NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:71.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Kita Teman

“Dek, motornya mogok ya?” tanya seseorang membuat Vina dan Candra kompak menoleh.

“Iya,” jawab Candra.

“Mau saya antar ke bengkel deket sini?”

Vina dan Candra saling menatap. Vina mengernyit bingung, padahal tadi dirinya mencari- cari di sekitar tempat ini tidak ada bengkel yang dekat.

“Nggak usah, Bang. Tadi saya udah telpon orang bengkel,” kata Vina.

“Lama kalo nunggu orang bengkel, mending ikut saya aja, Dek.”

Cowok itu tetap memaksa dua cewek itu, membuat Candra maupun Vina panik.

Sementara di lain tempat, Eky maupun sepupu Candra sama- sama mengernyitkan dahi saat orang di seberang sana tidak lagi bicara. Saat dilihat sambungan telepon masih tersambung. Namun tidak lama, dua orang berbeda tempat itu sayup- sayup mendengar suara nyolot yang diyakini dari Candra.

“Nggak usah maksa, Bang! Kita udah telpon orang bengkel langganan, sebentar lagi juga dateng.”

“Halo, Vin?” tanya Eky.

“Si Vina kenapa?”

“Katanya tadi sih motor si Candra mogok pas mereka mau pulang, tapi ini kok kayaknya ada yang aneh. Si Candra ngomong nge- gas banget.”

“Posisi mereka dimana?”

“Halte deket sekolah gue…. Eh? Dafa! Mau kemana lo?!”

Dafa tidak mempedulikan teriakan Eky, cowok itu segera menyambar jaketnya dan segera pergi darisana. Saat ini Eky ditinggal seorang diri di sebuah angkringan yang baru buka itu, padahal tadi mereka sudah memesan dan abangnya sedang membuatkan pesanan mereka.

Kembali lagi pada dua gadis itu, si abang masih terus memaksa Vina dan Candra. Bahkan abang tadi kini memanggil teman- temannya. Bertambahlah rasa panik Candra dan Vina. Memang suasana jalanan ramai, tapi tidak ada satu pun yang bisa dimintai pertolongan.

“Kalo masih maksa, gue teriak nih!” ancam Vina, membuat para cowok itu tertawa ngakak.

“Nggak akan ada yang nolongin kalian berdua.”

“Aaaaa, lepasin tangan gue!” pekik Candra kaget saat tangannya ditarik salah seorang di antara mereka.

“Heh! Lepasin temen gue!” bentak Vina.

Cowok- cowok itu tertawa ngakak mendengar bentakan Vina yang sama sekali bukan ancaman bagi mereka. Salah satu diantaranya juga mulai ikut mencoba menarik Vina, tapi refleks ia memukul kepala cowok itu. Sehingga cowok tadi tidak jadi menarik Vina.

BUGH!

Suara hantaman yang terdengar sangat keras itu membuat semuanya menoleh. Candra sudah terlepas dari cowok itu, gadis itu jatuh terduduk. Vina segera menghampiri sahabatnya itu dan menuntunnya ke pinggir.

“Lo nggak apa- apa, Vin?” tanya seseorang membuat Vina menoleh.

“Dafa?” panggi Vina lirih.

“Heh! Lo bisa berantem nggak? Kalo bisa bantuin gue, kalo nggak lo lapor polisi sekarang.”

Terjadilah pertengkaran di depan mata Vina dan Candra. Vina tidak menyangka jika Dafa pandai berkelahi, walau tidak menggunakan jurus resmi seperti dalam karate atau taekwondo, tapi Dafa cukup lihai. Dafa hanya memukul sebisanya, tapi pukulan cowok itu selelalu mengenai sasaran. Bahkan Dafa juga menjambak rambut cowok- cowok itu.

Sementara seseorang yang bersama Dafa lebih lihai lagi, cowok itu lebih menguasai seni bela diri. Para cowok pengganggu itu berhasil di pukul mundur oleh keduanya.

“Lo nggak apa- apa?” tanya Dafa mendekat ke arah Vina.

Vina mengangguk, masih terpaku pada pertarungan Dafa tadi yang menurutnya sangat keren. Ah, sepertinya ia kembali terpesona pada Dafa.

“Ayo gue anter lo pulang, biar motor lo nanti di urus temen gue,” interupsi seseorang pada Candra.

Vina tersadar pada keadaan Candra yang terlihat masih ketakutan, pergelangan tangannya pun terlihat memerah akibat cengkraman para pengganggu tadi.

