NovelToon NovelToon
Hey You, I Love You !

Hey You, I Love You !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: ade eka

Benny Callary
Pria eksentrik dengan topi koboi itu telah melepaskan cinta pertamanya. Lalu seorang teman lama membuat sebuah permintaan. Sebuah permintaan yang akan menuntun bibirnya untuk menyatakan cinta.

Rose Benneth
Seorang wanita muda yang melarikan diri dari kisah kelam keluarganya. Ia membangun kembali dirinya yang ceria dan apa adanya. Lalu kenyataan pahit membawanya ke sebuah jembatan menuju cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibir mungil merah muda

"Waaahhh!", tanpa sadar mulut Rose menganga lebar menatap pria itu dengan mata berbinar.

"Apa yang kau lihat?!", sentak Ben dingin. Namun Rose belum juga bangun dari pikirannya.

"Hey, kau!", Ben menyentil dahi Rose dengan sedikit kekuatan.

"Auuww, sakit Tuan!", Rose meringis sambil memegangi dahinya yang nyeri. Tuan ini memang benar-benar suka menindasnya.

"Wah Tuan, kau,,, kau terlihat berbeda!", sorak Rose kegirangan. Ia langsung melupakan sakit di keningnya, dan rasa kesalnya karena sudah menunggu lama. Ia segera menghambur ke arah Ben lalu berjalan pelan mengitarinya. Ia memindai secara keseluruhan penampilan Ben yang berubah drastis saat ini.

Benny Callary, seorang ketua Geng Mafia Harimau Putih yang terkenal sangar dengan penampilan eksentrik dan topi koboi yang selalu melekat di kepalanya, kini berdandan seperti pemuda pada umumnya. Kemeja dengan motif dan warna terang, tidak ada. Celana panjang hitam, tidak ada. Bahkan topi koboi yang menjadi identitasnya pun tidak ada. Pria itu kini memakai sweater hoodie berwarna hitam dan juga celana jeans biru muda. Tapi ia tetap menggunakan topi di kepalanya, meski itu bukan topi koboi kebanggaannya. Terlihat lebih fresh dan lebih awet muda ketimbang penampilan dia yang seperti biasanya. Dan aura ketampanannya makin menguar hingga siapapun bisa terpesona.

"Baiklah, aku akan ganti lagi!", gumam Ben tak percaya diri sambil membalikkan badan ke arah dalam kamarnya.

"Tidak,, tidak,, tidak! Kau keren,,,saaaangat keren! Aku serius, ini benar-benar berbeda dengan kau yang biasanya. Dan kau,,, terlihat lebih,,, muda!", Rose menahan tawanya. Bisa saja ia jujur jika Ben makin terlihat tampan dengan penampilannya yang seperti saat ini. Bahkan kesan garangnya pun sedikit berkurang. Tapi jiwa jahilnya keluar untuk menutup rapat mulutnya, supaya ia bisa leluasa untuk mengerjai pria yang dari matanya jelas meminta penghargaan bagi dirinya.

"Jadi maksudmu aku tua, heh!", Ben bergerak maju dengan aura mendominasi yang tinggi bahkan tatapannya yang menyeramkan membuat Rose memudarkan senyumannya.

Bukan begini maksud yang Rose sampaikan. Ia benar-benar hanya bermaksud untuk memujinya. Tapi kenapa tuan ini malahan sensitif sekali jika berbicara masalah umur. Apa memang umurnya sudah tua? Tapi Rose pikir setelah melihat penampilannya yang seperti sekarang ini, pria itu terlihat lebih tampan dan awet muda tentunya. Rose jujur mengenai hal itu. Dan bukannya bermaksud untuk memperolok ataupun hal buruk lainnya.

