NovelToon NovelToon
DOOM AND SIN : Diabolik Lovers (Ff)

DOOM AND SIN : Diabolik Lovers (Ff)

Status: tamat
Genre:Vampir / Anime / Iblis / Tamat
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: arka156

Takanashi Mika menatap jalanan sepi, mobil yang dinaiki melaju menuju sebuah mansion milik keluarga Sakamaki. Komori Yui. Protagonist dalam anime Diabolik lovers, anime dengan genre vampir ini adalah dunianya sekarang.

Dan sudah 11 tahun terlewat sejak pertama kali membuka mata didunia ini.

Wajah acuh tak acuh yang selalu menjadi andalan Mika membawanya menuju kedamaian.

"Takanashi Mika."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arka156, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 21

Mika bilang bahwa ada kemungkinan bahwa ia akan bertemu dengan KarlHeinz, pemimpin dari bangsa vampir ras makhluk peminum darah yang katanya hanya dongeng.

"Ya, setidaknya aku sudah dapat peringatan."

Gumam Yoichiro tak tertahan, ternyata prediksi gadis itu benar adanya.

Karena didepannya saat ini, orang yang menyambut saat ia mengetuk pintu adalah si raja vampir. Dengan senyum menyegarkan KarlHeinz menyambutnya seolah ia adalah tamu paling berharga.

Di suguhi segelas teh hangat juga dengan kue strawberry. Ok, merasa keanehan yang terjadi ia bahkan segan untuk menyentuh cangkir teh.

"Apa mereka gila?"

"Kau bahkan disambut baik oleh ayah dan kau menghina kebaikannya? Manusia seharusnya mengetahui tempatnya."

Subaru menyuarakan protes, meskipun dengan kebencian terhadap ayahnya tidak bisa mengubah fakta bahwa Subaru juga lahir karena ayahnya.

"Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya? Dimana tepatnya ya?"

Firasat Yoichiro saat mendengar kalimat main-main yang dilontarkan oleh KarlHeinz membuatnya mengingat kejadian itu. Hari dimana pusat asosiasi dihancurkan hanya dengan kekuatan satu orang.

Lima tahun lalu, tiba-tiba sebuah ledakan terjadi.

Pusat asosiasi yang menjadi tempat penelitian untuk membuat manusia modifikasi bertujuan untuk membuat vampir. Menjadi anak-anak sebagai wadah dari darah vampir yang mereka kumpulkan.

Sebagai mantan ilmuwan gila yang sekarang bekerja sebagai seorang dokter Yoichiro hanya bisa pasrah menghadapi ini.

"Mungkin ini yang namanya takdir bukan?"

"Jika begitu silahkan masuk."

KarlHeinz menyambutnya dengan gembira. Berbanding terbalik dengan anak-anaknya yang punya wajah permusuhan.

"Apa tujuanmu datang? Untuk balas dendam? Oh, tapi sepertinya tidak mungkin karena kamu sendiri sudah bertaubat bukan."

Menanggapi kalimat sarkasme KarlHeinz, "saya pikir tidak ada gunanya untuk menyembunyikan dari makhluk seperti kalian."

Sembari menyimak percakapan antara orang tua anak-anak hanya duduk diam, "tujuanku hanya satu…"

\+\+

"Nee-san?"

"Hm?"

"Aduh cantiknya, sudah bangun putri tidur? Lihat ini wajahmu pucat sekali.."

Vanitas mengelus pipinya.

Yuma ingin langsung memastikan kondisi tubuh Mika, jadi tidak peduli dengan pria iblis itu Yuma mendekat untuk memastikan denyut nadinya.

"Baik-baik saja," suara yang terdengar berbisik Yuma menyentuh dahi mika untuk memastikan panas tubuhnya. "Tapi suhunya terlalu rendah."

Pergelangan tangannya dingin dahinya juga dingin. Apa masalahnya? Seingatnya ruangan ini selalu terjaga suhu juga kebersihannya jadi tidak mungkin bahwa nee-san nya ini kedinginan karena suhu ruang.

"Apa, ada apa?"

Iblis bingung karena ditatap tajam oleh Yuma.

"Apa yang terjadi dengan nee-san?"

"Bukankah terakhir kali sudah aku katakan, hanya ada setengahnya disini."

Iblis meletakkan jari telunjuknya didahi mika, sementara si gadis Mengernyit.

"Hanya ada setengahnya jadi dia akan seperti ini, bukankah dia cantik dengan wajah manis seperti boneka ini? Aku ingin sekali membawanya secara langsung, tapi tidak bisa. Sayang sekali."

Yuma menyentuh sisi wajah Mika.

"Ruki," gumamnya samar. "Aku harus beritahu Ruki dan yang lainnya."

"Tapi sebelum kau bisa memberitahu saudaramu, aku harus tamasya bersama dengannya."

Yuma menatap tajam, apa maksudnya dari iblis ini? Mengambil mika darinya serta keluarganya?

Sebelum bisa berpikir lebih jauh, pikirannya kalut saat melihat si iblis menggendong tubuh nee-san nya ala pengantin. Iblis membawanya mendekati jendela yang terbuka, dibawah sinar bulan itu Yuma menyaksikan.

Matanya melotot penuh kemarahan melihat yang dilakukan iblis sialan.

Wuss

Gorden terbawa angin.

"Nee-san!!"

Berlari menuju iblis Yuma ingin langsung melempar tubuh pria itu kelantai. Sementara iblis berbisik ditelinga Mika, dia melompat ke jendela.

