Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Kegelisahan Risa
***
Hari sudah pagi, seperti biasa ibunya Roni memberi makan ayam-ayamnya di kandang, Ibu teringat waktu bersama-sama Roni saat memberi makan ayam-ayam peliharaannya. Ibu merasa kangen banget sama Roni.
Ibu teringat mimpinya semalam, Ibu sangat sedih.
"Ron, Ibu kangen banget sama kamu, Ibu berharap kamu baik-baik saja di sana nak," Ibu berkata sambil meneteskan air matanya.
Bapak datang membantu Ibu di kandang, dan memberi makan ayam-ayam bersama Ibu. Bapak menatap wajah Ibu kelihatan sedih dan seperti baru saja menangis.
"Ibu baru saja nangis ya?" tanya Bapak.
"Kok diam saja, Ibu kok kelihatan sedih banget," tanya Bapak lagi, karena Ibu hanya diam saja tanpa jawaban, dan Ibu malah menangis lagi.
"Pak, Pak, Ibu kangen sama Roni, Ibu sedih memikirkan mimpi semalam, itu seperti nyata, gimana kalau itu terjadi beneran Pak?"
"Husss, Ibu nggak boleh suudzhon seperti itu, itu nggak baik, Ibu jangan terlalu memikirkan yang berlebihan, lebih baik kita berdoa supaya Roni di sana sehat dan selamat."
"Iya Pak, semoga Roni di sana selamat dan sehat."
"Amiiiiin."
Risa merasa gelisah, dia mencoba menghubungi Roni lagi,tapi masih sama nomernya tidak aktif.Risa sudah menelfonnya berulang-ulang kali,masih saja sama seperti semalam tidak aktif.
"Aduh, gimana ini ya kok nomernya Roni nggak pernah aktif. Apa dia ganti nomer?" Risa berbicara sendiri karena kesal.
"Kalau Roni ganti nomer kenapa dia nggak ngasih tau aku, jangan-jangan dia sekarang sudah berubah karena sudah hidup di kota besar,pasti ada cewek-cewek cantik di sana, apa Roni sudah berpaling dariku?" kata Risa curiga.
"Iih, nggak mungkin, mungkin aja Roni lagi kerja lembur jadi nggak bisa di ganggu, mangkanya hand phonenya di matikan, aku harus percaya pada Roni cintaku
Aku nggak boleh curiga, buktinya cintanya dari kecil hingga sekarang masih untukku, aku doakan sayangku semoga kamu sehat dan selamat di sana, dan jangan pernah melupakan aku,"kata Risa lagi.
Sudah tiga hari berlalu, Risa selalu mencoba menghubungi nomernya Roni tapi masih seperti biasa, nomernya tetap tidak aktif. Risa semakin gelisah di buatnya.
"Kamu tu sebenarnya kemana aja sih Ron, kok aku telphon selalu tidak aktif," kata Risa kesal.
"Aku akan coba kirim pesan lewat face book, barang kali, Roni membacanya dan membalas pesanku," kata Risa yang berusaha mencari cara supaya bisa menghubungi Roni.
"Risa ayo kita makan," Ibu memanggil Risa untuk di ajak makan bersama.
"Ya Bu,bentar lagi," kata Risa yang masih ada di dalam kamar.
"Ayo Risa kita makan," panggil Ibu lagi karena Risa belum juga muncul di meja makan, Bapak dan Ibunya sudah menunggu.
"Ya Bu," jawab Risa yang keluar dari kamar menuju meja makan, sambil gelisah memandangi hand phonenya.
"Kamu kenapa? cemberut gitu," tanya Bapak.
"Nggak ada apa-apa," jawab Risa yang nggak ingin memberitahu Bapaknya kalau Roni sudah beberapa hari ini tidak bisa di hubungi. Risa takut kalau Bapaknya tau, pasti akan di gunjing, karena Bapak tidak suka dengan Roni.
Risa mulai makan, tapi baru satu suap,dia memikirkan tentang pesannya untuk Roni yang tak kunjung ada balasan, tanpa dia sadari makanan di piringnya masih utuh. Ibu membentak Risa.
"Risa itu lo makananmu cepat di makan, ntar bau angin, kamu kenapa sih kok nglamun gitu, kelihatan sedih ada masalah apa?"