Tubuh Rose terus dipaksa mundur oleh tatapan tajam Ben yang kian mendekat. Hingga akhirnya tubuh wanita itu membentur dinding yang seharusnya tadi berada di seberangnya. Rose mengerjapkan matanya berulang kali saat tubuh pria itu makin tak berjarak, bahkan Rose sudah dapat mencium aroma maskulin dari tubuh pria itu.

"Stop! Tu,,, tuan! K,, kau terlalu dekat!", Rose menahan dada Ben yang sekeras batu dengan kedua tangannya.

Ben mengerjap, benar apa yang Rose katakan. Tubuh mereka sudah sangat dekat, bahkan hampir tak berjarak. Wajah mereka juga sudah sangat dekat, bahkan Rose sudah dapat merasakan terpaan nafas hangat yang dikeluarkan oleh Ben.

Pandangan mereka bertemu. Keduanya saling tertegun oleh satu sama lain. Keduanya saling mengagumi keindahan diri satu sama lain. Entah kenapa seperti ada magnet yang membuat wajah mereka menjadi semakin dekat dan dekat. Pandangan mata Ben jatuh pada sepasang bibir mungil merah muda yang biasanya bertengkar dengannya. Bibir itu seakan memiliki daya tarik yang kuat untuk Ben miliki. Begitu pun sama halnya dengan Rose yang saat ini pandangannya lurus menatap bibir seksi bervolume yang tak pernah ia perhatikan. Keduanya menatap dengan penuh harap. Bahkan tangan Ben sudah melayang di udara untuk menggapai tubuh wanita itu.

"Tuan, Nona! Tuan Victor sudah menunggu di bawah. Tuan bertanya apakah jadi pergi berbelanja atau tidak?", suara itu berasal dari arah tangga. Paman Alex menyampaikan pesan dari Victor dengan wajah datarnya seakan ia tak pernah melihat apa-apa. Lalu segera ia membalikkan badan dan menuruni anak tangga. Senyum samar hadir pada sudut bibirnya yang bahkan tak terlihat.

Akhirnya keduanya kembali ke kesadaran masing-masing. Rose refleks mendorong tubuh Ben kuat selagi pria itu lengah. Ben sedikit terkejut ketika tubuhnya terdorong ke belakang. Namun ia segera membiarkan hal itu terjadi, karena memang jarak di antara tubuh mereka terlalu dan sangat dekat. Mereka hampir menempel seperti lem.

"Huh! Panas! Panas sekali hari ini, ya!", Rose tersenyum canggung sambil terus mengipasi wajahnya yang sudah merona dengan kedua telapak tangannya. Yang ia yakini saat ini adalah, bahwa pipinya sudah seperti kepiting rebus. Merah dan panas, serta berasap. Hal ini benar-benar membuatnya malu. Apalagi memikirkan kedatangan Paman Alex yang tiba-tiba. Entah sudah berapa lama pria itu berdiri di sana. Apakah dia sudah melihat mereka sejak awal? Rose makin pusing memikirkannya.

"Benar juga! Kenapa rasanya panas sekali, ya!", ujat Ben polos karena memang dia juga merasakan hal yang sama. Dirinya benar-benar dibuat kepanasan hanya dengan menatap bibir mungil merah muda milik Rose itu. Sebagai lelaki normal, Ben sudah biasa menyentuh wanita tentunya. Menyewa seorang wanita setiap dia menginginkannya. Tapi bukan begini rasanya, ada yang berbeda. Ben juga tidak tau bagaimana menjelaskannya. Yang jelas ia benar-benar merasa kepanasan sekarang.

"Lebih baik aku buka sweater ini!", Ben bermaksud melepas sweaternya agar ia merasa lebih nyaman dan tidak kepanasan lagi. Tapi baru akan membuka sweaternya yang menggunakan sedikit usaha, kaos yang dia pakai pun ikut terbawa ke atas hingga menampakkan perut kotak-kotak nan keras milik pria itu.