“Gue bisa percaya sama lo, Jun?” tanya Vina memberanikan diri, Juno menoleh dan menatap dingin Vina. Membuat nyalinya ciut lagi.

“Gue nggak pernah macem- macem sama Candra!”

“Lo gimana, Can?”

Candra menatap Juno sekilas dan menghembuskan nafas pasrah. Apa boleh buat, ia tidak punya pilihan saat ini. Lagipula apa yang dikatakan Juno memang benar, walau sifat cowok itu akhlakless, Juno tidak pernah macam- macam terhadapnya. Candra mengangguk pelan, tanda ia setuju untuk pulang bersama Juno.

“Kalo ada apa- apa telpon gue, Can.”

Setelah kepergian Candra dan Juno, kini hanya ada Vina dan Dafa. Mau tidak mau juga akhirnya Vina pulang di antar Dafa. Motor Candra sudah di jemput oleh teman Juno. Selama perjalanan pikiran Vina berkelana.

“Lo kok bisa tau gue ada di sana?” tanya Vina yang sudah sedaritadi penasaran.

“Gue tadi lagi sama Eky di angkringan depan, nggak sengaja denger lo telpon…”

“Stop! Fa, berhentiin motornya!” pekik Vina, “Bang Nata!” teriak gadis itu memanggil seseorang yang baru saja lewat.

Beruntung orang itu mendengar teriakan cempreng Vina, hasil olah vokal bersama Candra. Dafa juga menghentikan motornya. Vina segera turun dari motor Dafa, lalu menghampiri Nata.

“Si Candra udah pulang kalo lo tanya.”

“Loh? Sama siapa? Terus motornya gimana? Tadi katanya mogok,” tanya Nata mengernyit.

“Iya, Candra pulang sama Juno. Motornya juga udah diurus Juno,” jawab Vina meringis.

Mendengar hal itu, ekspresi wajah Nata berubah. Raut wajahnya menegang dengan rahang yang mengetat menahan emosi.

“Lo tadi di telpon Candra, kan? Kenapa baru dateng sih?”

“Candra emang telpon gue, tapi dia nggak ngomong apa- apa. Cuma suara ribut yang gue denger. Untung ada temen gue nggak sengaja liat kalian tadi,” jelas Nata.

Vina mengangguk paham, “Ya udah, Bang. Lo susul si Candra aja, belom jauh pasti. Gue balik duluan ya?”

Nata mengangguk dan menatap kepergian Vina, cowok itu memukul motornya kesal. Emosinya tersulut mendengar nama Juno di sebut, apalagi kini adik sepupunya sedang bersama cowok breng*sek itu.

...🐈🐈🐈...

Vina turun dari motor Dafa, bersamaan dengan Eky juga baru sampai. Cowok itu segera mendekati Vina dan Dafa. Ia juga sebenarnya penasaran dengan apa yang terjadi dengan adik perempuannya itu.

“Lo tadi kenapa, Dek?” tanya Eky.

“Gue sama Candra hampir di culik tadi.”

“Lho? Emang ada yang doyan sama lo?”

Vina menggeplak kepala Eky, benar- benar emosi dengan respon abangnya itu. Tadi dirinya benar- benar ketakutan, malah mendapat respon santai dari Eky. Siapa yang tidak emosi?

“Untung si Dafa gercep. Udah ucapin makasih belom?” tanya Eky dan masuk ke dalam rumah meninggalkan Vina bersama dengan Dafa.

Mendadak suasana menjadi canggung bagi Vina, ia memainkan kerikil di tanah. Sementara Dafa juga masih diam, ia menatap Vina.

“Vin, lo buat gue khawatir,” ucap Dafa, membuat gerakan kaki Via terhenti.

“Gue udah pernah bilang sama lo. Jangan pulang malem- malem sendiri! Bahaya!”

“Gue nggak sendiri. Gue pergi sama Candra,” cicit Vina.

Dafa mendengus mendengar cicitan Vina, “Candra juga cewek. Gimana kalo tadi gue sama mantan si Candra telat dateng? Udah di culik beneran kalian.”

“Apa peduli lo?” tanya Vina menundukkan kepala.

“Gue peduli karena kita teman.”

...🐈🐈🐈...

1
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
Dhina ♑
jadi ngiler 🤤🤤🤤 teringat nonton ke Bioskop, makan Popcorn, minumnya Fanta
duh....nostalgila dehh

kalian bikin kepengen 😥😥
R. Yani aja
ih... sweet banget, Dafa...😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!