah
Elisa Diam
....
5 Bulan Yang Lalu
Elisa Mendapatkan Informasi Jika Ada Beberapa Orang Yang Menyukai Chester Saat Ada Di Tempat Pelatihan, Tepat Saat Itu Sudah 3 Bulan Lamanya Elisa Tidak Pernah Menjenguk Chester, Elisa Di Sibukkan Dengan Masalahnya Dengan Erlan Juga Kerajaan Lousiana, Belum Lagi Pelajaran Di Berbagai Bidang
Chester Yang Kesepian Mulai Terhibur Dengan Kebebasan Para Ksatria Jika Mereka Sudah Selesai Latihan Atau Menjalankan Tugas, Mereka Akan Berhura-hura
Minum, Berpesta, Pergi Ke Rumah Bordil, Semua Mereka Lakukan Secara Diam-diam Tapi Semua Itu Di Ketahui Oleh Erlan Tapi Ia Tetap Diam Karena Itu Sebagai Hiburan Untuk Para Ksatria Dan Prajurit Lainya, Asalkan Mereka Tidak Membawa Para Wanita Ke Tempat Mereka
Sampai, Elisa Melihat Langsung Chester Tidur Dengan Beberapa Wanita Di Rumah Bordil Setelah 5 Bulan Elisa Tidak Melihat Chester
Hamzah Yang Ikut Dengan Elisa Saat Itu Sangat Terkejut
"Yang Mulia!!!" Hamzah Melihat Elisa Yang Terdiam Melihat Pemandangan Di Depannya
Elisa Berbalik "Besok, Bawa Dia Kehadapan Ku" Pergi
Hamzah Menunduk "Baik Yang Mulia"
Dalam Kereta Kuda
"Ini Bukan Salahnya, Tapi Salah Ku Yang Tidak Memperhatikan Kondisi Dan Mental Chester" Pikir Elisa
"Aku Marah Pada Ayah Karena Tidak Memperhatikan Ku, Padahal Aku Sendiri Melakukan Hal Yang Sama Pada Suami Ku, Tapi Aku Benar-benar Sibuk, Aku Tidak Bermaksud Untuk Tidak Menjenguk Nya" Elisa Mulai Kesal
"Jika Aku Tidak Menjenguk Nya Kenapa? Kenapa Dia Tidak Datang Pada Ku? Kenapa Malah..." Tatapan Elisa Dari Sedih Menjadi Begitu Dingin
Besoknya
Pagi
Siang
Petang
Sore
Malam
Chester Datang Dengan Perasaan Takut, Gugup, Semua Tercampur Aduk
Tok..Tok...Tok...
Hamzah Membuka Pintu Kamar Elisa
Elisa Melihat Chester Yang Masuk Dengan Menundukkan Kepalanya, Saat Di Depan Elisa Chester Langsung Berlutut
"Lama Juga Persiapan Mu Chester" Ujar Elisa Dingin
Chester Bersujud "Maafkan Saya Yang Mulia, Saya, Saya.."
"Cukup" Bentak Elisa
Chester Terkejut, Air Matanya Yang Dari Awal Sudah Mengalir Deras Karena Takut Juga Merasa Bersalah Yang Amat Dalam
"Mulai Sekarang..."
"Saya Tidak Ingin Bercerai" Potong Chester Sambil Menatap Elisa
"Saya Mohon, Jangan Ceraikan Saya, Saya Khilaf Yang Mulia, Saya Berjanji Tidak Akan Melakukannya Lagi, Saya Mohon Maafkan Saya" Terisak-isak
Elisa Hanya Diam Dengan Wajahnya Yang Datar Tanpa Ekspresi Tapi Dalam Hatinya, Ia Sangat Kecewa Dan Marah Juga Jijik Dengan Pria Yang Sedang Menangis Di Depannya
"Saya Mohon Yang Mulia"
"Apa Saja Yang Kau Lakukan Dengan Mereka?" Yang Elisa
Chester Mendekat Selangkah Dengan Merangkak Ke Arah Elisa
"Tidak Ada Yang Mulia, Mereka Hanya Menemani Saya Minum Lalu..."
"Tidur Bersama?"
