Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21 : So Long
"Ara...Berani sekali Kamu menggunakan Batu Teleportasi tanpa seijin ayah." Ucap Gracio dengan Tegas. Ara menghela nafas dengan pelan. Sudah dia duga, Mira pasti Yang memberitahu Gracio soal kepergiannya. "Kamu pergi kemana Dengan Batu teleportasi itu?" Tanya Gracio.
"Aku ada urusan..." Ucap Ara enteng.
"Urusan? Saat ini seluruh Negeri Sedang mengalami Kekacauan. Dan kau malah Pergi Ketempat tidak jelas?" Gracio mencoba Untuk menahan emosinya.
"Justru karena itu...Aku pergi Untuk melihat keadaan Rakyatku." Bohong Ara.
"Jangan berfikir Ayah tidak tau, kalau kamu pergi ke kerajaan Kagami." Ucap Gracio. Sesuai dugaan Ara lagi, Tidak mudah Untuk membohongi Gracio. "Ya memang. Kalau Ayah sudah tau....Kenapa bertanya padaku."
"Ara berani kamu, tidak sopan seperti itu. Ingat kalau kamu sudah menikah. Seharusnya kamu—"
"Orang yang pantas menjadi istriku hanyalah Yessica Tamara Ecclestone. Siapapun tidak Pantas menjadi istriku. Jika bukan karena ikatan Bodoh antar kerajaan, Aku sudah menceraikan Mira Sejak Dulu."
"ARA!!!" Bentak Gracio, tapi langsung di tenangkan oleh Shani.
"Bukankah Ayah Juga berfikir begitu. Ayah Pikir aku tidak tau apa Yang ada di benak ayah. Ketika mengetahui identitas sebenarnya Dari Yessica. Orang Yang dahulu akan Ayah sakiti. Jika itu sampai terjadi, Apa ayah pikir kerajaan Felip masih ada sampai sekarang? Dan aku tau kalau ayah juga menyesal dengan pernikahan ku kan? Ayah berharap Aku bisa berbaikan dengan Yessica dan menikahinya. Sehingga Ayah bisa menjalin hubungan Yang kuat dengan salah satu empat tanah Utama. Jangan salahkan aku. Apa yang kulakukan sebenarnya Ayah mendukung ku kan?" Ucap Ara menyeringai.
"Ara! Kamu....."
"Ayah tidak pintar Dalam berakting. Aku Ragu ayah akan mencegahku lagi jika menemui Yessica." Setelah mengatakan itu. Ara pergi tanpa mengucap permisi.
"Anak itu......" Ucap Gracio Geram.
"Sejujurnya aku setuju dengan Yang Ara Bilang. Kamu ataupun aku, sedikit menyesal dengan ini kan?" Ucap Shani Tiba-Tiba. Gracio Tidak menjawab. Ya...dia menyesal. Orang Yang ingin dia celakai bahkan statusnya lebih tinggi Darinya. Jika Dahulu dia sempat menyakiti Yessica, Tidak terbayang apa yang akan terjadi dengan kerajaan Felip.
***
KRIETT
"Kamu menemui perempuan itu?" Tanya Mira ketika Ara sampai di kamarnya.
"Bukan urusanmu.." ucap Ara dingin.
"Aku istri kamu Ara. Sedikit saja, kenapa kamu tidak menghargai aku."
"Karena kau aku tidak bisa menikahi orang yang kucintai. Karena kau kebebasan ku menghilang. Kau pikir aku akan mengangapmu istriku." Begitu menyakitkan Bagi Mira. Dia lebih memilih Ara bersikap dingin Daripada Harus mendengar ucapan menyakitkan seperti sekarang. Dia tau, Ara tidak pernah Mencintainya. Tapi dia tidak berharap akan mendengar ucapan Yang begitu menyakitkan.
"Sebesar itu kamu benci sama aku?" Tanya Mira lemah.
"Ya..Aku membencimu Dari lubuk Hatiku. Bahkan jika kau hamil...Aku mungkin tidak akan menganggap Anak itu adalah anakku." Mata Mira kembali terbelalak. Ara Boleh membencinya, Tapi jika seandainya dia Hamil, Bayi dalam kandungannya Tidak Ada Hubungannya.
"KAMU JAHAT ARA!!!!"
BRAKKK
Mira berlari keluar kamar dengan membanting Pintu. Di Dalam kamar Ara masih diam. Apakah dia memang sudah bertindak kelewatan kali ini? Apa kata katanya benar-benar jahat? Ara mengacak-ngacak Rambutnya. Dia sangat Pusing memikirkan Hal ini.
***
"Wah...Kak Chika Lihat. Salju turun." Tunjuk Christy pada langit di luar jendela. Yessica Yang tengah Nyaman membaca Buku, menoleh Pada Arah Yang ditunjuk adiknya. Benar. Salju tahun ini telah Turun. Begitu Cantik menghujani seluruh kota. Salju tidak terperangkap Oleh penghalang. Penghalang khusus di buat Oleh penyihir kerajaan. Hanya energi negatif yang tidak bisa sembarangan masuk.
"Kak Chika..Temenin aku." Ajak Christy.
"Kemana?" Yessica bertanya tanya.
