NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:126.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku mungkin mencintai mu! tapi aku tidak bisa merusak kebahagiaan kalian. maaf lebih aku pergi saja daripada harus menjadi orang ketiga di antara kalian."ujar seorang gadis yang merupakan mahasiswi fakultas kedokteran.

Dia adalah Adista Putri seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home.

Adista terjebak dalam dilema, antara mempertahankan hubungan persahabatan dan juga hubungan dirinya dengan ayah dari sahabatnya sendiri.

Adalah Elang Putra Anggara, pria tampan berusia tiga puluh lima tahun yang ternyata merupakan ayah dari sahabatnya Megan, gadis blasteran indoneia Jerman.

Akankah Adista mempertahankan cintanya demi sebuah persahabatan.... atau sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Aku hanya akan percaya jika benar-benar sudah dilakukan tes DNA pada anak itu."ucap Georgio.

"Jangan gila kalian tes DNA jika dilakukan saat ini akan membuat anakku keguguran."ucap Astrid.

"Lalu apa? mau mu."ucap Gibran.

"Aku akan tinggal dengan daddy kalian sampai saat anak ini lahir setelah itu baru tes DNA bisa dilakukan."ucap Astrid.

"Dasar wanita ****** bahkan setelah Elang mengusir mu dari hidupnya kini kau ingin menghancurkan keluarga ku.! tidak akan aku biarkan."ucap Gibran.

"Keluarga heeuh kau pikir aku tidak tau bahwa kau juga adalah anak dari seorang pelakor!."ucap Astrid lantang.

"Lancang!!."

Plak...

Tamparan keras itu mendarat di pipi Astrid pelakunya tiada lain adalah Roland.

"Honey kamu tega lakukan ini demi dia."ucap Astrid yang kini memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras itu.

Wajah Astrid memerah saat ini karena selain panas juga perih karena sudut bibirnya pecah.

"Dengar Astrid kamu mungkin bisa minta apapun padaku tapi jangan pernah sekali-kali menghina putra ku.! karena seujung kuku pun aku tak akan pernah terima itu."ucap Roland yang langsung pergi meninggalkan Astrid dan kedua putranya.

"Kau dengar itu, bahkan jika kamu berani berbuat seperti itu lagi aku akan membunuh mu."ucap Georgio yang kini terlihat benar-benar marah.

Terlihat kilat kemarahan yang ditunjukkan dari sorot mata tajam itu.

Pria itu pergi meninggalkan Gibran dan Astrid.

"Kau boleh menghina ku sesuka hati mu, tapi asal kau tahu daddy ku tak akan memberikan apapun pada mu dan juga Megan karena seluruh harta kekayaan ini adalah milik ibuku yang kau sebut pelakor."ujar Gibran.

Sontak Astrid membulatkan matanya saat itu juga, dia tidak percaya dengan hal itu.

Yang dia tahu Roland adalah pria sukses di antara para pebisnis yang ada di kota tersebut.

Astrid tidak tahu jika Roland selama ini memang memiliki harta berlimpah, tapi harta sudah diambil alih sejak dia menikah dengan istri pertamanya oleh keluarga besarnya karena pernikahan itu dilakukan tanpa restu dari kedua orang tuanya yang sudah menjodohkan Rolan dengan ibunya Gibran.

"Flashback on"

Karena ibu Gibran adalah anak orang berada dan ibunya Gibran juga pebisnis muda berbakat saat itu.

Hingga saat Georgio lahir ekonomi Roland semakin merosot karena dia hanya diberi uang bulanan oleh kedua orang tuanya itupun karena rasa iba pada cucunya yang tidak lain adalah Georgio.