"Saya Mabuk Yang Mulia, Saat Itu Saya Mabuk, Kami, Saya Tidak Berhubungan Sampai Ke Tahap Itu, Saya Bersumpah" Jawab Chester Menjelaskan Dengan Tergesa-gesa Tapi Semua Jawabnya Jujur
Elisa Diam
"Perbaiki Sikap Mu Dan Ini Yang Terakhir Chester"
Chester Mengangguk "Iya Yang Mulia, Iya" Menangis
Elisa Mengarahkan Tangannya Pada Chester "Kemarilah"
"Hiks...Hiks..Yang Mulia" Chester Berjalan Ke Arah Elisa Dengan Merangkak, Ia Mendudukkan Kepala Di Paha Elisa
"Maafkan Saya, Saya Mohon, Saya Khilaf Yang Mulia, Saya Tidak Akan Melakukannya Lagi" Ujar Chester Yang Mulai Tidak Jelas Karena Menangis
Elisa Menepuk-tepuk Pundak Chester
"Saya Tidak Mau Bercerai" Lanjut Chester
"Semoga Berita Ini Tidak Sampai Ke Telinga Ayah" Pikir Elisa
2 Hari Kemudian
Erlan Menatap Elisa Yang Sedang Makan, Elisa Merasakan Tatapan Erlan Tapi Elisa Tetap Diam
3 Hari Kemudian
"Elisa"
Elisa Terkejut "Iya Ayah?"
Erlan Menatap Elisa "Apa Ada Yang Ingin Kau Sampaikan Padaku?"
"Ya? Tidak Ada? Apa Ada Masalah?" Jawab Elisa Berusaha Untuk Tidak Gugup
Erlan Menghela Nafas Panjang, Elisa Melihat Aura Kekesalan Erlan Tapi Elisa Mengabaikan Itu Karena Dia Sendiri Berusaha Untuk Tetap Tenang
Erlan Meletakan Sendoknya Dengan Kuat Sampai Menimbulkan Retak Di Atas Piringnya
"Tidak Ada, Lupakan" Jawab Erlan
Elisa Memegang Erat Sendoknya
Erlan Berdiri Dan Pergi
Elisa Melihat Erlan
"Pasti Ayah Sudah Tau Mengenai Masalah Chester..Haa..." Pikir Elisa
Berhari-hari, Berminggu-minggu, Berbulan-bulan Sampai Akhirnya Kesabaran Erlan Habis, Saat Melihat Kedekatan Elisa Dan Chester Setelah Terdengar Kabar Buruk Belum Lagi Elisa Sendiri Yang Melihat Chester Tidur Dengan Banyak Wanita
...
"Aku Tidak Mau Tau, Kau Harus Meceriakan Anak Tidak Tau Diri Itu" Ujar Erlan Marah
"Itu, Masalah Itu Sudah Berlalu Ayah, Dan Dia Sudah Berjanji Tidak Akan Melakukan Itu"
"Dan Kau Percaya Omong Kosongnya?"
Elisa Diam Sesaat
"I, Iya Dan Chester Juga Beberapa Bulan Terkahir Ini Sudah Tidak Minum Dan Melakukan Hal Itu Lagi Bukan, Sampai Chester Selesai Dari Pelatihan Nya"
Erlan Menatap Tajam Elisa
"Selama Ini Aku Diam Elisa, Apa Kau Tau Sudah Berapa Lama Dia Melakukan Itu?"
Elisa Diam
"Sudah 2 Bulan Dia Melakukan Itu, Sampai Akhirnya Kau Melihatnya Elisa, Sudah Dua Bulan Dia Melakukan Hal Menjijikan Itu Dengan Banyak Wanita, Jika Hanya Satu Kita Bisa Memaklumi Tapi Ini...Dia Seperti Banjin*An Itu (Daniel)"
Elisa Tersentak, Ia Menunduk
Chester Yang Mendengar Semua Itu Hanya Bisa Diam Dan Menangis Di Balik Pintu
"Pilihan Ada Di Tangan Mu Elisa, Ceraikan Dia, Atau Aku Membunuhnya"
Chester Dan Elisa Terkejut
"Akan Ku Ceraikan" Jawab Elisa
Chester Berlutut "Tidak...." Menangis
Tidak Lama, Elisa Pun Menceraikan Chester
Chester Mendatangani Surat Cerai Mereka Sambil Menangis, Setelah Mendatangani, Elisa Memberikan Surat Kepemilikan Bangunan Yang Sudah Di Siapkan Elisa Untuk Chester
"Yang Mulia Putri" Panggil Chester Dalam Tangisannya
Elisa Melihat Chester Dengan Sedih Tapi Ia Tidak Sampai Menangis Seperti Ketiga Pelayan Elisa
"Hm?"
