NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:576
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Rapat Keluarga

Suasana ruang rawat Aidar sore itu cukup ramai. Atas pemintaan mbak Asih

Kedua orang tua Roy datang dari Surabaya. untuk menyelesaikan masalah ini.

Mbak Asih berfikir orang tua Roy harus tau kelakuan anaknya , karena di nilai sudah sangat membahayakan untuk Aidar.

Ibu Roy pun turut menangis melihat kondisi Aidar yang masih lemas dengan nafas sesak, meski sudah di bantu oksigen.

Ini pertama kali nya alergi Aidar menunjukkan efek parah, biasa nya bila salah makan jajanan atau coklat hanya badan nya yang merah-merah dan beberapa kali muntah, tapi sekarang bukan hanya 2 gejala itu, tapi juga sesak nafas.

''Kamu sudah keterlaluan, Roy. di mana otak kamu sampaian Aidar kaya gini.'' Oceh ibu Roy.

Roy yang duduk di sebuah sofa menjawab dengan nada santai nya, ''Ya aku nggak tau,

Mah kalau Aidar alergi susu.''

Mbak Asih yang mendengar jawaban Roy seketika menyaut dengen galak , '' Heh ! Aku

Sudah bilang ya, Aidar alergi susu. Kamu bilang kamu sebagai orang tua lebih tau,

Ini yang kamu maksud lebih tau!. Hardik mbak Asih.

''Ya aku nggak tau kalau efeknya bakal seperti in!. Jawab Roy tak kalah galak.

Ayah Roy yang juga ada di situ pun turut menimpali, ''kamu ada masalah apa, Roy

Sampai kaya gini? Kamu sadar nggak yang kamu lakuin ini sudah keterlaluan.''

''Ya aku stres, Pah di tinggal istri ke luar negeri terus nggak ada angin nggak ada hujan

Tiba-tiba dia ngajak cerai, siapa yang nggak stress.'' Jawab Roy .

'' Kenapa Ana tiba-tiba seperti itu, bukan kah saat akan berangkat semua baik-baik saja ?'' Tanya Ayah Roy kemudian.

Roy menunduk lemah memasang tampang kasian seolah ia yang paling tersakiti.

''Coba kau telefon Ana, Papa mau dengar dari Ana.'' imbuh ayah Roy.

''Kalau aku yang telepon nggak akan di angkat Pah.'' jawab Roy.

Mbak Asih yang ada di ruangan itu pun menyaut dengan tidak sabar, rasa nya

Muak sekali melihat tampang Roy yang masih saja tidak sadar akan kesalahan nya.

''Terang saja Ana tidak mau menjawab telepon mu, setiap telepon istri hanya uang saja yang di bahas. istri mana yang tidak muak, dia rela jauh dari anak, kerja mati-matian masih di salahkan. Kamu yang seharus nya punya kewajiban cuma uang-uang saja tau nya.'

Roy nampak tidak terima dengan sahutan mbak Asih, ''Apa salah nya lo mbak, aku cuma mau tau uang Ana lari nya kemana, buat apa. Aku cuma nggak mau dia kerja capek-capek uang nya habis begitu saja.'' Sahut Roy dengan dada naik turun menahan amarah.

''Pinter sekali kamu jawab nya, Roy.'' Sinis mbak asih. ''Kamu bilang cuma mau tau, tapi

Nuntut dia buat kasih kamu sebuan 1 juta, kamu bilang cuma mau tau tapi nuntut dia

Bantu ongkos buat kerja ke Jakarta 10 juta. setelah Ana nggak sanggup, kamu maki-maki dia dengan bahasa kotor. Apa seperti itu yang kamu bilang hanya ingin tau?.

''Apa salah nya lo mbak, aku minta itu kan bukan untuk bersenang-senang, aku minta kan ya buat kerja, buat anak-anak juga ujung nya.'' Kilah Roy

''Lagian Ana sendiri kan yang bilang dia kerja ke luar negeri buat keluarga tapi kenyataannya sekarang setelah kerja dia lupa.'' Lanjut Roy.

