NovelToon NovelToon
ISTRI KESAYANGAN RAJA PERANG

ISTRI KESAYANGAN RAJA PERANG

Status: tamat
Genre:Time Travel / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:994.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Senggrong

Merleen merupakan seorang mafia. Sudah tidak terhitung banyaknya nyawa yang sudah ia bunuh. Banyak orang yang mengincar nyawanya.

Namun ia meninggal di tangan sang kekasih.

Arwahnya masuk kedalam tubuh seorang putri menteri yang terbuang. Dia dibuang oleh keluarganya karena hamil diluar nikah.

Padahal ia hamil karena jebakan dari kakaknya. Kakaknya tidak terima bahwa ia akan menikah dengan seorang jenderal.

Bukan hanya dibuang oleh keluarga. Gadis itu juga harus merasa sakitnya melihat lelaki yang ia cintai mencintai menikah dengan kakaknya.

Merasa frustasi gadis itu menyeburkan dirinya kedalam aliran sungai dari atas jembatan. Gadis itu pun tewas. Dan tubuhnya diambil alih oleh Merleen.

Empat tahun kemudian ia kembali ke ibu kota. Kedatangannya membuat geger kekaisaran.

Gadis itu membawa anak laki-laki berusia tiga tahun yang begitu mirip dengan Raja Chen. Dialah Raja perang yang terkenal akan kekejaman nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Pangeran Chen tiba saat Lin Hua dan si kembar menikmati makan siang di restoran. Dengan percaya diri pangeran Chen menghampiri mereka .

Ketiga orang yang sedang fokus mengisi perut tidak menyadari kedatangannya. Bukannya Lin Hua tidak peka ,tapi menurutnya Pangeran Chen hanya pelanggan yang kebetulan lewat disampingnya.

Untuk menarik perhatian Lin Hua dan si kembar , Pangeran Chen berdehem dengan agak keras.

"Ehm..."

Lin Hua menoleh . Dahinya mengernyit begitu melihat pangeran Chen menatapnya dengan pandangan datar . Memangnya dia punya salah apa coba?

"Ada apa?" tanyanya heran. Bukannya menjawab, Pangeran Chen malah meminta izin untuk duduk bersama mereka.

"Boleh duduk disini?"

"Maaf tuan, apa Anda_" belum juga Lin Hua meneruskan ucapannya ,sudah dipotong oleh Jia Yi yang baru menyadari keberadaan Pangeran Chen.

"Paman tampan," pekik Jia Yi heboh. Dia langsung turun dari kursi yang ia duduki dan menghampiri pangeran Chen.

"Gendong Paman!"

Pangeran Chen langsung mengangkat Jia Yi kedalam gendongannya. Lin Hua sampai tersedak melihat aksi sang putri.

"Uhuk uhuk uhuk...."

Jin Hai dengan sigap memberikan minum padanya. Wajahnya nampak khawatir .

"Mama tidak papa?"

Lin Hua tidak menjawab. Dia minum dengan perlahan agar tidak kembali tersedak.

"Tidak papa sayang. Terimakasih, tenggorokan mama lega sekali," ucap Lin Hua selesai minum.

Meski belum mendapatkan persetujuan dari Lin Hua, Pangeran Chen membawa kursi dari meja lain. Kemudian mendudukkan dirinya disamping Jin Hai. Sedangkan Jia Yi masih setia di gendongannya.

Lin Hua menatap pangeran Chen tajam. Tiba-tiba matanya melotot begitu melihat wajah pangeran Ji Won yang memiliki kemiripan dengan wajah Jin Hai.

"Jangan-jangan lelaki ini..."

Lin Hua bergumam dalam hati. Dia menatap pangeran Chen dan Jin Hai bergantian. Hal itu disadari oleh pangeran Chen.

"Kamu pasti sudah menebaknya kan?"

"Ha????" Lin Hua menatap pangeran Chen linglung. "Apa orang ini cenayang bisa menebak apa yang sedang ada dalam pikirannya?" pikir Lin Hua dalam hati .

"Kamu pasti mengingat kejadian malam itu kan?" tanya pangeran Chen to the poin. Dia bukan orang suka bertele-tele.

Lin Hua menegakkan tubuhnya dan menatap pangeran Chen dengan serius. Dia sudah memperoleh ingatan tentang tragedi yang membuat Lin Hua harus mengandung si kembar.

Lin Hua tidak bisa menyalahkan lelaki di depannya . Sebab dari yang ia ketahui, Lin Hua pergi sebelum lelaki itu bangun. Situasi saat itu juga dalam keadaan gelap.

"Maaf, apa Anda tidak sedang salah orang?" tanya Lin Hua mencoba untuk mengelak . Meski buktinya sudah ada di depan mata .

Lin Hua bersikap seolah-olah tidak mengerti apa yang dimaksud oleh pangeran Chen. Pangeran Chen tidak bisa membaca raut wajah Lin Hua.

"Kamu yakin?" tekan pangeran Chen dengan tajam.

Kalau orang lain mungkin langsung gentar . Tapi Lin Hua biasa saja, bahkan membalas tatapannya tak kalah tajam .

Pangeran Chen sampai bingung untuk menyikapinya. Aura kedua orang itu membuat suhu di ruangan itu menjadi dingin .

"Tidak perlu_" Lin Hua baru saja hendak menjawabnya .Namun lagi-lagi Jia Yi memotongnya.

"Kok Jia dicuekin sih," cebik Jia Yi kesal.

"Kalo olang tua ngomong jangan suka ikut campul," ucap Jin Hai menatap Jia Yi dengan sinis yang ada di pangkuan Pangeran Chen.