Chester Melihat Elisa "Walaupun Kita Tidak Lagi Bersama, Bisakah Kita Tetap Akrab, Layaknya Saudara?"
Elisa Tersenyum "Tentu Sa..."
"Tidak" Jawab Erlan Kasar
Semua Terkejut
"Cepat Bawa Dia Keluar Dari Sini" Perintah Erlan
Dua Penjaga Langsung Membawa Chester Keluar
"Tidak, Saya Mohon Yang Mulia, Izinkan Saya Untuk Tetap Bertemu Dengan Putri Mahkota" Ujar Chester
Elisa Menuduk, Ia Tidak Berani Melawan Karena Aura Erlan Benar-benar Tidak Baik, Sesekali Bangunan Istan Bergoyang Karena Kekuatan Erlan Yang Sedikit Demi Sedikit Mulai Keluar Karena Marah, Jadi Elisa Hanya Diam Saat Chester Di Bawa Keluar Sambil Memanggil-manggil Namanya
>>>
Setelah Satu Tahun Berlalu Elisa Pun Mengunjungi Chester
Setelah Perceraian Mereka, Chester Tak Henti-hentinya Mengirim Surat Pada Elisa Walaupun Suratnya Tidak Sekalipun Di Balas Elisa Karena Surat Itu Tidak Pernah Sampai Di Tangan Elisa Tapi Di Tangan Erlan
Erlan Langsung Membakar Surat Chester Tanpa Membaca Nya
Terjadilah Perdebatan Dan Saling Diam Yang Berkepanjangan Antara Elisa Dan Erlan
Sampai Kedatangan Yona Untuk Mengunjungi Kedua Anaknya Sekaligus Menjemput Mereka
Elisa Dan Erlan Mulai Berbicara Untuk Menutupi Perkelahian Mereka Di Depan Yona
Tapi Karena Kepekaan Seorang Wanita Yang Begitu Kuat, Yona Pun Tau Jika Ayah Dan Anak Itu Memiliki Masalah
Ruang Kerja Erlan
"Kau Salah Erlan" Ujar Yona Setelah Tau Masalah Mereka Juga Mengenai Surat Chester Yang Di Bakar Erlan
"Kenapa Aku Yang Salah? Aku Hanya Ingin Menjauhkan Putri Ku Dari Pria Menjijikan Seperti Dia" Jawab Erlan Kesal
"Phuftt, Menjijikan? Lalu Kau Apa? Kalian Berdua Tidak Ada Bedanya"
"Apa Maksud Mu?"
Yona Melirik Erlan "Kau Pikir, Aku Tidak Tau Mengenai Wanita Mu Yang Di Luar Sana"
Erlan Terkejut
"Kapan Kau Akan Mengatakan Mengenai Wanita Mu Pada Elisa?"
Erlan Mengerutkan Keningnya "Omong Kosong Apa Yang Kau Bicarakan?"
"Jadi Dia Belum Mengatakan Mengenai Wanita Itu Pada Elisa!!!" Pikir Yona
"Hah,,, Putri Mu Sangat Menakutkan Erlan Jadi Berhati-hatilah, Dan Mengani Surat Itu Kau Tetaplah Salah"
Erlan Diam
"Niat Mu Benar Tapi Tindakan Mu Salah, Elisa Sudah Dewasa Terlebih Lagi Umurnya Sebentar Lagi 30 Tahun Dan Dia Seorang Putri Mahkota Erlan. Baik Buruknya Seseorang Dia Tau, Dan Elisa Memiliki Kekuatan Yang Sama Sama Seperti Mu Bukan? Jadi Dia Tau Apa Yang Akan Dia Lakukan" Jelas Yona
"Malah, Kekuatan Penglihatan Elisa Lebih Kuat Dari Mu, Bukan Hanya Pada Mahkluk Hidup Tapi Juga Benda Mati"
Erlan Menatap Yona Dengan Datar
"Dan Surat Itu Urusan Pribadi Erlan, Kau Mengerti Kan?"
Erlan Befikir
"Masalah Seperti Ini Saja Kau Marah Besar Apalagi Jika Elisa Tau Mengenai Wanita Itu, Entah Apa Yang Akan Elisa Lakukan Dan Semarah Apa Dia Nanti" Lanjut Yona Sambil Tersenyum
Erlan Tersentak, Ia Mengepalkan Tanganya