Rinaldy Dean Ariesta tidak akan pernah menyangka bahwa Tuhan memberinya kesempatan untuk mengulang kembali hidupnya ke masa lalu, untuk mengobati penyesalannya. Dean ingin memulai membangun keluarga yang bahagia dengan istri dan anaknya. Namun, tidak disangka bahwa banyak lika-liku yang harus dihadapinya.
Ikuti ceritanya jika kamu suka... Jangan lupa untuk vote, komentar, dan like y
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aku Gk papa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Selesai mengangkut batu batu itu kedalam gerobak pak ari mendorong gerobak itu dibantu dengan joni dan lutfi karena batu yang terakhir dean pilih ini sangat besar mereka bahkan bingung apakah batu ini akan muat dimobil taksi mereka.
Namun ternyata batu itu muat juga karena batu terakhir itu ditaruh dimobil taksi pak ari yang masih kosong.
Saat bodyguardnya sedang sibuk mengurusi batu giok itu,Dean hanya mengikuti saja sambil mengawasi mereka bertiga.
Alasan dean tidak menyewa mobil truck pengangkut batu karena uang dean sisa sedikit karena membeli batu tersebut,Lagi pula batu batu yang berisi giok itu hanya ada dua puluh saja, Sangat cukup untuk dimasuki ke mobil taksi mereka bertiga.
Karena mobil taksi lutfi dan joni sudah tidak muat dean memilih memasuki mobil taksi pak ari yang masih agak kosong.
Lalu pak ari menjalankan mobilnya diikuti pak lutfi dan joni dari belakang yang ikut menjalankan mobilnya merekapun langsung pergi dari pasar zamrud itu dan melanjutkan perjalanan.
"Bos kita akan kemana membawa batu batu ini"Tanya ari karena tidak tau tujuannya kemana.
"Kita ke toko giok wijaya yang ada dijalan batu bara "Jawab dean.
"Baik bos..."Sahut ari.
Toko giok wijaya adalah toko milik keluarga wijaya,Dean tidak ingin pemotongan batunya nanti ditempat pasar zamrud, Karena orang orang disana tidak ada yang bisa dipercaya apalagi saat melihat tatapan serakah mereka seakan dean adalah mangsa yang empuk.
Dan untungnya dean membawa bodyguard seperti pak lutfi ,Pak ari dan pak joni yang sangat kekar kekar jika tidak akan ada masalah saat dean memilih batu giok nanti.
Itu sangat merepotkan juga membuatnya harus bertindak hati hati,Meskipun dean sendiri jago bela diri tapi tetap saja jika dia melawan banyak orang dia tidak sanggup dan akan kewalahan karena dean tahu dia hanya manusia biasa,Yang diberi kesempatan bisa lahir kembali.
Dean tau batasannya.
Meskipun tadi dean terlalu mencolok dengan pakaiannya yang mahal juga terlihat jadi sorotan karena dean bertindak semaunya, Seperti saat tadi dean yang banyak memilih batu giok secara asal asal lan dan langsung membayarnya tanpa ragu ragu.
Namun tidak ada yang berani mengganggunya ,Walaupun tadi ada yang mengejek dean maupun menertawakannya tapi itu hanya dilisan saja dan tidak membawa banyak masalah,
Karena mereka juga merasa percaya kalau dean adalah anak orang kaya dan punya banyak koneksi...
"Bos kita sudah sampai"panggil ari kepada dean menyadarkannya dari lamunan.
"Yaudah,,Ayo kita keluar dari mobil ini."jawab dean sambil membuka pintu.
"Baik bos"Jawab pak ari.
Mereka pun keluar dari mobil dan tak lama kemudian datanglah pak lutfi dan pak joni yang menyusul dean dari belakang.
"Bos kenapa kita kesini??"Tanya lutfi merasa bingung
"Ini adalah toko khusus tempat penjualan giok langsung dan nanti batu batu itu bisa dipotong disini"Jawab dean.
"Tapi bos,,Belum tentu batu yang kita bawa mengandung giok semua, Lagipula kenapa kita tidak potong langsung ditempat yang tadi saja,Jadi tidak perlu bawa batu berat ini kesini.??"Tanya lutfi.