Dia heran dengan tingkah Jia Yi yang tidak tahu malu. Bisa-bisanya duduk dipangkuan orang yang tidak ia kenal. Ia kan jadi pengen 🙈🙈🙈.

"Ili bilang bos!" sindir Jia Yi dengan sinis . Dia seolah mengerti apa yang diinginkan oleh jin Hai.

Bukan hanya Lin Hua saja yang terbengong mendengar ucapan Jia Yi. Pangeran Chen sampai berfikir, apa benar ini putrinya?

"Sudahlah lebih baik kita makan dulu. Tuan _"

"Chen Zu"

"Baik. Tuan Chen bisa _"

"Aku akan makan disini," lagi-lagi ia memotong ucapan Lin Hua.

Lin Hua jadi berfikir bahwa pangeran Chen benar-benar seorang cenayang. Tapi dia tidak ingin memperpanjang urusannya. Jadi biarkan saja apa yang diinginkan olehnya.

"Silahkan."

Pangeran Chen heran dengan sikap Lin Hua. Lin Hua bertingkah seakan tidak mengetahui identitasnya. Tidak mungkin kan putri dari Menteri Li tapi tidak mengenalinya.

"Kamu tidak mengenaliku?" tanya pangeran Chen penasaran.

"Memangnya kita kenal?" Lin Hua menatap pangeran Chen heran. Memangnya dia artis apa?

Dia sudah menebak identitas dari pangeran Chen. Menteri Li sudah bercerita tentangnya. Hanya saja ia pura-pura tidak mengenalnya.

"Ha?"

"Makan paman," ucap Jia Yi mengingatkan.

Pangeran Chen mengangguk patuh . Dia mengambil makanan Jia Yi untuk ditaruh di depannya. Sehingga Jia Yi bisa makan dengan leluasa.

"Biarkan Jia duduk di kursinya."

"Tidak perlu. Disini boleh kok."

Pangeran Chen enggan menurunkan Jia Yi dari pangkuannya. Ingin sekali dia menyuapinya. Sayangnya ia belum pernah menyuapi orang lain.

"Loh, Pangeran disini juga,"ucap seseorang dengan suara merdunya. Ternyata Bao Yu bersama dengan temannya.

Lin Hua menatap tiga wanita yang berdiri di depannya. Jika dilihat dari penampilannya, sangat jelas jika ketiganya bukan orang sembarangan. Mungkin saja dari kalangan bangsawan.

"Siapa anda?" tanya Pangeran Chen datar .

Bao Yu tadinya dengan percaya diri menyapa pangeran Chen. Namun tanggapannya sungguh mengecewakan. Lin Hua saja sampai melongo melihat tanggapan dari pangeran chen.

"Saya Bao Yu, Pangeran."

"Oh. Maaf saya tidak mengenal."

Bao Merasa malu. Ingin rasanya dia menghilang. Apalagi melihat Lin Hua yang nampak menahan tawa.

"Siapa gadis yang berada di pangkuan Anda pangeran?" tanya Bao Yu yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

"Memangnya apa urusannya dengan Anda Nona?"

"Saya_"

"Saya tidak ingin diganggu!"

"Maaf pangeran."

Bao Yu mengajak temannya untuk meninggalkan meja Lin Hua. wajahnya merah karena malu . Teman yang berjalan di sampingnya tidak menggangu. Bisa-bisa kena damprat nantinya .

"Kalian mengenal wanita itu?" tanya Bao Yu pada kedua temannya.

"Aku tidak pernah melihatnya, mungkin bukan orang sini."

"Aku juga tidak pernah melihatnya . Tapi aku masih tidak menyangka jika pangeran bisa bersikap lembut seperti itu . Jangan bilang kalau wanita itu _"

"Diam!" bentak Bai Yu dengan wajah memerah.

Kedua teman Bao Yu saling pandang. Mereka yakin jika saat ini Bao Yu sedang marah karena cemburu . Apalagi Bao Yu baru cerita jika akan menikah dengan Pangeran Chen. Namun jangankan untuk menikah , mengenali wajahnya saja tidak .

Kasihan....

Makanya jadi orang tuh jangan sombong . Meski Bao Yu terkenal sebagai gadis yang lembut dan pintar , namun mereka tahu benar jika semua itu hanya topeng untuk menutupi semua kekurangannya.

Masyarakat tidak tahu saja sikap Bao Yu yang sebenarnya. Dia memperlakukan pelayang dengan semena-mena. Apapun yang diinginkan harus ia dapatkan apapun caranya.

Kedua teman Bao Yu ingin menunggu ,apa yang akan dilakukan Bao Yu pada wanita itu .mereka berdua jadi tidak sabar menunggunya.

1
Nanik S
kurang cerdas
Nanik S
lelaki beban
Nunung Elasari
sangat recommended....
Hariyanti
thanks Thor ceritanya bagus dan menarik 🥰🥰🥰🥰
kriwil
seneng banget sibuk jodoh jodohin🤣
Atoen Bumz Bums
anak udah besar dan juga udah sukses baru dikasih ingatan baru ketemu pangeran🤣
Risna Udi
seru ceritanya Thor. semangat terus dlm berkarya
Atoen Bumz Bums
nama anak nya siapa
Siti Solikah
👍👍👍
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
👍👍👍
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
aku sempat deg deg an kalau sampai Chen ketahuan
Siti Solikah
semakin seru
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
kapan mereka bertemu thor
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
kenapa li qin tidak meminta cerai aja
Siti Solikah
bagus
Siti Solikah
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!