NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:892k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN SURYA

Dikota M

Sementara sore tadi setelah kepergian Rezza,seseorang yang mengikuti Rezza dan Amel sedari mall tadi mengetuk pintu rumah kontrakan Amel," tok tok tok"

"iya cari siapa ya mas" tanya mbak Sumi,

"ini bener rumahnya Amel kan?"

"ya benar,mas ini siapanya bu Amel ya?"

"saya temannya,boleh panggilin dia sekarang?" ucap pria tersebut kurang

sabar,

"oh..iya sebentar,saya panggilkan"

Tak lama Amelpun keluar dari kamarnya menuju ruang tamu,sebab Amel merasa penasaran siapa yang sedang mencarinya.

"Surya","ngapain kamu disini?" tanya Amel ketus,

"beby aku merindukanmu,aku minta maaf atas perbuatanku dulu padamu,aku nggak sengaja memukulimu dan pergi meninggalkanmu"

"aku sudah nggak butuh permintaan maafmu lagi Surya",

"udah telat" ucap Amel geram,

"beby,aku tau aku salah,waktu itu aku lagi nggak sadar aku lagi mabuk beb,aku mau perbaiki semuanya,aku mau tanggung jawab atas kehamilanmu"

"ha ha ha ha" Amel tertawa mengejek Surya,lalu Amelpun mengeluarkan semua unek uneknya yang ia pendam selama ini,

"tanggung jawab konon",

"setelah aku bilang padamu jika aku hamil anak kamu,apa jawabanmu waktu itu Surya?"

"kamu bilang yang aku kandung ini bukan anakmu kan Surya",

"setelah aku meminta pertanggung jawabmu justru kamu memukuliku dengan brutalkan Surya?,setelah kamu merasa puas kamu pergi begitu saja,meninggalkan aku yang terkapar takberdaya",

"hingga aku harus diopnam selama lima hari","apa sedetikpun waktu itu kamu mengunjungiku dirumah sakit Surya?",

"aku harus menanggung semua beban yang kau limpahkan padaku sendirian, hingga aku merasa putus asa dan ingin bunuh diri saat itu",

"kemana saja kamu waktu itu Surya?","dan sekarang dengan seenak dengkulmu kamu bilang kamu mau bertanggung jawab padaku?" Amel berkata dengan amarah yang meluap luap,

"sekarang aku sudah menikah dengan laki laki yang bisa menghargai aku,tentunya laki laki yang lebih baik darimu dari segala hal",lanjut Amel meremehkan lawan bicaranya,

"yang mau menerima aku apa adanya dan calon bayiku Surya",

"bagiku kamu sekarang ini hanyalah laki laki br*****k tak berguna,pergi kamu dari sini" emosi Amelpun meluap luap lagi dan tak bisa dibendung lagi.

Suryapyn merasa geram dengan ucapan Amel,lalu mencoba memeluk Amel,namun Amel memberontak,

"aku salah waktu itu",

"aku nggak sadar dengan apa yang aku lakukan padamu beby",

"waktu itu aku lagi mabuk",

"jadi semua diluar kendaliku" ucap Surya menyesali perbuatannya,Surya masih mencoba memeluk Amel namun Amel masih berusaha memberontak,

"aku nggak peduli kamu udah nikah sama siapa",

"tapi aku masih ingin bersamamu beb,aku masih cinta sama kamu",

"aku nggak bisa ngelepasin kamu gitu aja", kata Surya masih mencoba merayu Amel,

"hentikan Surya", "kamu menyakitiku" jerit Amel masih mencoba memberontak,namun kekuatannya tak sebanding dengan Surya yang lebih besar dan kuat darinya,

mendengar Amel menjerit mbak Sumipun cemas lalu buru buru keruang tamu ingin melihat keadaan Amel.

Melihat Amel yang sedang dicumbui paksa oleh Surya,mbak Sumipun ingin membantu Amel namun dicegah oleh Surya,

"nggak usah ikut campur kamu",

"pergi sana" bentak Surya,

mbak Sumipun ketakutan lalu pergi dari ruang tamu,namun mbak Sumi masih bisa melihat dari ruang tengah apa yang terjadi antara Amel dan Surya.