Sampai saat Roland pun menerima perjodohan tersebut, dia dan Eveline menikah mungkin awalnya karena terpaksa tapi lama-lama menjadi cinta hingga akhirnya tepat saat Georgio berusia lima tahun Gibran pun lahir, kehidupan mereka semakin makmur karena selain wanita itu adalah seorang pebisnis dia juga mendapatkan warisan yang besar dari mertuanya secara diam-diam harta yang seharusnya dipegang oleh Roland itu beliau turunkan pada Eveline karena mereka tau watak putranya yang merupakan seorang Casanova juga suka menghamburkan uang.

Namun pernikahan yang dijalani oleh Eveline tidak semulus semula terlalu banyak rasa sakit yang datang dari kanan kiri termasuk saat tahu suaminya suka bermain perempuan dan juga saat dia tahu jika dirinya adalah istri kedua.

Ibu Gibran sudah tidak sebaik awal pernikahan, kesehatannya menurun apalagi saat dirinya sering mendapatkan bukti transfer yang dilakukan oleh Roland pada seorang wanita lainnya.

Sejak saat itu kondisi kesehatan Eveline semakin memburuk mungkin karena Eveline adalah wanita yang sangat lembut jadi jika dia tersakiti maka hatinya akan sangat rapuh.

Hebatnya lagi Eveline tidak pernah mengeluhkan penyakit itu pada siapapun. karena Eveline tidak ingin kedua orang yang sangat ia cintai bersedih.

Kedua orang itu adalah sang ayah dan juga putraya Gibran.

Saat Gibran baru kembali dari sekolah dia sudah mendapati ibunya ditutup dengan kain panjang dan terbujur kaku di tengah para pelayat wanita cantik itu telah pergi bersama dengan penyesalan Roland yang bahkan tidak tahu jika selama ini Eveline begitu menderita karena dirinya.

Gibran yang tidak mengerti dengan semua itu dia hanya bisa menangisi kepergian ibunya.

Sejak saat itu, Gibran dirawat oleh Sarwendah ibu dari Georgio.

Diawal Sarwendah seorang ibu sambung yang galak meskipun bukan galak berarti sering memukul dan yang lainnya.

Sarwendah selalu berkata pedas pada Gibran dan mendisiplinkan Gibran dengan keras dari mulai harus hidup mandiri dan tidak selalu memerintah pelayanan meskipun di rumah itu ada pelayan.

Tapi Gibran tidak pernah protes karena selain takut dimarahi, peraturan itu juga berlaku bagi Georgio jadi Gibran sadar bahwa Sarwendah tidak sekejam ibu tiri yang ada di dalam dongeng ataupun di film.

Sarwendah selalu bersikap adil meskipun kata-kata itu terasa sangat pedas.

Tapi Gibran tau di dalam hati terdalam Sarwendah ada kasih sayang yang begitu besar untuknya.

Buktinya wanita itu akan sangat marah jika ada yang menghina Gibran sebagai anak pelakor, seperti dulu saat Gibran berantem di sekolah seorang ibu yang tidak terima putranya babak belur karena perbuatan Gibran saat itu.

Sarwendah langsung datang ke sekolah Gibran yang ketakutan saat itu tengah duduk di pojok sambil meneteskan air mata dia teringat akan ibunya yang lemah lembut dan penuh kasih yang selalu melindungi dirinya dari bahaya seperti ibu-ibu itu tapi saat itu tidak ada siapapun yang berada di sampingnya untuk membela dirinya.

Sarwendah yang datang berjalan dengan angkuhnya hingga membuat semua orang merasa gugup.

"Saya mommy dari Gibran siapa? orang yang berani merendahkan putra saya maju kehadapan saya sekarang juga."ucap Sarwendah dengan begitu tenang.

"Putra anda telah membuat putra ibu ini babak belur."ucap kepala sekolah tersebut.

"Dimana? putra saya sekarang."ucap Sarwendah pelan tapi penuh penekanan.

"Dia disitu."ucap salah seorang ibu yang memang sudah mengenal Gibran sejak kecil.

"Gibran kemarilah nak."ucap ibu itu.

Gibran terlihat ketakutan saat itu, dia tidak berani mendekat atau pun menatap wajah orang-orang yang ada di ruang kepala sekolah tersebut.