"Pak lutfi,Saya harap ke kamu kalau kamu kerja dengan saya lagi, Kamu tidak usah banyak tanya, saya tidak suka,Dan ini untuk yang lainnya"Tegur dean ke lutfi dan teman temannya.
Lutfi menciut saat melihat dean menegurnya"Maaf bos..."Cicitnya meminta maaf.
Mendengar dean menegurnya mereka tersadar dari awal kerja menjadi bodyguard dean, Pak lutfi dan lainnya memang terlalu ikut campur dengan urusannya dean.
Tapi itu juga karena mereka bertiga sangat khawatir dengan bosnya.
"Ya"jawab dean singkat.
"Tunggu disini dulu,Saya mau masuk kedalam,Dan tolong jaga batu batu ini,Awas jangan sampai hilang"Suruh dean kepada bodyguardnya menatap mereka dengan tajam.
"Baik bos"Jawab mereka bertiga.
Dean masuk ke toko giok itu meninggalkan bodyguardnya.
Pelayan yang ada ditoko tersebut berdatangan saat dean memasuki toko.
"Selamat datang,Ada yang bisa kami bantu"Ucap salah satu pelayan yang berseragam hitam dengan tersenyum manis.
"Apakah saya bisa menjual batu giok??"Tanya dean.
"Tentu saja bisa tuan,Kami menerima berbagai macam batu giok"Jawab pelayan tersebut.
"Baiklah tolong bantu bodyguard saya bawa batu batu itu"Ucap dean dengan santai.
"Baik tuan,Silahkan duduk dulu disana,Saya panggil dulu orang yang akan bantu tuan..."Jawab pelayan itu menunjuk sofa untuk tempat duduk dean lalu meninggalkannya.
Dean yang disuruh duduk menuruti ucapan pelayan itu,Karena dean juga sedang lelah saat memilih batu giok tadi,Karena ternyata setelah menggunakan kemampuannya untuk melihat batu tadi bisa membuatnya cepat lelah dan capek.
Tak lama datang lagi seorang pelayan berambut coklat menghampirinya dengan membawa teh ditangannya, Menaruh teh itu dimeja tempat dean duduk.
"Silahkan diminum tuan..."Ucap sang pelayan tersebut tersenyum manis.
Dean mengangguk lalu memegang teh tersebut dan langsung meminumnya.
Dengan mengangkat kakinya.
Melihat dean meminum teh buat tan nya pelayan tersebut membungkuk sebentar dan langsung pergi meninggalkan dean yang sedang duduk disofa.
*****
Saat dean sedang duduk dengan santainya duduk didalam pak lutfi dan lainnya sedang berdiri menunggu bosnya diluar.
Mereka pikir bosnya sedang berdiskusi dengan pelayan yang ada ditoko.
"Lutfi,Bos kok lama bingitt sii,Eke jadi nunggu diluar nih,Mana panas banget lagi"Ucap joni mengusap jidatnya.
"Yahh,Fi mulai lagi si joni erornya"Ucap ari menepuk jidatnya.
"Iya,Bentar gua ambilin dulu getokkannya,Untung bos gak liat joni kya gini bisa bisa kita diomelin lagi"Jawab pak lutfi masuk kedalam mobilnya,Mencari barang buat getok joni.
"Ya,Fi cari yang bener nih gua pegangin orangnya"Sahut ari memegang joni dengan erat.
"Jangan pegang pegang loh eke donk nanti saya laporin ke polisi kamu,Mau??Atas pelecehan perempuan dibawah umur"Sewot joni dengan marah saat tangannya dipegang erat oleh ari.
"Aduhh,fi ini orang makin eror ajah cepettan donk,Nanti keburu bos dateng"Protes ari ke pak lutfi.
"Iya sabar,Nih gua udah bawa penggeplak buat palanya"Ucap pak lutfi mendatangi mereka berdua sambil membawa kipas mainan.
"Ihh,Itu mah kecil banget buat getokkin si joni klu eror lagi gmana??"Ucap ari.
"Gak ada lagi lahh,Ini ajah kipas mainan anak gua,Tadi juga si joni digetok pake ini baek kok udh gak usah protes"Sahut lutfi menjawab pertanyaan ari temennya
"Yaudah nih cepet getok palanya,Keburu bos dateng..."Ucap pak ari memegang dengan erat joni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
musuhnya bisa tau kelemahannya.