"Katakanlah," bisiknya semakin menghanyutkan didekat telinga si gadis manusia.

Mengintip mulut gadis itu terbuka sembari menatap adiknya, adik angkatnya. Yuma menggeleng kuat tidak ingin mendengarnya tapi mika terus berucap sampai membuatnya tidak berkutik.

Vanitas menyeringai lebar lantas melompat dari jendela.

"Nee, nee-san, Mika nee-san. Jangan pergi, kumohon jangan…."

\+\+

Dipinggir hutan yang gelap gulita, bulan di langit yang menjadi lampu penerangan bahkan tidak sanggup menembus dedaunan.

Malam ini terlalu sunyi.

Mengikuti arus angin dedaunan berdesir mengikuti langkah angin.

Aouuuu

Tap tap

Vanitas menginjak tanah lembab dipinggir hutan, masih dengan mika diperlukannya.

"Lihat, aku benci serigala karena mereka mirip dengan anjing," iblis menggerutu kesal.

Seharusnya takut kan? Mika hanya bisa menonton bagaimana iblis terus menerus mengeluh tentang ia yang tidak menyukai hewan itu. Selagi pelukannya mengerat Mika langsung menepuk pipi iblis.

"Ada apa?"

Selanjutnya iblis itu mendekatkan wajahnya saling menempelkan dahi satu sama lain.

"Maaf aku terlalu bersemangat," karena manusianya butuh istirahat. Iblis melihat beberapa pohon yang cocok untuk tempat istirahat.

Melompat satu persatu dia menemukan lantas duduk dengan gadis dipangkuannya.

"Manusia, kenapa kau tidak takut padaku?"

Mika bergeming.

"Tapi kenapa kau menyesal membuat perjanjian denganku?"

"Apa kamu membenciku?"

Kepalanya dengan sengaja diletakkan diatas kepala si gadis manusia, menghela nafas panjang. Seharusnya sebagai iblis vanitas tidak bisa merasakan hal ini, perasaan gundah gulana yang menggangu pikiran.

Jiwa ini spesial, ya spesial. Bukankah wajar untuk iblis menjaga makanannya?

Tapi, vanitas gelisah.

Si gadis manusia masih diam tanpa menjawab.

Apa vanitas mungkin khawatir dengan jawaban dari manusia ini pada akhirnya? Tapi kenapa?

Pasti karena dia tidak ingin manusia ini direbut kan?

"Saat itu aku menjadi bodoh."

Iblis itu diam dengan posisi nyaman menempatkan dagunya diatas kepala hitam si gadis. Ia semakin gelisah.

"Melihatmu yang bahkan tidak mengerti perasaan membuat aku sadar tentang satu hal, tidak ada yang sempurna bahkan untuk iblis kesombongan. Sama seperti manusia, mereka serakah akan ketidak tahuan."

Vanitas menutup matanya mengeratkan pelukannya, mendengar jawaban dari pertanyaan pertamanya.

"Aku sadar iblis juga bisa bertingkah bodoh, linglung, juga khawatir. Hanya saja kamu tidak merasakannya, bukan kamu tidak menyadarinya."

Iblis bergumam, "lalu?" Menanti jawaban dari pertanyaan lainnya.

"Sebenarnya dibandingkan dengan penyesalan ini adalah rasa bersalah, aku bahagia juga di dunia ini. Hanya saja penyesalan yang aku rasakan karena tidak bisa meminta maaf secara langsung dengan mama dan papa."

Mika melupakan kasih sayang yang pernah diberikan orang tuanya, dan setelah mengingatnya mika tidak punya pilihan selain merasakan rasa bersalah.

Hanya tinggal pertanyaan terakhir, mika sendiri bingung apakah ia membenci iblis yang akan memangsa jiwanya?

"Boleh aku bertanya?"

Vanitas berdahem.

"Apa kau selalu bersamaku sejak kau mengirimiku kedua ini?"

Iblis berdahem lagi sebagai jawaban.

"Artinya aku tidak perlu membencimu," vanitas langsung menangkup wajah Mika.

Gadis ini tidak membencinya?

"Kenapa kau tidak membenci iblis hina sepertiku?"

Gadis manusia tersenyum melihat langit malam tanpa bintang yang dihasilkan cahaya bulan. Lalu dia menunduk untuk melihat bayang dedaunan yang menarik minatnya.

"Layaknya kegelapan, ada beberapa hal yang tidak bisa untuk dibenci sehingga harus dicintai. Hanya saja kamu mungkin salah satu hal gelap yang harus dicintai, antara bayangan dan jiwa."

Iblis tertegun, hal yang tidak bisa terbayang. Iblis mendapatkan jawabannya yang dia inginkan, lantas tertawa kecil mengelus kepala gadis manusia.

"Kamu meniru kata-kata dari buku kan?"

Mika hanya diam.

*****

Yo! Semangatin saya dong dengan kasih komentar positif + vote biar jempolnya berguna selain sekrol sambil baca tanpa kasih dukungan?

saya tau kemampuan masih kurang banyak, jadi saran kalian bisa saya gunakan untuk menjadi penulis yang lebih baik.

1
Alsya Elmir
asli pedopil 😑
Alsya Elmir
ara ~
Alsya Elmir
heh mukmin to mba 😳
Cyraa
kok ngak up lagi thor
Kiftia Arka: diusahakan nanti malam ya. terimakasih udah mau tunggu cerita aku.
total 1 replies
Fana Yuki
bagus
Fana Yuki
mantap lanjutkan thor
Rita Rita
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!