Awalnya Amel memang berusaha menolak dan memberontak,namun Surya sungguh lihai,dia mencoba menggoda Amel dengan menyentuh bagian bagian sensitif Amel,

hingga Amel lama kelamaan merasa terbuai dengan perlakuan Surya,dan Suryapun tak menyia nyiakan kesempatan itu, diapun langsung ******* habis bibir seksi amel yang menggoda iman Surya,lalu iapun menelusupkan lidahnya kerongga mulut Amel,Amelpun melenguh mulai kehilanga kendali.

Amel semakin terbuai dengan perlakuan Surya yang membuatnya dipenuhi dengan gairah menggelora,hingga ia merasa melayang keatas awan,karna memang sudah selama sebulan lebih kebutuhan biologis Amel belum terpenuhi, semenjak Surya meninggalkannya setelah pertengkaran mereka.

Amel memang beberapa kali mencoba menggoda Rezza suami sirinya itu dengan berbagai cara,namun bukannya tergoda seperti dulu,justru Rezzapun malah naik pitam dengan kelakuannya.

Pasangan kekasih itu sudah dipenuhi oleh gairah yang ingin segera dilampiaskan.

Amel membawa Surya kekamarnya melewati ruang tengah dengan masih saling bertautan bibir satu dengan yang lainnya,tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka melakukan perbuatan tak terpuji itu.

ya..mbak Sumilah orangnya yang melihat dengan jijik kelakuan kedua orang tersebut,dia hanya bisa beristiqfar berkali kali melihat perzinahan antara Amel dan temannya.

Sebenarnya dalam hati dia ingin menegur kedua orang tersebut, namun dia merasa takut jika dia melakukannya dia pasti akan kehilangan pekerjaanya.

Ingin rasanya mbak Sumi melaporkan perbuatan tercela Amel dan orang yang mengaku sebagai temannya Amel itu pada Rezza,namun diapun ragu ragu, kemudian mbak Sumipun memilih diam menutup mulutnya rapat rapat dan kembali kebelakang.

Didalam kamar, Amel dan Surya sudah seperti orang kerasukkan mereka memadu kasih hingga mereka nendapatkan pelepasan bersama sama.

Merekapun melakukannya hingga berkali kali tanpa memikirkan bayi dalam kandungan Amel,mereka berhenti ketika Amel sudah merasa kelelahan, lalu merekapun tertidur dengan pulas dan saling berpelukan.

Waktu sudah menunjukkan jam tiga pagi,Surya terbangun dari tidurnya didapatinya Amel masih meringkuk pulas tanpa sehelai benangpun dalam dekapannya,mereka berdua menutupi tubuhnya hanya dengan selimut tebal milik Amel.

Melihat Amel yang masih tanpa sehelai benangpun,gairah Surya mulai bangkit kembali,dijelajahinya punggung Amel yang masih terlelap,kemudian menjalar keseluruh bagian tubuh Amel lainnya,

sambil tangannya bergerilya dibagian dada Amel yang mulai montok,Amelpun melenguh dalam tidurnya,dan itu membuat pusat kehidupan Surya semakin menengang,

tanpa menunggu Amel bangun Suryapun menghujamkan kebanggaanya pada bawah pusat Amel,

Amel yang semula masih setengah sadarpun merintih menikmati hujaman demi hujaman dari Surya hingga mereka mencapai kenikmatan bersama sama.

Mereka berduapun mengulangi kembali hingga mereka mendapatkan pelepasan yang mereka cari,setelah selesai Suryapun kekamar mandi untuk membersihkan diri.

"beby aku pulang dulu,ini sudah hampir jam lima" ucap Surya sambil membetulkan celana jinsnya,

"nanti aku hubungi kamu lagi oke,beb"

"hheemmm" jawab Amel singkat dan masih malas membuka matanya,

Surya merasa gemas dengan suara Amel yang manjah dan menggodanya,didekatinya Amel yang masih terpejam lalu dilumatnya lagi bibir Amel dengan rakus.

Merasa sudah puas iapun melepaskannya dengan pangutan yang lama,

"beby aku pulang dulu,nanti aku hubungi kamu ya"

sebelum pulang Suryapun sempat mengelus perut Amel yang mulai membuncit.

