NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati

Ketulusan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:38.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: desih nurani

Berwajah ayu dan selalu berpakaian syar'i , lemah lembut, taat beribadah dan penurut adalah sifat yang dimiliki oleh seorang gadis bernama Cut Dara Maristha, memiliki darah kental Aceh karena kedua orangtuanya berasal dari Aceh. Gadis pemilik senyuman indah, seindah bulan purnama.

Naas, sebuah kecelakaan mobil merubah hidup Dara tiga ratus delapan puluh persen. Sang pemilik mobil yang menabrak dirinya, meminta agar Dara menikahi suaminya sebagai permintaan terakhirnya. Pria yang memiliki sifat dingin dan sangat membenci wanita alim dan lembut karena masa lalunya.

Apakah Dara akan menerima permintaan terakhir itu? Tidak ada yang tahu rencana besar sang maha pencipta untuk makhluk ciptaannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Katakan apa sebenarnya kekurangan dan kesalahan ku di matamu, aku akan berusaha untuk merubah semuanya agar kamu menganggapku ada.

~Cut Dara Maristha~

Pagi hari Arham terbangun, ia merasakan tubuhnya sangat sakit karena tertidur dengan posisi duduk. Arham mengingat kembali jika tadi malam Dara tidur di atas pangkuannya.

"Kemana dia?" tanya Arham bangun dari sofa, ia sedikit mengerang saat merasakan punggungnya sangat sakit.

Arham melangkah menuju kamar Dara, untuk memastikan apakah wanita itu baik-baik saja.

Arham mengernyit saat tak melihat keberadaan Dara disana, ia kembali turun menuju dapur namun disana juga tak terlihat batang hidung istrinya.

CEKLEK

Pintu utama pun terbuka dan menampakkan seorang wanita cantik dengan kerudung yang tak pernah lepas dari tubuhnya dengan senyuman yang tak hilang dari bibir tipisnya, ditangannya terlihat sebuah kanting plastik. Arham menatap wanita itu begitu tajam, ia mendekati wanita itu dengan langkah cepat.

"Kemana saja kau?" tanya Arham degan nada tinggi, wanita itu yang tak lain adalah Dara.

"Dara membeli makanan di depan pak, tadi Dara ingin meminta izin tapi bapak masih tertidur" ucap Dara lembut, Arham yang mendengar itu merubah raut wajahnya.

"Bapak lapar? Atau mau Dara buatkan kopi?" tanya Dara berjalan menuju dapur, Arham hanya diam mematung.

"Pak?" ucap Dara saat tak mendapat jawaban dari Arham.

"Terserah" ucap Arham yang langsung pergi menuju kamarnya. Dara mengernyit bingung dengan sikap Arham yang berbeda. Dara hanya tersenyum sambil menuangkan makanan yang ia beli tadi. Setelah itu ia membuatkan kopi untuk Arham.

"Ya ampun, maaf sayang bunda belum buatkan susu untuk kamu" ucap Dara mengelus perutnya yang masih rata, ia hampir saja lupa meminum susu hamilnya.

"Bismillahirrahmanirrahim" ucap Dara meneguk susu dengan pelan, ia meninggalkan separuh susu di gelas karena tidak sanggup menghabiskan. Sebenarnya Dara sangat tidak menyukai susu, namun kali ini ia harus rela berkorban demi anak yang ada di kandungannya.

"Sedikit lagi Dara" ucap Dara meneguk habis susu di dalam gelas, setelah susu itu habis ia langsung minum air putih karena tidak tahan dengan bau susu yang sangat aneh menurutnya.

"Kau tidak menyuakainya? Kenapa kau tetap memaksa untuk meminunnya?" ucap Arham datar yang baru saja muncul, ia sudah terlihat rapi dengan kemeja toska yang semakin menambah ketampanan dirinya.

"Terkadang semua yang kita tidak sukai itu tak seburuk yang ada dalam pikiran kita, manis, pahit, suka atau tidak suka harus tetap kita telan. Karena terkadang apa yang kita tak sukai itu bisa memberikan berjuta kebaikan" ujar Dara yang entah dari mana mendapatkan kata-kata yang bijak seperti itu. Untuk masalah kehamilannya, Dara belum berani untuk mengatakan pada Arham. Ia takut Arham tidak mau menerima anak nya dan semakin memperburuk hubungan mereka. Dara akan mengatakan semuanya setelah ia mendapat waktu yang tepat.

Secara tak sengaja ucapan Dara berhasil menampar Arham, ia menatap Dara begitu lekat.

"Jika kau tak menyukai, kau bisa pergi" ucap Arham yang berhasil membuat Dara terkejut, Dara menatap Arham dengan tatapan bingung.

"Jika kau ingin lepas dariku, aku akan melepaskanmu" ucap Arham memperjelas ucapanya. Dara yang mendengar itu membulatkan matanya, ia tidak pernah menyangka jika Arham akan mengatakan hal itu.

"Apa yang bapak bicarakan? Saya tidak pernah memikirkan hal itu selama ini. Saya tidak pernah menginginkan perpisahan dalam pernikahan ini pak, saya ikhlas menjalankan semuanya" ucap Dara yang mulai meneteskan air matanya.