"Gibran mommy disini kamu jangan takut."ucap Sarwendah yang kini berdiri di hadapan Gibran dan membawa pria kecil itu kehadapan orang-orang tua itu.

"Sejak kapan kamu jadi pengecut Gibran.! katakan dengan jujur apa? benar kamu memukul anak itu hingga babak belur."ucap Sarwendah.

"I iya mommy."ucap Gibran yang gugup.

"Katakan alasannya."ucap Sarwendah sambil duduk santai di hadapan semua orang.

"Karena dia menghina Bunda dan juga bilang kalau Gibran anak haram."ucap Gibran jujur.

"Nah sudah dengarkan alasannya ibu-ibu apa? kalian semua punya kuping.

...*******...

Seketika ruangan itu ramai dengan ibu-ibu yang menggunjing ibu tadi yang anaknya babak belur.

"Anak saya tidak salah dia memang anak pelakor dan anak haram."ucap ibu-ibu itu.

"Gibran sekarang mommy yang perintahkan kamu hajar dia hingga mulutnya tidak bisa berkata-kata lagi.! urusan ibunya biar mommy yang hadapi."ucap Sarwendah yang langsung berdiri.

Ketika itu semua orang langsung terdiam tak ada yang berani berbuat apa-apa pun.

"Ayo maju masih berani,,, untuk menghina putraku."ucap Sarwendah tegas.

Semua orang terdiam.hinga Sarwendah kembali berkata."Pasang kuping kalian baik-baik saya mungkin tidak melahirkan Gibran. tapi saya adalah ibunya Gibran saat ini,,,, dan selamanya dan perlu kalian tahu nyonya Eveline Abraham adalah istri sah suami saya meskipun sebagai istri kedua tapi saya yang memberikan izin kepada suami saya untuk menikah dengan ibu dari Gibran dan saat ini saya wali Gibran sampai kapan pun itu."ucap Sarwendah.

Semua orang tua langsung terdiam, termasuk kepala sekolah yang ikut membela anak yang terluka tadi.

"Jadi jika ada diantara kalian berani menghina putraku akan berhadapan langsung dengan pengadilan."ucap Sarwendah.

Akhirnya mereka pun langsung meminta maaf pada Sarwendah dan Gibran dan mereka berjanji tidak akan pernah mengulangi itu lagi.

Sejak hari itu Gibran mulai mengerti dengan semua yang terjadi, Gibran pun selalu memperlakukan wanita itu seperti ibunya dia akan mencium punggung tangan Sarwendah setiap kali berpamitan meskipun wanita itu tidak sedang dalam kondisi yang ramah.

Begitu juga dengan perlakuan Georgio pada Gibran yang selalu bersikap cuek tapi diam-diam pria itu selalu membela Gibran di belakang Gibran entah itu di luar rumah atau di rumah itu sendiri.

Meskipun dia selalu cuek.

"Flashback off"

"Gibran jangan pernah lakukan itu Megan adalah anak dari daddy mu.!!"teriak Astrid.

Astrid terus berteriak keras saat itu.

Sementara itu di Australia, kedua sejoli yang kini baru bangun pagi di hari yang cerah itu kini tengah duduk di sofa sambil menunggu sarapan pagi datang.

Hari ini Elang ingin mengajak Adista untuk jalan-jalan keliling kota.

Sebelum itu dia akan menunggu sampai calon istrinya itu selesai beres-beres.

Sampai saat Gadis itu selesai mandi dan bersiap hal yang dilakukan adalah pergi menuju ke tempat rekreasi dan berbelanja.

Elang. bahkan berniat untuk memanjakan calon istrinya itu, tapi Adista tidak pernah mau menerima apapun yang Elang berikan kecuali traktir makan.

Saat ini mereka tengah duduk di sebuah kursi taman yang indah dan luas dan banyak wisatawan asing datang termasuk warga sekitar.