"beb jangan lupa kasih makan anakku ya",

kemudian Suryapun berlalu pergi meninggalkan Amel yang masih terbaring kelelahan.

Surya keluar rumah Amel dengan mengendap endap supaya tidak diketahui oleh mbak Sumi,setelah keluar Surya mengambil motor sportnya yang dia parkirkan didepan rumah Amel,iapun melajukan motornya dengan cepat.

****** ******* ******

Dikota S

Setelah Rezza berangkat kekantor,Tiya membereskan pakaian Rezza yang kotor didalam tas travel untuk dicuci.

Dengan sabar Tiya memeriksa disetiap kantong baju maupun celana kotor milik Rezza,hal itu selalu Tiya lakukan jika ingin mencuci pakaian yang kotor,Tiya hanya ingin memastikan tak ada sesuatu yang penting ikut terendam dalam air.

Didalam jaket Rezza,Tiya menemukan sebuah kertas kwitansi pembayaran dari rumah sakit,Tiya merasa kaget sebab disana tertulis nama Amel yang memeriksakan kandungan.

Tiya menjadi bingung,kenapa Rezza membawa kwitansi itu,

"ini tentang pembayaran pemeriksaan kandungan nyoya Amelia?Ameia... Amelkah? atau Amelia yang lain?Tiya berbicara sendiri sambil menerka nerka,didalam hati Tiya sempat terbersit kecurigaannya kepada suaminya yang membuat tubuhnya bergetar ketakutan "apa mas Rezza punya wanita lain ya?","apa yang mas Rezza coba sembunyiin dari aku ya?"

kemudian Tiyapun cepat cepat beristigfar "astagfirulloh kenapa aku jadi souzon gini sama suaniku ya..?,mungkin aja ini punya karyawannya mas Rezzakan yang kebetulan namanya sama dengan Amel",ini pasti lupa kebawa pulang" ucap Tiya berusaha membuang keraguannya dan berusaha meyakinkan hatinya sendiri.Kenudian Tiya menyimpan kwitansi itu didalam laci nakas dan melanjutkan pekerjaan rumahnya.

Rezza sampai dirumah setelah isya' setelah disambut oleh mbok Sugi dipintu masuk,

"Tiya mana mbok?"

"ada dikamarnya mas"

"owh..." ucap Rezza singkat sambil tersenyum ramah pada mbok Sugi,kemudian Rezzapun bergegas menuju kamarnya untuk menemui istrinya yang masih dirindukannya.

Ternyata Tiya masih duduk diatas sajahnya dan melantunkan ayat ayat suci al qur'an.

Mendengar lantunan istrinya dalam hati Rezza merasa adem dan tertegun sejenak,lalu diapun meletakkan jas dan tas kerjanya disofa kamar kenudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Menyadari suaminya sudah pulang Tiyapun menyudahi ngajinya,setelah melipat mukena dan sajadahnya diapun menyimpan tas kerja dan menggantung kembali jas suaminya.

Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar,Tiyapun bergegas membukanya dan mwmpersilahkan mbok Sugi masuk,

"mbak ngapuntun menganggu" ucap mbok Sugi,

"owh nggak mengganggu kok mbok" jawab Tiya ramah,

" mbok cuma mau nganter tehnya mas Rezza mbak" lanjut mbok Sugi dengan senyum sumringah.

"makasih ya mbok,baru aja Tiya mau turun mbuatin, eehh..malah mbok sudah buatin duluan" ucap Tiya sambil tersenyum.

"makan malamnya sudah saya siapin dimeja makan ya mbak"

"iya mbok bentar lagi kita turun,mas Rezzanya baru mandi"

"ya sudah kalo gitu mbok turun dulu ya mbak Tiya"

"he..emh" jawab Tiya singkat,setelah mbok sugi berlalu Tiyapun menutup kembali pintu kamatnya,kemudian menyiapkan baju ganti untuk suaminya.

"barusan siapa?" tanya Rezza yang sudah terlihat segar setelah mandi.

"siapa lagi kalo bukan mbok Sugi mas,nganter tehnya kamu..." ucap Tiya lalu mengambil teh buatan mbok Sugi untuk suaminya lalu memberikan pada suaminya,Rezzapun menyambutnya dan menegukknya hingga habis kemudian meletakkan gelasnya diatas nakas.

