NovelToon NovelToon
PUTRI MAHKOTA

PUTRI MAHKOTA

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga & Kasih Sayang / TimeTravel / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.TiyaD

Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri

Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan

Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjanda

<<<

Satu Tahun Yang Lalu

Terjadi Perdebatan Besar Antara Erlan Dan Elisa Karena Chester

"Apa Maksud Ayah? Ku Mohon Ayah, Jangan Cemburu Untuk Masalah Seperti Ini, Bagaimana Pun Chester Suamiku" Jawab Elisa Pada Perintah Erlan Menyuruh Elisa Untuk Menceraikan Chester

"Siapa Yang Tau Dia Suami Mu? Bangsawan Mana Yang Tau?" Jawab Erlan Dingin

Elisa Tersentak

"Pernikahan Mu Dengan Pria Itu Tidak Tercatat Sebagai Suami Atau Pendamping Tapi Sebagai Selir, Lebih Tepatnya Pria Panggilan Putri Mahkota" Lanjut Erlan

Elisa Terdiam

"Yah, Ya Sudah, Kita Tinggal Menikah Saja" Jawab Elisa Yang Tidak Mau Lagi Memulai Hubungan Yang Baru Dengan Orang Yang Baru

Brak...

Elisa Terkejut, Ia Mundur Beberapa Langkah Ke Belakang Karena Takut Dengan Aura Erlan Yang Begitu Merah Kegelapan

"Sampai Kapan Kau Akan Berpura-pura Bodoh Elisa?" Bentak Erlan

"Dan Apa Kau Pikir Selama Ini Aku Diam Karena Aku Tidak Tau Apa Yang Terjadi? Aku Tau Semua Yang Terjadi Di Kerajaan Ku Elisa Terlebih Lagi Pada Mu, Aku Tau Semuanya" Jelas Erlan Marah

Elisa Diam

....

5 Bulan Yang Lalu

Elisa Mendapatkan Informasi Jika Ada Beberapa Orang Yang Menyukai Chester Saat Ada Di Tempat Pelatihan, Tepat Saat Itu Sudah 3 Bulan Lamanya Elisa Tidak Pernah Menjenguk Chester, Elisa Di Sibukkan Dengan Masalahnya Dengan Erlan Juga Kerajaan Lousiana, Belum Lagi Pelajaran Di Berbagai Bidang

Chester Yang Kesepian Mulai Terhibur Dengan Kebebasan Para Ksatria Jika Mereka Sudah Selesai Latihan Atau Menjalankan Tugas, Mereka Akan Berhura-hura

Minum, Berpesta, Pergi Ke Rumah Bordil, Semua Mereka Lakukan Secara Diam-diam Tapi Semua Itu Di Ketahui Oleh Erlan Tapi Ia Tetap Diam Karena Itu Sebagai Hiburan Untuk Para Ksatria Dan Prajurit Lainya, Asalkan Mereka Tidak Membawa Para Wanita Ke Tempat Mereka

Sampai, Elisa Melihat Langsung Chester Tidur Dengan Beberapa Wanita Di Rumah Bordil Setelah 5 Bulan Elisa Tidak Melihat Chester

Hamzah Yang Ikut Dengan Elisa Saat Itu Sangat Terkejut

"Yang Mulia!!!" Hamzah Melihat Elisa Yang Terdiam Melihat Pemandangan Di Depannya

Elisa Berbalik "Besok, Bawa Dia Kehadapan Ku" Pergi

Hamzah Menunduk "Baik Yang Mulia"

Dalam Kereta Kuda

"Ini Bukan Salahnya, Tapi Salah Ku Yang Tidak Memperhatikan Kondisi Dan Mental Chester" Pikir Elisa

"Aku Marah Pada Ayah Karena Tidak Memperhatikan Ku, Padahal Aku Sendiri Melakukan Hal Yang Sama Pada Suami Ku, Tapi Aku Benar-benar Sibuk, Aku Tidak Bermaksud Untuk Tidak Menjenguk Nya" Elisa Mulai Kesal

"Jika Aku Tidak Menjenguk Nya Kenapa? Kenapa Dia Tidak Datang Pada Ku? Kenapa Malah..." Tatapan Elisa Dari Sedih Menjadi Begitu Dingin

Besoknya

Pagi

Siang

Petang

Sore

Malam

Chester Datang Dengan Perasaan Takut, Gugup, Semua Tercampur Aduk

Tok..Tok...Tok...

Hamzah Membuka Pintu Kamar Elisa

Elisa Melihat Chester Yang Masuk Dengan Menundukkan Kepalanya, Saat Di Depan Elisa Chester Langsung Berlutut

"Lama Juga Persiapan Mu Chester" Ujar Elisa Dingin

Chester Bersujud "Maafkan Saya Yang Mulia, Saya, Saya.."

"Cukup" Bentak Elisa

Chester Terkejut, Air Matanya Yang Dari Awal Sudah Mengalir Deras Karena Takut Juga Merasa Bersalah Yang Amat Dalam

"Mulai Sekarang..."

