NovelToon NovelToon
BUKAN LELAKI CADANGAN

BUKAN LELAKI CADANGAN

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:274.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mama Mia

Srikandi, gadis cantik yang selalu digilai oleh setiap laki laki yang mengenalnya. karena selain cantik dan berasal dari keluarga kaya, Srikandi juga baik hati.

Srikandi memiliki seorang kekasih bernama Arjun, tetapi tanpa sepengetahuan Srikandi ternyata Arjun hanya menganggap dirinya sebagai piala yang dia menangkan dari hasil taruhan saja. Arjun tidak pernah mencintai Srikandi yang dia anggap sebagai gadis manja, yang hanya bisa mengandalkan harta orang tua.

Padahal tanpa sepengetahuan Arjun, Srikandi juga memiliki sebuah bisnis tersembunyi, yang hanya ayahnya saja yang tahu.

Saat Srikandi tahu kebusukan Arjun, Srikandi tidak marah. Srikandi bersikap santai tapi memikirkan sesuatu untuk membalas sakit hatinya. Apalagi hadirnya pria tampan yang mencintai dirinya dengan tulus. menambah lengkap rencana Srikandi.

Arjun harus merasakan juga mencintai tapi tidak di anggap. Arjun harus tahu rasanya patah hati .

ikuti kisah selengkapnya dalam
BUKAN LELAKI CADANGAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21 Revisi

“Apa kau akan pergi dengannya?”

Yudistira bertanya setelah melihat Srikandi selesai berbalas pesan dengan orang yang dia sangka pasti adalah Arjun. Tangannya terkepal menahan amarah dalam dada.

“Iya,” jawab Srikandi singkat.

“Kenapa tidak kau biarkan aku saja yang memberikan hukuman pada pecundang itu. Aku bahkan bisa dengan mudah membuatnya menjadi serpihan debu jika itu yang ingin kau lihat. Aku akan pastikan kau merasa puas.”

Pada awalnya Yudistira masih bisa merasa baik-baik saja, meskipun melihat Srikandi pergi bersama dengan Arjun. Karena Yudistira tahu pasti bahwa apa yang dilakukan oleh Srikandi hanya sandiwara. Akan tetapi semakin lama Yudistira semakin tidak bisa menahan diri. Dia merasa cemburu.

“Tidak. Aku baru akan merasa puas setelah memberikan hukuman padanya dengan tanganku sendiri.” Srikandi membantah usulan Yudistira.

"Apa kau pernah begitu mencintainya, hingga hatimu merasa begitu sakit?" Seperti ada yang mencekik lehernya ketika dia bertanya seperti itu. takut jika apa yang dia tanyakan itu benar.

Sedetik kemudian wajahnya memerah. Ada sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya. Dia datang ke sini karena membutuhkan hiburan. Akan tetapi apa yang dia dapat, justru wanita yang dia cintai akan pergi dengan pacarnya yang lain.

“Sampai kapan aku akan terus menjadi cadangan? Tinggalkan dia, ada aku yamg mencintaimu dengan tulus. Ada aku yang tak kan pernah menyakitimu." Mata Yudistira menatap sayu sarat permohonan.

“Kalau kau merasa lelah, Kau boleh mundur. Bukan aku yang memaksamu untuk menjadi cadangan. Tapi kamu sendiri yang mau.” Srikandi berbicara dengan menatap datar ke arah wajah Yudistira, tetapi kemudian berpaling saat tatapan mereka bertemu.

Srikandi menahan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. Ada sesuatu yang lain dalam hatinya ketika dia berkata mempersilakan pria di hadapannya ini untuk mundur. Ada sisi hatinya yang tak rela jika seandainya pria itu benar-benar pergi.

Yudistira terdiam, tidak menduga Srikandi bicara seperti itu. Dia pikir setelah melewati waktu bersama, Srikandi sudah mulai memiliki sedikit saja perasaan terhadap dirinya, tapi nyatanya tidak.

“Itu tidak akan terjadi, dan tidak akan pernah. Tidak pernah ada kata mundur di dalam kamus Yudistira,” sahut pria itu kemudian. Dia sudah berjuang sejauh ini, mana mungkin dia akan mundur.