"Ada tempat Yang ingin aku tunjukin..." Atas Bujukan manja Dari adik kecilnya. Yessica Terpaksa ikut kemana si sulung pergi. Mereka menuju kehutan Tempat Biasa berburu.
"Kita mau kemana... Jangan terlalu jauh. Nanti ayah marah..." Ucap Yessica.
"Sebentar lagi sampai...." Ucap Christy.
Benar saja...Tidak lama mereka sampai di sebuah Air terjun besar dengan Kolam Yang indah di bawahnya. Kolam itu mirip seperti danau kecil dengan balutan pelangi. Hasil pembiasan dari Air terjun yang terkena mentari. Di sekitarnya, Banyak pepohonan dan Bunga Higurashi Yang merambat Indah. Tidak jauh Dari air terjun, terdapat Pianis hitam Yang berdiri tegak. Yessica bertanya tanya, siapa Yang menaruh pianis di sini.
"Gimana kak Chika...Bagus kan tempatnya?" Ucap Christy.
"Sangat bagus. Darimana kamu tau tempat ini?"
"Waktu aku ikut mamih Aya Nyari herbal. Tidak sengaja aku ke sini. Mamih Aya bilang tempat ini penuh dengan energi positif Yang tebal." Jelas Christy.
"Lalu kenapa ada piano di sini?" Tanya yessica.
"Aku minta bantuan Paman Jabieb ( Perajurit kerajaan ) Untuk membawa piano kesini. Jadi mulai sekarang, Tempat ini Adalah milik kita." Ucap Christy enteng.
"Yaampun Kamu ini."
"Kak Chika.. Berenang Yuk." Ajak Christy.
Yessica menggeleng. "Kamu aja..." Christy asik dengan kegiatan. Yessica menulis sesuatu dan mengikatnya di kaki burung merpati. Dia memberitahu Jessy Untuk datang ketempatnya. Biar bagaimanapun, Pelayan pribadinya itu pasti akan mencarinya. Berhubung di hadapannya Ada sebuah Piano Dan situasinya sedang Turun salju, meski belum terlalu banyak. Yessica mendapat Inspirasi untuk membuat sebuah lagu.
So long~
Tersenyumlah!~
So long ~
Sampai jumpa~
Di ranting telah terlihat kuncup yang keras
Padahal musim bunga sakura belum tiba~
Musim semi kita sesuai tanggal di kalender
Memekarkan bunga di jalan harapan kita~
Dengan polosnya membahas impian~
Bingung karena cinta dan membagi air mata~
Kenangan akan menjadi teman
Esok pun harus menjadi semakin kuat~
Walaupun ada hal yang menyulitkan
Kau tak sendiri, pasti bisa lalui~
Di lapangan saat kita lari bersama Jangan lupakan keringat semangat itu, my friend~
Pelukan perpisahan, p'rasaan tak terbendung~
Padahal sudah janji tak akan menangis~
Dengan jemari saling menghapuskan air mata~
Saat kita tertawa jadi s'makin menangis Senja pun terasa bagai memburu~
Lonceng terakhir adalah suara langkah masa depan~
Kenangan baru masih menunggu
Di langit biru yang ada di depan mata~
Kesedihan dan kegembiraan Pasti 'kan menjadi harta yang berharga~
Meskipun kita ada di jalan yang berbeda Di sampingku s'lalu terasa ada dirimu, best friend~
Ha, mengapa pohon sakura terasa menyedihkan?~
Selalu berbunga, selalu gugur Bagaikan melihat jam pasir penuh bunga~
La, la, la, la, la~
La, la, la, la, la~
La, la, la, la, la~
Kenangan akan menjadi teman Esok pun harus menjadi semakin kuat~
Walaupun ada hal yang menyulitkan Kau tak sendiri, pasti bisa lalui~
Di lapangan saat kita lari bersama, Jangan lupakan keringat semangat itu, my friend~
La, la, la, la, la~
La, la, la, la, la~
La, la, la, la, la~
La, la, la, la, la, la, la~
Suatu saat di hari pernikahanku~
Sudah pasti akan aku undang dirimu, my friend~
Christy memberikan Tepuk Tangan, Dari Dalam Kolam. Entah sejak kapan anak itu sudah menanggalkan pakaiannya dan berenang di sana. Tidak lama, Jessy dan beberapa pelayan lainnya Datang.
"Salam tuan Putri.." Ucap Jessy dan Yang lainnya.
"Apa Ada yang mencari ku di istana?" Tanya yessica.
"Ada putri, Nona Aya Ingin bertemu dengan Anda Perihal permintaan Anda Minggu lalu" Ucap Jessy. Yessica mengangguk paham. Minggu lalu, Yessica tertarik Untuk belajar Alkimia Pada Aya. Namun saat itu Aya tengah sibuk, Jadi baru bisa hari ini menyanggupinya. "Christy...Kita Pulang. Salju sudah semakin Banyak." Ajak Yessica.
"Iya kak.." Christy keluar dari kolam. Lalu memakai pakaiannya dengan di bantu beberapa pelayan. Setelah itu, mereka Kembali ke istana. Bersamaan dengan Semakin banyaknya salju Yang turun.
semangat yaa
feedback di karya aku juga ya😆
bagus ceritanya.
buat author↓↓
ganbatte kudasaii