"Saya Tidak Ingin Bercerai" Potong Chester Sambil Menatap Elisa

"Saya Mohon, Jangan Ceraikan Saya, Saya Khilaf Yang Mulia, Saya Berjanji Tidak Akan Melakukannya Lagi, Saya Mohon Maafkan Saya" Terisak-isak

Elisa Hanya Diam Dengan Wajahnya Yang Datar Tanpa Ekspresi Tapi Dalam Hatinya, Ia Sangat Kecewa Dan Marah Juga Jijik Dengan Pria Yang Sedang Menangis Di Depannya

"Saya Mohon Yang Mulia"

"Apa Saja Yang Kau Lakukan Dengan Mereka?" Yang Elisa

Chester Mendekat Selangkah Dengan Merangkak Ke Arah Elisa

"Tidak Ada Yang Mulia, Mereka Hanya Menemani Saya Minum Lalu..."

"Tidur Bersama?"

"Saya Mabuk Yang Mulia, Saat Itu Saya Mabuk, Kami, Saya Tidak Berhubungan Sampai Ke Tahap Itu, Saya Bersumpah" Jawab Chester Menjelaskan Dengan Tergesa-gesa Tapi Semua Jawabnya Jujur

Elisa Diam

"Perbaiki Sikap Mu Dan Ini Yang Terakhir Chester"

Chester Mengangguk "Iya Yang Mulia, Iya" Menangis

Elisa Mengarahkan Tangannya Pada Chester "Kemarilah"

"Hiks...Hiks..Yang Mulia" Chester Berjalan Ke Arah Elisa Dengan Merangkak, Ia Mendudukkan Kepala Di Paha Elisa

"Maafkan Saya, Saya Mohon, Saya Khilaf Yang Mulia, Saya Tidak Akan Melakukannya Lagi" Ujar Chester Yang Mulai Tidak Jelas Karena Menangis

Elisa Menepuk-tepuk Pundak Chester

"Saya Tidak Mau Bercerai" Lanjut Chester

"Semoga Berita Ini Tidak Sampai Ke Telinga Ayah" Pikir Elisa

2 Hari Kemudian

Erlan Menatap Elisa Yang Sedang Makan, Elisa Merasakan Tatapan Erlan Tapi Elisa Tetap Diam

3 Hari Kemudian

"Elisa"

Elisa Terkejut "Iya Ayah?"

Erlan Menatap Elisa "Apa Ada Yang Ingin Kau Sampaikan Padaku?"

"Ya? Tidak Ada? Apa Ada Masalah?" Jawab Elisa Berusaha Untuk Tidak Gugup

Erlan Menghela Nafas Panjang, Elisa Melihat Aura Kekesalan Erlan Tapi Elisa Mengabaikan Itu Karena Dia Sendiri Berusaha Untuk Tetap Tenang

Erlan Meletakan Sendoknya Dengan Kuat Sampai Menimbulkan Retak Di Atas Piringnya

"Tidak Ada, Lupakan" Jawab Erlan

Elisa Memegang Erat Sendoknya

Erlan Berdiri Dan Pergi

Elisa Melihat Erlan

"Pasti Ayah Sudah Tau Mengenai Masalah Chester..Haa..." Pikir Elisa

Berhari-hari, Berminggu-minggu, Berbulan-bulan Sampai Akhirnya Kesabaran Erlan Habis, Saat Melihat Kedekatan Elisa Dan Chester Setelah Terdengar Kabar Buruk Belum Lagi Elisa Sendiri Yang Melihat Chester Tidur Dengan Banyak Wanita

...

"Aku Tidak Mau Tau, Kau Harus Meceriakan Anak Tidak Tau Diri Itu" Ujar Erlan Marah

"Itu, Masalah Itu Sudah Berlalu Ayah, Dan Dia Sudah Berjanji Tidak Akan Melakukan Itu"

"Dan Kau Percaya Omong Kosongnya?"

Elisa Diam Sesaat

"I, Iya Dan Chester Juga Beberapa Bulan Terkahir Ini Sudah Tidak Minum Dan Melakukan Hal Itu Lagi Bukan, Sampai Chester Selesai Dari Pelatihan Nya"

Erlan Menatap Tajam Elisa

"Selama Ini Aku Diam Elisa, Apa Kau Tau Sudah Berapa Lama Dia Melakukan Itu?"

Elisa Diam

"Sudah 2 Bulan Dia Melakukan Itu, Sampai Akhirnya Kau Melihatnya Elisa, Sudah Dua Bulan Dia Melakukan Hal Menjijikan Itu Dengan Banyak Wanita, Jika Hanya Satu Kita Bisa Memaklumi Tapi Ini...Dia Seperti Banjin*An Itu (Daniel)"

Elisa Tersentak, Ia Menunduk

Chester Yang Mendengar Semua Itu Hanya Bisa Diam Dan Menangis Di Balik Pintu

"Pilihan Ada Di Tangan Mu Elisa, Ceraikan Dia, Atau Aku Membunuhnya"

Chester Dan Elisa Terkejut

"Akan Ku Ceraikan" Jawab Elisa

Chester Berlutut "Tidak...." Menangis

Tidak Lama, Elisa Pun Menceraikan Chester

Chester Mendatangani Surat Cerai Mereka Sambil Menangis, Setelah Mendatangani, Elisa Memberikan Surat Kepemilikan Bangunan Yang Sudah Di Siapkan Elisa Untuk Chester

"Yang Mulia Putri" Panggil Chester Dalam Tangisannya

Elisa Melihat Chester Dengan Sedih Tapi Ia Tidak Sampai Menangis Seperti Ketiga Pelayan Elisa

"Hm?"

