NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:260.3k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebijaksanaan; Mengalah bukan berarti bersalah

Suara jeritan gadis itu membuat Jaka terkejut. Apalagi penyiuk air yang melayang hingga mengenai wajah Jaka membuat wajahnya sedikit memar di dahinya. Jaka yang semula dalam kondisi setengah mengantuk, tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar.

“Ke, ke, kenapa kau ada di sini? Siapa yang mengizinkanmu masuk?”

Jaka menangkap sosok seorang gadis di hadapannya yang hanya berselimutkan kain tipis yang menutupi sebagian tubuhnya, ternyata gadis itu adalah orang yang diperkenalkan oleh gurunya, Dewi Mayasari. “Oh, rupanya ada orang. Kupikir tidak ada siapa pun di dalam,” ucap Jaka enteng.

“Kau..” Gadis itu menjadi marah. Ia berlari hendak memukul Jaka. Sebelum langkahnya sampai, kain yang dipakainya untuk menutupi tubuhnya terjerat di kakinya. Ia akhirnya terhuyung hendak jatuh. Jaka yang mengetahui hal itu, dengan spontan berusaha menolongnya agar tidak jatuh. Alhasil, yang terjadi adalah Jaka tertimpa tubuh gadis itu. Gadis itu segera menyingkir dari tubuh Jaka. Hampir sebagian tubuhnya terlihat oleh Jaka. Aaaahh! Gadis itu kembali berteriak. Jaka menatap datar ke arah gadis itu, masih menerka apa yang tengah terjadi.

Melihat hal itu, wajah gadis itu tiba-tiba menjadi merah, dan sesaat kemudian, Plakk! Gadis itu melayangkan tamparan yang cukup keras hingga terlihat bekas tangannya di wajah Jaka.

Seolah Jaka belum sepenuhnya sadar, tak ada respon apa pun dari padanya. Tatapannya seolah kosong tanpa ada pikiran.

“Kau, kau.. kenapa kau masih diam saja? kenapa kau belum keluar juga dari sini?”

Jaka masih tak merespon. Gadis itu akhirnya menangis sambil memanggil-manggil ayahnya, Mpu Anggar Maya. Tak lama orang yang di maksud akhirnya tiba di tempat.

“Ayahanda.. hu.. hu..” Gadis itu terisak sambil menutupi badannya dengan kain tipis yang dipegangnya.

“Guru, aku di tampar oleh seseorang,” ucap Jaka seakan tak tahu apa yang sedang terjadi.

Di ruang tempat membaca..

Mpu Anggar Maya ditemani oleh seorang gadis yang merupakan putrinya sedang menunggu kedatangan Jaka.

“Ayahanda, kau harus hukum dia dengan seberat-beratnya!” pinta gadis itu dengan sangat. “dia harus meminta maaf padaku juga!”

Sesaat kemudian, Jaka memasuki ruang membaca. Wajahnya terlihat agak suram. Gambar telapak tangan menghiasi wajahnya, sementara di dahinya tampak sebuah memar, meskipun terlihat agak samar.

“Guru, aku sudah datang,” ucap Jaka dengan lesu.

“Baiklah! kemari dan duduklah!” pinta Mpu Anggar Maya.

Jaka menurut. Ia duduk di hadapan Mpu Anggar Maya.

“Kau juga, duduklah di situ!” Mpu Anggar Maya menunjuk sebuah tempat pada putrinya.

“Ayahanda, Kenapa aku harus duduk di sampingnya?”

“Bukankah kau ingin menyelesaikan masalahmu dengannya.”

“Emm, itu.. ya, aku ingin menyelesaikannya. Tapi aku tidak mau duduk di sampingnya.”

“Baiklah, baiklah. Kau bisa duduk lebih jauh.”

Gadis itu mulai menerima saran ayahnya.

“Baiklah, sekarang mari kita lihat duduk permasalahannya. Mari kita mulai dengan mengawali ceritanya dari Jaka terlebih dahulu.”

Jaka segera menceritakan tentang kejadian yang dialaminya tadi pagi hingga Mpu Anggar Maya melihat dirinya berakhir dengan sebuah tamparan keras di wajahnya. “Begitulah ceritanya, Guru,” tutur Jaka berterus-terang.

Mpu Anggar Maya memandang ke arah putrinya, “Sekarang kita dengarkan sisi lain dari ceritamu. Apakah ada kesamaan dalam ceritamu dengan cerita Jaka.”

“Tidak! Bukan seperti itu ceritanya! Aku hendak memukulnya karena ia masuk ingin mengintipku!.” sahut gadis itu marah. “Ayahanda, kau harus membelaku. Dia pantas mendapatkan hukuman!”

“Kau tidak bisa hanya memikirkan ego-mu saja. Jaka tidak sepenuhnya bersalah dalam masalah ini. Kau juga harus mendapatkan hukuman bila ingin masalah ini mendapat keadilan masing-masing dari kalian.”

“Tidak! Aku tidak setuju!” Tetap bersikeras merasa dirinya tak bersalah.

“Lihatlah wajah Jaka. Apakah kau pikir kau tidak melakukan tindakan keras padanya?”

“Aku..” Gadis itu tidak dapat mengelak dari perbuatannya lagi.

“Guru, biarlah aku yang menerima hukuman itu.” Akhirnya Jaka membuka suaranya. Mpu Anggar Maya tersenyum mendengar ucapannya.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!