NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.1k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Menghargai suami.

Mentari pagi kembali tiba. Adara masih berada di atas tempat tidur. Matahari sudah begitu cerah tetapi tetap saja Adara baru saja membuka matanya dengan perlahan.

Mungkin karena kebanyakan menangis jadi membuatnya sangat lelah dan baru bangun. Dengan duduk perlahan dan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan mengatur napasnya.

Adara mendengar suara ribut-ribut di luar membuatnya menoleh ke arah jendela. Di mana suara itu berasal dari luar dan Adara langsung menuruni tempat tidurnya menghampiri jendela. Membuka tirai jendela.

Ternyata orang tua Arhan yang sedang berpamitan yang sepertinya akan kembali ke Malang. Adara melihat bagaimana Arhan memeluk ke-2 orang tuanya itu begitu erat dan memang terlihat sangat menyayangi orang tuanya.

Melihat hal itu membuat Adara menunduk yang seperti ada yang di pikirkannya dan kembali melihat keluar yang ternyata Arhan sudah melihatnya yang membuat Adara kaget. Namun Adara tidak langsung menutup tirai jendela dan saling melihat dengan Arhan.

Keduanya baru bertengkar hebat dan pasti sama-sama mengalami perasaan yang tidak enak.

"Nona Adara!" tegur Bibi yang tiba-tiba datang dan memasuki kamar.

"Bibi," sahut Adara menutup tirai jendela.

"Ayo Nona mandi. Nanti terlambat ke sekolah," ucap Bibi.

"Iya Bi," jawab Adara.

"Hmmm, orang tuanya dia mau pulang?" tanya Adara.

"Dia siapa?" tanya Bibi heran

"Ya dia," sahut Adara yang sepertinya sangat gengsi menyebutkan nama Arhan.

"Mas Arhan maksudnya?" tanya Bibi. Adara mengangguk.

"Mengatakan mas Arhan saja begitu sulit," sahut Bibi geleng-geleng.

"Udah Bibi jawab aja. Benar mereka akan pulang?" tanya Adara.

"Iya Nona. Mereka tadi malam hanya menginap satu hari saja dan pasti sangat di sayangkan Nona Adara tidak berbicara banyak dengan mereka. Mereka juga buru-buru untuk kembali ke malang," jelas Bibi.

"Oh begitu," sahut Adara.

"Nona Adara tidak mau turun kebawah untuk melihat mereka pergi?" tanya Bibi.

"Untuk apa. Sangat tidak penting," jawab Adara dengan ketus membuat Bibi hanya menghela napas.

"Ya sudah kalau begitu. Nona Adara sebaiknya mandi. Nanti telat. Bibi akan siapakan pakaian Nona," ucap Bibi.

"Baiklah Bi," sahut Adara dengan mengangguk dan langsung masuk kamar mandi.

*********

Adara yang bersiap-siap di dalam kamarnya yang sudah memakai seragam sekolahnya yang sekarang sedang berdiri di depan cermin dengan menyisir rambutnya.

Krekk.

Pintu kamar itu terbuka. Adara melihat dari depan cermin yang ternyata Arhan yang masuk dan Arhan melihat Adara sebentar. Lalu Arhan langsung masuk kedalam kamar menuju meja rias. Tanpa memperdulikan Adara. Arahan membuka laci di depan Adara yang membuat Adara mundur.

Arhan mengambil jam tangannya dan langsung memakainya berdiri di belakangnya Adara yang sangat dekat dengan Adara.

Tidak ada yang bicara di antara keduanya hanya diam saja dan Adara melihat wajah dingin Arhan bayang cermin. Setelah Arhan selesai memakai jam tangannya. Arhan mengambil handphonnya dan langsung keluar dari dalam kamar tersebut yang tidak bicara sepatah katapun pada Adara.

Adara juga tidak peduli dan dia juga mengambil tas sekolahnya dan langsung pergi dari kamar tersebut. Karena dia juga hampir terlambat kesekolah.

**********

Seperti biasa di dalam mobil Arhan mengantarkan Adara ke sekolah. Macet di pagi hari menjadi langganan mereka dan Adara sudah panik yang akan terlambat ke sekolah. Sebentar-sebentar dia melihat arloji di tangannya yang pasti waktunya semakin mepet.