"Hentikan!", Rose menahan sweater yang sudah akan terlepas dari tubuh Ben dengan kedua tangannya. Dan beberapa kali ia harus menelan salivanya sambil menatap ke arah pemandangan indah itu. Bagi wanita normal seperti Rose, hal itu sungguh menggiurkan, bukan. Rose makin kepanasan rupanya.

"Jangan dibuka! Pakai saja, pakai saja!", ia menarik kembali sweater itu hingga turun ke bawah dan terpakai seperti semula. Lalu tak lupa ia menghela nafas lega.

"Ada apa?", Ben mengernyitkan kedua alisnya dalam-dalam.

"Akan tambah panas jika kau membuka sweaternya. Lebih baik dipakai saja, ya. Dipakai saja!", sebenarnya kalimat ini ia tujukan untuk dirinya sendiri. Wajahnya akan makin memanas jika ia berlama-lama melihat pemandangan indah rupanya.

"Sudah ayo! Ini sudah terlalu siang!", buru-buru Rose turun meninggalkan Ben di atas sendirian.

"Ada apa dengannya?", gumam Ben sendiri dengan wajah acuhnya.

"Hah! Kenapa hari ini benar-benar panas ya!", tapi tiba-tiba ia mendesah kesal karena kembali teringat bibir mungil merah muda milik kucing kecil, adik dari temannya itu. Ben malah mengikuti gerakan Rose dengan mengibaskan telapak tangannya ke arah wajahnya yang masih memerah.

-

-

-

-

-

cukup dulu untuk hari ini ya 😊

author mau teruskan ceritanya Sam dan Sarah di sana

baca juga ya novel perdana aku yang judulnya

🌹wanita pertama presdir 🌹

karena dari sana kisahnya Ben dan Rose dimulai. Dan lagi ada beberapa part yang berhubungan antara cerita yang di sana dengan ceritanya Ben dan Rose di sini

oke kalau begitu terimakasih teman-teman buat dukungannya selama ini, yuk follow instagram aku biar kita bisa nambah temen di @adeekasuryani,, nanti kalian aku folback pasti 😊

jangan lupa tinggalin like, vote sama komentar kalian di sini dan di sana ya 😁

love u teman-teman 😘

keep strong and healthy ya 🥰

1
Anik Ekawati
lanjutan nya dong
Lenny Marlina
kayaknya tdk adil nih thor, masa mira dan anaknya mengutan, dan menikmati enaknya masa iya rose yg jdi pembatar utang, awas ya Thor😏
Erni Fitriana
mampir
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus
Sukses bwt karyanya
Qothrun Nada
karya baru mbk Eka,siap meluncur ke sana👍👍
Nurull_ •
Buaguss
Ernadina 86
akibat ngeyel rasakan kamu Rose harus ngalamin hal sperti ini lagi
Ernadina 86
ya ampun lucu banget mereka 😁😁😁😁
Ernadina 86
oh gitu ceritanya..tapi knapa gak di buang aja minumannya kalo memang curiga malah diminum..coba minuman itu racun koit km
Ernadina 86
kebetulannya banyak y
Ernadina 86
ya memang harus sadar diri Baz kamu tuh pencipta kepedihan Rose dapet maaf itu udah lebih dari cukup jangan ganggu hub Ben dan Rose
Ernadina 86
😂😂😂😂😂pergi dg watados nya
Ernadina 86
gemesh banget kyak ABG 😁😁
Ernadina 86
saking bodohnya kamu Baz aku sampe pengen nampol kamu pake centong
Ernadina 86
mafia drama..harusnya langsung libas cepat ngapain maen2 sm pengawal
Ernadina 86
gak ada anak buah si Ben ini?
Ernadina 86
ayah yg B*go
mis dona
rose ini kok gak pinter ya... gak pikir panjang klo bertindak. gemes banget
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Kalau ketahun oleh bos mu. Habislah kau Relly 😝
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Pamannnnn! Ganggu suasana aja 😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!