“Kalau begitu tunggulah.” Srikandi memejamkan kedua mata, mengambil nafas dalam-dalam. Dia memang harus membuat keputusan. Dia juga tidak bisa menggantung yudistira begitu saja. Sampai akhirnya wanita itu membuka kembali kedua matanya, lalu berkata,

“Baiklah, Aku janji ini terakhir kalinya aku bermain-main. Setelah ini aku akan mulai memikirkan cara untuk membuat pria pecundang itu merasa terhempas.”

“Benarkah?” Raut ceria langsung muncul di wajah Yudistira. Pria itu benar-benar senang mendengar ucapan Srikandi. Itu artinya setelah hari ini, Srikandi hanya akan memiliki hubungan dengan dirinya saja. Itu artinya setelah hari ini, statusnya sebagai Lelaki Cadangan akan terhapus dan menjadi satu-satunya.

“Libatkan aku dalam permainanmu kali ini!” Yudistira berucap penuh penekanan.

“Tidak, biarkan aku bermain sendiri. Hanya kali ini saja. Setelah ini semua akan selesai.”

Membuang nafas kesal. Pria itu hanya bisa menurut. Sekarang apa yang bisa dia lakukan selain pergi. Menunggu pun tak mungkin. Wanitanya akan berkencan dengan pacar aslinya.

Yudistira segera keluar dari ruangan Srikandi. Tetapi bukan untuk pulang. Dia berada di dalam mobil di tempat parkir, sampai akhirnya dia melihat Srikandi berangkat bersama dengan Arjun, lalu dia mengikutinya.

Di dalam mall, mengikuti dengan jarak aman, Yudistira berkali-kali mengumpat marah. Hatinya terasa panas melihat wanita yang dicintainya tertawa begitu gembira dengan pria lain.

Yudistira merasa geram, melihat Srikandi mengeluarkan kartu dari dompetnya sebagai alat pembayaran. Bukankah wanita itu bilang tak kan lagi mengeluarkan uang sepeserpun untuk Arjun? Tapi kenapa....

“Maaf, Nona. Kartu ini tidak bisa digunakan. Bisakah Anda melakukan pembayaran dengan kartu yang lain?”

Suara seorang kasir yang memang keras terdengar sampai telinga Yudistira.

"What?" Yudistira terpekik tidak percaya. Bagaimana mungkin wanitanya sampai mengalami limit kartu. Ini jelas melukai harga dirinya.

“Bagaimana mungkin tidak bisa digunakan?” Wajah Srikandi terlihat syok.

“Honey, bukankah ada kartumu yang lain?” Arjun si pria tak bermodal mengeluarkan ide yang membuat telinga Yudistira terbakar. Apalagi ketika terlihat Srikandi benar-benar mengeluarkan kartu lain dari dompetnya.

“Yang ini juga tidak bisa, Nona.”

“Apanya tidak bisa? Jangan main-main. Coba cek lagi. Pasti alat kalian yang rusak!” Pekik Srikandi kesal.

Petugas kasir menggelengkan kepala. Wajah Arjun terlihat memucat, manakala hingga kartu ke lima milik Srikandi telah dicoba dan semua gagal.

“Ah, Arjun. Tenang saja. Aku akan menghubungi asisten papaku.” Ucapan Srikandi membuat arjun bernafas lega.

Akan tetapi…

“Apa? Mana mungkin? Bagaimana bisa Papa melakukan itu padaku?” Suara teriakan Srikandi pada ponsel pintarnya membuat Arjun bagai dijatuhkan dari awang-awang. Pria itu seakan merasa ada firasat buruk sedang menanti di depan mata.

“Honey, ada apa?” Arjun bertanya dengan suara yang tercekat di tenggorokan.

“Arjun, huu uuu..” Srikandi menangis sedih. “Papa sudah memblokir semua kartuku.” Srikandi menghapus air mata yang membasahi pipi.

Duarrr…

Petir menyambar, angin topan bergemuruh di atas kepala Arjun. Apa tadi, coba ulangi. Arjun ingin mendengar sekali lagi, barangkali telinganya yang salah. Ah, iya. Pasti telinganya yang salah.

Sementara itu tak jauh di belakang mereka, Yudistira terbelalak tak percaya dengan apa yang dia dengar. Sedetik kemudian pria itu menutup mulutnya dengan dua tangan. Jangan sampai dia mengeluarkan suara tawa yang keras, yang akan didengar oleh pasangan palsu itu.