Melihat Tiya berjalan menuju pintu Rezza cepat cepat meraih tubuh istrinya itu dan memelukknya dari belakang " mau kemana?" bisik Rezza ditelinga istrinya,

"mau kebawah mas,nyiapin makan malam" ucap Tiya

"disini aja dulu,tadi aku denger sudah disiapin mbok Sugi lho.." ucap Rezza masih memeluk istrinya dari belakang,

" mas tadi nguping ya?" Tiya berkata sambil menoleh kearah suaninya,

" bukan nguping,cuman nggak sengaja denger aja"

"sama aja kali"

"aku masih kangen sama kamu sayang" ucap Rezza tak menghiraukan ucapan istrinya barusan.

"tiap hari juga ketemu kan mas?"

"iya tapi tetep aja,aku kangen terus"

Tanpa pikir panjang Rezzapun mengangkat tubuh istrinya menuju tempat tidur lalu membaringkannya.

"Mau ngapain sih mas?" tanya Tiya panik.

"mau berkasih sayang dulu dong sayang"

"kita belum makan malam lho mas udah disiapin juga sama mbok Sugi,entar keburu dingin lagi lho.."

"aku nggak pengin makan nasi,aku lagi pengin memakanmu sayang"

"mas..."

Rezzapun sudah terbawa gairah dan mencumbui istrinya,kedua tangan Tiya dipegangnya dengan satu tangannya diatas kepala istrinya kemudian tangan yang lainya berusaha membuka kancing baju istrinya.

Sementara Rezza dan Tiya memadu kasih,mbok Sugi dengan setia menunggu mereka berdua dibawah,

" lha..katanya bentar lagi mau turun,ini hampir dua jam kok nggak turun turun ya.."

"apa mas Rezza sama mbak Tiya ketiduran ya..?","mereka kan belom makan"

"tak panggil lagi ajalah..,kasihankan kalo mereka tidur tapi perutnya masih kosong"

Rezza masih berpacu diatas Tubuh Tiya,menikmati aktifitasnya saat ini,semakin cepat Rezza memacukan tubuhnya diatas tubuh istrinya dan.."tok...tok..tok.."

"mas Rezza...mbak Tiya..."

terdengar suara panggilan mbok Sugi dari luar.

Tiya yang masih dibawah kungkungan tubuh suaminyapun merasa panik " mas...ada mbok Sugi"

Awalnya Rezza tak mau menanggapi dan masih ingin melanjutkan aktifitasnya,namun setelah melihat ekspresi istrinya yang panik lalu istrinya berkata

"pintunya nggak dikunci lho...mas",

Diluar kamar mbok Sugi masih mengetuk pintu dan memanggilangil nama Rezza maupun Tiya.

Mendengar perkataan istrinya itu barulah Rezza mulai memelankkan dan menghentikan gerakannya,merasa frustasi Rezzapun menjambak rambutnya sendiri dan berdiri memungit handuk yang tergeletak dilantai kamar,

melihat suaminya yang tampak frustasi sebab kesenangannya terganggu Tiya merasa kasihan dan menahan tawa sebab hal itu terlihat lucu baginya.

Setelah melilitkan handukknya dan melihat istrinya sembunyi didalam selimut Rezzapun membuka pintu kamarnya " ada apa mbok?" tanya Rezza berusaha ramah dan menunjukkan muka kusutnya

melihat keadaan Rezza yang hanya mengenakan handuk mbok Sugipun merasa tak enak hati dan berkata "anu mas...mau nanya jadi mau makan malam ndak ya...? soalnya makananya udah dingin"

"nggak mbok..." jawab Rezza halus namun terkesan dingin

" ya wis nik gitu..saya beresin lagi aja ya mas"

buru buru mbok Sugi kembali kebawah,dia menyadari jika dirinya baru saja mengganggu ritual putra dari bosnya iti dan istrinya.

Setelah mbok Sugi pergi Rezzapun menutup pintukamarnya,tak lupa diapun menguncinya takut mbok Sugi datang dan mengganggu kesenangannya lagi.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!