Risa hanya diam saja, dan melanjutkan makannya.Tanpa di beritahu, Bapak seperti sudah mengetahui.
"Kamu kenapa Risa?, ada masalah sama Roni. Kenapa?, Roni tidak menghubungi kamu kan.
Bapak sudah menduga akan seperti itu,pasti dia sekarang sudah melupakan kamu, pasti dia bersusah payah cari pekerjaan sana-sini, tidak mendapatkannya karena dia hanya lulusan sekolah dasar.
Emang gampang apa hidup di kota Jakarta. Bapak sengaja membuat perjanjian seperti itu, supaya dia lebih cepat melupakan kamu.
Dia tidak mungkin bisa memenuhi janjinya, dia tidak mungkin bisa kaya melebihi Bapak, apalagi dalam waktu satu tahun, itu nggak mungkin, baru beberapa hari saja sudah hilang jejaknya."
Kata-kata Bapak itu sungguh sangat menyakitkan bagi Risa.Ternyata Bapak selama ini sangat jahat kepada Roni dan Risa.
"Bapak memang keterlaluan, Bapak orang jahat, Bapak tega menyakiti hati anak sendiri,kalau tau Bapak seperti ini Risa tidak mau di lahirkan sebagai anak Bapak."
Risa sangat marah mendengar perkataan Bapaknya yang menyakitkan itu, bukannya mendukung malah nambahin kesedihannya Risa.
Risa berlari menuju kamarnya dan menangis sekeras-kerasnya.
"Pak,nggak seharusnya bapak mengatakan hal yang seperti itu, itu sangat menyakitkan bagi Risa, kasihan pak, dia itu anak kita satu-satunya.Kenapa kita tidak membuatnya bahagia. Apa Bapak nggak takut kalau Risa jadi frustasi," kata Ibu.
"Salahnya sendiri siapa suruh nggak nurut sama Bapak, ya itu akibatnya sedih, nangis."
"Ya itu kan karena Bapak yang membuatnya seperti itu, coba Bapak merestui hubungan Risa dan Roni nggak akan jadi seperti ini, pasti Risa akan bahagia."
"Bahagia apa? bahagia di atas kemiskinan. Udah tau kita dari keluarga kaya dan terhormat di Desa ini, masak dapat mantu orang miskin yang nggak berpendidikan lagi, kan malu Bu.
Bapak udah sekolahin dia tinggi, Masak balasannya seperti itu, dasar anak tidak berbakti.
Nggak ada ceritanya bahagia kalau hidupnya miskin, yang ada dia akan menderita, pasti dia akann bergantung pada kita," kata Bapak yang sok tau, sombong dan ngeselin.
"Pak, Pak, kamu itu sok tahu, kamu itu hanya manusia bukan Tuhan. Ibu capek berdebat sama Bapak yang nggak bisa di kalahin, maunya menang sendiri."
Ibunya Risa juga sangat kesal atas kelakuan suaminya itu, Bapak nggak ada simpatiknya sedikitpun sama Roni, ternyata dia memberikan syarat itu hanya untuk keuntungannya sendiri.
Ibu nggak tahan mendengarkan ocehan Bapak, Ibu pergi meninggalkannya, dan menemui Risa di kamarnya.
"Risa, sudahlah kamu jangan menangis, kata-kata Bapakmu itu nggak benar, jangan di anggap serius, kamu yang lebih tau tentang Roni,kamu harus yakin dan percaya padanya,kalau dia pasti akan menepati janjinya untukmu," kata Ibu menenangkan hati Risa. Mereka berdua berpelukan.
"Kita juga harus mendoakan Bapakmu supaya hatinya terbuka bisa menerima Roni sebagai calon suami kamu. Ibu berharap kamu selalu sabar menghadapi ocehan Bapakmu itu, Ibu yakin suatu saat dia paati akan menyadari bahwa yang dia lakukan adalah sesuatu yang salah," kata Ibu sambil mengelus-elus kepala Risa.
"Makasih banyak Bu, ibu masih di pihakku,Ibu yang selalu menyayangiku,tempat bersandarku, aku sayang Ibu."
***bersambung....
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap