NovelToon NovelToon
Skandal Mantan Ipar

Skandal Mantan Ipar

Status: tamat
Genre:Duda / Dikelilingi wanita cantik / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Judul sebelumnya; CASANOVA'S PARTNER

"Maukah kau menikah denganku?"

Glory terus merengek kepada Elang, sampai ada saatnya ketika dia lelah ditertawakan oleh teman ranjangnya.

Glory menghilang dan kembali dengan sejuta rahasia yang pada akhirnya terkuak setelah belasan tahun tersimpan.

Skandal ini, dimulai sebelum mereka menjadi ipar. Dan kisah pun disambung ulang setelah keduanya menjadi mantan ipar.

"Kau gadis 17 tahun itu, Glo?" tukas Elang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH

Glory membawa tas bekal berisi nasi goreng kambing buatan Oliver. Menu itu menu campuran Dubai dan Indonesia.

Asal buat saja awalnya, yang pasti Oliver suka sekali meniru masakan yang diunggah para influence. Ternyata enak dan menjadi makanan favorit anak anak asuhnya.

Glory menyodorkan makanan itu pada Elang yang hanya diam menatapnya. Mata itu cukup melekat, tajam, menusuk, merasuk, seperti sedang menyelami dirinya.

"Kau belum pulang dari sore. Gerald mengkhawatirkan mu, pulang lah, anak anakku tidak disetel untuk menjadi orang yang tega, apa lagi setelah tahu kau ayah mereka."

Elang terkekeh, dia yakin watak baiknya lah yang menuruni Gerald, karena setahu dia Glory bukan manusia yang punya perasaan.

"Pulang!"

Glory meraih tangan Elang, lalu memaksanya untuk menerima makanannya. Seketika itu juga Elang membalikan tubuh Glory dengan tangan yang dibelenggu kebelakang.

Elang berbisik menggelitik. "Bukan Gerald, tapi kau yang mengkhawatirkan ku." Bibir itu bahkan menempel di cuping telinga Glory yang kian meremang.

"Aku akan melamar mu, tidak peduli jika aku akan mendapatkan penolakan yang lebih banyak dari penolakan ku selama ini, aku tetap akan melamar mu berulang ulang kali, sampai kau lelah dan menerima," kata Elang.

"Kau pikir aku peduli?" Glory terkekeh lalu melepas belenggu Elang.

Masuk ke dalam rumah, menutup pintu, tatapannya seakan meremehkan lelaki yang masih berdiri menatapnya di depan sana.

Bukan tidak ingin menerima seperti yang Elang sebutkan barusan. Hanya saja, Glory ingin tahu seberapa keras Elang membujuk putranya sendiri, apakah sama seperti pada Maurin?

...▫️▫️▫️▪️▪️▪️...

Pagi ini cukup berangin, di balik jendela kamar yang mengarah pada kamar Glory, Elang memeriksa saldo rekening dari ponsel.

Tabungan Elang selama bertahun tahun kini mulai berkurang. Tabungan yang dia pikir hanya akan dihabiskan sendiri di masa tuanya, ternyata sudah berguna juga.

Untung Tuan Robinson begitu baik, setelah menjadi karyawan handalnya, Robin sudah menganggap Elang seperti putra sendiri.

Setidaknya Elang diberikan cuti untuk berusaha lebih keras dalam menggapai anak- anak yang ternyata cucu Alex Miller.

Elang sudah sarapan, dia akan antar Gerald ke sekolah hari ini. Makanya dia ambil mantel panjang untuk dipakainya.

"GERALD!"

Teriakan yang akhirnya membuat Elang mengerling bahkan menyingkirkan kembali kain vitrase di jendelanya. Di bawah sana, telah berderet mobil mobil Van yang Elang yakini mereka tamu tidak diundang.

Mobil- mobil itu berjalan pergi dengan kecepatan tinggi. Sedang Oliver berteriak- teriak memanggil- manggil nama Gerald.

Ada yang tidak beres! Elang segera keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga. Dia harus tahu, apa yang terjadi pada Gerald.

Serampangan saja dia berlari, menerjang pintu rumah utama, lalu berlanjut mendorong pagar rumah tingginya. Tiba di jalan komplek, Glory keluar dengan wajah cemas.

"Gerald!" Glory tak kalah penasaran agaknya, bahkan begitu panik setelah melihat Oliver menangis sendirian tanpa Gerald.

"Gerald ku dibawa, mereka membawanya! Mereka membawanya, Nona!" Oliver tak bisa katakan dengan baik karena shock.

"Siapa?!" Elang mencengkeram kedua lengan Oliver sambil meneriakinya. "Siapa?!"

"Aku tidak tahu, Tuan." Baru sebentar saja Oliver mengalihkan pandangan, dan Gerald tiba tiba dibawa seseorang yang tak dikenal.

"Yang jelas aku mendengar mereka menyebut nama Alex Miller." Oliver berapi-api, lalu beralih menggoyangkan tubuh Glory yang terus bergeming karena shock. "Apa mereka suruhan Tuan Alex, Nona?"

"Kau yakin suruhan Tuan Alex?" Elang rasa, tidak ada alasan cukup jika Alex Miller sampai menculik cucunya sendiri.

"Aku tidak tahu," tangis Oliver. Wanita itu menghambur ke aspal, menangisi putra yang dia rawat sedari masih bayi. "Aku tidak tahu."

Elang mengacak- acak rambutnya. Di saat begini, hanya Luke yang bisa Elang andalkan, beruntung dia mengingat maka segera Elang raih ponsel dari saku celananya.

Glory yang masih terbengong gegas Elang peluk sambil mengangkat telepon Luke yang akhirnya lebih dulu memanggilnya.

Luke bilang sudah di perjalanan menuju rumahnya tapi entah apa yang membuat orang itu meneleponnya secara tiba- tiba.

"Luke..."

📞 "Mereka bukan orang orang Tuan Alex, Lang! Bukan!" Suara cemas itu membuat Elang melotot.

"What?!" lirihnya. Jelas, Luke sudah sempat sampai di komplek ini dan sudah sempat melihat mobil- mobil Van yang membawa Gerald pergi.

📞 "Aku sempat mendengar mereka menyebut Tuan Alex Miller. Tapi aku yakin mereka bukan orang- orang Tuan Alex!"

"Jadi siapa mereka?!" Elang hampir saja meledak karena murkanya. Tapi di dalam pelukannya ada wanita yang bahkan perlu perlindungannya.

📞 "Orang- orang Tuan Kalva!"

"Apa?!" Elang semakin shock. Bukankah Tuan Kalva, pemilik dari salah satu perusahaan yang kemarin ikut serta di kualifikasi tender.

📞 "Mereka punya alasan, mungkin karena tender proyek dimenangkan atas jalinan kolusi, makanya Kalva tidak terima!"

"Tetap saja mereka tidak berhak mengambil Gerald! Ini kekanakan!" Elang membentak, dan disaat itu juga Glory meraih ponsel Elang.

Glory berapi- api. "Siapa, siapa yang menculik Gerald ku? Siapa? Katakan padaku!" teriaknya.

📞 "Aku belum yakin, tapi aku sedang mengikuti ke mana mobil mereka pergi."

"Temukan anakku, Lang!" Glory menarik kerah mantel Elang dengan marah. "Setidaknya tunjukan kau berguna menjadi ayahnya!"

...▫️▫️▫️▪️▪️▪️...

Di mobil yang ditunggangi Gerald, anak itu duduk tenang sambil memakan roti sandwich yang Oliver buat untuknya. Tak ada ketakutan meski yang membawanya hanya orang asing.

Ini bahkan tidak lebih menakutkan dari pada dibully tidak memiliki ayah. "Kau janji kan mau membawa ku bertemu dengan Kakek dan saudara- saudara ku hah?" tanyanya.

"Tenang saja Tuan muda, kau akan segera bertemu Kakek mu yang kaya raya." Lelaki itu tersenyum lalu mengelus kepala Gerald yang lekas ditepiskan pemiliknya.

1
Ika Alif
makasihh kakak
Ika Alif
kasihan glory tot
Cheng Nyo
👍👍👍👍
lia rahma
yes tamat lag
lanjut lagi cerita berikutnya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Gerald kelakuan playboy Alex Grandpa mu kok di tiru sih ampun deehh...
moga ga meniru cassanovanya daddymu juga.🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh jangan sampai sikap egois Flory menurun pada Maurin buat memiliki laki² yang di sukai.

cukup sepupuan jangan ada ikatan lebih itu lebih aman.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya halal juga, selamat Elang Glory untuk pernikahannya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
benar ga sepenuhnya salah Elang tapi Glory juga Noah dan sekarang waktunya memperbaiki hubungan jangan saling menyalahkan karna semuanya salah karena ke Egoisan masing².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hahh... untung Maurin ga kayak emaknya yang egois tapi bijak, meskipun sulit masih kecil sudah berpikir kritis dan dewasa..

Noah masih butuh waktu Mau karna ga mudah buat dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat berjuang Elang, awas saja Tuh Flory masih rese menghalangi perjuangan Elang buat Glory
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Alex sudah tuir juga masih saja Egois masalahmu urus sendiri lah masa harus Elang juga yang menjembatani, masalah dia saja belum kelar.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hukum alam tabur tuaimu terjadi bukan hanya pada keutuhan rumah tanggamu Lex tapi juga anak²mu terutama Glory yang lebih parah merasakan sakitnya....sakit sendiri tanpa ada pelukan orang tuanya beda dengan Flory.🤧
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Glory benar Alex, Flory maupun Elang dan yang lain Egois... Glory meskipun arogan tapi sifatnya di tunjukan ga munafik kayak Flory yang sok pendiam tapi hanya ingin di mengerti.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Di Skakmat cucu sendiri emang enak Alex.. Bagus Gerald.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.. ternyata Alex tau semuanya, bener tebakanku karna ga mungkin Alex ga ngawasin Glory kecuali Glory meminta bantuannya baru lah pasti Alex bertindak karna waktu kejadian Flory dengan Elang saja Alex ga ikut campur cuma mengawasi saja selama anak²nya tak meminta bantuannya langsung maka dia ga akan bergerak kecuali sekarang mungkin karna keadaan dan kesempatan Glory yang ga ada perubahan makanya Alex bertindak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Loh jadi yang nyulik sebenarnya Alex apa Lucas.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buat pelajaran Glo buang egoismu jangan sampai lemah lagi dengan Elang sampe tar hamil lagi kasihan anak²mu kalau harus menanggung malunya sampe harus di bully.. pikirkan mereka juga jangan merasa hanya kamu yang tersakiti.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sama× salah, Glory yang egois ingin memiliki Elang karna mencintainya dan Elang yang Cuek mencintai Flory adiknya Glory sampai ga mau berkomitmen lagi setelah perceraiannya.. jadi susah kalau keduanya masih mempunyai Ego tinggi, ga akan nemuin jalan keluarnya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Flory egois, kamu cuma mantan Flo sudah ga berhak lagi ngatur² Elang maupun Glory... mau pantas atau tidak itu urusan pribadi mereka jangan seolah² kamu tahu segalanya dan paling sempurna di antara mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Elang ga berubah, n4fsu terus yang di utamakan tanpa memikirkan perasaan Glory dan anak²nya.. kalaupun Glory salah sedari awal tapi bukan berarti kamu juga ga salah Lang karna kamu dari dulu juga ga menginginkan Glory jadi mending ga usah ajukan pernikahan kalau hanya terpaksa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!