"Tapi pernikahan ini hanya di atas kertas, aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi tidak perlu bertahan dalam ikatan yang hanya akan membuatmu sakit" ujar Arham bangkit dari duduknya, ia beranjak pergi meninggalkan Dara.

"Katakan apa kekurangan saya? agar saya bisa memperbaiki diri saya dan bapak bisa mencintai saya. Berikan saya kesempatan untuk bisa mengambil hati bapak, berikan saya waktu pak untuk bisa memahami isi hati bapak" ujar Dara yang berhasil membuat Arham menghentikan langkahnya.

"Kekuranganmu hanya satu, kau begitu mirip dengan wanita murahan itu" ujar Arham yang langsung pergi meninggalkan Dara yang terdiam seribu bahasa. Dara memejamkan matanya untuk manahan rasa sakit di hatinya.

"Baik lah jika itu yang bapak inginkan" ucap Dara menatap nanar ke arah pintu dimana Arham menghilang.

***

Di rumah yang cukup besar terlihat seorang wanita menangis sambil menatap dua pria yang saat ini ada di hadapannya. Kedua pria itu terdiam seakan kehabisan kata-kata.

"Bunda akan tetap membawa Dara pulang yah, Bunda tidak ingin melihat anak kita menderita disana. Dara tidak bahagia yah, dia menyembunyikan semuanya dari kita" seru wanita itu yang tak lain adalah Zahra, ibu kandung Dara. Ia menangis sejadi-jadinya karena sudah tidak tahan menahan sakit hatinya melihat putri kesayangan yang selama ini mereka jaga di perlakuan tidak baik oleh orang lain.

"Bunda, sebenarnya Ikal sudah tahu semuanya. Tapi adek meminta agar Ikal menyembunyikan semuanya, dia tidak ingin ada yang mengganggu rumah tangganya. Walaupun itu kita sebagai keluarganya" ujar Haikal yang berhasil membuat Zahra dan Raffi terkejut.

"Jadi kamu juga sudah tahu dan menyembunyikan semuanya dari bunda dan Ayah Ikal? Kenapa kamu begitu tega hah?" ucap Zahra dengan nada tinggi.

"Maaf bunda, ini keinginan adek. Bunda tahu bukan? adek sangat keras kepala" ucap Haikal mencoba menjelaskan pada Zahra.

"Kamu sama saja seperti adek kamu Ikal, pokoknya bunda akan membawa putri bunda kembali kerumah ini" seru Zahra bangkit dari duduknya dan hendak pergi, namun dengan cepat ditahan oleh Raffi.

"Sabar bunda, kita akan bicarakan ini baik-baik dengan Dara. Kita tidak bisa membawa Dara begitu saja, Bunda lupa saat ini syurga Dara ada pada suaminya. Jangan membuat putri kita semakin sulit, biarkan saja dulu. Kita harus mempercayai anak kita jika dia mampu melewati ujian besar dari Allah, Dara anak yang kuat. Walaupun tubuhnya lemah, tapi jiwanya sangat kuat. Bunda tahu itu bukan?" ujar Raffi yang berhasil membuat Zahra terdiam dan memikirkan semua perkataan suaminya. Zahra mengangguk dan langsung memeluk Raffi, tangisannya pecah seketika dalam pelukan Raffi.

1
Tamirah Spd
Laki laki kalau sdh berhasrat sdh gak punya rasa malu yg penting' tersalur, jijik murahan gak penting,yg penting menikmati' gua surgawi.
Tamirah Spd
Gak suka banget dgn karakter Dara, terlalu lemah, apa takut jadi janda muda, gak punya harga diri.
Tamirah Spd
Wanita normal gak akan bertahan, sudah diperkosa walau Halal juga dihina kok ya pasrah saja. .... wesss angellllll.
Tamirah Spd
Masak dlm berapa hagi nikah gak bisa jelas kan siapa laki laki yg memeluknya...ya nama nya dunia halu apa kata Author nya saja.Di dunia nyata kesalah pahaman gak pakai lama sdh bisa dibereskan.
Susanti Susanti
Luar biasa
Anonim
Haduh terlalu lemah dan lebay
Anonim
Lemahhhh bgt
Artiea Naufal
bodohnha kau daraaa.....
juwita
maaf Thor aq nyerah malas sm karakter dara terlalu naif 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
juwita
g ada harga diri si dara ttep bettahan walo g di anggap. jujur bc nya aq g sedih mlh kesel. karakter cweknya bego bodoh bin oon. maaf Thor aq kesel
juwita
bodoh di sakiti ttep bertahan.
juwita
dara hanya ingin jd istri sholehah tp mendzolimi diri sndiri udh di caci di hina sm Arham ttep bertahan berarti wanita bodoh
juwita
alah kau yg bodoh dara
juwita
luluh lg di dara di aj kiku kiku tar udh nafsunya tersalurkan di hina lg
juwita
Luar biasa
juwita
dasar munafik ktnya g suka tubuh kotor dara. iih aq klo jd dara udh dihina pasti aq balik kt" dosen bego tu
juwita
cwek bodoh udh di cuekin pun ttep senyum manis seksn g ada harga diri
juwita
haah ngpain bertahan klo di hina trs.
juwita
klo aq di hina gitu udh pergi ngapai bertahan
juwita
g perlu nangis km. kan bisa ngelawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!