"Aku bisa terlambat. Hari ini ada ulangan," batin Adara dengan gelisah.

Toko-tok-tok-tok.

Tiba-tiba pintu kaca di sebelah Adara di ketuk dan Adara melihat ke sebelahnya. Yang ternyata Brian yang menaiki motor gede dengan membuka kaca helmnya. Adara menurunkan kaca mobilnya.

"Ayo Adara kita barengan ke sekolah. Kalau nunggu macet tidak akan selesai. Jadi ayo bareng," ucap Brian yang memberikan tumpangan pada Adara.

Tawaran Brian sangat membantu Adara. Karena menaiki motor akan membuat Adara sampai ke sekolah dan tidak akan terlambat. Namun entah kenapa dia tampak ragu dan malah melihat ke arah Arhan yang duduk di sebelahnya yang sejak tadi Arhan hanya diam menatap lurus kedepan yang seolah tidak peduli.

"Adara kenapa masih bengong. Ayo buruan kamu mau telat. Kita ada ujian hari ini," ucap Arhan mengingatkan.

"Kamu duluan saja," sahut Adara menolak tawaran itu.

"Kenapa?" tanya Brian.

"Papa tidak memberiku izin untuk naik motor. Jadi kamu duluan saja," jawab Adara.

"Jadi kamu akan menunggu macet sampai selesai?" tanya Brian.

Adara mengangguk dan Brian hanya menghela napasnya dengan penolakan Adara.

"Ya sudah kalau begitu aku duluan. Semoga macetnya berakhir agar kamu tidak terlambat," ucap Brian. Adara hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu Brian kembali memasang kaca helmnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Sementara Arhan yang duduk di samping Adara hanya diam saja. Mungkinkan saja Adara masih menghargai Arhan sebagai suaminya.

Jadi dirinya mulai membatasi kedekatan dengan lawan jenis dan apalagi kemarahan Arhan kemarin masih terngiang di dalam pikiran Adara dan itu sangat serius menurut Adara yang tidak boleh di anggap remeh oleh Adara.

toko-tok-tok-tok. Tiba-tiba pintu kaca mobil di bagian Arhan di ketuk pengendara motor gede. Arhan langsung membuka kaca mobil tersebut.

Arhan tidak mengatakan apa-apa dan hanya menganggukkan kepala. Lalu kembali menaikkan kaca mobilnya dan Arhan langsung membuka safety belt. Sementara Adara penuh dengan keheranan.

"Ayo turun!" titah Arhan.

"Untuk apa?" tanya Adara bingung.

"Sudah dengarkan saja apa yang aku katakan," jawab Arhan dengan dingin dan langsung turun dari mobil. Adara masih penuh dengan kebingungan langsung membuka pintu mobil dan mengikut saja yang menghampiri Arhan dengan Pria di atas motor gede tersebut.

"Silahkan tuan!" pria itu memberikan kunci motor tersebut kepada Arhan.

"Terima kasih. Kamu bisa bawa mobil pulang," ucap Arhan.

"Baik tuan!" sahut Pria itu yang memasuki mobil.

"Aku akan mengantarmu menggunakan motor. Supaya tidak terlambat ke sekolah," ucap Arhan yang membuka jaketnya.

"Tapi..."

"Jangan pakai tapi. Kamu harus cepat sampai ke sekolah," ucap Arhan memakaikan jaketnya pada Adara. Mungkin supaya Adara nanti tidak kedinginan. Karena angin kencang saat mengendarai motor.

Setelah itu Arhan juga memasangkan helm ke kepala Adara dan Adara diam yang terlihat patuh saja dengan Arhan.

"Ayo naik!" titah Arhan yang sudah berada di atas motor. Adara tidak punya pilihan dan langsung menaiki motor tersebut dengan memegang bahu Arhan.

"Pegangan!" titah Arhan. Adara terlihat ragu dan bahkan tidak mau. Arhan hanya menghela napas dan dan langsung melajukan motornya yang membuat Adara kaget dan terdorong ke depan.

"Isss kau hampi membunuhku!" oceh Adara dengan memukul punggung Arhan.

Arhan tidak peduli dengan protes dari Adara dan hanya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Supaya Adara sampai kesekolah dan pasti Arhan juga sangat memperdulikan keselamatan Adara. Apa lagi Adara hamil.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!