Saat itu mereka tengah menonton pertunjukan tari tradisional yang kini tengah dimainkan oleh seniman jalanan yang ada di sana, tidak hanya itu banyak orang yang mengantri untuk dilukis ada pasangan tua dan muda dan masih banyak lagi.

Adista seolah tengah berada di Indonesia.

"Sayang kamu tidak ingin pulang bersamaku."ucap Elang.

"Tidak, untuk saat ini Elang, aku tidak ingin berhenti di tengah jalan."ucap Adista.

"Aku ingin kamu berada di sisiku sayang aku ingin kita segera bersama dalam ikatan pernikahan."ucap Elang.

"Tidak El tunggu sampai aku lulus nanti. agar aku pantas untuk bersanding dengan mu."ucap Adista.

"Heumm... baik'lah sayang ku tapi kamu harus janji sesekali jika kamu libur kuliah temui aku di Indonesia."ucap Elang.

"Aku tidak janji,,, tapi aku akan usahakan."ujar Adista lagi.

Setelah puas jalan selama seharian penuh kini mereka tengah makan malam bersama di sebuah restauran.

"Babe makan yang banyak lihat badanmu sekarang semakin ramping."ucap Elang.

"Tidak El, aku kenyang."ucap Adista.

"Apa? ada masalah yang sedang kamu pikirkan hingga kamu seperti ini."ucap Elang.

"Elang sayang aku tak punya masalah apapun yang ada aku hanya rindu pada mereka, tapi mereka tidak sekalipun bertanya tentang ku."ujar Adista.

"Sudah aku katakan sayang jangan pikirkan tentang itu. sekarang fokus pada kuliah mu agar kita bisa segera bersama."ucap Elang.

Adista pun hanya mengangguk pelan setelah itu dia kembali meminum jus buah yang ada di hadapannya.

Waktu semakin larut, Elang pun kembali bersama dengan Adista menuju apartemen tempat Adista tinggal saat ini.

Sesampainya di sana Adista pun menyiapkan piyama milik Elang yang kini tengah berada di dalam kamar mandi.

Elang sengaja mandi lebih dulu karena Adista bilang agar dia bisa mencuci pakaian Elang lebih dulu baru nanti miliknya.

Adista memang selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri karena dia tau mempekerjakan orang seperti di Indonesia itu sungguh sangat mahal dan dibayar perjam di negara tempat tinggal Adista saat ini.

Jadi biarpun punya banyak uang Adista haru bisa berhemat untuk biyaya tranportasi dan juga biyaya makan.

Adista kini tengah duduk sambil menunggu cucian Elang kering di mesin pengering.

Sementara Elang sudah selesai berpakaian dan kini pergi tengah duduk di sofa sambil memangku laptopnya.

"Babe cepat mandi dan bersiap untuk tidur."ucap Elang.

"Tidak bisa El, aku belum selesai mencuci."balas Adista.

"Sayang aku akan kirim orang untuk mengerjakan semua pekerjaan di sini dari Indonesia."ucap Elang.

"Tidak perlu El, aku bisa melakukan apapun sendiri jadi jangan buang-buang uang untuk itu."tolak Adista halus.

Adista tidak ingin hutangbudi pada Elang karena dirinya belum tentu mereka berjodoh nantinya karena Elang bukan orang yang sepadan dengan Adista yang kini sudah kehilangan keluarganya.

"Yank,,, kenapa? kamu selalu menolak pemberian ku. Aku calon suamimu Honey, aku calon suami bukan orang yang baru kamu kenal di jalan."ucap Elang penuh penekanan.

"El, kamu pernah dengar istilah menjaga jodoh orang."ucap Adista.

"Apa? yang kamu maksud honey."tanya Elang.

"Aku tidak pernah tahu takdir kita akan seperti apa? bisa saja kamu menikah dengan orang lain, dan kita memiliki jodoh masing eumm...."