Ayah Roy menghela nafas berat, ''ya kamu seharus ya lebih giat lagi kerja nya, Roy.

Istri kamu saja berkorban sampai luar negeri kamu di sini enak-enakan minta jatah bulanan.'' Sahut nya.

''Aku juga kerja lo, Pah. Apa di kira aku nganggur selama ini aku juga kerja tapi Ana nya saja yang tidak bersyukur.'' Roy masih saja berkelit tidak mau di salah kan.

''Kalo yang kamu kasih cukup nggak mungkin Ana sampai nekat ke luar negeri, Roy.

Bentak Ayah Roy.

"Ya kalau cuma nafkahi Ana aku mampu, tapi kan Ana nuntut harus nafkahi 2 anak nya juga. Papa pikir aku siap. Ana itu yang bebal aku udah bilang kirim 2 anak itu tempat

Bapak nya biar gantian bapaknya yang urus, malah pilih ke luar negeri alasan memperbaiki ekonomi keluaga, sekarang dia lupa dengan keluarga. '' Sungut Roy.

''Dari awal kan kamu mau menikahi Ana, kamu sudah tau Ana punya 2 anak, kenapa baru sekarang kamu merasa keberatan.'' sahut mas Dwi yang merasa tersinggung saat 2 ponakan nya yang tidak tau apa-apa itu di sangkut pautkan dalam masalah ini.

''Sekarang nggak usah bawa-bawa Danu sama Raka, memang nya mereka pernah nyusahin kamu, selama kamu nikah kebutuhan mereka Ana sendiri yang menuhi, sebelum nikah sama kamu juga Ana mampu kok menafkahi 2 anak nya itu sendiri.'' imbuh Mas Dwi.

Jarang sekali mas Dwi emosi, tapi kali ini dia tidak bisa menahan, melihat bagaimana Roy masih saja menyalahkan Ana, bahkan menyalahkan 2 keponakan nya yang jelas-jelas tidak pernah menyusahkan Roy.

Roy hanya tertunduk mendengar penjelasan dari Mas Dwi, ia seperti mati kutu mendengar apa yang di ucapkan orang yang menjadi garda terdepan untuk anak-anak Ana. Selama ini Roy memang tidak dekat dengan 2 anak itu, kalaupun ada kedekatan hanya sebatas formalitas karena itu anak Ana. Dan semua orang tau itu termasuk orang tuanya.

''Sudah mas, sekarang saya minta tolong telepon kan Ana, saya ingin mendengar dari sisi dia masalah ini sebenar nya seperti apa,'' sela Ayah Roy.

Mas Dwi kemudian mengambil handphone milik mbak Asih karena nomor mbak Asih lah satu-satunya yang langsung di respon oleh Ana . Dan benar saja, baru satu kali percobaan suara Ana sudah menjawab di seberang sana.

''Hallo mbak, '' sapa Ana .

''Lagi sibuk nggak nduk,'' sahut mas Dwi.

Ana sedikit terkejut di seberang sana, '' Oh, tumben pakde yang telepon kanapa pak de?' Seru nya.

'' Lagi sibuk nggak?' ulang mas Dwi, atau Ana biasa memanggilnya pakde.

''Lagi mau masak buat makan malam nenek, kenapa ? Kok kaya nya ada yang penting.''

sahut Ana penasaran .

''Ini ada yang mau bicara nduk.'' sahut mas Dwi.

''DI speaker mas biar semua denger,'' suara mbak Asih terdengar samar di kejauhan.

Membuat Ana semakin penasaran .

Ana seketika terkejut saat mendengar suara sang ayah mertua yang menyapa,

"Gimana kabar nya nduk, sehat ?"

______Bersambung.

Salam Cinta

Ibu❤️

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!