Chester Melihat Elisa "Walaupun Kita Tidak Lagi Bersama, Bisakah Kita Tetap Akrab, Layaknya Saudara?"

Elisa Tersenyum "Tentu Sa..."

"Tidak" Jawab Erlan Kasar

Semua Terkejut

"Cepat Bawa Dia Keluar Dari Sini" Perintah Erlan

Dua Penjaga Langsung Membawa Chester Keluar

"Tidak, Saya Mohon Yang Mulia, Izinkan Saya Untuk Tetap Bertemu Dengan Putri Mahkota" Ujar Chester

Elisa Menuduk, Ia Tidak Berani Melawan Karena Aura Erlan Benar-benar Tidak Baik, Sesekali Bangunan Istan Bergoyang Karena Kekuatan Erlan Yang Sedikit Demi Sedikit Mulai Keluar Karena Marah, Jadi Elisa Hanya Diam Saat Chester Di Bawa Keluar Sambil Memanggil-manggil Namanya

>>>

Setelah Satu Tahun Berlalu Elisa Pun Mengunjungi Chester

Setelah Perceraian Mereka, Chester Tak Henti-hentinya Mengirim Surat Pada Elisa Walaupun Suratnya Tidak Sekalipun Di Balas Elisa Karena Surat Itu Tidak Pernah Sampai Di Tangan Elisa Tapi Di Tangan Erlan

Erlan Langsung Membakar Surat Chester Tanpa Membaca Nya

Terjadilah Perdebatan Dan Saling Diam Yang Berkepanjangan Antara Elisa Dan Erlan

Sampai Kedatangan Yona Untuk Mengunjungi Kedua Anaknya Sekaligus Menjemput Mereka

Elisa Dan Erlan Mulai Berbicara Untuk Menutupi Perkelahian Mereka Di Depan Yona

Tapi Karena Kepekaan Seorang Wanita Yang Begitu Kuat, Yona Pun Tau Jika Ayah Dan Anak Itu Memiliki Masalah

Ruang Kerja Erlan

"Kau Salah Erlan" Ujar Yona Setelah Tau Masalah Mereka Juga Mengenai Surat Chester Yang Di Bakar Erlan

"Kenapa Aku Yang Salah? Aku Hanya Ingin Menjauhkan Putri Ku Dari Pria Menjijikan Seperti Dia" Jawab Erlan Kesal

"Phuftt, Menjijikan? Lalu Kau Apa? Kalian Berdua Tidak Ada Bedanya"

"Apa Maksud Mu?"

Yona Melirik Erlan "Kau Pikir, Aku Tidak Tau Mengenai Wanita Mu Yang Di Luar Sana"

Erlan Terkejut

"Kapan Kau Akan Mengatakan Mengenai Wanita Mu Pada Elisa?"

Erlan Mengerutkan Keningnya "Omong Kosong Apa Yang Kau Bicarakan?"

"Jadi Dia Belum Mengatakan Mengenai Wanita Itu Pada Elisa!!!" Pikir Yona

"Hah,,, Putri Mu Sangat Menakutkan Erlan Jadi Berhati-hatilah, Dan Mengani Surat Itu Kau Tetaplah Salah"

Erlan Diam

"Niat Mu Benar Tapi Tindakan Mu Salah, Elisa Sudah Dewasa Terlebih Lagi Umurnya Sebentar Lagi 30 Tahun Dan Dia Seorang Putri Mahkota Erlan. Baik Buruknya Seseorang Dia Tau, Dan Elisa Memiliki Kekuatan Yang Sama Sama Seperti Mu Bukan? Jadi Dia Tau Apa Yang Akan Dia Lakukan" Jelas Yona

"Malah, Kekuatan Penglihatan Elisa Lebih Kuat Dari Mu, Bukan Hanya Pada Mahkluk Hidup Tapi Juga Benda Mati"

Erlan Menatap Yona Dengan Datar

"Dan Surat Itu Urusan Pribadi Erlan, Kau Mengerti Kan?"

Erlan Befikir

"Masalah Seperti Ini Saja Kau Marah Besar Apalagi Jika Elisa Tau Mengenai Wanita Itu, Entah Apa Yang Akan Elisa Lakukan Dan Semarah Apa Dia Nanti" Lanjut Yona Sambil Tersenyum

Erlan Tersentak, Ia Mengepalkan Tanganya

1
MataPanda?_
kurang ka tambah lagi😄semangat trus buat kakk autor y sehat selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!