“Oh my God. Wanitaku sungguh luar biasa.” Hanya pria itu yang memahami apa yang terjadi. Tidak dengan Arjun, tidak juga para pembeli yang sudah mengantri di belakang mereka.

“Arjun, aku benar-benar ingin tas dan sepatu ini. Hanya dua macam saja. Kamu yang belikan, yaa..,” rengek Srikandi.

Arjun menelan ludahnya susah payah. “Tapi..?”

Memang hanya sepatu dan tas. Tapi yang dipilih Srikandi adalah barang dengan kualitas tinggi. Bahkan dia tadi mendengar kasir menyebut angka empat puluh lima juta.

“Ya, Tuhan.” Arjun merasa frustasi.

“Kenapa? Kamu keberatan ya? Padahal selama ini aku yang selalu mentraktirmu dengan barang-barang mewah. Aku tak pernah mengeluh.”

Suara pilu Srikandi yang terdengar keras membuat antrian di belakang mereka berubah layaknya kumpulan lebah.

“Ya ampun, wanita ini sungguh menyedihkan.”

Arjun mengumpat dalam hati. Dia merasa malu. Srikandi telah melempar kotoran tepat di wajahnya.

“Baru kali ini aku minta sesuatu. Itupun hanya dua barang, tapi kamu seperti merasa sayang dengan uangmu sendiri.” Air mata Srikandi jatuh berderai. Tatapannya penuh penderitaan.

Kumpulan lebah di belakang mereka semakin santer. Yang intinya merendahkan Arjun sebagai laki-laki tak bermodal.

“Ah, tidak. Bukan begitu, Honey.”

“Jadi bagaimana. Jangan memperlambat pekerjaan kami. Di belakang kalian masih banyak yang antri!” seru petugas kasir.

“Tentu saja. Saya akan membayarnya. Jangan khawatir.” Arjun segera mengeluarkan dompet dari saku celananya, dan mengambil sebuah kartu dari sana.

“Ah, Arjun. Kau sangat baik.”

***

"Wanitaku memang luar biasa."

1
v_cupid
👍
v_cupid
❤️
v_cupid
👍
Nanik Kusno
Terimakasih Kak Othor.... sehat dan semangat untuk terus berkarya....💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih karena sudah berkenan memberi dukungan untuk semua buku saya, Kak.
sukses selalu buat kakak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nanik Kusno
Siapa namanya?? cewek or cowok???🤦🤦🤦🤦🤦😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫
Nanik Kusno
Bau2nya mau tamat nihh....😥😥😥
Nanik Kusno
Alhamdulillah Arjun selamat...
Nanik Kusno
Ckckck.... selalu ada ulet bulu yang gatel merecoki Arjun disaat dia ingin menjadi orang yang lebih baik.....😏😏😏😏😡😡😡😡
Nanik Kusno
semoga Arjun dan Wati bisa menjadi pribadi yang lebih baik....
Nanik Kusno
Srikandi hamil..... Yudhistira couvide syndrome
v_cupid
😁
Nanik Kusno
Ini namanya tuan makan senjata 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Kusno
Kok gampang banget njebaknya....🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Ckckck.....sudah terlanjur bobrok jiwa Arjun...... angel dikandani n didandani.....😏😏😏😏😏😡😡😡😡
Nanik Kusno
Ya Ampun....sesongong itu Arjun.... mengapa Mamanya tadi g tonjok kepalanya biar otaknya g sedeng.....😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Nah....baru kebuka mata dan hati Mama..... makanya jangan menyayangi anak dengan membabi buta....😏😏😏😏😡😡😡
Nanik Kusno
Ayo Mama..... gunakan semuanya untuk mendamaikan keluargamu....
Nanik Kusno
Kapan ya Arjun mendapatkan karma???😏😏😏😏😏😡😡😡😡
Nanik Kusno
Siiiip..... Yudhistira sangat paham keadaan rumah besar....👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Oooooo....Arjun gali lubang kuburnya sendiri.... mulutnya beracun. sudah enak hidupnya....g berusaha menjadi orang yang lebih baik.... malah menebar racun....😏😏😏😏😏😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!