Ucapan Adista terhenti saat itu karena Elang langsung membungkam bibir manis itu dengan bibirnya dan memberikan gigitan kecil di bibir bawahnya itu.

"Adista jadi itu yang kamu pikirkan selama ini.! apa? kamu juga berniat untuk pergi dariku."ucap Elang yang kini terlihat sangat marah.

"El,,, aku hanya berpikir bahwa."

"Cukup! Aku tidak ingin mendengar kata apapun lagi. aku sudah putuskan kita akan segera memiliki anak agar kamu tidak pernah pergi dariku."ucap Elang yang kini membawa Adista kedalam kamar.

"El,,, jangan lakukan ini aku mohon jangan El, aku tidak pernah berfikir untuk meninggalkan mu! Aku tidak pernah berfikir untuk itu aku mohon jangan hancurkan masadepan ku! aku mohon El,,,"Adista terus berusaha membujuk Elang yang kini tengah memaksa Adista untuk mengambil kesuciannya agar gadis itu tidak pernah berpaling.

1
Sukma Amir
novel nya sangat memuas kan
Zikran Zikran
Luar biasa
Bunda Dzi'3
nyesekkkkk bngt...kok olivier jahat bngt sma putranya sndri
Yuliawati Sajo
pemeran utama bodoh bin tolol.
Bunda Dzi'3
yeayyy ada lanjutannya
Umisah Asther
kok hubungan nya sama penghianat trs Tiana sama Zayn trs Oliver sama Tiara bakal terulang
Bunda Dzi'3
happy ending...
aduhh Tiara aku msh nyimpen pemberian mantan aku aja sma suamiku sruh di buang pas awal2 nikah.... Oliver udh berubah gak egois lgi
Bunda Dzi'3
Trs bhgia buat Tiara& Oliver+Anak2 nyaaa
Umisah Asther
gitu dong harmonis .... jangan kayak bocah dikit2 marah mintak cerai...hello kadang keadaan GK seperti harapan...hadapi dengan kepala dingin jangan mudah emosi
Umisah Asther
jijik banget udah tau si Vera jalang kanapa masih mau gib kecewa Ama km...GK Tiara GK bapaknya bodoh banget pantes aja mudah di kibulin...bahkan Vera udah jahat Sama Tiara masih aja mau baikin ...ya ampun punya otak GK sih km gib
Umisah Asther
pemeran utamanya bodoh mudah maafin kesalahan orang....tapi nanti di manfaatin untuk kepentingan orang lain ...gedek Ama tiara
Umisah Asther
ya ampun kok cara nyelesaikan masalah koyok cah cilik 🤦
Umisah Asther
tuh Tiara liat kelakuan dokter Reza masih ngarepin km ...hrs tegas dong ..untuk Oliver kejadian itu Tiara maa dokter Reza udah lama GK perlu marah dong kayak km suci aja
Umisah Asther
haduh runyam ....Tiara ini kenapa wajar kl Oliver marah menghajar Reza karena dia memanggil sebutan itu kepadamu yg udah punya suami....dan dokter Reza sengaja biar Oliver marah ... dan berhasil gara Reza mereka bertengkar...kok bodoh km pelihara Tiara punya suami yg selalu melindungi menyayangi km bukannya menjaga malah bertingkah...bego km Tiara
Umisah Asther
satu keluarga yg hebat takut sama tikus oh lucu banget bin mustahil sampe bertahun2 cuma cari bukti ...ketawa dulu hahaha 😂😂😂😁
aira aira
hm
Bunda Dzi'3
kasian bngt Bpk&anak(Gilbran Tiara)
Bunda Dzi'3
yola jhat bngtt sih
Bunda Dzi'3
ayolah Thor buatlah Tiara bucin lagi entah gmna caranya Yar mrka bsa bersama lgi...singkirkanlah Yola yg picikk itu Thor
Bunda Dzi'3
Thor buatlah Tiara& Oliver bersama bhgiaaaaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!